
Jam makan siang pun tiba, Rey segera menjemput sang istri ke perusahaannya. Semua karyawan yang ada di sana langsung menunduk hormat saat Rey berjalan melewati mereka.
"Kenapa mereka sekarang hormat kepadaku? Perasaan kemarin mereka seperti menganggap aku tidak ada!" gumam Rey.
Rey tidak memperdulikan karyawan yang ada di sana, dia hanya langsung berjalan ke arah lift dan menaikinya menuju ruangan istrinya.
*
*
*
Di dalam ruangannya, Elsa tidak bisa fokus bekerja karena Jef dari tadi berdiri di sebelahnya.
"Jef, kamu ini sebenarnya bekerja untukku atau untuk suamiku?" Tanya Elsa yang sudah menghentikan pekerjaannya.
"Untuk tuan Rey tentu saja."
"Lalu kenapa kamu berada di ruanganku? Bukankah kamu di tugaskan saat aku keluar saja?"
"Tuan Rey meminta saya mengawasi anda selama anda dan tuan Rey tidak bersama, tuan Rey takut anda terjatuh atau membutuhkan sesuatu." ucap Jef.
"Ya kalau jatuh kebawah Jef, kalau ke atas baru kamu harus mengawasiku, takut aku berubah jadi burung!" ucap Elsa.
"Anda suka bercanda nyonya! Bagaimana bisa manusia berubah jadi burung." ucap Jef sambil tertawa.
"Itu kan manusia, kalau aku bukan manusia bagaimana?" Tanya Elsa dengan wajah serius membuat Jef ikut serius.
"Lalu kalau bukan manusia apa nyonya?" Tanya Jef sambil berbisik dan sedikit membungkukkan badannya mendekati Elsa.
"Manusia burung misalnya?" balas Elsa.
Ceklek! Tiba-tiba saja Rey membuka pintu ruangan Elsa saat Elsa dan Jef sedang serius hingga membuat keduanya terkejut dan membuat Rey menatap keduanya dengan tajam.
"Apa yang kalian lakukan!?" Tanya Rey dengan nada meninggi.
"Eh, hai sayangku... Kamu kenapa tidak ketuk pintu dulu? Aku dan Jef jadi kaget kan.." ucap Elsa sambil tersenyum manis.
"Kenapa aku harus mengetuk pintu ruangan istriku sendiri!? Kamu takut kalau aku tau kalian berdua ngapa-ngapain!?" ketus Rey.
"Yaampun sayang kamu ini bicara apa!? Anak kita bisa mendengar ucapanmu!" ucap Elsa.
"Kalian sedang apa?! Kenapa kalian dekat sekali begitu?" Tanya Rey kembali.
"Tuan saya bisa jelaskan.." ucap Jef.
"Diam Jef! Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu!" tegas Rey yang membuat Jef kembali terdiam.
"Kami sedang berbisik tentu saja harus berdekatan sayang.."
__ADS_1
"Kenapa harus berbisik saat di ruangan ini hanya kalian berdua!?"
"Yaampun sayang, papanya anakku! Jangan berlebihan, aku dan Jef tidak akan melakukan apapun karena aku hanya mencintaimu!" tegas Elsa yang membuat Rey tersenyum karena senang mendengar kata-kata Elsa.
"Lagipula menurut Jef, aku tidak ada apa-apanya sayang.. Dia bilang aku biasa saja." lanjut Elsa.
Mendengar hal itu membuat Jef terkejut dan langsung menatap Elsa dengan penuh harapan, harapan untuk menolongnya dari amukan Rey.
"Apa!? Kamu bilang Elsa biasa saja? Dia adalah wanita paling cantik di dunia ini!" ketus Rey.
"Nah kan bener, pasti aku lagi yang salah! Tega sekali nyonya padaku." batin Jef di dalam hatinya.
Sedangkan Elsa yang saat ini sudah berada di belakang Rey membuka mulutnya dan mengucapkan maaf kepada Jef tanpa bersuara agar Rey tidak mendengarnya.
"Sudahlah sayang, kamu ini jangan galak-galak! Nanti Jef kabur baru tau rasa kamu!" ucap Elsa berusaha untuk mengalihkan perhatian Rey.
"Jef, kamu tidak akan kabur dariku kan?" Tanya Rey dengan tatapan penuh selidik.
"Tidak tuan, saya akan selalu bersama anda." ucap Jef pasrah.
"Bagus! Kalau begitu kamu antar kami makan siang lalu ke rumah sakit ya Jef." ucap Rey.
Jef hanya menganggukkan kepalanya dan langsung turun ke bawah untuk menyiapkan mobil. Sedangkan Rey dan Elsa mengikutinya dari belakang.
"Jef, apa kamu tidak memiliki kekasih?" Tanya Elsa tiba-tiba hingga membuat Jef yang baru saja masuk ke dalam mobil terkejut dan melebarkan kedua matanya.
"Kenapa? Dia sudah di umur yang sudah siap untuk menikah sayang."
"Tapi kalau tidak ada calonnya bagaimana sayang?"
Di belakang, Rey dan Elsa terus saja berdebat masalah pasangan Jef, sedangkan Jef yang masih fokus menyetir hanya bisa menghela nafas panjang sambil mendengarkan pembicaraan kedua orang itu.
"Mereka berdua ini sebenarnya sedang serius mengkhawatirkan tentang masa depanku atau sedang mengejekku?" batin Jef.
Sesampainya di restaurant yang di tuju, ketiga orang tersebut segera masuk ke dalam dan duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan, karena sebelumnya Rey sudah melakukan reservasi.
"Tuan, saya duduk di tempat lain saja." ucap Jef yang tidak ingin mengganggu kedua suami istri itu.
"Tidak Jef! Duduklah di sini, kamu juga keluarga kami sekarang!" tegas Rey.
Mendengar hal itu membuat Jef terharu, sejak dulu Jef sudah beberapa kali bekerja di perusahaan lain tapi dia tidak pernah di perlakukan sebaik ini dengan atasannya.
Jujur saja, walaupun cerdas Jef hanya berkuliah di universitas yang tidak terkenal dan berada di tempat terpencil. Itulah yang membuat dirinya selalu di remehkan di perusahaan tempat dia bekerja dulu.
"Permisi nyonya dan tuan-tuan, apakah anda ingin memesan?" Tanya seorang pelayan wanita yang ada di sana.
Jef yang mendengar suara wanita yang terdengar tidak asing tepat berada di belakangnya langsung menoleh ke asal suara.
"T-tuan Jef?" ucap Sarah yang terkejut melihat Jef berada di hadapannya.
__ADS_1
"Kamu? Kenapa kamu di sini? Kemana saja kamu menghilang tanpa jejak?" Tanya Jef bertubi-tubi.
Rey dan Elsa yang baru pertama kali melihat Jef banyak bicara seperti itu hanya bisa saling menatap satu sama lain dan menoleh ke arah Sarah.
"Jef, ada apa ini? Kamu mengenal wanita ini?" Tanya Rey.
Jef menoleh ke arah atasannya itu, dia baru tersadar kalau saat itu ada Rey dan Elsa yang sedang melihatnya.
"M-maaf tuan, nyonya, saya tidak bermaksud mengganggu suasana makan siang kalian." ucap Jef.
"Jef, lebih baik kamu selesaikan dulu masalah kalian, tidak apa kami akan menunggu." ucap Elsa.
Jef menoleh sebentar ke arah Rey, setelah mendapat persetujuan dari Rey, Jef segera menarik tangan Sarah ke luar restaurant.
Setelah kepergian Jef dan Sarah, Rey dan Elsa hanya bisa diam penuh dengan tanda tanya.
"Siapa wanita itu?" Tanya Elsa.
"Kamu tanya aku, terus aku tanya siapa sayang? Aku juga ga tau." balas Rey.
"Ih kamu ini gimana sih, kamu kan atasannya masa ga tau apa-apa!"
"Masa aku harus tau semua tentang asistenku sih! Sudahlah, kita tanya langsung sama Jef aja ntar." ucap Rey yang di balas anggukan oleh Elsa.
Tiba-tiba saja Rey mendengar suara yang berasal dari perut istrinya.
"Kamu sudah lapar? Aku pesankan makanan dulu untukmu." ucap Rey.
"Tidak sayang, kita tunggu Jef saja."
"Tidak! Jef pasti mengerti kalau kamu makan duluan, karena di perutmu juga ada nyawa yang harus di beri makan." tegas Rey.
Akhirnya dengan terpaksa Elsa menganggukkan kepalanya dan segera memesan makanan untuk dirinya.
Setelah makanan datang, Elsa langsung menyantap semua makanan yang dia pesan dengan sangat lahap, hari itu Elsa sangat bernafsu untuk makan lebih banyak.
"Pelan-pelan sayang, tidak ada yang mau mengambil makananmu." ucap Rey.
"Ini enak sekali sayang, aku sangat menyukainya!" seru Elsa dan di balas senyuman oleh Rey.
"Aku bahagia jika melihatmu tersenyum seperti ini terus Elsa.." batin Rey yang masih menatap Elsa dengan penuh senyuman.
Mama Els..
Papa Rey..
__ADS_1