ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 74


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana Elsa dan Rey pindah ke rumah baru Rey yang sudah di siapkan Rey untuk tinggal bersama istrinya.


Dan hari ini juga hari pertama pasangan suami istri itu akan kembali bekerja.


"Selamat pagi tuan.." sapa Jef saat sampai di rumah baru Rey.


"Pagi Jef, bagaimana tidurmu semalam? Kamu tidak begadang main game kan?" Tanya Rey.


"Tidak tuan, saya tidak main game kok." jawab Jef.


"Tapi saya tidak bisa tidur semalam karena ada wanita asing di dalam apartment!" batin Jef sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu kenapa geleng-geleng begitu Jef?" Tanya Elsa yang membuat Jef tersadar dari lamunannya.


"Eh? E-engga nyonya.."


"Kamu pasti sedang memikirkan sesuatu ya Jef.." Tanya Elsa yang sedang menata barang-barang miliknya dan Rey.


"Tidak nyonya.."


"Sayang, kamu di temani Jef saja ya?" ucap Rey.


"Kenapa Jef harus menemaniku? Lalu kamu bagaimana?" Tanya Elsa.


"Aku bisa mengatasi pekerjaanku sendiri."


"Aku juga bisa mengatasi pekerjaanku kak Rey, lagian kan ada kak Nala, dia sudah belajar sama sekretaris pribadi papa siapa ya namanya lupa aku.." ucap Elsa yang melupakan Nama sekretaris papanya.


"Stop! Tidak usah di ingat! Aku tidak ingin kamu mengingat nama laki-laki lain.. Cukup ingat namaku dan nama Jef!" tegas Rey.


"Dih! Banyak nama laki-laki yang aku ingat kok, mau aku sebutin?" Tantang Elsa.


"Kamu mau aku makan!?" ketus Rey.


Mendengar ucapan Rey membuat Elsa membuka kedua matanya dengan lebar, lalu melempari Rey dengan boneka yang sedang is pegang.


"Bahaya! Jangan memancing kak Rey, jangan sampai kak Rey menyerangku lagi!" Batin Elsa.


"Jef kamu duduk dulu saja dia di ruang tamu, biarkan aku dan kak Rey yang membereskan di sini."


"Baiklah kalau begitu saya ke bawah dulu." pamit Jef kepada Rey dan Elsa.


Setelah tinggal berdua, Elsa berusaha untuk memberitahu Rey tentang kehamilannya, karena mengingat Rey sangat ingin melakukannya tadi malam. Hingga terpaksa Elsa berusaha menolak hingga terjadilah pertengkaran di antara keduanya.


"Kak Rey..." panggil Elsa dengan perlahan.

__ADS_1


"Hmm,, ada apa sayang?" Tanya Rey yang masih sibuk melihat berkas-berkas kerjanya.


"Aku ingin membicarakan sesuatu kak! Lihat aku dulu, taruh semua kertas itu!" ucap Elsa.


"Yaampun Els, ini tuh berkas perusahaanku, harus aku tata soalnya bentar lagi aku berangkat kerja." ucap Rey.


"Kak ini lebih penting dari pekerjaan, jadi taruh semuanya dan dengarkan aku!" tegas Elsa yang membuat Rey akhirnya terpaksa menaruh semua kertas yang dia pegang.


"Okey, ada apa?" Tanya Rey yang sudah melihat wajah Elsa dengan serius.


"Kak, apa kamu tau kenapa semalam aku menolak melakukan hubungan denganmu?" Tanya Elsa.


"Kamu capek kan? Bukannya udah selesai masalah ini, kenapa kamu bahas lagi?" Tanya Rey yang mulai kesal.


"Tunggu dulu jangan badmood dulu! Sebenarnya aku.."


"Aku apa Els? Kamu udah ga suka sama aku lagi ya!?" Tanya Rey.


"Ish bukan!! Aku hamil!" tegas Elsa.


"Hah? Hamil apaan?" Tanya Rey dengan polosnya.


"Duh kak! Kamu ini oon apa pura-pura oon sih!? Ya hamil, di perut aku ada anak kita!" jelas Elsa.


"Anak? Jadi maksudnya kita akan memiliki anak? Kita akan menjadi papa dan mama kan?" Tanya Rey memastikan.


Dengan sigap Rey langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat, Rey sangat bahagia mendengar ucapan Elsa yang mengatakan kalau mereka akan menjadi orang tua.


"Terimakasih sayang,, terimakasih banyak karena sudah memberikan aku hadia yang paling berharga!" ucap Rey yang menciumi wajah Elsa bertubi-tubi.


"Ih jangan di cium terus nanti wajahku habis!" ketus Elsa.


"Ga akan sayang, wajahmu akan tetap cantik sampai kapanpun!" ucap Rey.


"Tapi kak, aku masih harus menjalani pemeriksaan lagi, karena kemarin masih belum terlihat jelas." jelas Elsa.


"Aku akan mengantarmu! Kapan pemeriksaannya? Aku akan mengantarmu." ucap Rey dengan semangat.


"Dua minggu lagi kak, sabar ya.."


"Baiklah aku akan sabar menunggu! Oh iya, kamu ga usah kerja ya, biar Nala yang mengatasi semuanya." ucap Rey.


"Duh kak, kak Nala pasti kesulitan di sana! Lagian dokter bilang selama aku makan terus bayi kita akan aman kok."


"Tapi aku khawatir Els.."

__ADS_1


"Tidak usah khawatir kak! Dan jangan kasih tau orang tua kita dulu, biar kita kasih tau mereka setelah pemeriksaan kedua." ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Rey.


Setelah bersiap, Elsa dan Rey segera turun ke bawah untuk berangkat kerja.


"Kalian duluan aja, aku lupa ngambil kunci." ucap Elsa yang ingin kembali ke kamar namun Rey segera menggenggam tangannya.


"Kamu mau ngapain ambil kunci?" Tanya Rey.


"Ya mau berangkat kerja dong kak, mobilku kan udah di bawa ke sini jadi aku bisa naik mobil sendiri." ucap Elsa.


"Aku akan mengantarmu!" tegas Rey.


"Kak, perusahaan kita beda arah! Kamu bilang ada rapat penting, jadi kamu harus segera sampai di perusahaan. Biarkan saja aku berangkat sendiri, biasanya juga begitu." ucap Elsa.


"Tidak! Jef, mulai saat ini kamu akan mengantar dan menjemput Elsa ke perusahaannya, kamu juga akan aku jadikan bodyguard Elsa." ucap Rey.


"Apa kak!? Bodyguard? Duh jangan deh! Aku paling ga suka ada orang berjas mengikutiku kemana-mana!" protes Elsa.


"Kalau begitu, Jef! Mulai besok kamu harus membawa baju biasa di dalam mobil, jadi saat Elsa membutuhkanmu, kamu langsung ganti pakaian!"


Elsa dan Jef yang mendengar hal itu benar-benar tidak habis fikir dengan ide Rey yang begitu luar biasa.


"Kenapa jadi seperti ini? Di manjain sih, tapi kalo begini caranya kan nyusahin orang namanya!" batin Elsa sambil menggelengkan kepalanya.


"B-baik tuan!" Jef hanya bisa mengiyakan perintah atasannya, walaupun sebenarnya sangat berat baginya untuk bolak-balik kesana-kemari.


"Kamu tenang saja Jef, aku akan menaikkan gajimu 3x lipat! Aku akan membayarmu sesuai dengan pekerjaanmu!" tegas Rey seperti tau kalau hal itu sangat memberatkan Jef.


"Terimakasih tuan!" tegas Jef.


"Oh iya satu lagi Jef! Cepat carikan seseorang untuk membuat lift di rumahku!"


"Hah! Apaan sih kak! Emang buat apa lift? Baru kemarin rumah ini di renovasi, kenapa harus buat lift lagi?" Tanya Elsa.


"Aku ga mau sampe kamu kecapekan! Aku ga mau terjadi apa-apa kepada anakku!" tegas Rey.


"Yaelah kak! Ga mau! Lagian cuma dua lantai aku masih kuat naik tangga!" ketus Elsa.


Sedangkan Jef yang mendengar kalau Rey akan memiliki anak hanya bisa mematung.


"Apa!? Tuan, anda akan memiliki anak? Selamat tuann!!" ucap Jef.


"Terimakasih Jef, aku sangat bahagia saat ini!"


"Semoga saja anak anda tidak memiliki sifat seperti anda! Kalau tidak, saya akan semakin kesulitan melayani dua orang menyebalkan!" ucap Jef yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rey.

__ADS_1


Sedangkan Elsa yang mendengar ucapan Jef hanya bisa tertawa puas melihat ekspresi suaminya.


__ADS_2