
Rapat pun di mulai, Rey mempresentasikan materi yang tadi
sudah di rangkum oleh Karina dengan baik, namun saat partner bisnisnya sedang
menjelaskan materinya Rey hanya melamun dan tidak fokus sehingga sesekali
Karina yang berada di sebelahnya harus menyenggol lengan Rey agar membuat Rey
tersadar.
“Terimakasih karena sudah mempercayai perusahaan kami untuk
bekerjasama tuan.” Ucap Rey sambil mengulurkan tangan kepada partner bisnisnya.
“Terimakasih kembali tuan Rey, semoga kita bersama bisa membuat
produk yang akan kita produksi sukses besar!” balasnya.
Setelah selesai menandatangani kontrak, Rey segera
berpamitan kepada Karina untuk pulang lebih dulu, namun Karina menghalanginya.
“Tunggu Rey! Bukankah kamu seharusnya menjelaskan kepadaku
kendala apa yang membuatmu terlambat di meeting penting ini?” tanya Karina.
“Masalah pribadi, aku tidak bisa menceritakannya padamu, aku
harus segera pergi janganmenghalangiku!” ucap Rey yang langsung pergi meninggalkan
Karina.
Untuk pertama kalinya Rey mengatakan hal seperti itu kepada
Karina, dan itu membuat Karina semakin penasaran.
Namun saat Karina sedang merapihkan meja kerjanya dan
bersiap untuk pulang, Rey tiba-tiba kembali dan berhenti di hadapan Karina.
“Rey? Kenapa kamu kembali?” tanya Karina.
“Ikut aku, karena sepertinya aku akan membutuhkanmu.” Ucap
Rey.
Dengan kebingungan akhirnya Karina mengangguk dan mengikuti
kemana Rey berjalan, Rey dan Karina berhenti di depan café yang berada di
sebrang perusahaannya.
“Tunggu di sini, aku akan turun sebentar.” Ucap Rey yang di
balas anggukan oleh Rey.
“Aneh sekali, sebenarnya apa yang sedang di lakukan Rey? Jangan-jangan
Rey mau membelikanku sesuatu dan memberi kejutan untukku.” Gumam Karina dengan
senyum yang mengembang di wajahnya.
Belum saja hatinya puas memikirkan apa yang ada di
fikirannya, tiba-tiba senyuman Karina menghilang dari wajahnya saat melihat Rey
keluar dengan seorang wanita dan lebih mengejutkan lagi saat wanita tersebut
sedang mendorong stroller bayi.
“S-siapa wanita itu? Tidak mungkin anak Rey kan? Bagaimana ini,
jangan-jangan dia menyuruhku untuk membantunya menyembunyikan wanita itu.” Gumam
Karina.
Rey membuka pintu belakang, Nala masuk ke dalam dan
tersenyum ke arah Karina yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Rey, dia siapa?” tanya Karina saat Rey sudah masuk ke dalam
mobil.
“Dia Nala, temanku!” ucap Rey.
“Kamu pacar Rey ya, salam kenal aku Nala dan ini anakku
Niko.” Ucap Nala.
“Salam kenal juga, aku Karina dan aku sekretarisnya Rey
bukan pacarnya.” Balas Karina.
“Ah begitu, maaf karena sudah merepotkan kalian berdua ya.”
__ADS_1
“Tidak masalah, sebenarnya ada apa ini?”
“Aku akan mencarikan kontrakan di dekat perusahaan yang
harganya terjangkau, dia dan anaknya akan tinggal di sana karena dia diusir
oleh suaminya.” Ucap Rey.
“Mantan, karena aku sudah proses cerai saat ini.” tambah
Nala.
Karina hanya menganggukkan kepalanya, dia masih bingung dengan
situasi saat itu, dia tidak percaya kalau Rey dan Nala hanya sebatas teman,
karena Rey sampai hampir terlambat meeting hanya karena Nala.
Rey menghentikan mobilnya ke mall yang ada di sana, dia
tidak mungkin menyuruh Nala turun karena Rey yakin kalau Nala tidak mau turun
karena penampilannya saat ini.
“Karina, kamu turun dan belanja pakaian untuk Nala dan
anaknya, pakai kartu ini jangan lupa beli beberapa bahan makanan dan susu bayi
juga, mainan untuk anaknya juga.” Ucap Rey.
“Hah? Aku? Tapi aku tidak tau ukuran tubuh Nala dan anaknya,
aku juga tidak tau apa saja yang dia butuhkan.”
“Sudahlah jangan banyak bicara, sebaiknya kamu kira-kira
saja! ukuran Nala juga sepertinya sama sepertimu.” Tegas Rey.
Mendengar hal itu membuat Karina melihat ke arah Nala
sebentar lalu dia kembali menatap Rey dengan tataan kesal.
“Baiklah! Aku akan membelikan keperluannya!” ucap Karina
yang langsung membuka pintu mobil.
“Maaf merepootkanmu..” ucap Nala sebelum Karina
menutupkembali pintu mobil.
yang bergumam mengata-ngatai Rey.
“Dasar kurang ajar! Jadi Rey mengajakku karena mau
menjadikanku babu? Menyebalkan sekali! Aku yakin kalau Nala bukan hanya sekedar
teman bagi Rey, dia sampai memberikan atm pribadinya untuk membelikan
perlengkapan untuk wanita itu!” gumam Nala di dalam hatinya.
Karina memasuki toko pakaian untuk wanita dewasa lebih dulu
dan mencari beberapa pakaian untuk Nala, Karina mengambil hampir semua model
pakaian untuk Nala, dia juga membelikan sandal, sepatu dan tas untuk Nala.
“Biar saja, biar uangmu habis untuk membelikan pakaian
wanita itu!” ketus Karina.
Setelah membeli keperluan Nala, Karina memasuki ke tempat
perlengkapan bayi, dia membeli banyak pakaian, pampers dan lain-lain, Karina
tidak mau kalau harus kembali hanya karena ada sesuatu yang tertinggal.
Karina juga membeli banyak sekali bahan makanan dan susu
untuk Nala dan anaknya, sangking banyaknya barang yang di beli Karina, dia
harus meminta pelayan mall untuk membantunya membawakan barang-barang itu ke
mobil.
“Di sini saja mas, ini tips untukmu terimakasih banyak.” Ucap
Karina sambil memberikan uang 50 ribu kepada pelayan tersebut.
Namun saat Karina ingin membuka pintu mobil Rey, dia
terekejut karena pintu mobilnya tidak bisa terbuka dan tidak ada orang di
dalamnya.
“Kemana mereka? Aish, aku di suruh belanja sedangkan mereka
__ADS_1
berdua entah kemana.” gumam Karina.
Karina menoleh ke arah tempat makan yang ada di dalam mall,
kebetulan tempat makan itu menggunakan kaca tembus pandang sehingga Karina bisa
melihat jelas Rey dan Nala sedang duduk dan menyantap makanan di dalam sana.
“Sial! Mereka makan dengan enak, sedangkan aku kelaparan di
sini karena berkeliling membeli perlengkapan untuk wanita itu!” gumam Karina.
“Jika dia bukan atasanku, aku akan menghajarnya! Aku tidak
perduli walaupun aku menyukainya, tapi dia sudah seenaknya memperlakukan aku!”
lanjutnya.
***
Di sisi lain, Elsa dan yang lainnya sudah berada di jalan
untuk menuju ke rumah Belinda, karena saat Rania menghubungi suaminya, suaminya
mengatakan kalau dia sedang berada di rumah Kenan.
“Kenapa mereka semua berada di rumahmu kak?” tanya Elsa.
“Entah, mungkin mereka mencari teman! Kalau bersama-sama
mungkin tidak terasa capek.” Ucap Belinda yang di balas anggukan oleh Elsa.
Sesampainya di depan rumah, Belinda turun dari mobil dengan
senyuman di wajahnya dan paper bag di tangannya, namun saat Belinda masuk ke
dalam rumah, seketika Belinda menjatuhkan semua paper bag yang ada di
tangannya.
“Yaampun apa-apaan ini!?” teriak Belinda yang melihat ruang
tamunya sudah seperti kapal pecah.
Yang lain melihat keadaan itu hanya bisa diam, mereka juga terkejut
melihat keadaan rumah Belinda yang seperti baru saja kerampokan.
“Yaampun kak, ini maling dari mana yang masuk ke dalam
rumahmu?” tanya Elsa.
“Hahahaha..” Belinda justru tertawa dan membuat semua orang
merasa aneh melihatnya.
Sedangkan Kenan yang melihat istrinya tertawa seperti itu
hanya bisa menelan salvilanya, dia tau kalau tawa Belinda adalah bencana
untuknya.
“Kak, kamu baik-baik saja kan?” tanya Key.
“Kalian semua sebaiknya bawa suami dan anak kalian pulang
sebelum aku berubah fikiran!” ucap Belinda.
Dengan segera, para wanita itu membawa suami dan anak mereka
pergi dari rumah Belinda, sedangkan Elsa yang bingung masih berdiri di sana.
“Kak, apa semuanya baik-baik saja?” tanya Elsa.
“Els, sebaiknya kamu bawa El dan Alya ke atas, aku tidak mau
mereka melihat aku dan Kenan.”
“B-baik kak, tapi hati-hati ya jangan sampai wajah abangku
yang tampan ini terluka.” Ucap Elsa.
“Tenang saja, aku tidak akan membuat wajah tampannya
terluka, justru aku akan membuat wajah tampannya berwarna-warni!” ucap Belinda
dengan mata yang membara.
Dengan segera Elsa menggendong baby El dan menggandeng
tangan Alya, Elsa mengajak kedua keponakannya itu naik dan masuk ke dalam kamar
Alya, tidak lupa Elsa mengunci pintu kamar agar Alya dan Aciel tidak mendengar
suara Belinda dan Kenan.
__ADS_1