ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 70


__ADS_3

Rey yang melihat situasi semakin rumit segera menghampiri Elsa dan Jef dengan tatapan kesal.


"Kalian berdua harus membuat masalah menjadi seperti ini!?" tegas Rey.


Mendengar suara suaminya membuat Elsa terpaku di tempatnya, begitu juga dengan Jef yang terpaku mendengar suara atasannya.


"Duh gawat Jef!" Bisik Elsa.


"Saya sudah siap kalau harus mati sekarang nyonya!" balas Jef.


"Hei kalian semua! Aku tau kalau mungkin kalian sering membully Jef di sekolah dulu! Tapi selama ini dia hanya diam karena memang seperti itu karakternya! Tapi jika kalian berurusan denganku dan juga istriku ini, aku tidak yakin akan diam saja!" ketus Rey.


"Jef adalah saudara istriku, berarti dia juga saudaraku! Siapapun yang berani mengganggunya berarti berurusan denganku!" lanjut Rey.


"Cih! Sombong sekali!" ketus salah satu dari mereka.


"Sombong? Apa bukan kalian yang sombong karena sudah menghina seseorang?"


"Heh! Pacarku adalah CEO di perusahaan B tau! Dia lebih baik di bandingkan kalian!" ucap Salah satu wanita yang ada di sana.


"Ah begitu? Jef, bagaimanapun caranya aku ingin perusahaan B muncul di tv dengan kabar kebangkrutannya!" tegas Rey.


"Tapi tuan.." Jef berusaha untuk menghalangi atasannya, namun dengan segera Rey menatapnya dengan tajam hingga membuat Jef menundukkan kepalanya.


"Baik tuan, sesuai perintah anda!" tegas Jef.


"Haha, apa kalian gila? Kalian memang pantas untuk bermain peran!" balasnya.


d


"Jef! Aku mau besok paling lambat kamu buat kabar kebangkrutan perusahaan B tersebar di berita!"


"Hari ini juga bisa tuan!"


"Bagus!"


Dengan segera Jef mengeluarkan hpnya dan menghubungi seseorang untuk melakukan perintah atasannya.


Sedangkan yang lainnya hanya saling menatap melihat apa yang di lakukan oleh Jef.


"Tidak mungkin mereka benar-benar bisa membuat perusahaan pacarmu bangkrut bukan?" bisik salah satu temannya.


"Diamlah! Aku juga takut kalau ternyata mereka benar-benar bisa membuat perusahaan pacarku bangkrut!" balasnya.


Benar saja, tidak lama kemudian.. Sang wanita mendapatkan telfon dari kekasihnya, dengan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Halo..." ucap wanita itu.


"Kau! Apa yang sudah kau perbuat dengan perusahaanku hah! Beraninya kamu mengusik tuan Rey dan istrinya!" teriak seorang laki-laki dari sebrang telfon.


Semua teman-teman Jef seketika pias saat mendengar suara pacar temannya dari sebrang telfon.


Sedangkan Rey tersenyum sinis melihat ekspresi wajah semuanya.


"Tuan Rey hanya memberiku satu kesempatan! Memohon ampun padanya atau aku akan menghabisimu!" tegasnya yang langsung mematikan telfonnya.


Wanita itu tidak perlu berfikir panjang lagi, dia segera menghampiri Rey dan Elsa lalu memohon ampun padanya.


"Jangan memohon kepadaku dan istriku! Memohonlah pada Jef, orang yang kamu hina tadi! Dan aku ingin kalian semua meminta maaf kepada Jef!" tegas Rey.


Mendengar ucapan Rey membuat Jef terkejut dan senang karena Rey memperlakukannya dengan sangat baik selama ini.


"Sudah ayo kita pulang! Supir pribadiku sudah menjemput kita." ajak Rey.


"Baik tuan!" ucap Jef.


Sedangkan Rey hanya menatap ke arah istrinya yanh dari tadi hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu nunduk terus?" Tanya Rey kepada Elsa.


"Eh? Ga papa kok kak!" ucap Elsa yang terkejut karena suara Rey.


"Hai anak-anak mama!! Yaampun mama kangen banget sama kalian berdua.." ucap Hani sambil memeluk tubuh Rey dan Elsa secara bergantian.


"Elsa juga kangen banget sama mama dan papa juga.." ucap Elsa.


"Ma, gimana rumahku sudah selesai di renovasi kan?" Tanya Rey.


"Yaampun Rey! Kamu ini ga ada kangen-kangennya sama orang tua malah nanyain rumah!" ketus Hani.


"Rumah kamu sudah selesai di renov, tapi hari ini kalian tidur di sini dulu! Papa ga mau denger omelan mama kamu karena mengeluh tentangmu!" ucap Robert.


Rey menoleh ke arah Elsa untuk memastikan apakah Elsa mau tidur di rumah orang tuanya atau tidak. Setelah mendapatkan persetujuan dari Elsa akhirnya Rey segera menyetujui permintaan kedua orang tuanya.


"Kamu beneran ga papa?" Tanya Rey.


"Yaampun kak, kamu udah berapa kali sih nanya kayak gitu?" Tanya Elsa.


"Ya aku takut kamu ga nyaman aja."


"Aku nyaman kok di sini, mereka juga kan orang tuaku kak." ucap Elsa.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu.. Oh iya urusan kita belum selesai Elsa!" ucap Rey dengan tatapan penuh selidik.


"Duh kak,, bisa ga bahas besok aja? Besok kan kita pindahan jadi Jef pasti ada di sana juga, tunggu kalau ada Jef baru bahas lagi ya?" ucap Elsa.


"Aneh! Ya ga bisa gitu dong.."


"Bisa lah kak, kalau kayak gini namanya curang tau! Kalo besok ada Jef jadi aku ada yang bantuin!"


"Lah itu namanya kamu yang curang harus di bantuin!"


Elsa tertawa mendengar ucapan suaminya, dia segera melarikan diri ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Namun saat Elsa baru membuka pakaiannya, Elsa merasa aneh karena pembalut yang ia pakai sangat bersih.


"Kenapa sudah bersih? Bukannya baru halangan lusa? Itu juga cuma flek aja,, masa sih kecapekan? Iya pasti kecapekan soalnya kak Rey tiap hari tiap detik ngajak perang!" gumam Elsa dengan wajah kesal.


"Bodo ah, ga usah bilang kalau aku udah selesai datang bulan! Biar tau rasa dia hihi." batin Elsa yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat Rey mengeluarkan pakaian yang akan dia pakai.


"Kamu mau mandi juga kak?" Tanya Elsa.


"Jangan kak Els, tadi padahal kamu udah panggil aku sayang deh!"


"Hehe aku masih belum terbiasa sayang.. Kamu tau kan kalau kebiasaan itu susah di ubah."


"Ya berusaha dong sayang.. Aku aja berusaha menghilangkan egoku dan luluh sama kamu."


"Udah ah gausah mulai ngelantur! Aku mau ke bawah dulu bantu mama siapin makan malam!" ucap Elsa yang langsung keluar dari kamar meninggalkan Rey.


Elsa menuruni tangga dan berjalan ke arah dapur. Di sana aja Hani yang sedang memasak di bantu oleh pelayan yang lain.


"Hai ma, Elsa bantu ya?"


"Elsa? Kok kamu ga istirahat aja sih? Kamu baru pulang pasti capek, udah sana istirahat aja!" ucap Hani.


"Ga papa ma, Elsa ga capek kok.. Bosen malah di kamar terus!" rengek Elsa.


Hani terkekeh geli mendengar jawaban polos dari menantunya itu, dia tau kalau selama berbulan madu Rey pasti membuat Elsa berada di dalam kamar terus menerus.


"Apa aku tanya mama aja ya tentang datang bulanku? Tapi engga deh, nanti mama mikir macem-macem lagi! Kalau mereka nyangka aku penyakitan gimana?" batin Elsa sambil menggelengkan kepalanya sendiri.


"Els? Kamu kenapa sayang? Pusing?" Tanya Hani saat melihat Elsa menggelengkan kepala.


"Eh? Engga kok ma, Elsa cuma lagi mainan kepala aja hehe.."


Elsa benar-benar kacau! Dia bahkan menjawab dengan perkataan yang tidak masuk akal.

__ADS_1


"Duh bodoh Elsa! Kenapa kamu bilang mainan kepala? Emang bola di mainin?" Elsa mengutuk dirinya sendiri di dalam hati.


__ADS_2