
Kondisi Rey sudah hancur saat itu karena Elsa belum juga selesai di operasi. Bahkan dia lupa untuk mengadzani anak kembarnya.
"Rey ayo lihat anak-anakmu dulu." ucap Kalandra.
"Nanti saja pi, Rey masih mau di sini sampai dokter Levin keluar dan mengatakan kalau Elsa baik-baik saja. Lagipula sudah ada Jef dan Sarah yang menemani anak-anakku." ucap Rey.
"Rey, setidaknya adzani dulu anak-anakmu." ucap Kalandra lagi.
Mendengar hal itu Rey baru teringat jika dia belum mengadzani anak-anaknya.
"Ah iya Rey lupa pi, kalau begitu Rey ke ruangan bayi dulu." ucap Rey yang berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan dengan langkah yang tidak bersemangat.
Bahkan Robert tidak tega melihat anaknya dalam keadaan terpuruk seperti ini.
Tiba-tiba saja seorang perawat keluar dari ruang operasi dengan wajah penuh dengan kepanikan.
"Darah! Kita membutuhkan darah untuk pasien, golongan darah pasien adalah golongan darah yang langka." ucap perawat tersebut.
"Aku!! Aku bisa mendonorkan darahku karena golongan darahku juga langka!" ucap Key mengajukan diri.
"Kita harus melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah darah kalian cocok atau tidak." ucap perawat tersebut.
"Tidak perlu! Elsa pernah mendonorkan darahnya diam-diam kepada Key saat Key mengalami kecelakaan, jadi sudah bisa di pastikan kalau darah mereka sama!" tegas Rey.
Semua orang yang ada di sana termasuk Key terkejut mendengar hal itu, karena mereka baru tau kalau Elsa adalah orang yang sudah mendonorkan darahnya waktu itu.
__ADS_1
"Kalau begitu silahkan masuk ke dalam!" tegas perawat tersebut.
Dengan ekspresi yang masih kaget, Key hanya bisa mengangguk dan segera masuk ke dalam ruang operasi.
Sedangkan Rey kembali berjalan menuju ruang bayi tanpa menghiraukan rasa penasaran keluarganya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Elsa mendonorkan darahnya untuk Key?" Tanya Khansa.
"Apa kamu mengetahui sesuatu Rose?" Tanya Khansa kembali.
"Aku juga tidak tau kak, aku tidak tau kalau Elsa mendonorkan darahnya untuk Key." jawab Rose.
"Sudahlah jangan memikirkan hal itu lagi, kita bisa tanyakan tentang hal ini kepada Rey setelah Elsa selesai operasi." ucap Ryan.
Semua orang setuju dengan ucapan Ryan lalu semuanya kembali menatap pintu ruang operasi yang masih tertutup rapat.
"Tuan Rey?" sapa Jef dan Sarah secara bersamaan.
"Kalian berdua tidak masuk?" Tanya Rey.
"Tidak boleh tuan, ruangan bayi adalah ruangan yang sangat steril, jadi tidak semua orang di ijinkan untuk masuk ke dalam." jelas Jef.
"Aku ingin mengadzani anak-anakku.. Di mana mereka?"
Sarah dan Jef saling menatap satu sama lain lalu mereka menunjukkan di mana posisi anak-anak Rey berada.
__ADS_1
"Lihatlah tuan, dia adalah anak laki-laki anda, dia yang pertama keluar jadi dia adalah abangnya." jelas Sarah sambil menunjukkan jarinya ke arah bayi dari balik kaca trasnparan.
Rey tersenyum menatap anak laki-lakinya, namun masih terlihat kesedihan di kedua matanya.
"Kenapa hanya satu? Di mana anakku satu lagi?" Tanya Rey setelah menatap anaknya beberapa menit.
"Anda pasti sudah mendengar tentang penyakit yang di derita salah satu anakmu kan tuan? Salah satu anakmu harus bertahan di dalam incubator." jelas Jef.
"Dimana anakku? Kenapa tidak membayar untuk memisahkan anak-anakku di ruangan berbeda?" Tanya Rey.
"Tidak bisa tuan, ini bukan negara kita dan kita tidak boleh seenaknya." jelas Jef.
Jef langsung mengajak Rey mengikutinya ke pintu masuk ruang bayi, dia berbicara kepada perawat kalau Rey adalah ayah dari bayi-bayinya, dia juga mengatakan kalau Rey ingin mengadzani anak-anaknya.
Setelah mendengar penjelasan dari Jef, perawat tersebut mengijinkan Rey untuk masuk dan bertemu dengan kedua anaknya.
Rey bertemu dengan anak-anaknya untuk pertama kalinya, matanya berlinang dan air mata menetes di pipinya.
Bayi tampan yang ada di hadapannya benar-benar membuat hatinya lebih tenang dan nyaman, membuatnya seakan lupa dengan keadaan Elsa yang sedang berjuang di ruang operasi saat ini.
Anak Pertama Rey dan Elsa.
__ADS_1
Anak Kedua Rey dan Elsa.