
"Abang!!" teriak Elsa dan Rey secara bersamaan.
"Kamu sudah gila ya!? Bagaimana bisa kamu mengatakan hal itu? Bagaimana bisa kamu mau membuat anakmu menjadi sepertiku!" tegas Kenan.
"Abang tenanglah, Elsa sedang hamil bang.. Kenapa abang marah-marah gitu?" Tanya Rey.
"Abang kenapa marahin Elsa? Terus kenapa abang sudah sampai di sini?" sambung Elsa.
"Kamu mau nasib anakmu menjadi sepertiku? Aku yang tidak tau kalau mami Khansa bukanlah mamiku, aku yang sudah memiliki kebahagiaan dengan orang tuaku saat itu, tiba-tiba saja mendapat kenyataan pahit saat membaca surat dari mama Amelia! Ibu kandungku yang sudah berjuang melahirkanku sampai dia pergi untuk selama-lamanya!"
"Abang,, aku tidak bermaksud untuk seperti itu."
"Seharusnya kamu berdoa, berjuang, dan semangat untuk memperjuangkan anak-anakmu."
"Kamu fikir bagaimana perasaan mereka nanti kalau dia tau penyebab kematianmu karena melahirkan mereka?" lanjut Kenan.
"Maaf abang, Elsa janji tidak akan mengatakan hal itu lagi." ucap Elsa dengan wajah sedihnya.
"Aku sudah seringkali melarang Elsa mengatakan hal itu tapi dia tetap saja mengatakannya." sambung Rey.
"Kamu harus lebih tegas padanya, jangan sampai dia mengatakan hal yang tidak-tidak karena itu akan membuat kandungannya terpengaruh." ucap Kenan yang di balas anggukan oleh Rey.
"Abang kenapa udah sampe kesini duluan sih bang?" Tanya Elsa.
__ADS_1
"Kenapa kalo abang dateng duluan? Kamu ga suka liat abang? Kamu emang ga kangen berbulan-bulan ga ketemu abang?" Tanya Kenan dengan wajah kesal.
"Bukan gitu bang, tapi aneh aja yang lain masih dijalan abang sudah sampai di sini."
"Aku ikut penerbangan lebih awal karena kebetulan aku ada urusan di rumah sakit tempat kerja doktermu." jelas Kenan.
"Ah begitu,, kalau begitu istirahatlah bang, aku akan menyuruh Sarah menunjukkan kamarmu." ucap Elsa.
"Sarah? Siapa lagi Sarah?" Tanya Kenan.
"Sarah adalah seorang sahabat kami bang, dia yang selama ini menemani Elsa di sini agar tidak bosan." jelas Rey.
"Benarkah? Dimana dia? Aku sendiri yang akan menghampirinya dan berterimakasih kepadanya karena sudah menemani dan menjaga adikku yang menyebalkan ini." ucap Kenan.
"Jangan menatapku seperti itu! Matamu hampir keluar tuh!" ejek Kenan.
"Apa!? Huaaa, abang jahat... Sayang lihatlah abang jahat padaku.." rengek Elsa.
Rey hanya tersenyum lalu mengelus lembut rambut panjang Elsa.
"Sudah sayang, abang hanya bercanda kok.. Kalau begitu aku antar abang ke bawah dulu ya kamu di sini saja jangan kemana-mana." ucap Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.
Elsa hanya menghela nafas sebal kepada Rey yang membela abangnya itu, sedangkan Kenan menjulurkan lidahnya kepada Elsa layaknya anak kecil lalu mengikuti Rey dari belakang.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Elsa selama ini?" Tanya Kenan kepada Rey.
"Baik kok bang, Elsa baik-baik saja." ucap Rey.
"Jangan berbohong padaku Rey, kamu tau kan kalau aku punya orang yang memberitahu informasi tentang adik-adikku?" ucap Kenan membuat Rey berhenti sejenak lalu menoleh ke arahnya.
"Berarti abang tau bukan keadaan Elsa? Abang juga tau kalau Elsa mengandung bayi kembar dan resikonya semakin tinggi." ucap Rey.
"Hmm,, aku tau semuanya! Lalu, apa yang kamu lakukan?"
"Apa lagi yang bisa aku lakukan selain menemani Elsa di sampingnya bang? Aku selalu memberinya semangat agar dia tidak berfikiran yang macam-macam." jelas Rey.
"Baguslah! Kamu tau bukan kalau ilmu kedokteran tidak pasti 100% benar, bisa saja kemungkinan kecil itu yang bisa menyelamatkan adikku! Aku percaya bahwa Levin mampu menyelamatkan Elsa dan anak-anaknya." ucap Kenan memberikan semangat kepada Rey sambil menepuk pundak Rey.
💙💙💙
Maaf author hari ini sibuk sekali, jadi author update segini dulu yaaa, selamat membaca kakak-kakak semuanya..💙
Bonus nih buat yang rindu papi Andra dan mami Sasa...
__ADS_1