ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 105


__ADS_3

"Yaampun anak-anak!! Apa yang kalian lakukan!?" Tanya Elsa yang terkejut saat melihat ketiga anak laki-laki yang sudah tidak karuan.


"Mama,, mama.." panggil Giffari.


"Aduh sayang, kamu dan saudaramu kenapa bisa cemong begini?" Tanya Elsa.


"Lang, Lang." ucap Giffari sambil menunjuk ke arah Gilang yang memegang pulpen.


"Gilang.. Kamu lagi, kamu lagi! Kenapa sih nak kamu ini selalu usil?" Tanya Elsa kepada Gilang yang menyembunyikan pulpennya di balik badannya.


"Ternyata mengurus kalian sendirian bisa bikin mama kurus nih! Sudah, ayo kalian berbaris satu per satu mama mandiin, Dika sayang kamu dulu." ucap Elsa sambil menggandeng tangan Dika.


Elsa sudah berada di dalam kamar mandi, walaupun usianya lebih tua, tapi Dika tidak pernah memarahi Gilang yang selalu menjahilinya, Dika selalu menerima semua perlakuan Gilang padanya bahkan dengan tersenyum.


"Dika sayang, kalau Gilang nakal Dika harus bilangin dia ya, kamu adalah kakaknya jadi kamu harus memberitahu Gilang mana yang baik dan mana yang buruk, oke?" ucap Elsa.


"Oce!" balas Dika sambil memamerkan gigi putihnya.


Setelah Elsa memandikan Dika, Elsa segera memandikan Gilang.

__ADS_1


"Gilang, mama udah bilang berapa kali kalau kamu ga boleh jahil sama saudara-saudaramu, kenapa kamu malah nyoret wajah mereka? Sedangkan kamu ga ada coretan apa-apa." tegas Elsa.


Dengan mulut yang di manyunkan Gilang langsung mencoret wajahnya dengan pulpen yang dia pegang.


"Coret kan ma?" Tanya Gilang sambil memamerkan gigi putihnya.


"Yaampun kamu mirip siapa Gilang?" Tanya Elsa.


"Papa!" ucap Gilang sambil tertawa membuat Elsa yang awalnya marah seketika ikut tertawa melihat tingkah anaknya.


"Aduh Gilang, kamu jangan buat mama ketawa deh! Udah ayo mandi ntar masuk angin." ucap Elsa yang segera menyelesaikan Gilang dan segera mengganti pakaiannya.


"Giffari, kamu baik-baik saja?" Tanya Elsa.


"Iya mama." ucap Giffari.


"Ingat ya sayang, kamu jangan terlalu kelelahan, karena Giffari sudah besar dan pintar sekarang jadi Giffari harus bisa menjaga diri oke?" ucap Elsa dan di balas anggukan oleh Giffari.


"Anak pintar.." puji Elsa lalu mencium kening Giffari.

__ADS_1


Elsa segera menyelesaikan mandi Giffari dan memakaikannya pakaian yang sama dengan Gilang dan juga Dika.


Salah satu cara agar Elsa bisa berbicara dari hati ke hati dengan anak-anaknya adalah saat memandikan mereka bertiga, syukurnya ketiga anak laki-laki itu sangat pintar dan mengerti dengan apa yang di katakan oleh Elsa.


Semenjak adanya Dika di rumahnya, Elsa selalu menanamkan kepada anak kembarnya kalau Dika adalah kakak mereka. Walaupun ketiganya tidak kembar tapi Elsa selalu membeli pakaian yang sama untuk mereka bertiga.


***


"Sarah? Kenapa kamu bengong di sini? Kayaknya kamu di sini tapi pikiran kamu di mana-mana." ucap Jef kepada Sarah yang sedang melamun di balkon rumahnya.


"Aku sedang memikirkan keadaan Elsa dan anak-anaknya, kamu tau kan mereka bertiga itu aktif banget.. Kasihan Elsa." ucap Sarah.


Jef hanya tersenyum lalu memeluk tubuh wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya itu dari belakang.


"Sarah, mereka akan baik-baik saja.. anak-anak pasti bisa mengerti akan keadaan mamanya." ucap Jef.


"Iya kamu benar, aku terlalu mengkhawatirkannya sedangkan anak-anak sangat pintar dan tidak mungkin membuat Elsa kewalahan dengan kenakalan mereka kan?" ucap Sarah yang di balas anggukan oleh Jef.


Akhirnya keduanya kembali naik ke atas tempat tidur untuk mejmnikmati bulan madu mereka yang panjang..

__ADS_1


__ADS_2