
"Kemana kamu!? Pergi begitu saja tanpa berpamitan?" Tanya Jef kepada Sarah.
"Maafkan aku tuan, aku merasa kalau aku akan menyusahkan anda jika terus tinggal di tempat anda." ucap Sarah.
"Panggil aku Jef!" tegas Jef yang membuat Sarah terkejut dan menundukkan kepalanya.
FLASHBACK
Jef sudah berada di depan restaurant yang ingin di tuju oleh Sarah.
"Di sini benar-benar ada temanmu?" Tanya Jef sambil melihat ke arah luar.
"Benar tuan... Jef, di sini ada teman baikku.. Aku akan memintanya untuk memberiku pekerjaan, terimakasih karena sudah mengantarku kemari." ucap Sarah.
"Hubungi nomer yang ada di hp itu jika membutuhkan sesuatu, tapi aku tidak selalu memegang hpku, kamu bisa tinggalkan pesan." ucap Jef yang di balas anggukan oleh Sarah.
Sarah turun dari mobil, sedangkan Jef segera mengemudikan mobilnya untuk menjemput Rey dan Elsa.
Setelah kepergian Jef, Sarah segera masuk ke dalam restaurant untuk menemui sahabatnya yang bekerja di sana sebagai pelayan.
"Sarah!?" ucap seorang wanita saat melihat kedatangan Sarah.
"Kania.." ucap Sarah yang langsung memeluk tubuh sahabatnya itu begitupun sebaliknya.
"Ada apa Sarah? Bukankah kamu sudah berada di kota C? Kenapa kamu kemari lagi?" Tanya Kania.
"Hikss, hikss Sarah... Saat aku berada di kota C, ternyata pamanku mau menjualku kepada pria hidung belang. Aku melarikan diri dan dia berhasil menemukanku, dia memukulku dan memaksaku untuk ikut dengannya, untung saja ada seorang laki-laki yang menemukanku tepat di depan apartmentnya." jelas Sarah sambil sesekali menghapus air matanya.
"Bagaimana bisa kamu sampai masuk ke dalam apartment?" Tanya Kania.
"Aku juga tidak tau Nia, aku hanya berlari untuk menghindari pamanku jadi aku hanya masuk ke asal tempat hikss.."
"Kemarilah,, jangan menangis lagi karena aku akan membantumu Sarah.." ucap Kania yang kembali memeluk Sarah untuk menenangkannya.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Tanya Kania kembali.
"Aku ingin meminta pekerjaan Nia, apa kamu memiliki info lowongan pekerjaan untuk orang sepertiku?" Tanya Sarah.
"Ada, tapi di restaurant lain Sarah, apa tidak masalah?"
__ADS_1
"Tentu saja! Dimanapun itu asal tidak menjual diri aku akan lakukan!" tegas Sarah.
"Baiklah kalau begitu aku akan mencoba untuk menghubungi temanku yang ada di sana." ucap Kania yang langsung meninggalkan Sarah yang sedang duduk di pojok ruangan.
Kania meninggalkan Sarah untuk mengambil hpnya dan menghubungi temannya, setelah beberapa saat akhirnya Kania kembali menghampiri Sarah.
"Sarah, temanku bilang kamu bisa langsung datang ke restaurant itu, dia yang akan mengetesmu langsung, nanti kamu tinggal di rumahku saja mulai hari ini! Aku tidak akan membiarkanmu tinggal dengan laki-laki asing." ucap Kania ya g di balas anggukan oleh Sarah.
"Aku juga memang mau seperti itu, aku tidak enak dengan laki-laki itu karena sudah menolongku dan dia juga memberikan aku hp untuk menghubunginya." jelas Sarah.
"Ah iya, bisakah aku meminta bantuanmu?" Tanya Sarah kembali.
"Tentu saja, ada apa?"
"Aku akan menulis pesan di hp ini tapi aku tidak mau mengirimnya, aku ingin kamu memegang hpku karena aku yakin kalau dia pasti akan kemari lagi, aku tidak ingin terus menyusahkannya." jelas Sarah
"Tentu saja, kamu ketik dulu saja pesan yang ingin kamu sampaikan." ucap Kania.
Setelah Sarah menulis pesan di memo yang ada di hp itu, Sarah segera menitipkan hp milik Jef kepada Kania lalu memesan taxi online untuk menuju ke restaurant milik teman Kania.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, Jef yang baru sampai di depan restaurant tempat menurunkan Sarah segera turun dari mobil dan masuk ke dalam.
Jef menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Sarah namun tidak ada. Akhirnya Jef memutuskan untuk menghampiri kasir yang sedang berdiri di tempatnya.
"Sarah? Di sini tidak ada pelayan yang bernama Sarah mas."
"Dia baru datang tadi mbak, katanya di sini ada temannya, bisakan kamu tanyakan kepada pelayan di sini?" Tanya Jef kembali.
Akhirnya karena kasihan, mbak kasir tersebut segera menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam untuk bertanya tentang Sarah.
Tidak lama kemudian, Sarah keluar dari belakang dan segera menghampiri Jef.
"Kamu Jef bukan?" Tanya Kania.
"I-iya, kamu siapa?"
"Aku Kania temannya Sarah, Sarah sudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain, dia hanya memintaku untuk memberikan ini kepadamu." ucap Kania sambil memberikan hp yang tadi di titipkan oleh Sarah.
Jef hanya mengerutkan keningnya sambil mengambil hp yang tadi dia berikan kepada Sarah.
__ADS_1
"Kemana dia bekerja? Bisakah aku menghampirinya?" Tanya Jef.
"Maaf, tapi Sarah tidak ingin memberitahumu di mana dia bekerja karena tidak ingin menyusahkanmu." jelas Kania.
Mendengar hal itu membuat Jef pasrah dan menganggukkan kepalanya, lalu Jef segera berpamitan untuk pulang sambil membawa hp di tangannya.
"Kemana wanita itu? Apa dia tidak tau takut jika laki-laki itu menemukannya lagi?" gumam Jef yang memutuskan untuk melajukan mobilnya menuju apartmentnya.
Sesampainya di apartment, Jef langsung merebahkan tubuhnya di sofa sambil menatap hp yang tadi dia berikan kepada Sarah. Jef pun mencoba untuk membuka hp tersebut siapa tau ada petunjuk tentang keberadaan Sarah.
Bukannya petunjuk, melainkan Jef melihat memo yang hanya satu-satunya di hp tersebut. Jef yang awalnya tidak ingin membukanya akhirnya langsung membukanya karena dia pikir itu adalah pesan yang di tinggalkan oleh Sarah.
'Tuan Jef, ini Sarah, Sarah ingin berterimakasih kepada tuan Jef karena sudah menolong Sarah dan memberikan Sarah tempat untuk beristirahat, Sarah benar-benar minta maaf karena Sarah pergi tanpa pamit, Sarah tidak ingin lagi menyusahkan tuan karena Sarah yakin kalau tuan akan memaksa Sarah tetap di apartment tuan sampai keadaan membaik. Tapi sekarang Sarah sudah memiliki pekerjaan, Sarah juga sudah tinggal di tempat yang aman, terimakasih banyak tuan...'
Itu adalah pesan yang di tinggalkan oleh Sarah, entah kenapa perasaan Jef merasa aneh, dia merasa sedikit khawatir jika sesuatu terjadi kepada Sarah. Namun ya mau bagaimana lagi, Jef juga tidak bisa memaksa seseorang untuk tinggal bersamanya, terlebih dia adalah seorang laki-laki asing.
Akhirnya Jef memutuskan untuk tidur dan tidak memikirkan tentang Sarah kembali.
FLASHBACK END
"Apa kamu tidak tau sopan santun? Jika ingin berterimakasih maka kamu harus mengucapkan langsung kepadaku, kenapa kamu malah pergi begitu saja!?" ketus Jef.
"Maaf Jef, aku takut kalau kamu tidak akan mengijinkanku untuk pergi." jawab Sarah.
"Apa kamu fikir kamu sepenting itu sampai tidak mengijinkanmu pergi!? Aku juga tidak akan memaksa seseorang untuk memutuskan kemana dia akan pergi." ucap Jef.
"Maaf Jef, aku benar-benar minta maaf karena sudah pergi tanpa pamit." ucap Sarah dengan wajah yang merasa bersalah.
Jef yang melihat wajah Sarah hanya bisa menghela nafas panjang untuk berusaha menahan kekesalannya.
"Dimana kamu tinggal? Apa laki-laki itu sudah tidak mengganggumu?" Tanya Jef.
"Aku tinggal bersama temanku, syukurnya tidak ada lagi orang yang menggangguku, sebenarnya dia adalah pamanku tuan." ucap Sarah.
"Tidak perlu di ceritakan jika memang tidak ingin! Selama kamu baik-baik saja sudah cukup!" tegas Jef.
Setelah selesai berbicara akhirnya Jef mengajak Sarah kembali masuk ke dalam restaurant untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
***
__ADS_1
Visual Sarah Ardella yang membuat hati babang Jep dagdigdug niyy😍