
Elsa mulai membuka kedua matanya secara perlahan karena sinar matahari yang mengenai wajahnya, dengan kepala yang pusing Elsa mencoba untuk memfokuskan penglihatannya.
Elsa terkejut melihat dirinya yang sudah berada di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
“K-kenapa? Kenapa pakaianku seperti ini?! Kenapa aku berada di sini!?” tanya Elsa sambil melihat sekeliling ruangan.
“Selamat pagi sayang, kamu sudah bangun?” ucap Sandy yang sudah berada di hadapan Elsa dengan handuk yang terlilit di pinggangnya.
“Aaaa! Kenapa kak Sandy hanya memakai handuk saja?!” teriak Elsa sambil menutupi wajahnya.
“Kenapa kamu teriak seperti itu sayang? Tenggorokanmu akan sakit kalau teriak seperti itu.” Ucap Sandy.
“K-kak, kenapa aku berada di sini? Kenapa aku langsung tertidur setelah makan dan minum dari kak Sandy? Apa yang kak Sandy lakukan padaku?” tanya Elsa dengan suara bergetar.
“Aku akan mengirimkan hadiah untukmu, tapi aku lupa kalau kamu tidak membawa hp bukan? Jadi aku akan memperlihatkan langsung kepadamu.” Ucap Sandy sambil mengotak-ngatik hpnya.
Sandy menunjukkan foto yang kemarin dia ambil kepada Elsa, Elsa yang melihat foto tersebut langsung membuka kedua matanya karena terkejut hingga dirinya tidak bisa berkata-kata lagi.
“K-kenapa ada fotoku di hp kak Sandy! Sebenarnya apa yang sudah kak Sandy lakukan padaku hikss..” akhirnya air mata Elsa pun jatuh.
“Santai, jangan menangis sayang! Dengan adanya foto ini tandanya kamu harus mengerti kalau aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kamu pergi meninggalkanku.”
“Tidak! Aku tidak sudi bersama dengan laki-laki brengsek sepertimu!” teriak Elsa.
“Ah begitu? Lebih baik bersama laki-laki sepertiku atau di usir dari keluarga besarmu yang hebat itu?” tanya Sandy yang membuat Elsa kebingungan.
“A-apa maksud kak Sandy?” tanya Elsa.
“Maksudnya, bagaimana kalau aku menyebarkan foto ini kepada keluargamu? Bukankah mereka akan mengusirmu?”
Mendengar hal itu malah membuat Elsa semakin ketakutan dan merasa khawatir karena dia tidak bisa membayangkan kalau keluarga besarnya mengetahui hal itu pasti mereka bukan hanya mengusirnya melainkan mereka akan membunuhnya tanpa segan.
“Tidak bisa! Kalau sampai semua orang tau tentang hal ini, aku hanya akan menjadi aib untuk mereka dan aku tidak mau menjadi aib untuk mereka.” Batin Elsa.
“Bagaimana? Kamu mau kalau foto ini tersebar?” tanya Sandy kembali.
“T-tidak kak! Aku mohon jangan lakukan itu, aku akan menuruti semua ucapanmu.” Ucap Elsa.
Mendengar hal itu membuat Sandy tersenyum senang, dia senang karena berhasil membuat Elsa menjadi miliknya untuk selamanya.
__ADS_1
“Jika begini, aku tidak akan pernah kehilangannya.” Batin Sandy.
“Oke Elsa, tidak masalah bersama dengan orang sepertinya daripada harus menjadi aib untuk keluargamu! Cukup lakukan apa yang dia inginkan, cukup menahan rasa sakit yang dia berikan!” batin Elsa yang berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.
“Ayo sarapan sayang, aku sudah menyiapkan makanan untukmu.” Ucap Sandy dengan lembut.
“B-baiklah kak.” Ucap Elsa yang beranjak dari tempat tidurnya.
Namun saat Elsa berdiri dia tidak merasakan apapun, bukankah kata orang kalau pertama kali berhubungan akan terasa sakit? lalu kenapa dia tidak merasakan apapun? Itulah yang ada di fikiran Elsa sambil kakinya tetap berjalan ke arah meja makan.
“Setelah sarapan, kamu mandi dan pakai pakaianku untuk sementara, nanti aku akan mengantarmu ke rumahmu dan mengantarmu ke perusahaan.” Ucap Sandy yang membuyarkan lamunan Elsa.
“B-baiklah kak..” ucap Elsa yang segera menghabiskan sarapannya.
Dengan segera Elsa memakan sarapannya sampai habis tak tersisa, setelah itu dia segera membersihkan dirinya di dalam kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Elsa menangis di bawah shower yang mengguyur tubuhnya, dia tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi seperti ini sekarang.
“Hikss,, hikss,, kenapa waktu itu aku tidak menerima kak Rey saja, walaupun tanpa cinta setidaknya dia tidak akan melakukan hal seperti ini padaku hikss..” gumam Elsa sambil menangis tersedu-sedu.
Karena Elsa berada di dalam kamar mandi dalam waktu yang lama, Sandy segera mengetuk pintu kamar mandi untuk mengecek keadaan Elsa.
“Els, apa kamu baik-baik saja? Kenapa lama sekali di dalam?” tanya Sandy.
Elsa yang mendengar suara Sandy segera menyelesaikan mandinya dan mengenakan pakaiannya kembali, lalu dia segera keluar dari kamar mandi.
“Kamu kenapa lama sekali sayang? Dan kenapa matamu sembab? Apa kamu habis menangis?” tanya Sandy sambil menyentuk dagu Elsa dengan lembut.
“A-aku tidak apa-apa kak, aku hanya merindukan papa dan mama saja.” ucap Elsa berbohong.
“Sudahlah kamu tunggu di sofa dulu, aku akan mandi dengan cepat.” Ucap Sandy sambil mengacak-acak rambut Elsa.
Sesampainya di rumah Elsa, dia segera mengganti pakaiannya di dalam kamar, dia melihat hp miliknya yang masih berada di atas tempat tidurnya, dengan segera dia mengambilnya dan melihat ada banyak sekali panggilan dan juga pesan masuk di hpnya.
Semua keluarganya mengkhawatirkannya karena seharian tidak mendengar kabar dari Elsa, Elsa juga melihat ada banyak pesan dan panggilan dari Rey, dia membuka satu per satu pesannya yang menunjukkan kekhawatirannya.
“Hikss,, maafkan aku! Aku sudah mengecewakan kalian semua, hidupku sudah hancur sekarang bahkan bisa di bilang hidupku berada di genggaman kak Sandy sekarang hikss..” ucap Elsa yang kembali menangis di dalam kamarnya.
Begitulah kehidupan Elsa selama di Paris, Sandy akan sangat memanjakannya namun seketika dia juga akan membuat tubuh Elsa memar-memar jika tidak menuruti ucapannya.
__ADS_1
Hingga akhirnya, keluarganya mengabari dirinya kalau Belinda sudah melahirkan, itu adalah kesempatan Elsa untuk bertemu dengan keluarga besar yang sangat ia rindukan.
“Aku harus mengatakan hal ini kepada kak Sandy, kalau tidak dia akan memarahiku.” Gumam Elsa.
Setelah pulang kerja, seperti biasa Sandy akan menjemputnya dan mengajaknya makan di luar lebih dulu, dan itu adalah kesempatan yang tepat untuk berbicara kepada Sandy.
“Em,, kak..” ucap Elsa.
“Hm, ada apa Elsa?” tanya Sandy.
“Kak Belinda sudah melahirkan, dan aku ingin pergi ke Indonesia untuk menjenguknya.” Ucap Elsa.
Sandy yang sedang fokus menyantap makanannya seketika langsung menatap tajam ke arah Elsa hingga membuat Elsa menelan salvilanya.
“Aku ikut!” tegas Sandy.
“T-tentu saja kak Sandy akan ikut, mereka juga pasti akan bertanya tentang keberadaan kak Sandy.” Ucap Elsa dengan berpura-pura antusias.
“Baiklah, kalau begitu aku akan memesan tiket untuk penerbangan kita nanti malam.”
Elsa terkejut mendengar ucapan Sandy.
“Malam? Malam ini?” tanya Elsa.
“Hm, kamu tidak mau? Bukankah kamu sangat merindukan keluargamu?” tanya Sandy yang segera di balas anggukan kepala oleh Elsa.
Entah kenapa, walaupun Sandy sangat jahat padanya, walaupun Sandy seperti sedang memenjarakannya dan membuat Elsa pergi menjauhinya, Elsa sama sekali tidak pernah membencinya, Elsa tau kalau Sandy sebenarnya adalah orang yang baik, mungkin dia membutuhkan seseorang yang siap untuk berada di sampingnya walaupun dengan cara yang salah.
“Walaupun kamu kadang berlaku kasar saat aku melakukan kesalahan, tapi aku tau kalau kamu sebenarnya adalah orang yang sangat baik kak Sandy.” Batin Elsa sambil menatap wajah Sandy yang sedang menyantap makanannya.
“Kamu! Jangan sampai kamu berdekatan dengan Rey! Karena aku tidak akan menyukainya!” ketus Sandy dengan tatapan tajamnya.
Elsa hanya menghela nafas panjang dan mengangguk dengan pasrah, baru saja dirinya berfikir kalau Sandy sangat baik tapi belum apa-apa Sandy sudah kembali mengancamnya dengan tatapan yang tajam.
***
Menurut kakak-kakak semua, bagaimana cara menyikapi laki-laki yang toxic?🤔
Apa bener, kalau laki-laki toxic punya caranya sendiri untuk mencintai seseorang? Atau dia akan berubah kalau sudah menemukan wanita yang benar-benar dia cintai?
__ADS_1