
Hari ini adalah hari kepulangan Rey dan Elsa ke Indonesia. Namun di sepanjang jalan, Rey hanya diam, wajahnya seperti kurang tidur hingga membuat Elsa menoleh ke arah Jef untuk meminta penjelasan.
"Jef, kenapa kak Rey seperti itu? Apa kalian begadang semalam?" Tanya Elsa dengan nada yang kecil agar tidak terdengar oleh Rey.
"Tuan semalam tidak bisa tidur nyonya, bahkan semenjak pertama tidur di kamar saya, tuan sudah tidak bisa tidur." jelas Jef.
"Tidak bisa tidur kenapa?"
"Ya biasa nyonya, tuan sedang meratapi nasibnya karena tidak bisa tidur dengan anda."
"Hihihi kasihan sekali dia.."
"Nyonya harusnya mengasihani saya juga." ucap Jef yang membuat Elsa menatap aneh ke arahnya.
"Kenapa saya harus mengasihani kamu?"
"Karena saya yang paling tersiksa nyonya! Saya harus mendengar tuan Rey mengeluh setiap detik." ucap Jef.
"Sabar ya Jef, aku hanya bisa mengatakan hal itu untukmu hehe.." ucap Elsa sambil memamerkan gigi putihnya.
Setelah berbicara dengan Jef, Elsa beralih melihat suaminya dan mencoba untuk menghiburnya.
"Sayang.. kenapa kamu murung seperti itu?" Tanya Elsa dengan berbisik.
Rey yang mendengar ucapan Elsa yang memanggilnya sayang untuk pertama kali langsung menoleh ke arahnya dan menatap lekat wajah wanita yang menjadi istrinya itu.
"Kamu tadi panggil aku apa!?" Tanya Rey sambil memegang kedua pundak Elsa.
"Sayang! Kenapa emang?" Tanya Elsa.
"Coba panggil sekali lagi!?"
"Sayang! sayang! sayang!" ucap Elsa berkali-kali.
Seketika Rey yang awalnya murung langsung tersenyum senang dan memeluk tubuh istrinya dengan erat, Rey sangat senang mendengar istrinya mengatakan kata yang sangat ingin dia dengar.
"Aku mencintaimu Elsa!! Sangat!" ucap Rey yang membuat Elsa terkejut lalu tersenyum sambil melepaskan pelukan Rey.
"Jangan terlalu cepat mengucapkan kata cinta kak Rey, aku tidak mau suatu saat nanti perasaanmu akan berubah dan akulah orang yang kembali tersakiti." ucap Elsa.
Ucapan Elsa membuat Rey seperti tertusuk jarum, dia mengerti kalau istrinya itu pasti benar-benar takut jika dia kembali tersakiti olehnya.
"Maaf, aku tidak akan pernah menyakitimu lagi.." ucap Rey.
"Sudahlah, kenapa kamu jadi serius gitu sih kak... Ayo kita harus segera check in." ajak Elsa.
Akhirnya Rey, Elsa dan Jef segera berangkat kembali ke negara mereka karena cuti sudah selesai dan liburan mereka telah usai.
__ADS_1
Sesampainya di bandara Indonesia, Rey segera menjauh untuk menelfon supir pribadinya, sedangkan Elsa dan Jef menunggu di kursi tunggu yang di sediakan di bandara.
"Nyonya, apa anda menginginkan sesuatu?" Tanya Jef yang dari tadi melihat Elsa yang menatap ke arah orang yang berjualan makanan.
"Hm,, aku ingin makan sesuatu, tapi tidak tau apa." jawab Elsa.
"Kalau begitu, nyonya tunggu di sini, saya akan membelikan sesuatu." ucap Jef yang di balas anggukan oleh Elsa.
Setelah mendapat persetujuan dari Elsa, Jef segera berjalan menuju kerumunan orang yang sedang membeli berbagai macam makanan.
Jef membeli beberapa makanan untuk istri bosnya itu, lalu tiba-tiba saja ada beberapa orang yang sengaja menyenggolnya hingga kantung plastik yang di bawanya terjatuh.
"Wah! Siapa ini? Si cowo kampung? Hahaha.." ucap laki-laki yang menabraknya dengan sengaja.
"Wah, ternyata dia masih culun sekali ya! Tapi sekarang lumayan terawat lah ya.." ucap wanita yang berada di sebelah laki-laki yang menyebalkan.
Ada sekitar 2 orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang berada di sana sedang mengganggu Jef.
"Maaf, tapi aku tidak pernah mengganggu kalian semua jadi lebih baik kalian tidak mencari masalah denganku." ucap Jef.
"Wah! Songong banget nih si cupu! Dia udah berani sekarang ga kayak dulu sering kita bully hahaha.."
"Aku sedang bekerja, jangan mengganggu pekerjaanku!" ucap Jef kembali.
Namun sayang, semua orang yan ada di hadapannya sama sekali tidak memperdulikan ucapannya dan terus saja menghalangi kemana Jef akan pergi.
Sedangkan Elsa yang dari tadi sudah menunggu Jef membawakannya makanan sudah merasa bosan dan perutnya sudah sangat kelaparan.
"Jef kemana sih!? Kenapa dia lama sekali?" gumam Elsa.
Namun kedua mata Elsa menangkap sosok Jef yang sedang terdiam di tempatnya, Elsa yang tadinya ingin memanggilnya seketika berhenti dan mengerutkan keningnya saat melihat Jef di keliling oleh orang-orang.
"Siapa mereka? Apa teman-teman Jef? Sebaiknya aku tidak mengganggu pertemuan mereka bukan?" gumam Elsa yang memutuskan untuk kembali duduk namun tetap memperhatikan Jef.
Tetapi setelah di fikir lagi, Elsa tidak melihat keakraban di antara mereka, terlebih wajah Jef yang terlihat tidak nyaman.
"Sayang, kamu kenapa sendirian di sini? Kenapa Jef?" Tanya Rey yang baru saja kembali.
"Kak, lihat mereka! Apa mereka terlihat seperti seorang teman atau Jef sedang merasa tidak nyaman?" Tanya Elsa sambil menunjuk ke arah Jef.
Rey menoleh dan melihat ke mana jari Elsa menunjuk, lalu memperhatikan Jef dan orang yang mengelilinginya.
"Sepertinya mereka bukan teman-teman Jef! Aku akan menghampirinya!" ucap Rey.
"Aku saja kak! Aku bisa mengatasi hal ini!" ucap Elsa yang langsung berjalan melewati suaminya.
Elsa menghampiri Jef dan teman-temannya dengan wajah yang jutek agar membuat teman-teman Jef merasa ter intimidasi.
__ADS_1
"Jef? Kenapa lama sekali?" Tanya Elsa yang mencoba untuk membantu Jef.
Sedangkan Rey hanya memantau Elsa dan Jef dari kejauhan dengan senyum liciknya.
"Istriku sexy sekali saat menatap seseorang seperti itu!" gumam Rey.
"Nyonya? Maaf saya telat untuk membawa makanan anda, makanannya juga sudah jatuh ke bawah.
Tiba-tiba saja Elsa merangkul lengan Jef, hingga membuat semua orang terkejut termasuk Rey yang melihat dari jauh.
"Apa-apaan dia? Kenapa dia merangkul lengan Jef!?" ketus Rey yang ingin sekali rasanya menghampiri mereka dan melepaskan pegangannya.
"Yaampun kak, kita ini sepupuan, kenapa kamu bersikap formal di luar pekerjaan?" ucap Elsa dengan ramah.
"Kamu ini siapa!?" Tanya salah satu teman Jef.
"Kalian yang siapa? Kenapa mengganggu kakak sepupuku!?" ketus Elsa.
"Kakak sepupu? Bukankah dia anak tunggal seorang petani dan tukang cuci?!" ketus yang lain.
"Ah! Emang kalian orang dari sensus penduduk sampai tau Jef punya sepupu atau tidak?!" ketus Elsa.
"Lagipula kalian semua tidak pantas untuk menghina sepupuku, karena kalian semua juga tidak lebih baik darinya!" lanjutnya.
"Apa!? Berani sekali kamu mengatakan hal seperti itu!" ketus salah satu wanita yang ada di sana.
"Kenapa? Bukankah yang aku ucapkan benar? Jef tidak punya harta berlimpah tapi dia bekerja keras dan memiliki otak yang cerdas!"
"Sedangkan kalian semua, punya harta tidak seberapa, terlebih lagi itu harta orang tua kalian, dan yang lebih parahnya lagi kalian semua ga punya otak sampe bisa menghina orang lain kayak gini haha.." ucap Elsa.
"Duh kak Rey denger ga ya? Kalo dia denger bisa-bisa mulutku di gunting nih!" batin Elsa sambil menyesali perkataannya.
"Nyonya, jangan berlebihan.." Bisik Jef.
"Aku tau, aku juga menyesal bicara seperti itu!" balas Elsa.
"Sudah ayo lebih baik kita kembali!" lanjut Elsa.
Namun saat ingin berbalik, tiba-tiba Elsa dan Jef di tahan oleh yang lain.
"Lo ngomong apa tadi hah! Emang sekaya apa orang tua lo sampe bisa ngomong kayak gitu hah!? Apa bedanya kita, kalo lo juga masih nampung sama orang tua!"
Mendengar hal itu membuat Elsa kesal dan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.
"Harta orang tua!? Lo salah ngomong! Harusnya lo tanya berapa kekayaan gue, karena gue ga nampung sama orang tua, gue punya kerja sendiri dan bisa cari uang sendiri!" ketus Elsa.
__ADS_1
Selama ini Elsa tidak pernah di ajarkan untuk berbicara dengan kata 'Lo Gue' sama Ryan dan Rose, tapi kali itu dia benar-benar kesal hingga mengeluarkan kata-kata itu.