
Dua bulan berlalu, pernikahan Elsa dan Rey akan di adakan sebulan lagi dan hal itu membuat semua keluarga besar mereka sibuk mempersiapkan acara pernikahan yang megah untuk keduanya.
“Elsa sayang, ini sudah jam berapa kenapa kamu masih di dalam kamar? Belinda, Key dan Andini sedang menunggumu di bawah, ada Rania juga jadi cepatlah keluar.” Ucap Rose sambil mengetuk pintu kamar anaknya.
Di dalam kamar, Elsa sebenarnya sudah bangun dari tadi dia juga sudah mandi dan memakai pakaiannya, hari ini memang para wanita berencana untuk berbelanja, ke salon dan lain-lain, mereka semua akan memanjakan tubuh mereka sebelum acara pernikahan Elsa dan Rey.
Namun Elsa merasa tidak bersemangat karena itu artinya, pernikahan palsunya akan segera di mulai sebentar lagi dan dia takut kalau tidak bisa membuat Rey menyukainya dalam waktu setahun.
“Dulu saja aku bertahun-tahun berusaha membuatnya jatuh cinta namun dia tidak melihatku sama sekali, sekarang hanya memiliki waktu setahun untuk membuatnya mencintaiku apa bisa?” gumam Elsa sambil melihat ke cermin yang ada di hadapannya.
Bagaimanapun juga Elsa harus menghadapi semua ini, dia harus menguatkan hatinya untuk berjuang di dalam hubungan pernikahannya. Akhirnya Elsa segera menghela nafas panjang dan langsung turun ke bawah menghampiri keluarganya yang sudah menunggu di sana.
“Nah ini dia calon pengantinnya.” Ucap Belinda saat melihat Elsa menuruni tangga.
“Apaan sih kak, kalian ini mentang-mentang sudah menikah jadi ngebully aku ya?” ucap Elsa.
“Hahaha, tidak kok kami justru senang akhirnya kamu akan segera menikah.” Ucap Key.
Elsa tersenyum dan duduk di sebelah sahabat baiknya itu.
“Selamat Elsa, akhirnya penantian selama bertahun-tahunmu terbayar juga.” Ucap Rania.
“Kamu sedang mengejekku ya?”
“Tidak, aku tidak mengejekmu, aku hanya mengucapkan selamat karena aku tau sendiri bagaimana kamu dulu mengejar-ngejar kak Rey.” Ucap Rania.
Semua orang yang ada di sana kecuali Key dan Rania tidak tau kalau ternyata Elsa sudah menyukai Rey sejak lama.
“Benarkah itu? Kamu sudah menyukai Rey sejak lama Elsa?” tanya Andini.
“Hanya cinta monyet, sekarang aku tidak menyukainya lagi!” ketus Elsa.
“Jadi setelah kalian mau menikah, perasaan itu hilang begitu? Aneh sekali.” ketus Key.
“Sudahlah jangan membahas pernikahan terus, aku sudah pusing sekali memikirkan hal itu, mama dan mami sering sekali meminta pendapatku tentang ini dan itu.” Keluh Elsa.
__ADS_1
“Wajar lah, dulu kami semua juga begitu tentu saja kami juga pusing memikirkan hal itu.”
“Sudah, karena kita semua sudah ada di sini sekarang kita harus segera pergi ke mall karena aku sudah membuat janji di salon langgananku.” Ucap Belinda.
“Ciye, mentang-mentang bebas ga jaga anak ya kalian semua semangat sekali.” ejek Elsa.
Yap, hari itu adalah hari khusus para wanita sehingga suami mereka lah yang bergantian menjaga anak-anak mereka masing-masing.
“Tentu saja kami bersemangat, kapan lagi kita semua membuat suami kita menjaga anak-anak.” Ucap Belinda.
“Lalu bagaimana dengan pekerjaan mereka?” tanya Elsa.
“Mereka bekerja di rumah sambil menjaga anak-anaknya.” Ucap Andini.
“Aku hanya mengkhawatirkan kak Roy, bagaimana dia bisa mengurus kedua anak laki-lakiku itu? Mereka tidak bisa diam akhir-akhir ini.” ucap Rania.
“Biarkan dia merasakan jadi kamu untuk hari ini saja Rania, dia akan memanjakanmu jika sudah mengetahui bagaimana sulitnya mengurus dua anak sekaligus.” Ucap Key.
Setelah melakukan perbincangan sederhana, akhirnya mereka semua berangkat menuju salon kecantikan yang biasa di kunjungi Belinda.
“Jangan panggil aku nyonya! Kita sudah berteman bertahun-tahun lalu kenapa kamu harus memanggilku nyonya!” ketus Belinda.
Elsa, Key, Rania dan Andini menatap aneh ke arah pria gemulai tersebut, laki-laki tersebut menggunakan kaos ketat dan juga celana jeans, rambutnya berwarna kuning seperti jagung dan bahkan dia memakai make up yang mencolok.
“Oh iya, mereka semua adalah adik-adikku, Key, Andini dan Rania mereka semuanya sudah menikah dan memiliki anak dan yang satu ini namanya Elsa, dia akan menikah bulan depan.” Ucap Belinda mengenalkan saudaranya.
“Kalian kenalkan, ini adalah sahabat baikku kalau di salon namanya Susanti, kalau di rumah namanya Susanto!” ejek Belinda yang di balas tawa oleh semuanya.
“Kamu ini selalu saja mengejekku! Kalian semua panggil aku Susi aja ya jangan dengarkan ucapan Belinda.” Ucap Susanti.
“Oh iya, aku mau kamu merawat tubuh kami dengan sebaik mungkin dan membuat kami seperti remaja lagi.” Ucap Belinda.
“Kalian tanpa di rawat saja masih terlihat seperti anak remaja! Bagaimana kalau tubuh kalian di rawat, aku yakin suami kalian akan mengurung kalian di dalam kamar!” ucap Susanti.
“Memang itu yang kami mau!” bisi Belinda yang membuat Susanti tertawa, sedangkan yang lainnya tidak mengetahui apa yang di bicarakan oleh Belinda.
__ADS_1
Di saat para wanita pergi untuk memanjakan diri di salon milik teman Belinda, para laki-laki sedang kewalahan mengurus anak-anak mereka.
Rey yang sedang membaca berkas-berkas di dalam ruangannya, tiba-tiba mendapatkan telfon dari Ken yang segera mengangkat telfon tersebut.
“Ada apa Ken, aku sedang bekerja!” ucap Rey.
“Bekerja? Sebulan lagi kamu akan menikah harusnya kamu menikmati masa lajangmu Rey!”
“Diamlah, di perusahaanku belum ada yang mengetahui tentang hal ini bahkan Karina selaku sekretarisku pun belum aku beritahu, jadi tentu saja aku harus tetap bekerja.” Ucap Rey.
“Kenapa kamu tidak bilang saja? Jadi kamu bisa cuti dengan damai.”
“Tidak mau! Aku akan mengumumkan hal ini jika seminggu mendekati hari pernikahanku, sebulan itu waktu yang masih lama jadi aku masih bisa bekerja.” Ucap Rey.
“Ah terserahlah! Kamu kemarilah ke rumah abang, aku ada di rumah abang sekarang, lebih baik kita berkumpul jangan bekerja terus!” ucap Ken.
“Ngapain kamu di rumah abang? Memang kalian tidak bekerja?”
“Tidak! Makanya kemarilah, SECEPATNYA!” tegas Ken yang langsung mematikan telfon Rey.
Mendengar hal itu membuat Rey kesal dan juga penasaran, akhirnya dia merapihkan semua dokumen yang ada di atas mejanya dan segera keluar dari ruangannya.
“Loh Rey, kamu mau kemana?” tanya Karina.
“Aku mau keluar dulu, setelah jam makan siang baru aku kembali kemari.” Ucap Rey.
“Apa ada sesuatu yang terjadi sampai kamu harus meninggalkan pekerjaanmu?”
“Tidak ada, tolong handle semua jadwalku untuk besok, aku pergi dulu.” Ucap Rey yang langsung berjalan menuju lift tanpa mendengar balasan Karina.
“Baik,,,,lah..” ucap Karina yang tidak di dengar oleh Rey karena sudah lebih dulu di tinggalkan.
“Kenapa akhir-akhir ini Rey sering sekali mendapat telfon dan pergi tiba-tiba, apa ada sesuatu yang terjadi?” gumam Karina sambil menatap ke arah depan yang sudah tidak ada siapa-siapa.
“Sudahlah lebih baik aku handle jadwal Rey untuk besok saja, Rey bilang sampai bulan depan dia tidak mau terlalu banyak jadwal jadi aku harus mengatur ulang semuanya.” Ucap Karina.
__ADS_1