
"Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya Rey.
"Sudah bisa di pastikan, kamu sedang mengandung bayi kembar Elsa." ucap dokter tersebut.
Rey dan Elsa menampakkan ekspresi yang berbeda. Elsa sangat bahagia mendengar ucapan sang dokter, tetapi Rey justru seperti kecewa mendengarnya.
"Lalu apa berarti aku tidak sakit dok? Sebenarnya itu hanya bayiku yang lain kan?" Tanya Elsa dengan semangat.
"Maaf, tapi kanker di dalam rahimu tetap ada di sana Elsa, aku akan melakukan yang sebaik mungkin untuk menyelamatkan kamu." ucap dokter Levin.
"Selamatkan bayi-bayiku dok, jangan fokus untuk menyelamatkanku, selamatkanlah kedua bayiku!" tegas Elsa.
"Selamatkan ketiganya dok!" sahut Rey tiba-tiba.
"Aku akan melakukan yang terbaik!" tegas dokter Levin.
"Dok, apa jika bayinya kembar akan memperburuk kondisi istriku?" Tanya Rey yang saat itu sudah berdua saja dengan dokter Levin.
Entah kenapa, Rey sama sekali tidak berfikir tentang anak-anaknya, yang dia fikirkan hanya keselamatan Elsa seorang seperti tidak ada lagi orang di dunia ini yang perlu dia khawatirkan.
"Semua keputusan pasti ada resikonya, aku sudah memberikan obat untuk menguatkan kandungan Elsa, semuanya tergantung Elsa sendiri apa dia bisa kuat untuk menahan rasa sakitnya atau tidak." jelas dokter Levin.
"Apa tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkannya?"
"Tidak ada Rey, kamu hanya perlu mendampinginya dan memberinya kekuatan untuk tetap semangat." jelas dokter Levin.
"Kalau begitu terimakasih banyak dok, sampai bertemu di pemeriksaan rutin selanjutnya." pamit Rey.
"Kamu tenang saja Rey, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan istri dan anak-anakmu."
Rey hanya tersenyum mendengar ucapan dokter Levin lalu segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Dokter Levin adalah dokter terbaik di negara tersebut, walaupun terbilang masih muda, itu tidak membuat dokter Levin tidak memiliki kemampuan. Kemampuan dokter Levin bahkan lebih bagus di bandingkan dokter senior lainnya dan juga dokter Levin adalah dokter yang sangat ramah dan baik hati.
Dokter Levin seringkali mengadakan pengobatan gratis untuk orang yang kurang mampu di rumahnya, hingga banyak sekali orang yang kagum pada kebaikan, kecerdasan dan ketampanannya.
Saat Jef menemuinya dan memohon kepada Levin untuk merawat Elsa secara pribadi, Levin tidak langsung menerimanya hingga Rey sendiri yang datang dan memohon kepadanya, Rey menceritakan semua penyakit Elsa hingga akhirnya Levin menyetujui permintaannya.
***
"Sayang, kita keliling dulu ya.. Aku bosan di rumah terus.." ucap Elsa dengan nada manjanya.
"Hanya keliling naik mobil ya sayang, aku ga mau kamu kelelahan." balas Rey.
__ADS_1
"Siap bos!"
Rey segera membelokkan mobilnya ke arah yang berlawanan dari arah jalan pulang. Elsa juga melihat banyak sekali anak kecil yang membuat Elsa tersenyum melihatnya.
"Kamu mau melihat anak-anak kita seperti mereka bukan?" Tanya Rey.
"Tentu saja!" seru Elsa.
"Maka dari itu kamu harus semangat untuk sembuh dan melahirkan dengan selamat."
Elsa menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah suaminya itu.
"Sayang, ayo kita belikan Sarah dan Jef makanan yang enak." ajak Elsa.
"Hm, baiklah, ayo kita membelikan mereka makanan enak, setelah ini kita langsung kembali ya."
"Iya, aku juga udah laper banget nih!" ucap Elsa sambil memegang perutnya.
Rey segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan langsung keluar dari mobil untuk membeli beberapa makanan yang ada di sana.
***
Waktu berlalu dengan cepat, hari ini usia kandungan Elsa sudah memasuki usia hampir 9 bulan, yang artinya beberapa bulan lagi Elsa akan segera melahirkan bayi kembarnya.
Sarah, selalu setia menemani Elsa dan melakukan apapun keinginan Elsa kecuali keinginannya untuk menikah dengan Jef.
"Kenapa kamu selalu memaksaku untuk menikah dengan Jef?" Tanya Sarah.
"Karena kalian berdua cocok! Lagipula Jef terlalu sibuk untuk mencari jodoh, dia sibuk bekerja setiap hari." ucap Elsa.
"Cocok gimana? Kamu tau kan kalau aku dan Jef selalu berdebat karena hal kecil?"
"Aku dan suamiku juga berdebat hampir setiap hari, Jef mungkin sudah lelah mendengar perdebatan kami." jelas Elsa.
"Tapi buktinya, aku dan suamiku bisa saling mencintai seperti sekarang ini." lanjutnya.
"Aku masih belum ingin menikah Elsa, dan lebih baik kamu jangan memikirkan aku dan Jef, lebih baik kamu fokus untuk persiapan kelahiran bayimu." ucap Sarah sambil mengelus perut Elsa yang sudah sangat besar.
"Aku harap mereka berdua lahir dengan sehat dan selamat." ucap Elsa.
"Tentu saja, mereka berdua adalah jagoan tuan Rey tentu saja mereka akan lahir dengan sehat!"
Yap! Bayi kembar Rey dan Elsa berjenis kelamin laki-laki yang sangat aktif menendang di perutnya.
__ADS_1
Rey semakin hari semakin mencintai anak-anaknya itu, Rey tidak akan bisa melakukan kegiatannya sebelum mencium istri dan kedua anaknya yang berada di dalam perut Elsa.
"Sayang!!" teriak Rey yang langsung membuka pintu kamarnya.
"Yaampun sayang.. Kamu mau bikin aku dan Sarah jantungan ya? Ada apa sih?" Tanya Elsa.
"Hehe maaf sayang, keluarga besar kita sedang berada di perjalanan menuju kemari!" ucap Rey.
"Apa!? Kenapa secepat ini?"
"Biasalah, papi Andra heboh banget dari awal kamu di diagnosa kanker. Kalau bukan karena mami Sasa mungkin papi akan memutuskan untuk tinggal di sini." jelas Rey.
"Ya kamu benar! Bahkan orang tua kandung kita saja tidak sepanik papi Andra." sambung Elsa sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan Sarah hanya menatap Rey dan Elsa secara bergantian, dia tidak tau siapa itu papi Andra atau mami Sasa, namun dia hanya diam tidak bertanya apapun.
"Sarah, tolong kamu bilang sama semua pelayan untuk membersihkan setiap kamar ya karena akan ada banyak sekali orang yang datang kemari sebentar lagi." ucap Rey.
"Baik tuan, apa perlu saya pindah ke kamar pelayan saja?" Tanya Sarah menawarkan diri.
"No!" teriak Rey dan Elsa bersamaan hingga membuat Sarah terkejut.
"Sarah, kamu juga bagian keluarga kami jadi kamu tetap berada di kamarmu, mengerti!?" tegas Elsa.
"Elsa benar! Kamu adalah orang yang paling penting bagi kami selain mereka, jika memang kamar tidak cukup, mereka bisa tinggal di hotel dekat sini." sambung Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.
Sarah tersenyum mendengar ucapan pasangan suami istri itu, dia sangat bersyukur di pertemukan dengan orang yang sangat baik.
"Kalau begitu aku permisi dulu Els, tuan Rey." ucap Sarah yang di balas anggukan oleh keduanya.
Setelah Sarah pergi, Rey segera menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa lalu Rey duduk di lantai sambil merebahkan kepalanya di atas paha sang istri.
Elsa senang saat Rey bermanja kepadanya, kemudian Elsa mengelus kepala Rey sambil tersenyum melihatnya.
"Kenapa kamu seperti ini?" Tanya Elsa.
"Aku sangat menantikan kelahiran jagoan kita sayang, dan akhir-akhir ini juga kamu jarang sekali drop tidak seperti awal-awal kehamilan." ucap Rey.
"Sayang, apa perlu aku membuat surat perpisahan untuk anak-anak?" Tanya Elsa.
"NO!!" Teriak seseorang dari arah pintu kamar mereka.
Keduanya terkejut dan langsung menoleh ke asal suara dan semakin terkejut saat melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Abang!!" teriak Rey dan Elsa secara bersamaan.