ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 44


__ADS_3

“Aunty Elsa, kenapa kita tutup pintu?” tanya Alya kepada


Elsa yang sedang menidurkan baby El.


“Soalnya daddy dan mommy Alya sedang berbicara di bawah,


kita ga boleh nguping pembicaraan orang dewasa.” Ucap Elsa.


“Pasti mommy lagi marah-marah sama daddy ya?”


“Emang Alya pernah dengar mommy marahin daddy?”


“Hm, habisnya daddy nakal aunty, daddy sering bikin mommy


marah.” Ucap Alya dengan polosnya.


Mendengar hal itu membuat Elsa menganggukkan kepalanya,


sebenarnya abangnya itu memang sangat menyebalkan dan selalu membuat orang naik


darah jadi Elsa sudah tidak aneh dengan hal itu.


Drrtt,,drrtt.. telfon Elsa tiba-tiba berbunyi dan membuat


baby El yang sudah tertidur merengek dan hampir menangis, dengan segera Elsa


mengangkat telfon tersebut dengan suara yang pelan.


“Halo kak Rey, ada apa?” tanya Elsa.


“Els, kamu di mana? Kenapa kamu bisik-bisik begitu?” tanya


Rey.


“Aku di rumah abang Kenan, aku di suruh bawa Al sama El ke


kamar, kayaknya kak Belinda lagi mau ngamuk.” Ucap Elsa.


“Kalau begitu aku ke sana sekarang ya, aku jemput kamu dan


kita makan malam di luar bersama.”


“Hah? Tapi aku dari pagi belum mandi lagi kak, badanku udah


keringetan banget.”


“Aku akan mengantarmu pulang dulu jadi kamu bisa mandi dan


mengganti pakaian dulu, setelah itu baru kita keluar.”


“Tumben banget kamu ngajak aku makan di luar?” tanya Elsa.


“Emangnya ga boleh? Ada yang mau aku omongin sama kamu.”


“Pantesan!” gumam Elsa.


“Ha? Kamu ngomong apa tadi?” tanya Rey.


“E-engga kak, kalau begitu aku tunggu kamu di rumah abang.” Ucap


Elsa yang langsung mematikan telfonnya.


“Huh, pantas saja ngajak makan di luar orang dia mau


membicarakan sesuatu!” gumam Elsa yang kembali menaruh hpnya ke kantung


celananya.


“Aunty juga marah-marah kayak mommy ya?” tanya Alya kepada


Elsa.


“Ha? E-engga kok sayang, aunty ga marah kok.”


“Oh iya, Alya kok ga bobo sih? Pasti tadi ga tidur siang


kan? Baby El aja udah tidur.” Ucap Elsa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


“Alya ga ngantuk aunty, Alya pengen main lagi.”


“Hm,, bagaimana kalau kita cerita aja, tadi Alya ngapain aja


sama daddy dan para uncle?” tanya Elsa.


“Em,, tadi Alya main sama Dafa dan Dafi, mereka bikin Alya


pusing aunty soalnya mereka maunya bareng Alya terus.” Protes Alya.


“Ohya? Bagus dong berarti Alya kan di sukai banyak orang.”

__ADS_1


“Tapi Alya jadi pusing, terus ada uncle Rey juga tadi beliin


kami makanan buanyak banget aunty.” Ucap Alya sambil melebarkan kedua


tangannya.


“Uncle Rey? Dia kemari?”


“Hm, uncle Rey di telfon uncle Ken di suruh ke sini jadi


kesini deh.”


Elsa hanya mengangguk dengan bibir yang membentuk huruf O.


***


Rey sudah mengantar Nala dan Niko ke kontrakan barunya,


kontrakan yang berukuran sedang dan cukup luas untuk di tempati dua orang.


“Terimakasih Rey, Karina, aku sudah sangat menyusahkan


kalian berdua.” Ucap Nala.


“Hm, nyadar ternyata.” Gumam Karina yang masih bisa di


dengar oleh Rey dan Nala.


“Karina!” ketus Rey.


“Maaf.”


“Kalau begitu kami pulang dulu, aku sudah membayar untuk


setahun kedepan jadi kamu masih bisa mulai dari awal untuk mengumpulkan uang dan


emmbayar kontrakan ini kedepannya.” Ucap Rey.


“Terimakasih banyak Rey, aku benar-benar berhutang banyak


kepadamu.”


Karina hanya menatap sinis ke arah Nala yang kelihatan tidak


tulus sama sekali lalu mengajak Rey untuk segera pulang, namun Nala menarik


tangan Rey dan membuatnya membalikkan badannya.


“Bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Nala.


Rey menoleh ke arah Karina sebentar lalu akhirnya


menganggukkan kepalanya, Karina kesal dengan sikap Rey yang seenaknya


menyuruhnya dan meninggalkannya begitu saja.


“Aku pulang duluan saja Rey, ada banyak yang harus aku


kerjakan!” ucap Karina.


“Baiklah, aku akan memesankan kamu taxi.”


“Tidak perlu! Aku bisa sendiri!” ucap Karina yang langsung


meninggalkan rumah kontrakan itu tanpa berpamitan kepada Nala.


Rey merasa tidak enak karena sikap Karina selaku karyawannya


yang tidak sopan pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada tuan rumah.


“Maaf, dia kurang sopan.” Ucap Rey.


“Tidak masalah, dia pasti lelah jadi seperti itu.” Ucap Nala.


“Masuklah Rey, kita bicara di ruang tamu.” Ajak Nala.


“Duduk di sini saja, ga enak di lihat orang.” Ucap Rey yang


langsung duduk di kursi yang ada di teras rumah tersebut.


Dengan rasa penuh dengan kekecewaan akhirnya Nala ikut duduk


di sebelah Rey dan menatap wajah Rey dengan seksama.


“Bicaralah, aku masih memiliki urusan lain.” Tegas Rey.


“Maafkan aku Rey.”


“Maaf untuk apa?”

__ADS_1


“Untuk semua kesalahan yang aku lakukan di masa lalu.”


“Jangan bahas hal yang sudah berlalu Nala, mungkin aku tidak


akan pernah melupakan apa yang sudah kamu lakukan kepadaku, tapi aku tidak


pernah membencimu dan aku selalu memaafkanmu.” Ucap Rey.


“Terimakasih Rey..”


“Hm…”


“Em,, Rey..”


“Ada apa lagi?”


“Aku tau mungkin permintaanku keterlaluan, tapi… bisakah


kita kembali seperti dulu lagi?” tanya Nala.


Mendengar hal itu membuat Rey terkejut dan menoleh ke arah


Nala, dia tidak percaya jika kata-kata itu keluar dari mulut mantan yang dulu


pernah menyakitinya.


“Maaf Nala, tapi sebaiknya kita berteman saja.” ucap Rey.


“Hehe,, maaf ya permintaanku terlalu berlebihan, aku yang


sudah pernah berkeluarga menginginkan laki-laki yang masih lajang, aneh bukan?”


Ucap Nala.


“Aku menolak bukan karena status Nala, tapi karena aku sudah


memiliki seseorang yang akan aku jadikan istri.” Ucap Rey.


“Apa!? Benarkah? Siapa wanita beruntung itu?”


“Hm, dia adalah wanita yang menyebalkan tapi sangat


menggemaskan! Bukan dia yang beruntung mendapatkanku, tapi aku yang beruntung


mendapatkannya.” Ucap Rey sambil tersenyum malu.


Nala menatap wajah Rey yang tersenyum malu, Nala menundukkan


kepalanya dan ikut tersenyum mendengar ucapan Rey.


“Kamu sedang jatuh cinta Rey.” Ucap Nala.


“Hah?! Hahaha tidak mungkin! Selama ini aku selalu


bersamanya tapi tidak tau perasaanku kepadanya seperti apa.” Ucap Rey.


“Sudahlah aku pulang dulu ya, kapan-kapan aku akan kemari


dengan calon istriku.” Ucap Rey sambil tersenyum kepada Nala.


Nala tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Rey, dia


mengantar Rey sampai ke mobilnya.


“Sekali lagi terimakasih Rey, hati-hati di jalan, titip


salam untuk calon istrimu.” Ucap Nala.


Rey hanya tersenyum mendengar ucapan Nala, dia segera masuk


ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


“Mungkin kita memang tidak berjodoh Rey, siapapun wanita itu


aku harap kamu akan selalu bahagia.” Gumam Nala sambil melihat ke arah mobil


Rey yang sudah menjauh dari pandangannya.


Tiba-tiba saja Rey mengingat Elsa, dia penasaran dengan apa


yang sedang di lakukan Elsa saat ini, dia ingin mengajak Elsa keluar untuk


makan malam bersama karena setelah keputusan pernikahan mereka, Rey dan Elsa


tidak pernah memiliki waktu berdua.


Akhirnya Rey mengambil hp yang ada di sakunya, dia mencoba


untuk menghubungi Elsa dan menanyakan keberadaannya.

__ADS_1


“Cinta? Hahaha, tidak mungkin! Aku hanya sudah terbiasa


dengan kehadirannya makanya aku seperti ini.” gumam Rey.


__ADS_2