
Cuti telah usai, itu tandanya Jef harus kembali bekerja dan bulan madu Jef dan Sarah telah usai.
Sebelum kembali, Jef dan Sarah memutuskan untuk berjalan-jalan sambil mencari oleh-oleh untuk Elsa, Rey dan ketiga pangeran kecil.
Kemarin Jef sudah mendengar tentang rencana pindah Rey dan Elsa, tapi dia belum bisa mengatakan kepada Sarah karena khawatir jika moodnya seketika memburuk.
Sarah sangat menyayangi ketiga anak itu, bahkan Sarah sangat ingin menjadikan Dika anaknya walaupun tau jika suatu saat nanti Dika akan kembali kepada orang tuanya.
Jef dan Sarah sedang berada di pusat kota, keduanya berjalan berdua sambil berpegangan tangan. Keduanya membeli banyak oleh-oleh untuk Elsa, Rey dan ketiga pangeran kecil mereka.
"Banyak sekali yang kamu beli Sarah." ucap Jef.
"Iya, aku kan beliin buat Elsa, tuan Rey, sama anak-anak."
"Iya benar, mereka pasti senang sekali mendapat banyak mainan."
"Oh iya, kita akan kembali ke Indonesia." lanjut Jef yang akhirnya membuka suara.
Sarah yang sedang memilih mainan tiba-tiba saja menghentikan kegiatannya lalu menoleh ke arah suaminya.
"Benarkah? Lalu Dika?" Tanya Sarah.
"Entahlah, kabar yang aku dengar kemarin Sandy tidak mengijinkan Dika ikut ke Indonesia." jelas Jef.
__ADS_1
"Lalu bagaimana? Kasihan jika Dika harus tinggal tanpa Gilang dan Giffari."
"Tuan Rey akan mencoba untuk membujuk Sandy dan dokter Levin, kita doakan saja semoga mereka luluh dan mengijinkan Dika ikut dengan kita."
Sarah hanya menganggukkan kepalanya, namun hatinya masih was-was. Sarah benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Dika jika dia di pisahkan dari Gilang dan Giffari.
Jef tau betul bagaimana perasaan istrinya itu, dia segera merangkul tubuh istrinya untuk menenangkannya.
"Tenanglah, Dika pasti akan bersama kita." ucap Jef.
"Jika tidak?" Tanya Sarah.
"Aku akan mengantarmu kapanpun untuk bertemu Dika."
"Benarkah? Kamu janji kan?"
Sarah menganggukkan kepalanya, dia segera membeli banyak mainan untuk Gilang, Giffari dan Dika. Apa lagi saat Sarah tau tentang kepindahan mereka.
BRUKK!! Seketika kantung belanjaan yang di bawa Sarah terjatuh karena dirinya tidak sengaja di tabrak oleh seseorang.
"Maaf nak, maafkan saya." ucap seorang wanita paruh baya yang masih terlihat tampak muda.
"Oh tidak apa-apa bu,, ibu ga apa-apa?" Tanya Sarah.
__ADS_1
Jef yang asik berjalan seketika menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke arah Sarah saat dirinya tidak melihat Sarah di belakangnya.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya Jef sambil membantu Sarah berdiri.
"Tidak apa-apa sayang.." ucap Sarah.
"Bu, ibu tidak apa-apa?" Tanya Sarah kepada ibu itu.
"Tidak apa-apa nak, maaf karena sudah menabrakmu." ucap perempuan itu.
"Tidak apa-apa bu, ibu orang Indonesia juga ya?" Tanya Sarah.
"Iya, saya ikut suami saya bekerja di sini.. Nama kamu siapa nak?"
"Ah, saya Sarah bu kalo ini suami saya namanya Jef." ucap Sarah.
Jef menganggukkan kepalanya sedikit sambil tersenyum ke arah perempuan itu.
"Kamu mirip sekali dengan anakku, apa kamu memiliki orang tua?" Tanya perempuan itu kepada Jef secara tiba-tiba.
Jef tidak mengatakan apapun, sedangkan Sarah yang melihat ekspresi suaminya berubah langsung berbicara kepada perempuan itu.
"Maaf bu, suami saya sedikit kelelahan kalau begitu kami pergi dulu ya bu, sekali lagi maaf karena menghalangi jalan ibu tadi." ucap Sarah dengan sopan.
__ADS_1
Perempuan itu hanya mengangguk dan membiarkan Sarah dan Jef pergi meninggalkannya.
"Han, aku jadi mengingat Han kecilku.." gumam perempuan itu sambil melihat punggung Jef dan Sarah yang sudah mulai menjauh.