ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 17


__ADS_3

Rey dan Nala yang kebetulan berjalan melewati toko buku melihat ada banyak orang yang berkerumun membuat Rey dan Nala penasaran.


“Kenapa ramai sekali?” gumam Rey sambil berjalan ke arah kerumunan.


“Kamu mau kemana Rey?” tanya Nala sambil mencegah Rey mendekati kerumunan.


“Sebentar, aku ingin melihat ke sana dulu.”


“Tidak usah Rey, sebaiknya kita lanjut melihat tas saja ya..” pinta Nala.


“Kamu pergilah dulu ke sana, setelah aku melihat ada apa di sana aku akan menyusulmu.”


Nala tampak berfikir sejenak namun akhirnya dia menyetujui ucapan Rey, Nala juga berpesan kepada Rey agar tidak terlalu lama.


Setelah melihat Nala yang sudah pergi meninggalkannya, Rey segera mendekati kerumunan dan bertanya kepada salah satu pembeli di sana.


“Permisi, ada apa ya ramai-ramai?” tanya Rey.


“Ah, itu ada dua orang perempuan yang menangis sambil berpelukan, semua orang juga tidak tau kenapa mereka seperti itu.” Ucap salah satu pembeli tersebut.


“Dua perempuan?” gumam Rey yang terus saja berjalan melihat ke tengah-tengah kerumunan.


Rey yang sudah berada di tengah-tengah kerumunan langsung membuatkan kedua matanya dan terkejut saat melihat siapa dua orang yang sedang menangis itu.


“Elsa, Rania?!” teriak Rey.


Elsa dan Rania yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh ke asal suara dan terkejut saat melihat Rey yang ada di sana.


“Apa yang sedang kalian berdua lakukan? Apa kalian berdua tidak malu di lihat banyak orang seperti itu?” ucap Rey sambil melihat ke sekeliling tempat tersebut.


Elsa dan Rania berhenti menangis dan melepas pelukannya, Rey segera menarik tangan Elsa dan Elsa menarik tangan Rania.


Mereka bertiga keluar dari kerumunan, Rey membawa keduanya ke parkiran dan menyuruh mereka masuk ke dalam mobilnya.


“Duh kak Rey apaan sih!”


“Kalian berdua kenapa menangis di depan umum seperti itu hah?!” tanya Rey.


“Apa urusannya sama kak Rey?”


“Kalau sampai orang tuamu tau, mereka berdua akan khawatir.”

__ADS_1


“Rania akan pindah sekolah dan menikah dengan om-om! Bagaimana bisa aku tidak menangis, pertama karena kehilangan sahabatku dan kedua karena dia harus menikah dengan om-om!” ucap Elsa.


“Els, dia bukan om-om tau dia masih kuliah hanya beda sekitar 5 tahun dariku sama seperti kamu dan abang Kenan.” jelas Rania.


“Cih! Kamu sekarang membela laki-laki itu? Kamu sudah menyukai laki-laki itu kan?” ketus Elsa.


“Tidak Els, tapi aku juga tidak mau kamu salah paham dengannya.”


“Bilang saja kalau kamu juga menyukainya! Apa laki-laki itu tampan?” tanya Elsa.


“Mm,, aku lihat di fotonya lumayan lah..” ucap Rania sambil memikirkan kembali wajah laki-laki yang dia lihat di foto.


“Apa dia memiliki adik?” selidik Elsa dengan wajah berharap.


“Apa kalau dia memiliki adik kamu akan bersama adiknya?” ketus Rey.


“Hm, boleh lah karena kak Rey sudah ada yang punya!” jawab Elsa.


“Masuklah! Aku akan mengantarmu pulang.” Tegas Rey.


“Tidak, aku tidak ingin pulang denganmu! Aku kemari bersama supir pribadi papa.”


Akhirnya dengan terpaksa, Elsa dan Rania masuk ke dalam mobil Rey dengan tenang. Tanpa mereka bertiga sadari kalau mereka sudah meninggalkan Nala yang masih berada di outlet tas branded yang ada di sana.


“Maaf nona, apa anda jadi membeli barang ini?” tanya pelayan yang ada di sana.


“Tentu saja aku jadi membelinya! Aku sedang menunggu kekasihku, apa kamu fikir kekasihku tidak mampu membeli barang ini!?” ketus Nala.


Pelayan tersebut kesal karena sejak tadi Nala hanya melihat-lihat dan mengambil salah satu tas namun tidak kunjung membayarnya, padahal ada beberapa pelanggan yang ingin membeli tas tersebut namun Nala tidak mengijinkannya.


“Apa kamu yakin kalau dia akan membeli tas itu?” tanya salah satu pelayan ke pelayan yang lainnya.


“Aku juga tidak yakin, sejak tadi dia hanya menyuruh kita menunggu kekasihnya, tapi entah kekasihnya itu nyata atau hanya hayalan saja.” jawab pelayan yang lain.


“Sudahlah kita tunggu saja beberapa menit lagi, kalau sampai tidak ada orang yang datang kita usir dia.” Ucap salah satu pelayan yang di balas anggukan oleh yang lainnya.


Nala berusaha untuk menghubungi Rey berkali-kali namun Rey sama sekali tidak menggubris panggilannya.


“Sial! Apa Rey sengaja ya tidak menggubris panggilanku? Dasar laki-laki kurang ajar!” gumam Nala dengan tangan yang mengepal.


Nala terus-menerus menghubungi Rey hingga akhirnya Rey mengangkat telfon dari Nala.

__ADS_1


“Halo Rey kamu di mana?! bukannya kamu bilang hanya sebentar, lalu kenapa kamu tidak datang juga?!” ucap Nala dengan emosi yang berusaha dia tahan.


“Yaampun Nala, maafkan aku aku lupa kalau akan menyusulmu Nala..” balas Rey.


“Kamu ada di mana? cepat kemari!”


“Maaf Nal, aku sedang di jalan mengantar pulang Elsa dan Rania! Mungkin aku akan menjemputmu sejam lagi.” Ucap Rey.


Mendengar hal itu membuat Nala semakin emosi dan tidak sabar lagi.


“Bagaimana bisa kamu melupakan aku hanya karena dua anak kecil itu Rey!” teriak Nala.


“Kenapa kamu bilang seperti itu Nala! Elsa adalah adik saudaraku, dia juga adikku tentu saja aku akan membantu mereka.” Tegas Rey.


“Elsa pasti punya supir pribadi, jadi kenapa harus kamu yang mengantarnya!?”


“Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu! Kalau kamu memang mau membeli salah satu tas di sana belilah pakai uangmu dulu, nanti aku akan mentransfer uang kepadamu.” Ucap Rey yang langsung mematikan telfonnya.


Setelah Rey mematikan telfonnya, Nala yang kesal langsung berteriak sambil membanting hp yang ada di tangannya hingga membuat para pelayan di sana terkejut.


“Aku tidak bisa diam saja! Aku harus membalas perlakuan ini kepadamu dan Elsa!” gumam Nala dengan emosi yang menggebu-gebu.


Setelah itu, karena sudah sangat malu dengan para pelayan yang ada di sana akhirnya Nala membayar tas yang ingin dia beli menggunakan uangnya sendiri walaupun sebenarnya Nala tidak ingin mengeluarkan uangnya sama sekali.


“Cih! Kalau bukan karena malu aku tidak akan membeli tas ini dengan uangku sendiri!” gumam Nala sambil berjalan keluar dari outlet tersebut.


Jika bukan karena selingkuhannya tidak meninggalkannya, Nala tidak akan mau kembali kepada Rey karena dia membutuhkan orang yang bisa membiayai kehidupannya yang terbilang mewah, dan Rey lah orang yang sangat tepat untuk hal itu karena Rey sangat menyukai Nala dan apapun yang Nala minta Rey akan selalu memberikannya.


Di dalam mobil Rey, Elsa hanya bisa diam saat mendengar Rey dan Nala berbicara di telfon. Rey sudah mengantar Rania lebih dulu dan sekarang dia sedang berada di perjalanan untuk mengantar Elsa ke rumahnya.


“Bagaimana bisa kamu lupa kalau kekasihmu masih ada di sana?” tanya Elsa secara tiba-tiba.


“Entahlah, yang aku fikirkan tadi hanya kamu dan Rania yang menangis dan aku harus mengantar kalian berdua pulang ke rumah.” Jelas Rey.


“Aku tidak ingin menjadi penghalang di antara kalian berdua, aku juga sudah memutuskan untuk berhenti menyukaimu kak Rey!” ucap Elsa yang membuat Rey terkejut mendengarnya.


“Aku ingin fokus belajar, aku tidak ingin menangis dan sakit hati karena dirimu lagi karena setelah Rania pergi nanti, tidak akan ada lagi yang menghiburku.” Lanjutnya.


“Kenapa begitu? Kamu bisa mencari banyak teman agar kamu tidak kesulitan saat salah satunya pergi.” Ucap Rey.


“Kamu dan Rania sama saja! Apa kalian berdua fikir mudah mencari teman yang membuat kita nyaman?!” ketus Elsa.

__ADS_1


__ADS_2