ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 57


__ADS_3

Elsa yang tertidur pulas tiba-tiba terbangun karena perutnya yang kelaparan, Elsa melihat sekeliling kamar tapi tidak melihat keberadaan Rey sama sekali.


"Kemana kak Rey? Aku di tinggal sendirian begini? Di malam pertama?" ketus Elsa yang kesal karena Rey meninggalkannya.


"Duh laper banget hikss,, cemilan ini ga bisa buat ganjel.." gumam Elsa.


Akhirnya Elsa memutuskan untuk keluar kamar menggunakan baju tidurnya karena hotel itu juga sudah di pesan seluruhnya jadi hanya ada keluarga dan kerabat mereka saja.


"Aku mau mencari makan di mana jam segini? Keluar hotel aja deh." gumam Elsa yang kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil cardigan miliknya agar tidak kedinginan.


Rey yang saat itu sedang duduk di dekat pintu masuk hotel, melihat Elsa yang berjalan menuju pintu keluar. Dengan segera Rey berdiri dan menghampiri wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Elsa? Kamu sudah bangun? Kenapa keluar?" Tanya Rey yang berlari menghampiri Elsa.


Elsa yang masih kesal karena Rey meninggalkannya hanya menatap tajam ke arah Rey lalu memalingkan wajahnya ke tempat lain.


"Kenapa kamu memalingkan wajah Els?" Tanya Rey.


Elsa tetap tidak mengatakan apapun kepada Rey, dia hanya diam dengan wajah yang masam.


"Els, kamu ini kenapa?"


"Aku kesel sama kak Rey!" ketus Elsa.


"Kesel kenapa?"


"Kak Rey ninggalin aku sendirian!"


"Jadi kamu keluar nyariin aku?" goda Rey.


"Engga lah! Aku nyari makan laper!" ketus Elsa.


"Kamu laper? Kamu mau keluar pakai baju tidur? Emang ga dingin?" Tanya Rey.


"Iya aku mau cari makan! Aku ga kedinginan lah, emang ga liat aku pake cardigan?"


"Yaampun, cardigan tipis begini emang bisa buat kamu ga kedinginan?"


"Ya intinya aku ga kedinginan kak Rey! Sudahlah jangan ganggu aku, perutku sudah sakit sekali, minggir!" ketus Elsa sambil mendorong pelan tubuh Rey dari hadapannya.


Rey hanya bisa menghela nafas saat Elsa mendorongnya, lalu tiba-tiba Rey menggenggam tangan Elsa membuat Elsa berhenti dan menoleh ke arah Rey.


"Apa lagi kak Rey!? Aku lapar!"


"Aku temani kamu cari makan."


"Tidak perlu kak, aku bisa cari makan sendiri."


"Tidak! Ini sudah malam Elsa, tidak baik wanita berjalan sendirian tengah malam!" ketus Rey.


"Tapi kak.."

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapian Elsa! Kamu istriku jadi kamu harus menurut!" tegas Rey.


Akhirnya dengan terpaksa Elsa mau di temani oleh Rey mencari makan. Mereka berjalan dengan santai sambil menatap sekitar jalan yang sudah mulai sepi.


Saat sedang berjalan, tiba-tiba ada beberapa laki-laki yang sepertinya sedang mabuk hampir menyenggol tubuh Elsa, dengan segera Rey menarik tangan Elsa dan merangkul pundak Elsa dengan erat.


Elsa yang mendapat perlakuan seperti itu sebenarnya sangat senang, tapi bagaimanapun juga dia berusaha untuk tetap tenang agar tidak menunjukkan rasa senangnya kepada Rey.


"Lihat bukan! Gitu kamu mau jalan sendirian hah!" ketus Rey yang masih menggenggam tangan Elsa.


"Iya maaf kak, lepasin dong tanganku kak, udah kayak mau nyebrang aja sih!" ketus Elsa.


"Biarin aja begini sampai kita sampai di hotel lagi!" ucap Rey yang tetap menggenggam tangan Elsa.


Akhirnya mereka sampai di kedai yang kebetulan masih belum tutup di dekat hotel, mereka berdua masuk ke dalam kedai lalu memesan makan untuk Elsa.


"Kak Rey ga makan?" Tanya Elsa.


"Engga laper."


Lalu tidak lama kemudian pelayan datang dengan makanan yang di pesan oleh Elsa, namun Rey terkejut saat melihat Elsa memesan dua porsi setiap menu makanan yang dia pesan.


"Kamu yakin makan semua ini?" Tanya Rey.


"Engga lah! Emang aku buto ijo makan segini banyak!"


"Lalu? Kamu ngapain pesen banyak banget?"


"Aku ga laper Elsa."


"Makanya ini aku suapin biar kak Rey laper!"


Elsa langsung menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk kepada Rey.


"Ayo aaa kak.." paksa Elsa.


Akhirnya dengan pasrah Rey membuka mulutnya dan memasukkan sendok berisi nasi dan lauk yang di berikan Elsa.


"Pintarnyaa..." puji Elsa dengan senyum manisnya.


Saat itu Rey terpaku akan kecantikan Elsa yang tidak memakai riasan sama sekali.


"Kenapa ngeliatin aku begitu?" Tanya Elsa.


"Kamu cantik!" ceplos Rey begitu saja membuat Elsa tersipu malu.


"Apaan sih kak!"


"Aku serius Els, kamu cantik! Sepertinya kedepannya aku harus berhati-hati."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena hatiku tidak akan kuat menahan Iman."


Mendengar hal itu membuat Elsa seketika menutup dadanya dengan kedua tangannya sambil menatap tajam ke arah Rey.


"Kenapa kamu begitu?"


"Kak Rey mau macem-macem ya!?"


"Hahaha, bukan itu maksudku! Aku takut kalau aku akan lebih dulu menyukaimu!"


"Ei,,, jangan secepat itu menyerah kak Rey, bahkan aku belum memulai permainannya, aku akan membuatmu cinta mati kepadaku, sampai kamu tidak bisa melepaskan aku lagi!" ucap Elsa dengan senyum liciknya.


"Wah, kalau begitu aku akan menahan lebih lama lagi, jadi silahkan siapkan permainan terbaikmu karena aku akan sangat menantikan itu!" balas Rey.


Elsa hanya menganggukkan kepalanya dan kembali memakan makanannya.


"Oh iya, orang tua kita pasti akan bertanya kita akan pergi bulan madu kemana, kamu mau kemana Els?" Tanya Rey.


"Bulan madu? Kemana ya kak? Hawaii? Pasti akan sangat menyenangkan jalan-jalan bersama di sana kak!" ucap Elsa.


"Hawaii? Boleh juga, kita bulan madu beneran apa bohongan nih?" goda Rey.


"Hah!? Ya bohongan lah! Anggep aja kita lagi liburan bersama bukan bulan madu!" ketus Elsa.


Rey hanya tersenyum mendengar ucapan Elsa yang menurutnya menggemaskan itu.


"Jangan makan terlalu banyak, nanti kamu sakit perut." ucap Rey.


"Tidak akan!"


Setelah selesai menghabiskan makanannya, Rey dan Elsa segera kembali ke hotel dengan berjalan kaki seperti tadi.


"Dingin ya? Aku mau ngasih kamu jaket tapi aku ga bawa jaket, jadi aku pegang tangan kamu kayak gini aja ya." ucap Rey yang menggenggam tangan Elsa kembali.


Deg,, Deg,, Deg,


Jantung Elsa rasanya seperti ingin meledak! Dia tidak percaya Rey bisa semanis ini kepadanya, benar-benar bukan seperti Rey yang biasanya.


"Jangan sampai aku kalah sebelum memulai permainanku!" batin Elsa sambil menarik nafas panjang untuk menetralkan jantungnya.


Sesampainya di hotel, Elsa segera melepaskan genggaman tangan Rey lalu masuk ke dalam kamar lebih dulu.


"Kamu ga mau cuci muka dulu gitu Els?" Tanya Rey.


"Tidak kak, tubuhku dingin semua.." ucap Elsa yang sudah menyelimuti tubuhnya dengan selimut dan terlihat sekali badan Elsa gemetar karena kedinginan.


Rey yang merasa khawatir langsung mengambil remot AC dan langsung mematikan AC kamarnya, lalu Rey ikut naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh Elsa agar lebih hangat.


"Kak Rey kamu ngapain!?" ketus Elsa sambil mendorong tubuh Rey agar menjauh.


"Diamlah! Aku hanya ingin membuatmu lebih hangat agar tidak masuk angin." ucap Rey yang kembali menarik tubuh Elsa ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Akhirnya Elsa hanya pasrah menerima pelukan Rey, malam itu mereka berdua tidur sambil berpelukan dan membuat tubuh keduanya terasa hangat.


__ADS_2