ELSA'S LOVE STORY

ELSA'S LOVE STORY
BAB 42


__ADS_3

Hari sudah mulai petang, Belinda mengajak adik-adiknya untuk makan lebih dulu sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing.


“Kalian semua ninggalin anak sama suami kalian kok kayaknya nyantai banget sih?” ucap Elsa.


“Kayaknya yang dari tadi khawatir tuh kamu deh Els, sudahlah tidak masalah kok, buktinya mereka tidak menghubungi kita sama sekali kan, berarti mereka bisa mengatasi anak-anak.” Ucap Belinda.


“Ya siapa tau aja sangkin repotnya mereka tidak bisa menghubungi kalian kak.”


“Sudah jangan fikirkan hal itu! Ayo lebih baik kita makan saja, sangking keasikan belanja sampe lupa kalau kita belum makan siang kan.”


Elsa hanya bisa meghela nafas panjang mendengar jawaban dari Belinda yang sangat santai itu, sedangkan yang lainnya juga tidak merasa khawatir sama sekali.


“Benar juga, kenapa jadi aku yang bingung sendiri sedangkan emak-emaknya saja santai semua.” Batin Elsa di dalam hatinya.


Di rumah Kenan, Rey yang masih berada di sana tidak sadar kalau hari sudah mulai petang sedangkan dia harus bertemu dengan klient penting hari ini.


Drr,, drtt.. hp Rey berbunyi terus menerus namun Rey tidak mengubrisnya hingga Kenan yang melihatnya langsung membaca nama orang yang ada di layar hp Rey.


“Rey, dari tadi ada yang nelfon tuh! Kayaknya penting.” ucap Kenan.


Rey yang melihat nama Karina di layar hpnya baru tersadar kalau hari ini dia memiliki pertemuan penting yang harus di hadiri.


“Yaampun aku lupa!” ucap Rey yang langsung mengangkat telfon dari Karina.


“Halo Kar.”


“Yaampun Rey kamu dari tadi kemana saja sih? Aku nelfonin kamu daritadi tapi kamu ga jawab sama sekali bikin orang panik aja! Cepat ke kantor, pertemuan di lakukan setengah jam lagi, kamu masih harus mempelajari materi yang akan kamu persentasikan.” Ucap Karina.


“Oke aku akan segera kembali ke kantor.” Ucap Rey yang langsung mematikan telfonnya.


“Bang, aku kembali ke kantor dulu ya aku lupa kalau ada pertemuan penting hari ini.” ucap Rey.


“Baiklah hati-hati di jalan Rey, santai saja bawa mobilnya.” Teriak Kenan karena Rey sudah berlari keluar dari rumahnya.


Rey mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia sangat ingin segera sampai di perusahaan, karena pertemuan kali ini sangat penting hingga dirinya harus berada di sana tepat waktu.


Namun tiba-tiba saja, di tengah jalan ada seorang wanita yang sedang mendorong stroller bayi hingga membuat menginjak pedal rem dengan mendadak.


Rey yang kesal segera keluar dari mobilnya dan menghampiri wanita dan anak itu.


“Duh mbaknya gimana sih, kalau jalan hati-hati liat-liat apa lagi bawa bayi! Kalau saya ga sempet rem gimana coba!?” ketus Rey.


Wanita yang awalnya menunduk itu langsung menoleh melihat ke arah Rey, betapa terkejutnya mereka berdua karena orang yang ada di hadapan mereka adalah orang yang sangat mereka kenal.

__ADS_1


“R-rey?” ucap wanita tersebut.


“Nala?”


Yap! Wanita yang sedang mendorong stroller bayi tersebut adalah Nala, cinta pertama Rey yang sudah mengkhianatinya dan meninggalkannya tanpa jejak.


“Kamu sedang apa di sini Nala?” tanya Rey, namun Nala tidak menjawabnya dia justru hanya diam sambil menundukkan kepalanya.


Rey melihat penampilan Nala yang sangat berbeda saat ini, Nala yang dia lihat sekarang sedang memakai pakaian berwarna putih yang sudah lusuh, rambut yang terikat namun kusut, dan wajah yang kusam seperti tidak pernah terawat.


“Sudahlah tidak usah menjawab pertanyaanku, lebih baik kamu naik ke mobil aku akan mengantarmu ke tempat tujuanmu.” Ucap Rey.


“T-tidak Rey, tidak usah terimakasih, aku bisa pergi sendiri.”


“Tidak ada penolakan Nala! Masuk ke mobil sekarang juga!” tegas Rey.


Nala hanya diam mendengar ucapan Rey, dia justru melihat bayi yang ada di stroller tersebut.


“Gendonglah bayi itu, aku akan melipat strollernya dan memasukkannya ke dalam mobilku.” Ucap Rey.


Mendengar hal itu, akhirnya Nala menggendong bayi laki-laki yang ada di stroller, Rey segera berjalan ke mobilnya dan membukakan pintu untuk Nala.


Setelah Nala masuk ke dalam mobil, Rey segera melipat stroller bayi tersebut dan menaruhnya di bagasi mobilnya.


“Jangan berterimakasih, aku juga akan membantu orang tersebut walau bukan kamu!” ketus Rey.


Jujur saja Rey merasa kasihan dengan keadaan Nala saat itu, tapi dia juga tidak pernah melupakan apa yang telah di lakukan Nala di belakangnya saat berpacaran dengannya dulu.


“Sekarang kamu sudah sukses ya Rey, kamu sudah menjadi laki-laki dewasa sekarang.” Ucap Nala.


“Kenapa? Dulu kamu selingkuh di belakangku karena aku tidak dewasa?”


“Rey, maaf karena dulu aku sudah selingkuh dan menghilang tanpa mengucapkan sepatah kata kepadamu.” Ucap Nala dengan nada sedih.


“Maaf Rey, setelah kejadian itu ada banyak sekali masalah yang datang di dalam keluargaku, jadi aku terpaksa harus membantu kedua orang tuaku.” Jelas Nala.


“Bayi ini, siapa namanya?” tanya Rey mengalihkan pembicaraan.


“Namanya Niko, dia anakku.”


“Kamu sudah menikah?” tanya Rey yang terkejut mendengar ucapan Nala.


“Lalu kemana suamimu? Kenapa kamu dan anakmu berada di jalan seperti ini?”

__ADS_1


“Aku sudah lama berpisah Rey, dia memiliki wanita lain dan lebih memilih wanita itu, sedih bukan? Tapi aku percaya ini adalah hukuman untukku karena pernah melakukan hal sama saat bersamamu.” Ucap Nala.


Rey menoleh ke arah Nala dan Niko sebentar lalu kembali fokus menyetir.


“Kamu mau kemana?”


“Aku juga ga tau Rey, aku baru saja di usir oleh suamiku jadi aku harus mencari tempat tinggal yang baru."


“Kalau begitu aku akan mencarikanmu kontrakan di sekitar perusahaanku, di sana banyak kontrakan yang murah.”


“Benarkah? Terimakasih banyak Rey! Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu.”


“Tidak perlu berterimakasih! Cukup besarkan anakmu dengan baik, jangan biarkan dia menjadi sepertimu atau seperti suamimu!” ketus Rey.


Nala mengangguk pelan mendengar ucapan Rey, dia tau kalau Rey pasti sangat membenci dirinya karena masalah itu dan Nala tidak pernah merasa tersindir dengan ucapan Rey.


Hp Rey terus saja berdering, namun Rey tidak menjawabnya dan tetap fokus menyetir.


“Rey, hpmu bunyi dari tadi.” ucap Nala.


Mendengar ucapan Nala membuat Rey segera mengambil hpnya dan mengangkat telfonnya.


“Halo.”


“Rey, yaampun kamu ini kemana saja sih? bagaimana ini kenapa kamu tidak datang juga? Sekarang sudah jam berapa!” ucap Karina.


“Aku tadi ada kendala, sebentar lagi aku sampai ke kantor.” Ucap Rey yang langsung meatikan telfonnya.


“Rey, sebaiknya aku turun di sini saja, sepertinya kamu sangat sibuk.”


“Diamlah! Aku akan membawamu ke café dekat kantorku dulu, kamu tunggu di situ dan jangan kemana-mana! Setelah rapat selesai aku akan mengantarmu ke kontrakan yang aku maksud.” Ucap Rey.


“Baiklah.” Jawab Nala singkat.


Rey segera menurunkan Nala di café dekat perusahaannya, dia juga memesankan dan membayarkan makanan dan minuman untuk Nala, setelah itu Rey segera meninggalkan Nala dan pergi ke prusahaannya untuk mengadakan pertemuan.


“Yaampun Rey kamu kemana saja, kenapa lama sekali?” tanya Karina yang melihat Rey berjalan ke arahnya.


“Ada kendala tadi di jalan, apa partner bisnis kita sudah datang?”


“Belum, dia hampir tiba di perusahaan 10 menit lagi, masuklah dulu dan baca ini aku sudah merangkum point-point penting agar kamu mudah mengerti.” Ucap Karina sambil memberikan lembaran kertas kepada Rey.


“Terimakasih.” Ucap Rey sambil mengambil kertas yang di berikan oleh Karina lalu berjalan memasuki ruangan rapat.

__ADS_1


“Sebenarnya ada kendala apa sampai kamu mengulur waktu untuk datang ke rapat penting ini Rey?” gumam Karina sambil menatap punggung Rey yang sudah menghilang.


__ADS_2