ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 64


__ADS_3

"Sayang, kamu bisa bangun kan?" Tanya Rey kepada Elsa yang sedang merintih kesakitan.


"Gimana bisa bangun, kak Rey selalu menyiksaku sampai badanku sakit semua!!" rengek Elsa.


"Hehe maaf sayang, habis kamu enak sih suruh siapa!"


"Gendong!" ketus Elsa sambil mengulurkan kedua tangannya.


"Yah masa kamu tega sih aku di suruh ngangkat kamu Els.."


"Ih emang kenapa?"


"Kamu kan berat.."


"Apa!? Ih enak aja berat! Tau ah emang ga ada romantis-romantisnya!" ketus Elsa sambil melempar bantal ke wajah Rey.


Sedangkan Rey yang melihat Elsa marah seperti itu justru tertawa hingga membuat Elsa semakin kesal.


"Ketawa? Kak Rey ketawa!? Padahal kak Key bilang pas bulan madu, kak Bernard selalu gendong dia ke kamar mandi!"


"Itu karena Key enteng.."


"Huaaaa kak Rey jahat banget! Aku mau pulang aja... hikss.."


"Jangan nangis gitu dong sayang, nanti cantiknya ilang loh! Kan kita ada makan malam bersama client."


"Ga mau! Aku ga mau ikut!"


"Loh kenapa? Kan kamu tadi udah bilang mau ikut."


"Engga! Aku udah ga mood! Salah sendiri bikin orang kesel!"


Dengan segera Rey menghampiri istrinya dan membujuknya agar mau memaafkannya.


"Maaf sayangku, tadi kan aku cuma bercanda aja, yuk gendong yuk! Kamu mau aku gendong sampe mana emang?"


"Sampe Indonesia!" ketus Elsa.


"Yah! Jangan dong sayang, nanti aku ga kuat bikin kamu mendesah di atas tempat tidur lagi gimana?" goda Rey.


Mendengar hal itu membuat Elsa membuka kedua matanya dengan lebar, lalu melempari wajah Rey dengan bantal dan guling yang tersisa di atas tempat tidur.


"Pergi sana kak Rey!!!!" teriak Elsa.

__ADS_1


"Hahaha ampunn sayang!! Sudahlah jangan ribut lagi, ayo kita harus menjemput Jef di bandara, aku akan mengenalkanmu kepadanya." ucap Rey.


"Ogah!"


Karena Rey lelah dengan penolakan Elsa, akhirnya Rey segera mengangkat tubuh Elsa dengan posisi kepala berada di belakang punggung Rey.


"Aaa!! Kak Rey turunkan aku!!" teriak Elsa sambil memukul-mukul punggung Rey berkali-kali.


Akhirnya Elsa dan Rey sudah berbaikan, itupun karena Rey terus saja merayu dengan rayuan mautnya, jika tidak mungkin Elsa tidak mau berdamai dengannya.


"Udah siap sayang?" Tanya Rey dengan manisnya.


"Gausah tanya! Kak Rey kan bisa liat sendiri!" ketus Elsa.


"Mwah! Kamu imut banget kalo lagi marah gini!" ucap Rey sambil mencuri kecupan di pipi Elsa.


"Ih! Dasar buaya buntung! Nyari kesempatan dalam kesempitan!"


Elsa segera pergi ke luar resort dab langsung naik ke dalam mobilnya tanpa menunggu suaminya. Sedangkan Rey menyusul sang istri yang kembali marah padanya.


"Emang kita akurnya kalo di atas tempat tidur aja deh kayaknya!" gumam Rey.


Setelah beberapa menit, mereka sampai di bandara untuk menjemput Jef.


"Karena selama ini semua jadwal di atur oleh Karina, kami jadi sering bertemu dan ternyata itu membuat Karina baper!"


"Akhirnya saat kita akan menikah, aku berusaha menyeleksi beberapa orang yang bisa aku percaya untuk menjadi asistenku." jelas Rey.


"Lalu Karina masih bekerja denganmu?"


"Masih kok, dia adalah orang yang hebat dalam pekerjaannya Els, tapi kamu tenang aja semua pekerjaan Karina akan di berikan kepada Jef, setelah itu baru Jef akan menyampaikannya padaku." jelas Rey.


"Kamu cemburu? Wajar sih kamu cemburu, suami kamu ini terlalu tampan sih! Tenang saja, kami akan jarang bertemu kok!" lanjutnya.


"Padahal aku ga ngomong apa-apa! Pede banget." ketus Elsa.


Baru saja Rey mau membalas ucapan Elsa, tiba-tiba ada seorang laki-laki bertubuh kekar dan tampan menghampiri dua orang yang sedang berdebat itu.


Dengan segera Elsa mengalihkan pandangannya dan tersenyum seperti sedang melihat sebuah mahakarya yang sangat indah.


Rey yang mengadari hal itu langsung menyenggol lengan Elsa dan berbisik padanya.


"Matanya tolong di jaga nyonya Rey! Di sini ada suamimu tapi kamu masih terpesona liat laki-laki lain?!" Bisik Rey.

__ADS_1


"Yaelah kak, kalo sama yang begini di suruh tuker tambah juga aku mau! Jadi nyonya Jeffry juga ga papa!" ucap Elsa yang menatap tajam ke arah Rey lalu tersenyum manis kepada Jef.


Tuk!! Rey menyentil kening Elsa hingga membuatnya merintih kesakitan.


"Sadar Els!" tegas Rey.


"Jef dia adalah istriku Elsa! Dan istriku sayang, maaf karena sudah melenyapkan impianmu menjadi nyonya Jeffry, jika kamu bersamanya panggilanmu adalah nyonya Jejep!" ucap Rey.


Elsa yang mendengar hal itu langsung terbatuk dan mengalihkan pandangannya ke arah Rey.


"Apa!? Nyonya Jejep gimana!? Jangan suka ngerubah nama orang ga baik!" ketus Elsa.


"Aku ga ngerubah kok, tanya aja sama dia nama aslinya siapa!"


Elsa melihat ke arah Jef untuk meminta jawaban.


"Nama saja Jejep Sukejep nyonya hehe, tuan Rey yang mengubah nama saya menjadi Jef biar lebih keren sedikit gitu katanya!" ucap Jef yang seketika menjadi laki-laki culun saat berbicara.


"Yaampun! Apalah dosaku ini, kenapa aku di kelilingi dengan laki-laki yang tidak waras huaa..." gumam Elsa di dalam hatinya.


"Perasaan tadi saat keluar laki-laki ini terlihat sangat gagah dan berwibawa, lalu kenapa saat mengenalkan diri dia seperti orang culun begitu? Apalagi kenapa namanya tidak sesuai dengan wajahnya? YaAllah ampuni hambamu ini karena sudah menghina ciptaanmu, tapi memang benar kalau ciptaanmu tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu juga aku." Batin Elsa.


Rey yang melihat perubahan ekspresi di wajah istrinya hanya bisa tersenyum bahagia.


"Bagaimana sayangku, kamu mau menjadi nyonya Rey atau nyonya Jejep?" Tanya Rey kembali.


"Tentu saja aku akan menjadi nyonya Rey dong! Aku tadi hanya bercanda kok serius deh!" ucap Elsa sambil merangkul lengan Rey dengan manja.


Sedangkan Jef hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya, ingin rasanya dia bersembunyi di suatu tempat agar tidak bisa melihat kemesraan pasangan baru yang ada di hadapannya itu.


"Dosa apa sebenarnya aku ini? Kenapa mereka bermesraan di hadapan jomblo sepertiku.." batin Jef.


" Oh iya, Jef kamu akan menginap di mana?" Tanya Rey.


"Tentu saja bersama tuan dan nyonya."


"Apa!? Kamu mau mati ya? Enak aja kamu mau mengganggu bulan maduku!" ketus Rey.


"Maksudnya di resort yang sama di kamar yang berbeda tuan, jangan emosi dulu tuan.. saya juga tidak akan mengganggu anda membuat Rey junior." ucap Jef.


"Good! Aku ingin cepat-cepat membuat Rey junior jadi sesampainya di resort, kamu nikmati dulu waktumu di sini, nanti malam segera bersiap untuk pertemuan." ucap Rey.


"Baik tuan!"

__ADS_1


Akhirnya Rey, Elsa dan Jef kembali ke resort bersama-sama, Rey memesankan kamar untuk asistennya setelah itu Rey dan Elsa kembali masuk ke dalam kamar untuk membuat Rey dan Elsa junior...


__ADS_2