ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 52


__ADS_3

Hari berlalu dengan sangat cepat bagi Elsa dan Rey, karena besok adalah hari pernikahan mereka berdua.


Keluarga besar Elsa dan Rey sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan mengadakan acara pernikahan lagi.


Kenan, Ken dan Key sudah mengetahui tentang kisah Nala hingga akhirnya dia di terima di keluarga Elsa, awalnya mereka semua memang menolak karena mengetahui apa yang sudah di lakukan Nala kepada Elsa.


Tapi setelah di berikan pengertian oleh Ryan, Rose dan Elsa akhirnya barulah mereka menerima kehadiran Nala walaupun masih ada perasaan canggung di antara mereka.


Elsa dan Nala yang sedang berada di dalam kamar Elsa di kejutkan dengan Key yang tiba-tiba membuka pintu kamarnya.


"Els, ayo kita harus berpesta malam ini di rumah kak Belinda!" ajak Key.


"Yaampun kak Key ga bisa ketuk pintu dulu? Kaget tau!" ketus Elsa.


"Sorry! Ayo cepat keluar." ucap Key.


"Kak Nala ikut kan kak?" Tanya Elsa kepada Nala.


"Aku.." Nala ragu untuk menjawab pertanyaan Elsa, dia melihat ke arah Key lebih dulu.


"Aku tidak usah deh Els, aku Jaga Niko aja." ucap Nala.


"Yaampun kak, Niko sama mama kok jadi ikut saja ayok, jangan takut sama kak Key dia emang begitu, dulu juga aku pernah salah paham sama dia." ucap Elsa sambil menarik tangan Nala.


Key yang mendengar jika dirinya di bicarakan oleh Elsa langsung menatapnya dengan tajam.


"Jangan melihat seperti itu kak Key, orang-orang akan salah paham denganmu!" ketus Elsa.


Elsa langsung merangkul lengan kedua kakaknya itu, Elsa berusaha untuk membuat keduanya menjadi akrab satu sama lain.


"Elsa! Bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Rania yang tiba-tiba berada di hadapannya.


"Ran, kamu dateng dari mana kok tiba-tiba nongol begitu?" Tanya Elsa.


"Jangan mengalihkan pembicaraan Elsa! Ikut aku!" ketus Rania.


"Baiklah-baiklah aku ikut kamu!"


"Kakak-kakakku, kalian berdua duluan saja ya, ingat yang akur ya!" ucap Elsa yang berjalan mengikuti Rania.


Key dan Nala hanya saling melihat satu sama lain dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Aku tau kamu pasti membenciku, banyak sekali kesalahan yang sudah aku lakukan kepada kalian." ucap Nala.


"Bukan kepada kalian, tapi kepada Elsa! Aku tidak perduli jika kamu melakukan kesalahan kepadaku, tapi aku tidak terima saat melihat sikapmu dulu kepada Elsa." ucap Key.


"Aku tau, aku masih tetap merasa bersalah kepada Elsa."

__ADS_1


"Tapi aku tidak habis fikir bagaimana bisa dia memaafkanmu bahkan menerimamu menjadi kakaknya."


"Aku juga tidak pernah membayangkan hal itu."


"Maka dari itu berubahlah, dia sudah memberikanmu kesempatan kedua bahkan menjadikanmu sebagai kakaknya." ucap Key.


"Aku tau, dan aku juga tidak akan melupakan kebaikannya dan tidak akan pernah mengecewakan mereka yang sudah berbalik hati kepadaku." ucap Nala.


"Baguslah kalau begitu, aku juga tidak bisa membencimu jika Elsa saja bisa memaafkanmu." ucap Key sambil tersenyum ke arah Nala.


"Terimakasih." ucap Nala sambil membalas senyuman Key.


Di sisi lain, Rania dan Elsa berhenti di pojok ruangan yang ada di rumah Elsa.


"Ada apa Ran?" Tanya Elsa.


"Kamu yakin ga sih sama apa yang kamu lakukan Elsa?" Tanya Rania.


"Emang apa yang aku lakukan? Aku tidak merasa melakukan hal yang salah."


"Els! Aku tau betul bagaimana dulu Nala membuat matamu bengkak, bagaimana dulu Nala menatapmu dengan sinis, aku tau semuanya bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri!" ketus Rania.


"Lalu?"


"Lalu katamu?! Aku tidak habis fikir, terbuat dari apa hatimu sampai mau menerimanya menjadi kakak angkatmu!"


Namun saat itu Elsa bisa melihat api yang membara di wajah Rania.


"Ran, kenapa kamu sampai emosi begitu sih?"


"Aku kesal Elsa! Kamu tau kan kalau aku tidak pernah memaki seseorang? Tapi hari ini aku sangat ingin memakimu!" ketus Rania.


"Yaelah jangan galak-galak lah Ran.." bujuk Elsa.


Rania hanya diam saja mendengar rayuan sahabatnya itu, dia membuang muka sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.


"Ran, semua orang membutuhkan kesempatan kedua, dan aku memutuskan untuk memberinya kesempatan kedua." ucap Elsa.


***


Di sisi lain, Rey yang masih bekerja di H-1 pernikahannya itu memutuskan untuk menyuruh staff perusahaan mengumumkan tentang pernikahannya dan meliburkan semua karyawan besok.


Tentu saja Karina belum tau tentang hal itu karena Rey sendiri yang berbicara dengan staff perusahaannya.


"Rey, kenapa kamu bertemu dengan staff perusahaan tanpa memberitahu aku?" Tanya Karina.


"Karena ada yang mau aku bicarakan langsung kepada mereka agar mereka mengumumkannya."

__ADS_1


"Mengumumkan apa Rey?"


"Lebih baik kamu dengarkan sendiri saat pengumumannya di siarkan." ucap Rey yang langsung kembali masuk ke dalam ruangannya.


"Akhir-akhir ini Rey sibuk sekali, dia sering tidak berada di perusahaan, apa karena sibuk dengan ibu satu anak itu ya!?" gumam Karina sambil menatap penasaran ke arah ruangan Rey yang sudah tertutup.


"Selamat siang para karyawan sekalian, saya selalu staff perusahaan ingin mengumumkan pengumuman yang sangat penting dan juga membahagiakan, besok perusahaan akan di liburkan dan seluruh karyawan di bebas tugaskan selama sehari, dan kalian semua juga di undang di acara pernikahan CEO kita tuan Rey Adibrata!"


Begitulah isi pengumuman yang di siarkan di perusahaan Rey, semua karyawan terkejut, para karyawan wanita terlihat sedikit kecewa karena harapan mereka untuk mendekati Rey musnah begitu saja.


Sedangkan Karina yang mendengar hal itu sangat terkejut hingga dia berdiri dari tempat duduknya dan menutup mulutnya yang tidak bisa tertutup itu.


"Apa yang di katakan barusan? T-tidak mungkin bukan? Aku salah dengar kan?" gumam Karina yang masih mematung di mejanya.


"Tidak mungkin! Aku selama ini selalu berada di sisi Rey, Rey juga seringkali bercerita kepadaku tentang semua hal, lalu kenapa? Kenapa dia mau menikah?" ucapnya lagi.


Setelah tersadar dari lamunannya, Karina langsung masuk ke dalam ruangan Rey tanpa mengetuk pintu.


"Karina! Kamu tidak bisa mengetuk dulu!?" tegas Rey.


"Rey! Apa benar yang di umumkan staff perusahaan barusan?" Tanya Karina.


"Kamu tidak budeg kan? Tentu saja benar!"


"Kenapa Rey! Kenapa? Kenapa bukan aku?!" teriak Karina dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.


"Selama ini hubungan kita semakin dekat, aku fikir kamu akan melihatku dan memiliki perasaan kepadaku Rey!"


"Kenapa kamu jadi seperti ini Karina!? Hubungan apa yang kamu inginkan dariku? Selama ini aku hanya menganggapmu teman dan itulah kenapa aku nyaman bercerita kepadamu." ucap Rey.


"Siapa wanita itu Rey!? Ibu satu orang anak itu!?" ketus Karina.


"Nala! Namanya Nala bukan ibu satu orang anak, dan dia bukan calon istriku!"


"Kenapa kamu tidak pernah bercerita kepadaku?"


"Karena tidak semua hal bisa aku ceritakan kepadamu Karina!"


"Kamu jahat Rey! Aku yakin kamu tau kalau aku menyukaimu tapi kamu sama sekali tidak peka!"


"Karena aku tau makanya aku menjauh darimu sedikit demi sedikit Karina!"


"Hikss... hiksss.." Karina hanya bisa menangis saat itu, dia tidak bisa lagi mengharapkan Rey.


"Padahal aku sangat menyukaimu hikss.." gumam Karina.


"Jangan seperti anak kecil Karina! Lebih baik kamu kembali saja ke tempatmu, dan aku harap kamu datang ke acara pernikahanku besok!" tegas Rey.

__ADS_1


__ADS_2