
“Aunty Elsa, kenapa kita tutup pintu?” tanya Alya kepada
Elsa yang sedang menidurkan baby El.
“Soalnya daddy dan mommy Alya sedang berbicara di bawah,
kita ga boleh nguping pembicaraan orang dewasa.” Ucap Elsa.
“Pasti mommy lagi marah-marah sama daddy ya?”
“Emang Alya pernah dengar mommy marahin daddy?”
“Hm, habisnya daddy nakal aunty, daddy sering bikin mommy
marah.” Ucap Alya dengan polosnya.
Mendengar hal itu membuat Elsa menganggukkan kepalanya,
sebenarnya abangnya itu memang sangat menyebalkan dan selalu membuat orang naik
darah jadi Elsa sudah tidak aneh dengan hal itu.
Drrtt,,drrtt.. telfon Elsa tiba-tiba berbunyi dan membuat
baby El yang sudah tertidur merengek dan hampir menangis, dengan segera Elsa
mengangkat telfon tersebut dengan suara yang pelan.
“Halo kak Rey, ada apa?” tanya Elsa.
“Els, kamu di mana? Kenapa kamu bisik-bisik begitu?” tanya
Rey.
“Aku di rumah abang Kenan, aku di suruh bawa Al sama El ke
kamar, kayaknya kak Belinda lagi mau ngamuk.” Ucap Elsa.
“Kalau begitu aku ke sana sekarang ya, aku jemput kamu dan
kita makan malam di luar bersama.”
“Hah? Tapi aku dari pagi belum mandi lagi kak, badanku udah
keringetan banget.”
“Aku akan mengantarmu pulang dulu jadi kamu bisa mandi dan
mengganti pakaian dulu, setelah itu baru kita keluar.”
“Tumben banget kamu ngajak aku makan di luar?” tanya Elsa.
“Emangnya ga boleh? Ada yang mau aku omongin sama kamu.”
“Pantesan!” gumam Elsa.
“Ha? Kamu ngomong apa tadi?” tanya Rey.
“E-engga kak, kalau begitu aku tunggu kamu di rumah abang.” Ucap
Elsa yang langsung mematikan telfonnya.
“Huh, pantas saja ngajak makan di luar orang dia mau
membicarakan sesuatu!” gumam Elsa yang kembali menaruh hpnya ke kantung
celananya.
“Aunty juga marah-marah kayak mommy ya?” tanya Alya kepada
Elsa.
“Ha? E-engga kok sayang, aunty ga marah kok.”
“Oh iya, Alya kok ga bobo sih? Pasti tadi ga tidur siang
kan? Baby El aja udah tidur.” Ucap Elsa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
“Alya ga ngantuk aunty, Alya pengen main lagi.”
“Hm,, bagaimana kalau kita cerita aja, tadi Alya ngapain aja
sama daddy dan para uncle?” tanya Elsa.
“Em,, tadi Alya main sama Dafa dan Dafi, mereka bikin Alya
pusing aunty soalnya mereka maunya bareng Alya terus.” Protes Alya.
“Ohya? Bagus dong berarti Alya kan di sukai banyak orang.”
__ADS_1
“Tapi Alya jadi pusing, terus ada uncle Rey juga tadi beliin
kami makanan buanyak banget aunty.” Ucap Alya sambil melebarkan kedua
tangannya.
“Uncle Rey? Dia kemari?”
“Hm, uncle Rey di telfon uncle Ken di suruh ke sini jadi
kesini deh.”
Elsa hanya mengangguk dengan bibir yang membentuk huruf O.
***
Rey sudah mengantar Nala dan Niko ke kontrakan barunya,
kontrakan yang berukuran sedang dan cukup luas untuk di tempati dua orang.
“Terimakasih Rey, Karina, aku sudah sangat menyusahkan
kalian berdua.” Ucap Nala.
“Hm, nyadar ternyata.” Gumam Karina yang masih bisa di
dengar oleh Rey dan Nala.
“Karina!” ketus Rey.
“Maaf.”
“Kalau begitu kami pulang dulu, aku sudah membayar untuk
setahun kedepan jadi kamu masih bisa mulai dari awal untuk mengumpulkan uang dan
emmbayar kontrakan ini kedepannya.” Ucap Rey.
“Terimakasih banyak Rey, aku benar-benar berhutang banyak
kepadamu.”
Karina hanya menatap sinis ke arah Nala yang kelihatan tidak
tulus sama sekali lalu mengajak Rey untuk segera pulang, namun Nala menarik
tangan Rey dan membuatnya membalikkan badannya.
“Bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Nala.
Rey menoleh ke arah Karina sebentar lalu akhirnya
menganggukkan kepalanya, Karina kesal dengan sikap Rey yang seenaknya
menyuruhnya dan meninggalkannya begitu saja.
“Aku pulang duluan saja Rey, ada banyak yang harus aku
kerjakan!” ucap Karina.
“Baiklah, aku akan memesankan kamu taxi.”
“Tidak perlu! Aku bisa sendiri!” ucap Karina yang langsung
meninggalkan rumah kontrakan itu tanpa berpamitan kepada Nala.
Rey merasa tidak enak karena sikap Karina selaku karyawannya
yang tidak sopan pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada tuan rumah.
“Maaf, dia kurang sopan.” Ucap Rey.
“Tidak masalah, dia pasti lelah jadi seperti itu.” Ucap Nala.
“Masuklah Rey, kita bicara di ruang tamu.” Ajak Nala.
“Duduk di sini saja, ga enak di lihat orang.” Ucap Rey yang
langsung duduk di kursi yang ada di teras rumah tersebut.
Dengan rasa penuh dengan kekecewaan akhirnya Nala ikut duduk
di sebelah Rey dan menatap wajah Rey dengan seksama.
“Bicaralah, aku masih memiliki urusan lain.” Tegas Rey.
“Maafkan aku Rey.”
“Maaf untuk apa?”
__ADS_1
“Untuk semua kesalahan yang aku lakukan di masa lalu.”
“Jangan bahas hal yang sudah berlalu Nala, mungkin aku tidak
akan pernah melupakan apa yang sudah kamu lakukan kepadaku, tapi aku tidak
pernah membencimu dan aku selalu memaafkanmu.” Ucap Rey.
“Terimakasih Rey..”
“Hm…”
“Em,, Rey..”
“Ada apa lagi?”
“Aku tau mungkin permintaanku keterlaluan, tapi… bisakah
kita kembali seperti dulu lagi?” tanya Nala.
Mendengar hal itu membuat Rey terkejut dan menoleh ke arah
Nala, dia tidak percaya jika kata-kata itu keluar dari mulut mantan yang dulu
pernah menyakitinya.
“Maaf Nala, tapi sebaiknya kita berteman saja.” ucap Rey.
“Hehe,, maaf ya permintaanku terlalu berlebihan, aku yang
sudah pernah berkeluarga menginginkan laki-laki yang masih lajang, aneh bukan?”
Ucap Nala.
“Aku menolak bukan karena status Nala, tapi karena aku sudah
memiliki seseorang yang akan aku jadikan istri.” Ucap Rey.
“Apa!? Benarkah? Siapa wanita beruntung itu?”
“Hm, dia adalah wanita yang menyebalkan tapi sangat
menggemaskan! Bukan dia yang beruntung mendapatkanku, tapi aku yang beruntung
mendapatkannya.” Ucap Rey sambil tersenyum malu.
Nala menatap wajah Rey yang tersenyum malu, Nala menundukkan
kepalanya dan ikut tersenyum mendengar ucapan Rey.
“Kamu sedang jatuh cinta Rey.” Ucap Nala.
“Hah?! Hahaha tidak mungkin! Selama ini aku selalu
bersamanya tapi tidak tau perasaanku kepadanya seperti apa.” Ucap Rey.
“Sudahlah aku pulang dulu ya, kapan-kapan aku akan kemari
dengan calon istriku.” Ucap Rey sambil tersenyum kepada Nala.
Nala tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Rey, dia
mengantar Rey sampai ke mobilnya.
“Sekali lagi terimakasih Rey, hati-hati di jalan, titip
salam untuk calon istrimu.” Ucap Nala.
Rey hanya tersenyum mendengar ucapan Nala, dia segera masuk
ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
“Mungkin kita memang tidak berjodoh Rey, siapapun wanita itu
aku harap kamu akan selalu bahagia.” Gumam Nala sambil melihat ke arah mobil
Rey yang sudah menjauh dari pandangannya.
Tiba-tiba saja Rey mengingat Elsa, dia penasaran dengan apa
yang sedang di lakukan Elsa saat ini, dia ingin mengajak Elsa keluar untuk
makan malam bersama karena setelah keputusan pernikahan mereka, Rey dan Elsa
tidak pernah memiliki waktu berdua.
Akhirnya Rey mengambil hp yang ada di sakunya, dia mencoba
untuk menghubungi Elsa dan menanyakan keberadaannya.
__ADS_1
“Cinta? Hahaha, tidak mungkin! Aku hanya sudah terbiasa
dengan kehadirannya makanya aku seperti ini.” gumam Rey.