ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 103


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, kediaman Rey dan Elsa selalu di penuhi dengan kebahagiaan dan tawa dari ketiga pangeran tampan di rumahnya.


Terlebih saat usia ketiganya sudah memasuki usia ke 2 tahun.. Walaupun sebenarnya Dika lebih tua beberapa bulan dari Gilang dan Giffari.


Jef dan Sarah? Emm,, mereka masih belum menikah sampai saat ini, tapi Sarah sudah menerima lamaran Jef, hanya saja Sarah masih mau mempersiapkan dirinya, Sarah menjalani beberapa perawatan sesuai usulan dari Elsa.


"Dimana anak-anak?" Tanya Elsa kepada Rey yang baru saja datang ke ruang makan.


"Sarah sedang memakaikan pakaian kepada mereka, sebentar lagi mungkin turun." jawab Rey.


"Aku ke atas dulu ya, Sarah pasti kesulitan membawa ketiga anak-anak nakal itu.." ucap Elsa.


"Jangan mengatai anak-anakku anak nakal sayang, aku tidak menerimanya!" ketus Rey sambil menatap tajam ke arah Elsa.


"Hmm, mereka tidak nakal tapi menyebalkan terutama Gilang yang gampang sekali marah." ucap Elsa lalu berjalan menuju kamar anak-anaknya.


Di dalam kamar, Gilang, Giffari dan Dika sedang bercanda dan belum memakai pakaian sama sekali.


"Yaampun.. Gilang, Giffari, Dika, ayo dong pake baju dulu.." ucap Sarah dengan nada yang sudah kelelahan.

__ADS_1


"No, no, no.." ucap Gilang sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya dengan ekspresi wajah yang menggemaskan.


"Gilang.. Ayo jangan mengganggu saudaramu." ucap Elsa yang langsung masuk ke dalam kamar.


"Mama, mama.." ucap Giffari sambil berlari memeluk tubuh Elsa.


"Giffari kenapa belum pakai baju?" Tanya Elsa.


Giffari hanya menggelengkan kepala sambil menunjuk Gilang.


"Abang Gilang ngajak bercanda terus ya?" Tanya Elsa yang di balas anggukan oleh Giffari.


"Gilang.. Kamu ngerjain saudaramu lagi ya?" Tanya Elsa dengan tegas.


"Gilang, ayo pake baju.. Nanti kamu dan saudaramu masuk angin." ucap Sarah.


Gilang tidak berkutik sama sekali, dia tetap pada tempatnya dengan ekspresi yang sama.


"Sarah, pakaikan Giffari dan Dika pakaian dan bawa mereka ke bawah ya.. Aku masih mau ngomong sama Gilang." ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Sarah.

__ADS_1


Dengan segera Sarah menyiapkan Giffari dan Dika dan langsung membawa keduanya turun ke bawah meninggalkan Elsa dan Gilang di kamar.


Elsa berjalan mendekati anak laki-lakinya itu, dia berjongkok di hadapan Gilang agar sejajar dengannya.


"Gilang sayang,, anak mama yang paling ganteng.." ucap Elsa sambil membelai rambut Gilang dengan lembut.


"Gilang, mama tau kalau kamu mau bercanda sama saudara-saudaramu, tapi kamu juga harus tau waktu ya? Kalau waktunya makan ya harus makan biar ga sakit perut." jelas Elsa.


"Jangan suka marah-marah nanti cepet tua loh!" lanjutnya.


Gilang hanya diam sambil menatap Elsa dengan wajah bersalahnya.


"Sayang, mama sangat menyayangimu, mama tidak ingin kamu di benci banyak orang karena sikapmu yang suka marah seperti ini." ucap Elsa.


"Kamu juga jangan membuat bunda Sarah kesulitan ya, anak mama pintar kan? Mama tau anak-anak mama adalah anak yang baik." ucap Elsa sambil mencium kening Gilang.


"Sekarang, ayo pakai baju lalu sarapan oke?" ucap Sarah yang di balas anggukan oleh Gilang.


"Anak pintar.. Sayang mama ga?" Tanya Elsa.

__ADS_1


"Tayang!" ucap Gilang lalu memeluk tubuh Elsa dengan erat.


Elsa tersenyum lalu dia segera memakaikan pakaian kepada Gilang lalu berjalan ke bawah sambil bergandengan tangan.


__ADS_2