
Sudah hampir seminggu Rey mengikuti Elsa dan Sandy di Paris, dia sama sekali tidak menemukan keanehan di dalam hubungan mereka berdua dan juga di dalam lingkungan Elsa.
Saat itu dia merasa lega karena pesan tersebut hanyalah pesan sampah yang dikirim karena orang yang mengirimnya tidak memiliki pekerjaan lain.
“Aku harus segera pulang sekarang, aku tidak ingin membuat papa menghancurkan perusahaanku.” Ucap Rey kepada dirinya sendiri.
Rey tadinya ingin sekali pergi ke rumah Elsa dan berpamitan secara langsung, tapi dia tidak mau karena takut mengganggunya dan tidak mau membuat hubungan Elsa dan Sandy renggang karena kehadirannya, akhirnya Rey memutuskan untuk menelfon Elsa dan berpamitan.
“Halo kak Rey, ada apa?” tanya Elsa dari sebrang telfon.
“Halo Els, kamu pasti sudah mau berangkat kerja ya? Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu.” Ucap Rey.
“Iya aku sedang bersiap berangkat kerja, ada apa kak?”
“Aku hanya ingin berpamitan kepadamu karena aku akan kembali ke Indonesia.”
“Kak Rey mau kembali ke Indonesia? Kenapa tidak bilang kemarin? Kalau kak Rey bilang, pasti aku akan mengantar kak Rey ke Bandara.”
“Justru aku tidak ingin kamu mengantarku makanya aku mendadak ngomongnya, kalau begitu sudah dulu ya aku hanya ingin bicara begitu saja kok.”
“Apa kak Rey sudah menyelesaikan pekerjaan kak Rey di sini?”
“Sudah, sepertinya dia sudah bahagia sekarang jadi aku bisa tenang sekarang.”
“Hah? apa kak? Bahagia? Siapa yang bahagia?” tanya Elsa yang tidak mengerti apapun.
“Sudahlah, jangan di bahas! Kalau begitu sudah dulu ya, aku akan berangkat, kamu jaga diri baik-baik ya Els.” Ucap Rey yang langsung mematikan telfonnya.
Setelah Rey mematikan telfonnya, Elsa segera menaruh hpnya di dalam tasnya, dia melihat dirinya di cermin.
“Kenapa rasanya aku merindukan kak Rey, padahal selama ini kak Sandy sudah sangat baik kepadaku, apa yang aku inginkan pasti akan kak Sandy berikan bahkan sebelum aku memintanya.” Gumam Elsa.
“Apa aku jahat kalau aku masih belum bisa melupakan kak Sandy?” lanjutnya.
Saat Elsa sedang melamun, tiba-tiba saja suara klakson mobil terdengar dengan keras hingga membuat Elsa tersadar dari lamunannya.
Elsa tau kalau itu adalah mobil Sandy, dia segera mengambil tasnya dan segera turun ke bawah untuk menghampiri Sandy dan setelah itu mereka berdua pergi ke perusahaan.
***
Hari-hari berlalu dengan cepat, hubungan Elsa dan Sandy berjalan dengan baik-baik saja, hanya saja Elsa merasa kalau hubungan mereka sangat hambar, tidak ada keseruan di dalam hubungan mereka, Sandy terlalu berlebihan memperhatikannya.
Bahkan saat Elsa ingin keluar bersama teman-teman SMPnya, Sandy selalu melarangnya atau jika Elsa di perbolehkan untuk keluar, Sandy akan ikut bersamanya dan teman-temannya hingga membuat Elsa dan teman-temannya merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Akhirnya Elsa memberanikan diri untuk mengatakan hal itu kepada Sandy tentang keganjalannya agar Sandy mengerti. Elsa segera menghubungi Sandy dan menyuruhnya untuk bertemu dan berbicara.
Tidak lama kemudian, Sandy datang ke rumah Elsa untuk berbicara dengannya, kebetulan hari itu kepala pelayan sudah pulang dan hanya tinggal Elsa sendiri saja di sana.
“Masuklah kak Sandy.” Ucap Elsa yang mempersilahkan Sandy untuk masuk ke dalam rumahnya.
Sandy segera masuk dan duduk di sofa dengan nyaman dan tenang, sedangkan Elsa langsung pergi ke dapur untuk membuat minuman.
“Minumlah kak Sandy.” Ucap Elsa sambil menaruh gelas yang berisi air di meja.
“Ada apa kamu ngajak ketemu Els?” tanya Sandy.
“Kak aku ingin bicara sesuatu sama kak Sandy.”
“Apa?”
“Kak, sebenarnya kak Sandy ngerasa ga sih kalau hubungan kita ga baik-baik aja.” Ucap Elsa.
Sandy yang mendengar hal itu langsung terkejut dan menoleh ke arah Elsa dengan wajah penuh tanda tanya.
“Maksudnya ga baik-baik aja gimana? Bukankah selama ini kita baik-baik saja?”
“Kak, kak Sandy tidak pernah memberikan aku kebebasan untuk pergi dengan teman-temanku kak.”
“Aku mengijinkanmu pergi dengan teman-temanmu kok.”
“Aku hanya ingin menjagamu Els! Orang tuamu sudah memberikan aku tanggung jawab untuk menjagamu.”
“Kak, yang orang tuaku maksud adalah menjaga aku dari diri kakak, orang tuaku ingin kak Sandy menjaga aku dari hawa nafsu kak Sandy, bukan dari teman-temanku.” Ucap Elsa.
“Mereka tidak pernah melarangku untuk berteman dengan siapapun dan keluar dengan siapapun, toh aku juga selalu memberi kabar ke mereka dan juga kak Sandy.” Lanjutnya.
“Tapi pergaulan juga harus di jaga, aku harus tau kamu kemana dan pergi dengan siapa.”
“Yaampun kak, selama ini kak Sandy tau aku selalu keluar dengan siapa, kak Sandy bahkan tau semua alamat dan nomer mereka, lalu apa yang harus di khawatirkan lagi?”
“Tetep beda Elsa, pokoknya aku harus selalu ikut kalau kamu pergi dengan teman-temanmu, kalau tidak aku tidak akan mengijinkannya, dan aku juga akan memberitahu kedua orang tuamu!” tegas Sandy.
Mendengar hal itu Elsa sangat kesal, dia marah karena Sandy berlaku seenaknya tanpa memikirkan perasaannya, Elsa yang kesal itu sudah tidak tahan lagi, sudah beberapa bulan dia bertahan dengan sikap Sandy yang possessive tapi hari itu dia sudah tidak bisa menahannya lagi.
“Kalau begitu lebih baik kita udahan aja kak, aku capek.” Ucap Elsa yang membuat Sandy terkejut mendengarnya.
“A-apa maksudmu?!”
__ADS_1
“Kita putus aja kak, aku capek kalau harus memiliki hubungan seperti ini! Kak Sandy bahkan tidak percaya padaku.”
“Aku percaya padamu Els.”
“Buktinya apa kak! Kalau kamu percaya harusnya kamu memberikan aku kebebasan untuk pergi bersama teman-temanku, bukannya malah selalu mengikutiku kemanapun.” Ucap Elsa yang sudah mulai kesal karena Sandy tidak mau mengalah.
“Els, jangan begini! Aku sudah memberikan semua yang kamu mau, aku juga selalu ada untukmu di saat kamu membutuhkanku.”
“Aku tidak pernah meminta sesuatu darimu kak, tapi kamu yang selalu memberikan apa yang tidak aku minta! Kamu juga yang selalu ada di dekatku tanpa aku minta sekalipun.”
“Els aku mohon jangan begini, aku tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kalinya.”
Mendengar hal itu membuat Elsa terkejut dan langsung menatap Sandy dengan penuh tanda tanya.
“Kehilangan untuk kedua kalinya? Apa maksudnya kak?” tanya Elsa.
“Eh, em.. t-tidak ada maksud apa-apa.”
“Jujur padaku kak Sandy!” bentak Elsa kepada Sandy untuk pertama kalinya.
“Apa kamu benar-benar tidak mengingatku Els? Dulu kita pernah berkenalan tapi kamu menolakku secara halus karena fisikku, dan itu membuatku sangat sedih.” Jelas Sandy.
Elsa berusaha untuk mengingat kembali waktu yang di maksud oleh Sandy, dia tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh Sandy.
“Dimana kita pernah bertemu?”
“Sekolah, aku adalah Sandy yang dulu pernah berusaha menghiburmu tapi kamu pergi begitu saja karena dulu aku gendut kan?” tanya Sandy.
Seketika Elsa ingat kapan mereka pernah bertemu, tapi Elsa tidak percaya kalau Sandy yang ada di hadapannya adalah Sandy yang sama yang dulu pernah dia temui.
“Aku sudah mati-matian membuat badanku seperti sekarang dan kamu juga sudah menjadi milikku sesuai dengan keinginanku, tapi kenapa sekarang kamu masih mau meninggalkanku di saat aku sudah berubah demi dirimu Elsa!” teriak Sandy yang membuat Elsa semakin terkejut.
“K-kak, jangan emosi aku mohon, aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku ingin kamu mengerti aku dan bisa memberikan aku kebebasan sendiri.” Ucap Elsa yang sudah mulai ketakutan.
Sandy mendekati Elsa dan membuat Elsa berjalan mundur secara perlahan karena takut.
“Kak Sandy jangan mendekat!” tegas Elsa.
Sandy tidak mendengar ucapan Elsa, dia hanya terus berjalan dan menarik tangan Elsa dan memasukkannya ke dalam mobil.
“Jangan mencoba untuk berteriak kalau kamu tidak ingin aku menyakitimu!” ancam Sandy saat Elsa berusaha untuk berteriak dan meminta tolong kepada satpam rumahnya.
Elsa yang saat itu sangat takut dengan ancaman Sandy hanya bisa meneteskan air mata dan mencoba untuk menuruti ucapan Sandy. Sedangkan Sandy segera menaiki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.
__ADS_1
***
Nahloh kira-kira gimana nasibnya Elsa ya huhuhu🥺