ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 100


__ADS_3

Elsa terus menatap mobil yang ada di hadapannya hingga seseorang yang ia kenal keluar dari mobil tersebut.


"Kamu??" ucap Elsa dengan wajah terkejut.


"Hai Elsa." sapa laki-laki tersebut.


"Dokter Levin? Kamu mengejutkanku!" ucap Elsa yang sebenarnya kesal karena Levin sudah membuat jantungnya hampir copot.


"Maaf Els, aku tadi melihatmu seperti orang kebingungan jadi aku klakson aja. Ada masalah apa?" Tanya Levin.


"Anakku rewel, aku takut Giffari kambuh jadi aku ingin buru-buru pulang ke rumah. Dari tadi ada banyak taxi yang lewat tapi semuanya penuh." jelas Elsa.


"Kalau begitu naiklah, aku akan mengantarmu pulang."


Elsa berfikir sejenak, dia tidak ingin merepotkan Levin, tapi dia juga butuh untuk cepat pulang ke rumah.


"Baiklah, aku akan ikut denganmu saja dokter Levin, terimakasih atas tumpangannya." ucap Elsa.


Dengan senyum yang mengembang Levin membukakan pintu mobilnya untuk Elsa. Setelah itu mereka berdua akhirnya segera berangkat menuju rumah Elsa.


"Dok, ini bukan arah ke rumahku! Kenapa kamu melewati jalan ini!?" Tanya Elsa yang sedikit khawatir.


"Aku memang akan mengantarmu pulang Elsa, tapi bukan ke tempat Rey!" ketus Levin dengan nada dingin membuat Elsa terkejut mendengarnya.


"A-apa maksudnya dok? Kamu mau membawaku kemana!? Jangan berjanda ini ga lucu!" tegas Elsa.

__ADS_1


"Apa wajahku terlihat seperti sedang bercanda?"


"Dokter Levin! Kamu sedang bekerja sama dengan Rey untuk mengerjaiku kan!?" teriak Elsa.


"Ikut saja denganku kalau kamu mau tau kemana aku akan membawamu."


"Tolong jangan bercanda, anakku sedang rewel aku mohon hikss.." Elsa mulai menangis tapi bukan karena rasa takut, melainkan rasa khawatir kepada anak-anaknya.


Levin sama sekali tidak terpengaruh saat Elsa menangis, akhirnya Elsa terdiam, dia melihat keluar jendela. Bukan karena dia ingin mengikuti Levin, tapi karena dia sedang berpikir untuk keluar dari mobil Levin.


Seketika Elsa mendapat ide untuk membuka kunci pintu mobil itu dan loncat keluar dari mobil, namun tiba-tiba Levin yang menyadari gerak-gerik Elsa segera menghentikan mobilnya dan menarik Elsa.


"Apa kamu sudah gila!?" teriak Levin membuat Elsa terkejut.


"Aku mau pulang! Atau aku lebih baik mati!" teriak Elsa.


"Semua orang? Apa maksudnya?" Tanya Elsa namun Levin tidak menjawabnya.


***


Sarah yang sudah selesai berbelanja langsung melihat keranjang belanjaan Elsa yang ada di sana namun tidak dengan orangnya.


"Belanjaannya ada di sini, tapi kemana orangnya?" gumam Sarah sambil mengambil hpnya dari saku celananya.


Sarah membaca pesan dari Elsa yang mengatakan kalau dirinya akan pulang duluan karena Giffari rewel.

__ADS_1


Akhirnya Sarah memutuskan untuk membayar uang belanjaannya dan segera pulang.


"Pak, tadi liat Elsa pulang duluan?" Tanya Sarah kepada supir pribadi Rey.


"Iya, tadi saya mau mengantarnya tapi nyonya Elsa tidak mau dan ingin naik taxi." jelas supir tersebut.


"Baiklah, setidaknya dia benar-benar pulang ke rumah." ucap Sarah.


Akhirnya Sarah pulang ke rumah bersama supir pribadi Rey. Sesampainya di rumah, Sarah segera membawa barang belanjaannya ke dalam rumah.


"Sarah! Dimana Elsa? Aku dari tadi menghubunginya tapi tidak bisa!" ucap Rey dengan panik.


"Hah!? Bukannya Elsa pulang duluan tuan? Dia bahkan mengirim pesan kepadaku."


"Pesan? Mana lihat!"


Sarah segera memberikan hpnya kepada Rey dan membiarkannya membaca pesan yang di kirim oleh Elsa.


"Lihat kan? Dia mengirim pesan padaku kalau dia ingin pulang duluan karena Giffari rewel." ucap Sarah.


"Ga mungkin, dia ga sampe rumah dari tadi Sarah. Aku kira dia tidak jadi pulang duluan." ucap Rey.


Sarah dan Rey sama-sama terkejut, keduanya khawatir dengan keberadaan Elsa saat ini.


"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua serius sekali?" Tanya Jef yang baru saja menuruni tangga.

__ADS_1


"Jef! Sekarang juga kamu cari keberadaan Elsa! Lacak hpnya sekarang!" tegas Rey.


Dengan segera Jef mengangguk dan melakukan apa yang di perintahkan oleh atasannya itu. Sedangkan Sarah segera pergi ke kamar Gilang dan Giffari untuk menjaga mereka.


__ADS_2