ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 25


__ADS_3

Hari keberangkatan Elsa dan Sandy akhirnya datang, mereka berdua sudah berada di bandara begitu juga dengan keluarga mereka kecuali Rey.


Entah kenapa Rey tidak ada di sana, Elsa mencari keberadaan Rey ke kanan dan ke kiri.


Sandy mengetahui hal itu, dia tau kalau Elsa sedang mencari keberadaan Rey, Sandy merasa sedikit kesal namun dia tidak bisa melakukan apapun karena takut kalau Elsa akan merasa tidak nyaman.


“Els, kamu sedang mencari siapa?” tanya Rose kepada sang anak.


“Eh, engga kok ma, cuma lagi liat-liat sekeliling aja ternyata rame juga ya.” ucap Elsa dengan perasaan gugup.


“Tentu saja rame Els, namanya juga bandara tempatnya orang berpergian.” Ucap Rose yang tidak mengerti dengan ucapan anaknya.


Elsa hanya memamerkan gigi putihnya karena tidak tau harus mengucapkan apa lagi kepada mamanya.


“Apa kamu sudah membawa semua yang kamu perlukan?” tanya Ryan.


“Sudah pa, papa tidak perlu khawatir karena aku hanya membutuhkan cemilanku aja hahaha..” canda Elsa.


“Kalau kamu gendut, Sandy tidak akan menyukaimu lagi!” ejek Rose.


Mendengar ucapan mamanya membuat Elsa memanyunkan bibirnya, sedangkan yang lainnya ikut tertawa kecuali Ken dan Key, mereka berdua tau kalau sebenarnya Elsa menyukai Rey walaupun sebenarnya Sandy adalah teman Key tapi dia tidak bahagia kalau Elsa memilih laki-laki yang sama sekali tidak dia sukai.


“Els, kamu hubungi aku terus ya! Jangan sampai tidak menghubungiku!” ucap Key.


“Kak Key tenang saja! Aku akan datang di acara pernikahanmu.”


“Lama sekali!” ketus Key sambil menatap tajam ke arah Elsa.


“Makanya cepetan nikah biar aku cepet ke sini lagi.” Ucap Elsa.


Key tidak menjawab apapun, dia hanya menatap tajam ke arah Elsa yang menurutnya sangat menyebalkan.


“Apa perlu aku ikut denganmu Els? Aku akan menjagamu di sana.” Ucap Ken.


“Yaampun kak Ken, inget kak Andini di rumah! Lagian di sana ada kak Sandy jadi tidak perlu khawatir.” Ucap Elsa.


“Justru itu yang aku khawatirkan.” Batin Ken sambil melihat ke arah Elsa dan Sandy secara bergantian.


Ken tidak terlalu mengenal Sandy, terlebih dia tau kalau Elsa menyukai Rey, walaupun Rey adalah orang yang cuek tapi menurutnya lebih baik bersama Rey di bandingkan dengan Sandy.


“Kalau begitu aku berangkat dulu ya semuanya, kalian semua harus jaga diri masing-masing oke?” ucap Elsa sambil menatap semua keluarganya.


Sedangkan Sandy berpamitan kepada keluarganya, lalu setelah itu Elsa dan Sandy langsung segera check in untuk masuk ke dalam pesawat.

__ADS_1


Ken dan Key menatap kepergian Elsa dan Sandy yang sudah berada jauh di hadapan mereka, mereka berdua kesal dengan Rey yang tidak ikut mengantar Elsa padahal ini bisa jadi terakhir kalinya Rey bertemu dengan Elsa karena jika Elsa nyaman berada di Paris dia tidak akan kembali ke Indonesia.


“Rey itu sebenarnya kemana sih?! Dia dendam karena Elsa menolaknya ya?” ucap Key dengan kedua tangan yang di silangkan di depan dadanya.


“Entahlah, dia juga tidak bisa di hubungi mungkin saja dia sedang menangis di suatu tempat yang kosong.” Ucap Ken.


***


Elsa dan Sandy duduk di kursi mereka masing-masing, mereka berdua mendapatkan tempat duduk yang berisikan 3 orang, Elsa yang berada di tengah melihat kursi yang ada di sebelahnya masih kosong tidak ada yang menempati.


“Apa kamu mau aku duduk di tengah? Bukankah tidak nyaman jika duduk di sebelah orang yang tidak kamu kenal?” ucap Sandy yang menawarkan diri.


“Tidak kak, tidak masalah lagipula aku akan segera tertidur memakai penutup mataku jadi tidak masalah untukku.” Ucap Elsa sambil memamerkan penutup matanya dengan tawa yang menghiasi wajah cantiknya.


Melihat Elsa tertawa membuat hati Sandy berdetak lebih cepat, dia senang karena bisa melihat senyuman itu.


Tiba-tiba di saat Elsa sedang melihat barang yang ada di tasnya, ada seseorang yang duduk di sebelahnya membuat Elsa dengan spontan menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke orang yang ada di sebelahnya.


Elsa terkejut saat melihat siapa orang yang berada di sebelahnya, dia membuka kedua matanya lebar-lebar karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“K-kak Rey?!” ucap Elsa yang membuat Sandy ikut menoleh ke arahnya.


“Rey?” ucap Sandy yang sama terkejutnya dengan Elsa.


Rey hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Elsa dan Sandy seperti tidak terjadi apapun.


“Kamu kalau kasih pertanyaan ga bisa satu-satu? Aku kan bingung mau jawab yang mana dulu!” Ucap Rey.


“Kak Rey kenapa ada di sini?” tanya Elsa.


“Tentu saja aku mau ke Paris juga.”


“Ngapain?”


“Aku juga punya urusan sendiri di sana, jadi aku tidak akan mengganggu kencan kalian berdua tenang saja.” ucap Rey sambil melihat ke arah Sandy yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


“Kamu naik lewat mana? Kenapa kami tidak melihatmu?” tanya Sandy.


“Aku datang di detik-detik terakhir.”


“Apa kak Rey bertemu dengan yang lain di bandara?” tanya Elsa.


“Tentu saja, mereka terkejut saat melihatku datang dengan koper di tanganku.”

__ADS_1


FLASHBACK


Saat Elsa dan Sandy sudah tidak terlihat lagi, tiba-tiba saja ada seseorang yang menyapa semua orang dari belakang hingga membuat semuanya menoleh dan terkejut melihat siapa yang menyapa mereka.


“Rey!?” teriak Key.


“Kamu sudah terlambat! Elsa sudah pergi, dasar laki-laki bodoh!” ketus Key yang kesal dengan Rey.


“Apaan sih Key santai aja kali.” Ucap Rey.


“Kamu kenapa membawa koper di tanganmu Rey?” tanya Ken yang melihat koper berukuran sedang di tangan saudaranya itu.


“Ah tentu saja aku harus membawanya saat aku ingin berlibur ke Paris.” Ucap Rey.


“Apa?! Paris? Maksudnya kamu akan ke Paris dengan pesawat yang sama dengan Elsa?” tanya Ken yang di balas anggukan oleh Rey.


“Kalau begitu cepat berangkat bodoh! Kamu akan terlambat jika tidak segera check in!” ucap Key.


Akhirnya Rey berpamitan kepada semuanya lalu dia segera check in dan masuk ke dalam pesawat.


FLASHBACK END


“Kak Rey memang tidak bisa di tebak!” ucap Elsa sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Sandy tidak suka dengan kehadiran Rey di sana, rasanya baru saja tadi Elsa tersenyum kepadanya namun saat Rey datang seketika perhatian Elsa beralih kepada Rey.


“Apa dia harus menggangguku dan Elsa seperti ini.” batin Sandy di dalam hatinya.


Di sepanjang perjalanan mereka bertiga hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun, Elsa memutuskan untuk memakai tutup matanya karena dia merasa tidak nyaman melihat Sandy dan Rey yang sesekali saling melihat satu sama lain.


“Mereka berdua ini kenapa sering liat-liatan sih! Jangan-jangan mereka berdua saling menyukai lagi.” Batin Elsa dengan mata yang sudah tertutup oleh penutup mata.


Setelah lama melakukan perjalanan udara, mereka bertiga akhirnya sampai di Paris dengan selamat.


“Apa kalian akan tinggal di apartment papi Kalandra?” tanya Rey.


“Aku akan tinggal di rumah orang tuaku saat aku SMP, kalau kak Rey akan tidur di hotel yang tidak jauh dari rumahku.” Jelas Elsa.


“Kamu akan tinggal di mana nanti?” tanya Sandy.


“Aku akan tinggal di apartment papi Kalandra tentu saja, aku memiliki urusan di sana.” Ucap Rey.


“Kalau begitu kita harus berpisah di sini karena apartment papi Kalandra tidak searah dengan tempat tinggal kami.” Ucap Elsa.

__ADS_1


“Iya, kalau begitu kalian hati-hati di jalan ya, kapan-kapan kalian bisa menghubungiku jika membutuhkan teman tambahan.” Ucap Rey yang melambaikan tangan lalu segera pergi menaiki mobil yang sudah dia persiapkan.


“Aku tidak boleh membuat Sandy curiga, aku harus mengikuti mereka secaradiam-diam.” Gumam Rey sambil melihat Elsa dan Sandy dari kejauhan di dalam mobil.


__ADS_2