ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 43


__ADS_3

Rapat pun di mulai, Rey mempresentasikan materi yang tadi


sudah di rangkum oleh Karina dengan baik, namun saat partner bisnisnya sedang


menjelaskan materinya Rey hanya melamun dan tidak fokus sehingga sesekali


Karina yang berada di sebelahnya harus menyenggol lengan Rey agar membuat Rey


tersadar.


“Terimakasih karena sudah mempercayai perusahaan kami untuk


bekerjasama tuan.” Ucap Rey sambil mengulurkan tangan kepada partner bisnisnya.


“Terimakasih kembali tuan Rey, semoga kita bersama bisa membuat


produk yang akan kita produksi sukses besar!” balasnya.


Setelah selesai menandatangani kontrak, Rey segera


berpamitan kepada Karina untuk pulang lebih dulu, namun Karina menghalanginya.


“Tunggu Rey! Bukankah kamu seharusnya menjelaskan kepadaku


kendala apa yang membuatmu terlambat di meeting penting ini?” tanya Karina.


“Masalah pribadi, aku tidak bisa menceritakannya padamu, aku


harus segera pergi janganmenghalangiku!” ucap Rey yang langsung pergi meninggalkan


Karina.


Untuk pertama kalinya Rey mengatakan hal seperti itu kepada


Karina, dan itu membuat Karina semakin penasaran.


Namun saat Karina sedang merapihkan meja kerjanya dan


bersiap untuk pulang, Rey tiba-tiba kembali dan berhenti di hadapan Karina.


“Rey? Kenapa kamu kembali?” tanya Karina.


“Ikut aku, karena sepertinya aku akan membutuhkanmu.” Ucap


Rey.


Dengan kebingungan akhirnya Karina mengangguk dan mengikuti


kemana Rey berjalan, Rey dan Karina berhenti di depan café yang berada di


sebrang perusahaannya.


“Tunggu di sini, aku akan turun sebentar.” Ucap Rey yang di


balas anggukan oleh Rey.


“Aneh sekali, sebenarnya apa yang sedang di lakukan Rey? Jangan-jangan


Rey mau membelikanku sesuatu dan memberi kejutan untukku.” Gumam Karina dengan


senyum yang mengembang di wajahnya.


Belum saja hatinya puas memikirkan apa yang ada di


fikirannya, tiba-tiba senyuman Karina menghilang dari wajahnya saat melihat Rey


keluar dengan seorang wanita dan lebih mengejutkan lagi saat wanita tersebut


sedang mendorong stroller bayi.


“S-siapa wanita itu? Tidak mungkin anak Rey kan? Bagaimana ini,


jangan-jangan dia menyuruhku untuk membantunya menyembunyikan wanita itu.” Gumam


Karina.


Rey membuka pintu belakang, Nala masuk ke dalam dan


tersenyum ke arah Karina yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


“Rey, dia siapa?” tanya Karina saat Rey sudah masuk ke dalam


mobil.


“Dia Nala, temanku!” ucap Rey.


“Kamu pacar Rey ya, salam kenal aku Nala dan ini anakku


Niko.” Ucap Nala.


“Salam kenal juga, aku Karina dan aku sekretarisnya Rey


bukan pacarnya.” Balas Karina.


“Ah begitu, maaf karena sudah merepotkan kalian berdua ya.”

__ADS_1


“Tidak masalah, sebenarnya ada apa ini?”


“Aku akan mencarikan kontrakan di dekat perusahaan yang


harganya terjangkau, dia dan anaknya akan tinggal di sana karena dia diusir


oleh suaminya.” Ucap Rey.


“Mantan, karena aku sudah proses cerai saat ini.” tambah


Nala.


Karina hanya menganggukkan kepalanya, dia masih bingung dengan


situasi saat itu, dia tidak percaya kalau Rey dan Nala hanya sebatas teman,


karena Rey sampai hampir terlambat meeting hanya karena Nala.


Rey menghentikan mobilnya ke mall yang ada di sana, dia


tidak mungkin menyuruh Nala turun karena Rey yakin kalau Nala tidak mau turun


karena penampilannya saat ini.


“Karina, kamu turun dan belanja pakaian untuk Nala dan


anaknya, pakai kartu ini jangan lupa beli beberapa bahan makanan dan susu bayi


juga, mainan untuk anaknya juga.” Ucap Rey.


“Hah? Aku? Tapi aku tidak tau ukuran tubuh Nala dan anaknya,


aku juga tidak tau apa saja yang dia butuhkan.”


“Sudahlah jangan banyak bicara, sebaiknya kamu kira-kira


saja! ukuran Nala juga sepertinya sama sepertimu.” Tegas Rey.


Mendengar hal itu membuat Karina melihat ke arah Nala


sebentar lalu dia kembali menatap Rey dengan tataan kesal.


“Baiklah! Aku akan membelikan keperluannya!” ucap Karina


yang langsung membuka pintu mobil.


“Maaf merepootkanmu..” ucap Nala sebelum Karina


menutupkembali pintu mobil.


yang bergumam mengata-ngatai Rey.


“Dasar kurang ajar! Jadi Rey mengajakku karena mau


menjadikanku babu? Menyebalkan sekali! Aku yakin kalau Nala bukan hanya sekedar


teman bagi Rey, dia sampai memberikan atm pribadinya untuk membelikan


perlengkapan untuk wanita itu!” gumam Nala di dalam hatinya.


Karina memasuki toko pakaian untuk wanita dewasa lebih dulu


dan mencari beberapa pakaian untuk Nala, Karina mengambil hampir semua model


pakaian untuk Nala, dia juga membelikan sandal, sepatu dan tas untuk Nala.


“Biar saja, biar uangmu habis untuk membelikan pakaian


wanita itu!” ketus Karina.


Setelah membeli keperluan Nala, Karina memasuki ke tempat


perlengkapan bayi, dia membeli banyak pakaian, pampers dan lain-lain, Karina


tidak mau kalau harus kembali hanya karena ada sesuatu yang tertinggal.


Karina juga membeli banyak sekali bahan makanan dan susu


untuk Nala dan anaknya, sangking banyaknya barang yang di beli Karina, dia


harus meminta pelayan mall untuk membantunya membawakan barang-barang itu ke


mobil.


“Di sini saja mas, ini tips untukmu terimakasih banyak.” Ucap


Karina sambil memberikan uang 50 ribu kepada pelayan tersebut.


Namun saat Karina ingin membuka pintu mobil Rey, dia


terekejut karena pintu mobilnya tidak bisa terbuka dan tidak ada orang di


dalamnya.


“Kemana mereka? Aish, aku di suruh belanja sedangkan mereka

__ADS_1


berdua entah kemana.” gumam Karina.


Karina menoleh ke arah tempat makan yang ada di dalam mall,


kebetulan tempat makan itu menggunakan kaca tembus pandang sehingga Karina bisa


melihat jelas Rey dan Nala sedang duduk dan menyantap makanan di dalam sana.


“Sial! Mereka makan dengan enak, sedangkan aku kelaparan di


sini karena berkeliling membeli perlengkapan untuk wanita itu!” gumam Karina.


“Jika dia bukan atasanku, aku akan menghajarnya! Aku tidak


perduli walaupun aku menyukainya, tapi dia sudah seenaknya memperlakukan aku!”


lanjutnya.


***


Di sisi lain, Elsa dan yang lainnya sudah berada di jalan


untuk menuju ke rumah Belinda, karena saat Rania menghubungi suaminya, suaminya


mengatakan kalau dia sedang berada di rumah Kenan.


“Kenapa mereka semua berada di rumahmu kak?” tanya Elsa.


“Entah, mungkin mereka mencari teman! Kalau bersama-sama


mungkin tidak terasa capek.” Ucap Belinda yang di balas anggukan oleh Elsa.


Sesampainya di depan rumah, Belinda turun dari mobil dengan


senyuman di wajahnya dan paper bag di tangannya, namun saat Belinda masuk ke


dalam rumah, seketika Belinda menjatuhkan semua paper bag yang ada di


tangannya.


“Yaampun apa-apaan ini!?” teriak Belinda yang melihat ruang


tamunya sudah seperti kapal pecah.


Yang lain melihat keadaan itu hanya bisa diam, mereka juga terkejut


melihat keadaan rumah Belinda yang seperti baru saja kerampokan.


“Yaampun kak, ini maling dari mana yang masuk ke dalam


rumahmu?” tanya Elsa.


“Hahahaha..” Belinda justru tertawa dan membuat semua orang


merasa aneh melihatnya.


Sedangkan Kenan yang melihat istrinya tertawa seperti itu


hanya bisa menelan salvilanya, dia tau kalau tawa Belinda adalah bencana


untuknya.


“Kak, kamu baik-baik saja kan?” tanya Key.


“Kalian semua sebaiknya bawa suami dan anak kalian pulang


sebelum aku berubah fikiran!” ucap Belinda.


Dengan segera, para wanita itu membawa suami dan anak mereka


pergi dari rumah Belinda, sedangkan Elsa yang bingung masih berdiri di sana.


“Kak, apa semuanya baik-baik saja?” tanya Elsa.


“Els, sebaiknya kamu bawa El dan Alya ke atas, aku tidak mau


mereka melihat aku dan Kenan.”


“B-baik kak, tapi hati-hati ya jangan sampai wajah abangku


yang tampan ini terluka.” Ucap Elsa.


“Tenang saja, aku tidak akan membuat wajah tampannya


terluka, justru aku akan membuat wajah tampannya berwarna-warni!” ucap Belinda


dengan mata yang membara.


Dengan segera Elsa menggendong baby El dan menggandeng


tangan Alya, Elsa mengajak kedua keponakannya itu naik dan masuk ke dalam kamar


Alya, tidak lupa Elsa mengunci pintu kamar agar Alya dan Aciel tidak mendengar


suara Belinda dan Kenan.

__ADS_1


__ADS_2