
"Saya terima nikahnya Elsa Prasongko binti Ryan Prasongko dengan mas kawin tersebut tunai!!" ucap Rey dengan sangat lantang dalam sekali nafas.
"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya penghulu tersebut.
"SAH!!!" Semua orang berteriak dengan lantang dan bersemangat.
Hari ini rasanya jantung Elsa benar-benar hampir meledak, begitu juga dengan Rey yang gugup sejak dirinya bangun tidur, Rey khawatir kalau dia akan melakukan kesalahan saat mengucapkan ijab qobul.
Namun setelah semua orang berteriak SAH secara bersamaan, Rey akhirnya bisa bernafas lega dan tersenyum karena sudah terlepas dari hal yang membuatnya terbebani.
"Selamat menempuh hidup baru Elsa dan Rey!!" teriak Ken dan Key secara bersamaan.
Elsa hanya tersenyum mendengar ucapan selamat dari kedua kakaknya itu.
Setelah akad nikah selesai di lakukan, Elsa dan Rey di perbolehkan untuk istirahat lebih dulu, lalu saat menjelang sore nanti barulah mereka akan melakukan resepsi pernikahan yang akan di laksanakan sampai malam.
"Els, kamu mau kemana?" Tanya Rose.
"Mau ke kamar lah ma, aku mau istirahat capek banget." ucap Elsa.
"Kamu istirahat di kamar pengantin dong Sama Rey, kalian kan sudah sah sekarang, jadi kalian boleh berada di kamar yang sama." ucap Rose.
Elsa terkejut mendengar ucapan mamanya, dia belum siap untuk berada di dalam satu kamar dengan Rey.
"Biarkan Rey istirahat dengan tenang di kamarnya ma, Elsa mau istirahat di kamar Elsa sendiri aja." ucap Elsa.
Namun Rose justru menggelengkan kepalanya dan mendorong paksa tubuh anaknya menuju kamar Rey.
Setelah sampai di depan pintu kamar Rey, Rose langsung mengetuk pintu kamar Rey.
"Tante,, ada apa?" Tanya Rey sesaat dirinya membuka pintu.
"Tante? Sekarang aku ini sudah jadi mamamu juga Rey! Panggil mama Rose!" tegas Rose.
"Maaf mama Rose Rey belum terbiasa hehe.."
"Oh iya, karena kamu dan Elsa sudah menjadi suami istri, jadi Elsa akan beristirahat di sini bersamamu." ucap Rose sambil mendorong Elsa.
"Ma,, jangan begini lah.."
"Kenapa? Ayo masuk sayang kamu adalah istrinya tentu saja kamu harus berada di sini!"
Akhirnya Rose berhasil memasukkan Elsa ke dalam kamar Rey, setelah itu Rose segera menutup pintu kamar Rey dan meninggalkan mereka berdua.
"Aish, maafkan mamaku ya kak Rey, dia itu memang menyebalkan!" ketus Elsa.
"Tidak apa! Tidak menyebalkan kok, memang benar apa yang di katakan mama Rose, kalau kita ini sudah menjadi suami istri." balas Rey.
"Cih! Menyebalkan!" ketus Elsa.
"Sudahlah, lebih baik kamu istirahat dulu sana! Masih ada waktu untuk kamu berdandan dan mengganti pakaian lagi." ucap Rey.
Elsa menatap aneh ke arah Rey, dia merasa kalau Rey tiba-tiba menjadi baik kepadanya.
"Kenapa dia sepertinya berbeda dari biasanya?" gumam Elsa.
__ADS_1
Elsa pergi ke kamar mandi untuk melepaskan gaunnya, namun sudah beberapa lama Elsa di kamar mandi tapi tidak kunjung keluar juga.
Rey merasa khawatir kalau terjadi sesuatu kepada Elsa, akhirnya dia masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengetuk pintu.
"Aaaa!!" teriak Elsa saat Rey masuk ke dalam kamar mandi.
Rey terkejut saat melihat Elsa yang sedang kesulitan membuka resleting gaunnya yang sudah tinggal setengah lagi.
"M-maaf Els! Aku kira kamu kenapa-kenapa jadi aku main masuk aja!" ucap Rey yang sudah membelakangi Elsa.
"Kalau begitu aku keluar dulu." lanjutnya.
"Tunggu kak!"
"Eh? Apa Els?"
"Minta tolong dong kak, tanganku sampe pegel dari tadi ga bisa bisa." ucap Elsa.
Dengan penuh kegugupan akhirnya Rey membalikkan tubuhnya dan membantu Elsa untuk membuka resleting gaunnya.
Rey benar-benar gugup saat itu, dia bisa melihat punggung mulus Elsa dengan leluasa, sedangkan Elsa yang melihat dari pantulan kaca tiba-tiba seluruh wajahnya memerah karena malu.
Sebenarnya Rey sudah membuka resleting gaun Elsa, namun entah kenapa sepertinya dia tidak bisa beranjak menatap punggung indah milik wanita yang sudah menjadi istrinya itu
"Ehem! Kak, sudah belum?" Tanya Elsa yang membuat Rey terkejut.
"Eh! I-iya udah kok Els, kalau begitu aku keluar dulu, cepatlah aku juga mau ganti pakaian." ucap Rey yang langsung meninggalkan Elsa di dalam kamar mandi.
Elsa segera mengganti pakaiannya dengan kemeja yang sudah dia siapkan biar mudah untuk mengganti pakaiannya lagi.
"Kamu tidur di tempat tidur aja Els, aku akan istirahat di sofa nanti." ucap Rey yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Tidur katanya? Bagaimana aku bisa tidur kalau di dalam kamar ini ada laki-laki lain.." gumam Elsa.
Elsa akhirnya memutuskan untuk memainkan hpnya, dia membuka grup yang hanya berisi kakak-kakaknya, Elsa langsung membuka kedua matanya dengan lebar saat melihat pesan dari kakak-kakaknya itu.
"Apa-apaan mereka ini malu-maluin aja deh!" ketus Elsa.
Isi pesan tersebut.
Key : Asik pengantin baru mau wik wik ya??!!"
Ken : Rey! Apa kamu membutuhkan pengaman?"
Kenan : Jangan terlalu lama, ingat kalian akan berdiri sampai malam nanti!"
Elsa yang membacanya hanya bisa menutup wajahnya karena tingkah ketiga kakaknya itu.
Tiba-tiba saja Elsa mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dengan segera Elsa berpura-pura tertidur agar tidak melihat wajah Rey.
Rey yang sudah berganti pakaian pun segera berbaring di atas sofa yang ada di kamarnya.
Elsa membuka matanya sedikit untuk melihat apa yang di lakukan Rey.
Elsa melihat Rey sudah memejamkan kedua matanya, ada rasa kasihan kepada Rey saat itu karena Elsa yakin Rey juga pasti sangat kelelahan.
__ADS_1
"Kak Rey..?" panggil Elsa.
"Hmm.." jawab Rey singkat.
"Kak Rey capek ya?"
"Hmm.."
"Kak Rey ga nyaman ya tidur di sana?"
"Hmm.."
"Kak Rey mau tidur di sini?"
"Hmm.. Hah! Apa Els?" Tanya Rey yang terkejut dan langsung duduk sambil melihat Elsa.
"Kak Rey mau tidur di sini?" Tanya Elsa untuk yang kedua kalinya.
"Engga deh, nanti malah kamu yang tidur di sofa."
"Engga kok, aku tidur di sini juga, tapi di tengah kasih bantal ya." ucap Elsa yang di balas anggukan oleh Rey.
Akhirnya Rey segera berjalan ke arah tempat tidur dan berbaring di sebelah Elsa.
Elsa langsung menyusun semua bantal yang ada di sana dan di taruh di samping mereka.
"Yaampun anak ini segitu takutnya! Emang dikira aku bakal gigit dia apa?" batin Rey sambil menggelengkan kepalanya.
"Kak Rey kenapa geleng-geleng?" Tanya Elsa dengan polosnya.
"Hah? eh, engga kok, kapan kita tidurnya kalau kamu sibuk menyusun bantal Els?" Tanya Rey.
"Hehe maaf kak, sudah kak Rey bisa tidur, aku juga tidur.." ucap Elsa yang langsung membaringkan tubuhnya.
"Els.." panggil Rey.
"Hm, apa kak?"
"Aku ga nyangka kalau kita sudah menikah."
"Sama kak, dikira aku nyangka?"
"Bagaimana kalau kita nanti satu rumah ya? Sepertinya kita akan terus berdebat tentang hal-hal kecil." ucap Rey.
"Mungkin rumah kita akan seperti kapal pecah kak hehe."
"Jangan sampai!" ketus Rey sambil menepuk kepalanya sendiri.
***
Yuhuu, akhirnya author update~~
Nih author kasih visual Rey dan Elsa ya hihi..
__ADS_1