ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 97


__ADS_3

Hari ini semua orang berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama, Gilang dan Giffari tidur di stroller bayi yanh berada di sebelah Elsa.


Sesekali Elsa mengajak kedua anaknya itu bercanda hingga pagi itu di meja makan di penuhi dengan tawa pangeran-pangeran kecilnya.


"Aku sudah memberitahu keluarga kita tentang keadaanmu sekarang sayang, dan semua orang berlomba ingin kemari untuk menemuimu." ucap Rey di tengah-tengah sarapan.


"Berlomba? Kenapa harus berlomba tuan? Bukankah mereka bisa kemari secara bersamaan?" Tanya Sarah.


"Mereka juga harus bergantian mengurus perusahaan jika yang lainnya pergi Sarah." sahut Elsa.


Sarah hanya mengangguk sambil bibirnya membentuk huruf O.


"Sayang! Bolehkah aku bertanya?" Tanya Elsa kepada Rey.


"Tentu saja! Ada apa?"


"Apa mama pernah menyuruhmu untuk menikah lagi?" Tanya Elsa.


Semua orang yang ada di meja makan termasuk Rey terkejut mendengar ucapan Elsa.


"Kenaoa kamu bicara seperti itu? Mama memang pernah beberapa kali menyinggung tentang hal itu, tapi aku tidak menggubrisnya." jelas Rey.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mau?"


"Karena aku hanya ingin kamu!" tegas Rey.


"Sebelum aku melahirkan, aku memang pernah berpesan kepada mama kalau jika aku meninggal atau tidak bangun untuk waktu yang cukup lama, aku meminta mama untuk mencarikan wanita yang baik untukmu dan anak-anak kita." ucap Elsa.


"Apa!? Gila kamu Elsa! Kenapa kamu berkata seperti itu!?" Tanya Rey dengan nada tinggi.


"Jangan marah dulu sayang, duduklah.. Aku bersyukur karena kamu belum sempat memiliki wanita lain. Jika kamu memiliki wanita lain mungkin saat ini aku hanya bisa meratapi nasibku." ucap Elsa.


Rey hanya bisa diam sambil sesekali menggelengkan kepalanya, dia tidak habis fikir dengan pemikiran istrinya.


"Aku hanya memikirkan anak-anakku! Aku hanya memikirkan bagaimana jika dia hidup tanpa orang tua yang lengkap, apa yang akan mereka perbuat jika tau kalau mamanya meninggal setelah melahirkannya." ucap Elsa.


"Aku mohon jangan marah sayang, aku tau apa yang aku lakukan salah, tapi saat itu yang aku fikirkan hanya kehidupan Gilang dan Giffari." lanjutnya.


Sarah dan Jef yang merasa canggung dengan keadaan itu hanya bisa saling menatap satu sama lain lalu memutuskan untuk pergi dari sana secara diam-diam.


"Hei! Kalian berdua mau kemana jalannya kayak maling gitu!?" Tanya Elsa.


Sarah dan Jef yang sadar jika mereka sudah ketahuan langsung menoleh kembali ke belakang sambil memamerkan gigi putihnya.

__ADS_1


"Kami mau ke atas, kan udah selesai makannya." ucap Jef.


"Duduklah, aku masih ingin bertanya sesuatu kepada kalian berdua."


Akhirnya keduanya kembali duduk di kursi makan dan mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh Elsa.


"Ada apa Elsa?" Tanya Sarah.


"Kapan kalian berdua menikah?" Tanya Elsa seketika membuat Sarah dan Jef terkejut.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kami memutuskan untuk menikah juga karena kami ingin menjadi orang tua sambung bagi Gilang dan Giffari." ucap Sarah.


"Saat ini sudah ada kamu, tentu saja aku dan Jef tidak jadi menikah." lanjutnya.


Elsa tersenyum mendengar ucapan Sarah, benar ternyata dugaannya tentang hubungan keduanya.


"Aku ingin kalian berdua tetap menikah dan menjadi orang tua sambung untuk Gilang dan Giffari." ucap Elsa.


Sarah dan Jef benar-benar terkejut mendengar ucapan Elsa, apa maksudnya tetap menjadi orang tua sambung? Jika ada Elsa berarti Gilang dan Giffari akan mendapatkan kasih sayang yang utuh bukan? Lalu kenapa mereka masih harus menikah?


Banyak sekali pertanyaan di dalam fikiran Jef dan Sarah, sangking banyaknya dia sampai mereka berdua tidak bisa mengatakannya.

__ADS_1


__ADS_2