ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 101


__ADS_3

Levin dan Elsa sampai di sebuat rumah bak istana namun terlihat seperti penjara bagi Elsa.


"Rumah siapa ini!?" ketus Elsa.


"Jangan banyak bicara Elsa!"


Elsa terpaksa mengikuti Levin masuk ke dalam rumah megah itu, Elsa melihat sekeliling interior rumah yang sangat gelap benar-benar seperti rumah nenek sihir.


"Duduk dulu, aku akan memperkenalkanmu dengan seseorang." ucap Levin yang langsung naik ke atas.


Elsa benar-benar memiliki kesempatan untuk kabur sebenarnya, tapi Elsa tidak ingin mengambil keputusan gegabah dan itu akan berbahaya kepada anak-anaknya.


"Sebenarnya siapa dia? Kenapa dia menculikku?" gumam Elsa.


Tidak lama kemudian, Levin menuruni tangga bersama seorang anak kecil di gendongannya. Seorang anak laki-laki yang usianya lebih tua di bandingkan dengan anak-anaknya.


"Kenalkan, dia adalah keponakanku namanya Dika." ucap Levin.


"Lalu?"


"Lalu katamu?"


"Ya terus apa hubungannya denganku? Emang anak ini anakku yang aku buang gitu? Aku ini hanya pernah sekali melahirkan dan anakku hanya Gilang dan Giffari!" tegas Elsa.


"Maaf karena aku tidak akan segan lagi denganmu sekarang!" lanjutnya.


"Kamu memang bukan ibunya Elsa, tapi kamu yang bertanggung jawab atas kesedihan yang di alami anak ini!" tegas Levin.


"Apaan sih?! Kita kenal aja engga, gimana aku bisa bertanggung jawab?"


"Kamu kenal Sandy bukan?" Tanya Levin tiba-tiba hingga membuat Elsa terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya.


"S-siapa dia aku tidak mengenalnya!"


"Tidak mengenalnya? Tidak mungkin kamu tidak mengenal orang yang sudah kamu masukkan ke dalam penjara Elsa!"


Mendengar ucapan Levin membuat Elsa menatap dengan penuh tanda tanya kepada Levin, dia tidak tau siapa sebenarnya Levin.


"Siapa kamu sebenarnya!?" teriak Elsa.


"Aku? Aku adalah kakak dari laki-laki yang sudah kamu buat hancur hatinya!"


"Tidak mungkin! Sandy tidak punya kakak!"


"Dia punya! Dan aku adalah kakaknya!" tegas Levin.

__ADS_1


"Lalu apa maumu!? Aku mohon biarkan aku pulang, aku ingin melihat anak-anakku!" Mohon Elsa.


Levin memberi tanda kepada pelayan yang dari tadi ada di ruang tamu, lalu tidak lama kemudian dia dan pelayan yang lain menurunkan layar besar yang tergantung di atap rumah.


Dan muncullah video Rey, Sarah, dan Jef yang sedang kebingungan karena Elsa yang menghilang.


"Apa-apaan ini Levin! Kamu menaruh spy kamera di rumahku!?" Tanya Elsa tidak percaya.


Levin tersenyum senang melihat ekspresi wajah Elsa yang sangat terkejut itu.


"Kamu tau Elsa? Bisa di katakan kalau nyawa anakmu juga berada di tanganku! Karena hanya rumah sakit itu yang memiliki fasilitas terbaik untuk mengobati pasien penyakit jantung, terlebih pasien itu masih bayi." ucap Levin.


"Dan lagi, rumah sakit itu adalah rumah sakit milikku! Aku bisa kapan saja menghentikan pengobatan kepada anakmu Elsa." lanjutnya.


Elsa benar-benar tidak mengerti apa yanh sedang terjadi padanya saat ini.


"Apa maksudnya!? Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepadaku Levin! Apa sebenarnya yang kamu inginkan!?" teriak Elsa.


"Sttt, jangan berteriak Elsa.. Kamu akan membuat Sandy terbangun." ucap Levin dengan santai.


"Aku hanya ingin kamu menjadi ibu dari keponakanku! Tenang saja, aku hanya membutuhkan seorang ibu, kamu tidak perlu menikah dengan Sandy karena aku juga tidak mau adikku menikah dengan orang yang sudah bersuami." jelas Levin.


"Gila kamu Levin! Aku punya anak-anak sendiri, jadi untuk apa aku menjadi ibu dari orang lain!?"


"Anak-anakmu punya banyak orang yang menyayanginya, sedangkan anak ini? Selain aku, dan orang tuaku tidak ada orang lain yang menyayanginya!" ketus Levin.


"Ibunya meninggal saat melahirkannya! Sandy sudah menjadi gila, aku dan orang tuaku sibuk dengan pekerjaan masing-masing!"


"Sandy gila? Aku bertemu dengannya di Hawaii saat itu, dan dia terlihat baik-baik saja." ucap Elsa.


"Iya, setelah bertemu denganmu dia mendapat kabar kalau istrinya meninggal saat melahirkan anak ini."


"Saat itu orang tuaku berusaha keras untuk membuat Sandy keluar dari penjara, tapi kekuasaan keluargamu jauh lebih kuat di sana di bandingkan dengan orang tuaku!


Hingga akhirnya aku membantu mereka dan Sandy keluar dari penjara, papaku langsung menikahkannya dengan gadis desa yang sama sekali tidak dia sukai.


Namun semakin lama Sandy mulai terbiasa dan menyukai wanita itu, tapi apa daya semua kebahagiaannya sirna saat wanita itu meninggal."


Levin menjelaskan semuanya sambil menatap dengan penuh rasa kasihan kepada anak yang ada di gendongannya.


Jujur saja Elsa iba mendengar tentang kehidupan Sandy yang benar-benar sudah hancur itu, tapi itu adalah balasan yang setimpal atas semua perbuatannya kepada dirinya.


"Baguslah! Itu adalah balasan setimpal dengan apa yang sudah aku terima saat itu!" ketus Elsa pura-pura tidak peduli.


"Itu memang balasan yang setimpal untuknya, tapi apa itu juga balasan setimpal untuk anak ini?" Tanya Levin.

__ADS_1


"Yaudah mau kamu apa!? Aku jadi ibunya? Kalau begitu biarkan aku bawa dia pulang bersamaku, aku akan membesarkannya bersama Gilang dan Giffari." ucap Elsa.


"Tidak! Jika kamu membesarkannya dengan anak-anakmu, fokusmu akan terbagi! Aku hanya ingin kamu fokus kepada Dika dan hanya mencintainya seorang!"


"Gila kamu Levin! Aku tidak mau!" ketus Elsa.


"Kamu harus mau jika tidak ingin melihat anakmu terluka!"


"Rey masih punya banyak sekali uang untuk memindahkan anakku ke rumah sakit lain." ucap Elsa dengan senyum sinisnya.


"Sayangnya rumah sakit jantung terbaik di dunia ini hanyalah rumah sakitku!" balas Levin.


"Banyak rumah sakit bagus yang bisa merawat anakmu, tapi hanya rumah sakitku yang terbaik. Jika anakmu di rawat di rumah sakit lain, dia akan monoton di titik ini saja, tidak akan ada kemajuan." lanjutnya.


"Sial!" ketus Elsa yang kesal mendengar ucapan Levin.


"Oke! Tapi biarkan aku tetap bisa melihat anak-anakku!"


"Aku bisa membiarkan kamu melihat anak-anakmu lewat layar seperti ini! Karena sebentar lagi kita akan terbang ke negara lain." ucap Levin.


Elsa yang mendengarnya seketika kaku, tubuhnya tidak bisa berteriak, dia lemas pikirannya buntu.


"B-bagaimana, bagaimana kamu tega melakukan hal ini padaku!"


"Aku menyelamatkanmu memang untuk ini Elsa, jujur saja untuk menyelamatkan kamu itu sangat sulit, tapi aku berusaha agar kamu memiliki hutang budi kepadaku!" jelas Levin.


"Hahahaha! Hutang budi!? Suamiku membayar biaya rumah sakit sesuai dengan tagihannya Levin!"


"Tapi semua biaya rumah sakitmu sudah aku sumbangkan kepada panti asuhan yang ada di rumah sakit Elsa."


"Aaarrgghh!!!! Sial! Aku sama sekali tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Sandy dan anak ini! Lalu kenapa kamu menyuruhku bertanggung jawab!" teriak Elsa.


"Karena kamu yang membuatnya masuk penjara! Karena mencintaimu adalah kesalahan terbesar baginya. Jika dia tidak bertemu denganmu, dia tidak akan pernah berada di titik ini!" teriak Levin.


"Ada apa rame-rame?" Tanya seseorang yang membuat Elsa dan Levin menoleh ke asal suara.


***


Huhuhu sabar ya kakak-kakak semuanya,,, jangan marah sama author yaa..


Namanya juga "Elsa's Love Story" Jadi ini adalah kisah Elsa memperjuangkan cintanya.


Dulu Elsa berjuang untuk mendapatkan cinta Rey, kedepannya Elsa akan berjuang untuk mendapatkan cinta dari anak-anaknya.


Penasaran ga? Penasaran ga?? Ditunggu yaaa, saranghaeđź’™

__ADS_1


Semoga kakak-kakak semua ga bosan yaa... Selamat membaca..


__ADS_2