
"Kenapa kamu memaksa mereka menikah Elsa? Jika mereka tidak mau menikah ya tidak masalah." ucap Rey.
"Aku sangat ingin mereka menikah sayang, mereka tetap akan menjadi orang tua sambung Gilang dan Giffari, aku mau anak-anakku menerima banyak kasih sayang." jelas Elsa.
"Mereka pasti akan mendapatkan kasih sayang dariku dan Jef Elsa. Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu." ucap Sarah.
"Baiklah terserah kalian, apa kalian berdua tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain? Kalian sudah lama bersama."
"Kami akan menikah nyonya." ucap Jef tiba-tiba membuat semuanya terkejut termasuk Sarah.
"Apa maksudnya Jef? Menikah? Tapi Elsa sudah sadar sekarang!" ucap Sarah.
"Kita akan menikah bukan karena Gilang dan Giffari Sarah!"
"Lalu karena apa?"
"Karena aku mulai menyukaimu!" tegas Jef.
"Apa!? Jagan gila Jef, selama ini yang kita lakukan hanya berdebat!" ucap Sarah yang langsung pergi meninggalkan meja makan.
Rey, Elsa dan Jef hanya melihat kepergian Sarah dengan tatapan terkejut. Jef ingin mengejar Sarah, namun Elsa mencegahnya.
"Biar aku saja." ucap Elsa yang langsung berdiri dan menyusul Sarah yang sudah masuk ke dalam kamarnya.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Sarah, ini aku Elsa.. Bisakah aku masuk ke dalam?" Tanya Elsa dari luar.
"Masuklah." ucap Sarah dari dalam kamar.
Setelah mendengar suara Sarah, Elsa segera masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur tepat di sebelah Sarah.
"Kenapa kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu Sarah?" Tanya Elsa.
"Aku tidak menyembunyikan apapun Els."
"Kenapa kamu tidak mau menikah dengan Jef?" Tanya Elsa.
"Aku tidak menyukainya."
"Bohong! Aku tau kalau kamu menyukai Jef sejak dia menolongmu Sarah. Jangan berbohong kepadaku."
"Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu tidak jujur dengan perasaanmu? Jef juga menyukaimu Sarah." ucap Elsa kembali.
"Aku tidak bisa Els hikss.." Sarah mulai menangis hingga membuat Elsa merasa aneh.
"Kenapa kamu menangis Sarah? Ada apa?"
"Aku tidak bisa menikah dengannya walaupun itu untuk Gilang dan Giffari Elsa.."
"Kenapa? Apa yang kurang? Kalian berdua sama-sama saling menyukai."
__ADS_1
"Aku tidak bisa hamil Elsa!" ucap Sarah sambil menangis tersedu-sedu.
Sedangkan Elsa hanya diam, dia benar-benar terkejut dengan ucapan Sarah sampai dia tidak bisa mengatakan bahkan berekspresi apapun.
"K-kamu serius Sarah?" Tanya Elsa.
"Untuk apa aku bercanda tentang hal ini Elsa.."
"Kapan? Kapan kamu tau tentang keadaanmu?"
"Saat aku memutuskan untuk pergi dari apartment Jef."
"Hikss, aku ga pantes buat Jef Elsa. Aku ga bisa ngasih dia keturunan."
"Jangan sedih Sarah, aku yakin kalau itu pasti bisa di obatin. Mamaku juga dulu di diagnosis tidak bisa memiliki anak, tapi buktinya ada aku di sini kan?" ucap Elsa.
"Kalau Jef beneran menyukaimu, dia pasti akan menerima kamu apa adanya Sarah, dan aku yakin Jef bisa menerima kekurangan kamu." ucap Elsa lagi.
"Lagian ada Gilang dan Giffari, mereka akan jadi anak-anak kamu juga." lanjutnya.
"Els, mungkin aku dan Jef akan sangat menyayangi Gilang dan Giffari, tapi Jef pasti akan memimpikan punya anak sendiri." ucap Sarah.
"Sudah jangan bicara tentangku lagi! Sebenarnya kamu kenapa memaksaku untuk menikah dengan Jef?"
"Hah? Eh, gapapa aku mau liat kalian menikah dan bahagia." ucap Elsa.
__ADS_1
Sarah menatap Elsa dengan tatapan penuh dengan rasa curiga, Sarah merasa ada sesuatu yang sedang Elsa tutupi.