
Jef dan Rey sudah kembali ke resort dengan perut yang masih kosong, dengan lemas Rey membuka pintu kamarnya namun terkunci.
"Kenapa terkunci? Jef, jangan-jangan ada sesuatu kepada istriku!?" ucap Rey dengan panik.
"Hm,, tidak tuan sepertinya tidak terjadi apa-apa kepada nyonya."
"Tau dari mana kamu!?"
Jef mengalihkan pandangannya ke arah tas yang berada di bawah pintu kamar. Rey pun mengikuti arah Jef melihat lalu membulatkan kedua matanya saat melihat tas miliknya berada di depan pintu.
"Kenapa tasku ada di sini Jef!? Kenapa bisa begini!?" Tanya Rey.
"Tuan, selamat! Sepertinya anda sedang di usir." ucap Jef dengan polosnya.
Mendengar hal itu langsung membuat Rey menoleh ke arah Jef dengan tatapan tajam.
"Apa kamu bilang!? Selamat? Kamu senang aku di usir dari rumah?"
"T-tidak tuan, maaf mulutku tidak bisa di rem!"
"Makanya di servis kalo ga bisa di rem, takutnya karena mulutmu itu kamu bisa mati!"
"Kenapa bisa mati karena mulutku?" gumam Jef yang masih bisa di dengar oleh Rey.
"Karena aku akan membunuhmu kalau terus bicara hal-hal yang menyebalkan!" Bisik Rey dengan tatapan menyeramkan.
Seketika bulu kuduk Jef berdiri mendengar ucapan Rey yang menyeramkan itu.
Tok,,tok,,tok...
"Sayang, aku mohon buka pintunya ya.. aku lapar sekali.." ucap Rey dari luar kamarnya.
Tiba-tiba saja Elsa keluar dari kamarnya membuat Rey dan Jef terkejut.
"Kalian lapar? Bukankah kalian sudah menyang setelah mengobrol dengan dua wanita asing yang memakai bikini?!" ketus Elsa.
"Sayang,, kamu lihat? Itu ulah Jef, dia mau bertanya kepada turis asing." ucap Rey menyalahkan Jef.
"Terserah ulah siapa! Toh kamu juga sangat menikmatinya aku lihat! Mulai sekarang kamu tidur di kamar Jef!" ketus Elsa.
"Hah! Sayang bagaimana bisa begitu? Lalu bagaimana dengan calon junior kita?" Tanya Rey yang membuat Elsa menyatuka. alisnya.
"Maksudnya apa!?"
"Sayang, kita semangat bertempur setiap malam agar cepat di berikan junior!"
Mendengar ucapan Rey membuat Elsa malu bukan main, terutama saat Rey mengatakan hal itu di hadapan Jef.
Sedangkan Jef hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan atasannya yang benar-benar memalukan.
Elsa menatap Rey dengan tatapan tajam hingga membuat Rey merasa aneh.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Emang kata-kataku salah?" Tanya Rey.
__ADS_1
"Tuan, lebih baik anda tutup mulut sebelum istri anda semakin murka." Bisik Jef.
"Kamu sudah berani menyuruhku tutup mulut Jef!?" ketus Rey.
"Jef benar! Sebaiknya kamu tutup mulut tuan Rey Adibrata!!" ketus Elsa.
"Kamu kenapa jadi marah-marah begini sih sayang? Aku kangen kamu yang dulu jangan marah-marah terus.." rengek Rey.
"A-aku.."
"Kenapa sayang?"
"Belikan aku pembalut di supermarket sekarang juga kak!" bisik Elsa malu-malu.
"Hah? Apa? Pem apa sayang? Kamu kalo ngomong jangan pelan-pelan gitu." ucap Rey.
"Pembalut kak pembalut masa ga tau sih? Jangan kenceng-kenceng, malu di denger Jef."
"Emangnya itu buat apa? Kenapa harus malu sama Jef? Ah! Itu barang agar pertempuran kita semakin menyenangkan ya?!" ucap Rey dengan semangat.
Jef menoleh ke arah atasan dan istri atasannya itu, dia bingung sebenarnya mereka berdua sedang bicara apa.
"Mana ada yang kayak begitu! Pembalut itu pampers buat orang yang lagi datang bulan! Kak Rey pura-pura ga tau apa emang ga tau sih!?" ketus Elsa yang akhirnya mengencangkan suaranya.
"D-datang bulan!? Aaaa tidaaakk!!!" teriak Rey sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Lah kenapa kak Rey berteriak begitu? Berisik tau!"
"Hm, kita tidak akan bisa bertempur! Jadi sebaiknya kak Rey pergi ke supermarket, beli pembalut untukku, lalu tidur di kamar Jef agar kak Rey tidak frustasi harus tidur denganku." ucap Elsa.
Elsa menoleh ke arah Jef yang sedang kebingungan karena ucapan keduanya.
"Maaf ya Jef, kamu harus mendengar hal-hal goib seperti ini." ucap Elsa.
"Tenang saja nyonya, sepertinya telinga saya sudah terbiasa dengan hal-hal goib seperti itu." ucap Jef.
Sedangkan Rey benar-benar seperti arwahnya sedang melayang entah kemana, tatapannya kosong seperti kehilangan arah.
"Tuan apa anda baik-baik saja?" Tanya Jef.
"Dia tidak mungkin baik-baik saja Jef, sebaiknya kamu bawa dia dan belikan aku pembalut ya, terimakasih Jef." ucap Elsa yang langsung menutup pintu kamarnya.
Sebenarnya, dari kemarin malam setelah pertempuran mereka, Elsa merasa ada yang aneh, perutnya terasa sangat nyeri dan dia selalu emosi dengan semua yang di lakukan Rey yang menyebabkan dirinya marah-marah sendiri.
Ternyata setelah Rey dan Jef pergi, Elsa baru sadar kalau dirinya sedang ada tamu bulanan dan dia tidak membawa pembalut karena tidak mengirakan hal itu.
"Aku yakin kak Rey pasti sedang frustasi! Hihi tapi lucu juga ya wajahnya seperti itu." gumam Elsa setelah menutup pintu kamar.
Sedangkan di luar, Jef membantu atasannya itu untuk berjalan, mereka berdua pergi ke supermarket untuk membeli barang yang di butuhkan oleh Elsa.
"Tuan itu ada restaurant buka, setelah membeli keperluan nyonya, bagaimana kalau kita makan di sana dulu?" Tanya Jef, namun Rey hanya diam tidak mengatakan apapun, pandangannya masih tetap kosong.
"Tuan? Kenapa anda seperti ini? Anda menjadi sangat menyeramkan." ucap Jef.
__ADS_1
"Jef! Rasanya perutku sudah tidak lapar lagi! Aargghh! Kenapa haru datang sekarang? Padahal ini bulan madu kita." ucap Rey.
"Anda frustasi karena tidak bisa bertempur ya tuan.. sabar ya ini ujian!"
Rey hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan Jef. Dia sudah tidak memiliki kekuatan untuk berdebat dengan asisten pribadinya itu.
Rey dan Jef masuk ke dalam supermarket, mereka berdua membeli barang yang di pesan oleh Elsa.
Saat akan membayar di kasir, keduanya mendapat tawaan dari para wanita yang berada di sana termasuk kasir wanita yang ada di hadapannya.
"Kenapa mereka semua tertawa? Apa ada yan aneh dengan kita?" Tanya Rey.
"Saya juga tidak tau tuan.." balas Jef.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masa bodoh dan segera kembali ke resort untuk memberikan barang yang sudah mereka beli kepada Elsa.
Tok..tok..tok.. Rey mengetuk pintu kamarnya, dengan segera Elsa membukakan pintu kamar.
"Aku sudah membeli pembalut, tapi kami di tertawakan sama orang banyak!" ketus Rey.
Elsa melihat ke arah kantung plastik besar yang di bawa Jef. Lalu Elsa tertawa hingga mengeluarkan air mata.
"Kamu juga menertawakan aku!?"
"Bagaimana kalian berdua tidak di tertawakan, kalian ngapain beli sebanyak ini?" Tanya Elsa.
"Kan aku ga tau yang mana yang biasa kamu pake soalnya banyak banget merknya, akhirnya Jef bilang lebih baik ambil semuanya saja." jelas Rey.
"Hahaha, kalian berdua ini pintar masalah pekerjaan tapi terlalu polos untuk masalah seperti ini!" ucap Elsa.
"Berhenti menertawai kami Els.."
"Baiklah aku berhenti.. Kak Rey kamu tidur dengan Jef atau tetap di sini?" Tanya Elsa.
"Aku tidur sama Jef aja deh, berabe kalau aku harus menahan sesuatu yang ada di depan mata.. Besok aja aku tidur di sini lagi." ucap Rey.
"Sayangnya kamu akan tetap tidur di kamar Jef sampai kita pulang nanti sayang, karena datang bulan itu seminggu!" ucap Elsa sambil menjulurkan lidahnya lalu menutup pintu kamarnya.
"Apa!? Apa kamu bilang? Seminggu!? Apa kamu tidak kasihan padaku Elsa!" teriak Rey dari luar.
"Sabar tuan, saya kasihan pada anda.." balas Jef.
***
**Happy reading kakak-kakak semuanya...
Semoga kalian semua masih tetap setia menunggu novel ini update ya..🥰
Jangan lupa like dan komen agar Author tetap semangat.. Cuma kalian yang bikin Author semangat💙
Jangan lupa juga baca novel author yang lain judulnya 'MENGEJAR CINTA TUAN PUTRI'
Terimakasih**~
__ADS_1