ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 79


__ADS_3

Setelah pertikaian panjang, akhirnya Elsa bisa menjelaskan kepada Rey tentang kondisi yang akan di alami oleh ibu hamil.


Dan keduanya memutuskan untuk memberitahu orang tua mereka lebih cepat dari rencana karena keduanya benar-benar tidak memiliki pengalaman sama sekali dan mereka berdua memutuskan untuk meminta pendapat orang tua mereka.


Saat ini, Rey dan Elsa sudah berada di dalam kamar mereka setelah kelelahan di hari pertama kembali bekerja.


"Apa kamu sudah baik-baik saja?" Tanya Rey sambil mengusap perut Elsa yang masih rata itu.


"Kamu tanya aku apa anak kita?" tanya Elsa.


"Kalian berdua dong.. Aku mengkhawatirkan kalian berdua tau! Apalagi pas Jef bilang kalau kamu muntah-muntah tadi." ucap Rey.


"Uluhuluh tayang... Kamu khawatir ya? Kacian-kaciann.." ucap Elsa dengan nada seperti anak kecil.


"Ih kamu kok jadi kayak bocah begini sih?" ejek Rey.


"Ih, yaudah aku marah-marah lagi!" ketus Elsa.


"Hahaha,, sini sini istriku sayang.." ucap Rey sambil memeluk tubuh istrinya.


"Besok jadi memberitahu keluarga kita?" Tanya Elsa.


"Jadi lah, ini kehamilan pertamamu, dan pengalaman pertama untukku juga.. Jadi lebih baik kita tidak menutupinya agar bisa belajar dari mereka semua.. Mereka juga akan menjagamu dengan baik jika mereka tau yang sebenarnya." jelas Rey.


"Baiklah kalau begitu, aku juga bisa belajar banyak dari kakak-kakakku hehe.."


Seketika keduanya hening, hanya saling memeluk dan sesekali mencium satu sama lain.


"Kak, apakah kamu menyukaiku?" Tanya Elsa di tengah-tengah keheningan mereka.


"Bisakah kamu jangan memanggilku kak? Orang lain akan mengira kalau aku adalah kakakmu, sama seperti mama Rose yang di kira adiknya papa Ryan." ucap Rey tidak suka.


"Lalu kamu mau aku panggil apa? Sayang? Mas?" Tanya Elsa.


"Sayang dong! Atau Rey saja, kita hanya berbeda setahun jadi lebih baik kamu langsung memanggilku Rey." ucap Rey.


"Baiklah Rey sayang.."


Mendengar hal itu membuat Rey tersenyum senang dan langsung menciumi wajah Elsa hingga memerah.


"Ihh,, sudah Rey! Wajahku habis jika kamu menciuminya terus!" ketus Elsa.


"Maaf sayang... Oh iya tadi kamu tanya apa?" Tanya Rey.


"Apa kamu menyukaiku?"


"Aku bukan hanya menyukaimu Elsa, aku sangat mencintaimu!" tegas Rey.


"Sejak kapan kamu mulai menyukai dan mencintaiku?"


"Heemm,, entahlah! Sepertinya sejak SMA aku sudah mulai memperhatikanmu, aku merasa kamu membuatku risih tapi juga membuatku jadi memperhatikanmu terus." jelas Rey.


"Sekarang aku sangat mencintaimu, dan ini adalah bukti cintaku padamu sayang!" lanjutnya sambil mengelus perut rata Elsa.

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu, tapi aku masih kesal denganmu karena sudah bersikap acuh padaku!" ketus Elsa.


"Yang penting sekarang aku sangat mencintaimu! Aku tidak ingin kehilanganmu sayang.."


"Cih! Sudah jangan gombal terus, ayo kita tidur sayang.."


"Tidak! Aku tidak mau tidur sayang..."


"Lalu kamu mau apa?"


"Aku mau menjenguk anak kita." Bisik Rey.


"Rey! Anak kita masih beberapa minggu, aku takut.."


"Tidak apa-apa sayang, aku janji akan pelan-pelan.."


Elsa yang awalnya khawatir akan keadaan anaknya, seketika langsung menganggukkan kepalanya.


Rey tersenyum lebar saat mendapatkan persetujuan dari Elsa, dia langsung melancarkan aksinya menciumi seluruh wajah Elsa hingga ke tubuhnya dan memulai pergulatan mereka di atas ranjang yang panas.


"Mmmhh... P-phelan-pelan sayang.." rintih Elsa saat Rey berhasil menembus sesuatu di bawahnya sambil menjambak rambut Rey.


"Kamu selalu bisa membuatku keenakan sayang.." balas Rey.


Hingga mereka selesai bertempur dan saling memeluk satu sama lain.


"Aku sangat mencintaimu sayang.. Besok kita periksa kandungan ya? Aku sudah tidak sabar melihat anak kita.." ucap Rey.


"Yaampun, anak kita masih sekecil biji jagung.."


"Baiklah sayang, aku akan menuruti apa maumu, besok aku akan meminta kak Nala mengosongkan jadwal setelah makan siang! Aku tau kita akan sangat lama."


"Good, itu baru istriku yang paling cantik!" puji Rey sambil kembali menciumi wajah Elsa.


"Sudah Rey, aku mau mandi!" ketus Elsa.


"Jangan mandi sayang, nanti kamu masuk angin."


"Aku mandi air hangat jadi tidak akan masuk angin! Sudahlah lepaskan pelukanmu Rey.." ucap Elsa sambil menyingkirkan tangan Rey dari perutnya.


"Kalau begitu kita main di dalam kamar mandi yuk!"


"Rey!" ketus Elsa sambil menatap tajam ke arahnya.


Rey hanya tertawa memamerkan gigi putihnya saat Elsa menatapnya dengan tajam, lalu dia membiarkan istrinya bangun dan masuk ke dalam kamar mandi.


***


Besok harinya Rey dan Elsa sudah bersiap untuk pergi bekerja.


"Sayang... Pasangin dasi dong.." ucap Rey dengan nada manjanya.


"Yaampun kamu ini manja sekali sih! Istri lagi hamil tetep aja manja... Selama ini kamu di pasangin sama siapa dasinya?" Tanya Elsa.

__ADS_1


"Sama mama... Aku ga bisa pasang dasi, ribet!" ucap Rey.


"Yaampun serius? Kamu mau punya anak loh sayang, belajarlah.."


"Ga mau! Kan udah ada kamu jadi aku ga perlu belajar pakai dasi." jawab Rey sambil menjulurkan lidahnya.


"Ih! Alamat aku akan kesulitan saat anak kita lahir nanti! Aku akan memiliki dua bayi!" ketus Elsa yang di balas tawa oleh Rey.


Rey mencium kening Elsa tiba-tiba hingga membuatnya terkejut.


"Ih kamu main sosor aja sih!" ketus Elsa.


"Aku sangat mencintaimu Elsa! Aku bahkan sampai bodoh hanya karena mengkhawatirkanmu kemarin.."


"Makanya jangan sampai bodoh, aku tidak mau memiliki suami bodoh loh!" canda Elsa.


"Aku bodoh saat mengkhawatirkanmu saja kok sayang, makanya jangan buat aku khawatir kalau tidak mau aku menjadi bodoh."


"Ya ya ya.. Aku tidak akan membuatmu khawatir lagi."


"Ayo aku antar!"


"Aku.."


"Tidak ada penolakan Elsa! Ayo aku antar." tegas Rey.


"Baiklah suamiku sayang, ayo kita berangkat." ucap Elsa mengalah.


Kedua suami istri itu menuruni tangga secara bersamaan sambil bergandengan tangan dengan mesranya.


"Wah, sepertinya suasana hati mereka berdua sedang baik-baik saja! Aku bisa tenang hari ini.." gumam Jef yang sudah menunggu di depan pintu rumah mereka.


"Selamat pagi tuan dan nyonya.." sapa Jef saat keduanya sudah berada di hadapannya.


"Pagi Jef.. Hari ini kamu jadi bodyguard aku lagi?" Tanya Elsa.


"Tentu saja nyonya! Lihatlah saya sudah lengkap dengan pakaian seperti ini." ucap Jef.


"Bagus! Tapi aku mau kali ini kamu tidak kaku seperti kemarin Jef! Kalau aku sedang makan, kamu ikut duduk jangan berdiri!" ucap Elsa.


"Tapi nyonya..."


"Sayang... Ayolah bilang sama Jef jangan kaku seperti kemarin.." ucap Elsa dengan manja memotong ucapan Jef.


"Jef! Jangan kaku, kamu ini manusia bukan kanebo!" tegas Rey.


"Baiklah tuan, saya tidak akan kaku lagi.." ucap Jef pasrah.


"Bagus! Kalau begitu kita antar Elsa ke perusahaannya dulu ya." ucap Rey yang langsung di balas anggukan oleh Jef.


***


Terimakasih banyak atas doa dan ucapan dari kakak-kakak semuanya... Semoga kakak-kakak semua di balas dengan kebaikan berkali-kali lipat aamiin🤲🏻🥰

__ADS_1


Akhirnya author bisa update hari ini... Terimakasih sudah menunggu kakak-kakak semuanya...💙


__ADS_2