
Study tour pun selesai, semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing, begitu pula dengan Elsa dan Rania yang sudah berada di bandara, matanya sudah tidak di tutup oleh penutup mata tapi bengkaknya masih sedikit terlihat.
Elsa melihat kedua orang tuanya yang sudah berada di bandara untuk menjemputnya, dia segera melambaikan tangan dan berlari ke arah mereka.
“Hai papa, mama..” ucap Elsa.
“Hai sayang, bagaimana kabarmu?” tanya Ryan sambil memeluk tubuh putrinya itu.
“Baik pa, oh iya kenalin ini Rania temanku pa ma.” Elsa mengenalkan sahabatnya kepada kedua orang tuanya.
“Jadi kamu Rania, Elsa sering sekali menceritakanmu kepada kami, terimakasih sudah menjadi sahabat yang baik untuk Elsa.” Ucap Rose sambil menggenggam tangan Rania.
“Ikutlah bersama kami, kamu dan Elsa bisa bermain bersama di rumah dan kamu juga bisa menginap.” Ucap Ryan.
“Iya papaku benar, ayo menginap di rumahku Rania.” Ajak Elsa.
“Maaf om, tante, Rania ga bisa ikut soalnya Rania harus pulang ke rumah.” Ucap Rania.
“Kalau begitu kita antar saja ya.” ucap Rose.
Rania terlihat sedang berfikir cukup lama, dia bingung menolak bagaimana lagi.
“Tidak ada penolakan Rania! Ayo kita berangkat!” ucap Elsa sambil merangkul tangan Rania.
Rose yang dari tadi memperhatikan wajah anaknya, baru tersadar kalau ada yang aneh di mata anaknya.
“Elsa, mata kamu kenapa?!” tanya Rose secara tiba-tiba hingga membuat Elsa terpaku di tempatnya.
“Eh, t-tidak apa-apa kok ma.”
“Elsa! Mama tau mata kamu sedikit bengkak!”
“Kemarin Elsa tidak sengaja kejedot ma, jadi bengkak deh tapi udah ga apa-apa kok Rania juga sudah mengantar Elsa ke dokter untuk periksa.” Ucap Elsa.
Elsa langsung menarik tangan Rania untuk menuju ke mobilnya lebih dulu dan meninggalkan kedua orang tuanya di sana.
Sedangkan Rose masih menatap punggung anaknya dari kejauhan, Ryan yang melihat kekhawatiran dari istrinya langsung merangkul tubuhnya.
“Sayang, sudahlah Elsa bilang kalau dia tidak apa-apa jadi kita harus percaya.” Ucap Ryan.
“Hai papa Ryan, mama Rose.” Sapa Ken yang sedang berjalan bersama dengan Key dan Rey.
“Hai sayang, kalian bertiga apa kabar? Bagaimana study tournya? Apa Elsa membuat kalian bertiga repot?” tanya Rose.
“Tidak ma, Elsa dan Rania saling menjaga satu sama lain jadi kami tidak kerepotan sama sekali hanya sesekali memantau mereka saja.” ucap Ken.
“Benarkah? baguslah kalau begitu, mama khawatir Elsa akan membuat kalian kesulitan di sana, oh iya kalian semua pulang sama siapa? Mau bareng mama dan papa saja? Kami membawa mobil keluarga kok.” Ucap Rose.
__ADS_1
“Iya benar, kalian bertiga ikut pulang bersama kami saja.” sambung Ryan.
“Tidak pa, papi bilang akan menjemput kita, Rey juga akan di jemput sama om Robert.” Jelas Key.
“Kalian harus sering ikut abang kalian kalau dia sedang ke rumah kami, kalian bertiga jarang sekali main ke rumah.” Ucap Ryan.
“Kapan-kapan kita akan main ke rumah papa dan mama, pokoknya jangan lupa makanannya yang banyak ya hehe..” canda Ken yang di balas tawa oleh semuanya.
“Kalau begitu titip salam untuk Kalandra dan Robert, kami pulang dulu ya Elsa dan Rania sudah menunggu di mobil.” Pamit Ryan yang di balas anggukan oleh ketiganya.
Ryan mengantar Rania lebih dulu ke rumahnya, setelah itu dia dan keluarganya pulang ke rumah mereka.
Di rumah, Rose segera memberikan Elsa handuk yang sudah di rendam air hangat untuk mengompres mata Elsa yang bengkak.
“Apa kamu tidak bisa kalau tidak membuat mama dan papa khawatir?” tanya Rose yang di balas senyuman oleh Elsa.
“Jangan tersenyum! Kamu ini memang benar-benar tidak bisa membuat papa dan mama tenang!”
“Ada apa sih sayang, kamu kok marah-marahin anak kita yang baru pulang sih kasihan kan dia capek.” Ucap Ryan yang sudah mengganti pakaiannya dan turun ke bawah.
“Aku tidak memarahinya kak, tapi dia ini benar-benar menyebalkan! Bagaimana bisa dia ceroboh sampai membuat matanya bengkak!” ucap Rose.
“Untung saja mama dan papa ga tau pas hari pertama aku bengkak itu parah banget.” Batin Elsa yang hanya melihat kedua orang tuanya yang sedang berdebat.
“Sudah jangan di perbesar, toh dia sudah baik-baik saja sayang..” ucap Ryan.
***
Keesokan harinya, sekolah libur karena pihak sekolah sengaja membiarkan murid mereka untuk beristirahat di rumah masing-masing.
Elsa yang bosan ingin sekali pergi ke suatu tempat, namun dia tidak tau harus kemana karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan.
“Pa, Elsa bosan ayo kita jalan-jalan.” Ucap Elsa yang sedang berkumpul di ruang keluarga bersama papa dan mamanya.
“Ayo kita ke mall, mama juga ingin berbelanja.” Ajak Rose.
“Baiklah, tunggu ya ma Elsa ganti baju dulu.” Ucap Elsa yang langsung berlari ke kamarnya untuk mengganti baju.
“Kamu ikut kak?” tanya Rose kepada Ryan.
“Engga sayang, aku nanti siang mau ke perusahaan ada sesuatu yang harus aku urus.” Ucap Ryan.
Rose hanya menganggukkan kepalanya dan langsung menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil.
Setelah selesai mengganti pakaian dan berpamitan kepada Ryan, Rose dan Elsa segera pergi ke mall sesuai dengan rencana mereka.
Pertama Rose pergi ke market untuk membeli beberapa bahan makanan dan langsung menaruhnya ke dalam mobil, setelah itu barulah Rose dan Elsa naik lift ke lantai atas untuk berbelanja.
__ADS_1
“Sayang, belilah pakaian yang kamu inginkan! Kamu sudah lama tidak membeli pakaian karena terlalu sibuk dengan sekolahmu.” Ucap Rose.
“Hm ma, lagian mau kemana Elsa juga beli baju?”
“Cih kamu ini! Sekali-kali ajaklah Rania pergi bersama sayang, dia juga butuh refreshing kasihan dia pulang sekolah dia harus membantu ibunya mengurus pekerjaan rumah.”
“Iya ma, tadi juga Elsa sudah menghubunginya tapi katanya hari ini dia masih sibuk jadi kapan-kapan aja deh.”
“Mama senang karena kamu tidak melihat teman dari statusnya! Ingatlah sebelum menjadi seperti sekarang papa dan mama juga sama seperti Rania yang berasal dari keluarga sederhana.”
“Yaampun mama, Elsa sudah beribu-ribu kali mendengar cerita itu dari papa dan mama, telinga Elsa jadi mendadak ga bisa denger apa-apa loh!” canda Elsa yang di balas cubitan di perut oleh mamanya.
Elsa menghindari cubitan mamanya dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek mamanya, namun saat dia berjalan mundur tiba-tiba saja dia tidak sengaja menabrak seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan toilet.
“Ah, m-maaf tuan saya tidak sengaja.” Ucap Elsa yang merasa bersalah.
“Tidak apa-apa, lain kali jalan hati-hati ya.” ucap laki-laki tersebut.
Laki-laki yang sekiranya seumuran abangnya yang sedang berdiri di depan toilet wanita, awalnya Elsa merasa aneh namun Elsa berfikir kalau laki-laki tersebut sedang menunggu kekasihnya.
Rose yang melihat anaknya menabrak seseorang segera menghampirinya dan juga ikut meminta maaf kepada laki-laki itu, namun saat Elsa dan Rose mau melanjutkan langkahnya tiba-tiba saja Elsa berhenti karena terkejut.
“Kenapa Els?” tanya Rose kepada anaknya yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
“Nala!” ucap Elsa sambil menoleh ke belakang untuk memastikan.
Benar saja, wanita yang di lihat oleh Elsa adalah Nala pacar orang yang sangat dia sukai, Nala menggandeng tangan laki-laki yang tadi di tabrak olehnya.
“Apa kamu mengenalnya Els?” tanya Rose.
“Ma, kalau bergandengan seperti itu apa mungkin mereka hanya kakak adik?” tanya Elsa tiba-tiba hingga membuat Rose bingung.
“Hah, maksudnya apa sayang?”
“Coba mama lihat saja, mereka berdua terlihatseperti pasangan atau adik dan kakak?” tanya Elsa.
“Mereka tentu saja seperti pasangan! Kenapa memangnya? Kamu mengenal wanita itu?”
Elsa segera mencari hpnya di kantung celananya namun tidak ada, padahal dia ingin sekali mengambil gambar mereka berdua.
“Ma, hp Elsa di mana ya?”
“Ga tau! Ketinggalan di mobil kali, kamu kan tadi dengerin musik di mobil.” Jawab Rose.
“Sudahlah, ayo kita belanja! Mama takut papamu menyuruh mama ke perusahaan untuk membantunya.” Ajak Rose.
Dengan perasaan menyesal akhirnya Elsa pergi dengan tangan kosong, padahal itu adalah bukti kuat untuk di berikan kepada Rey tapi sialnya dia tidak berhasil mendapatkan bukti itu.
__ADS_1