Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Pindah#


__ADS_3

Setelah selesai beres-beres rumah dan juga isi perabotan kini Ananda sudah menelpon jasa angkutan barang, tiga orang pria yang mengangkut semua barang-barang tersebut, Ananda pun langsung membereskan barang-barang nya memasukkan barang-barang printilan yang sering ia beli kedalam kotak-kotak yang ia siapkan sementara perabotan dapur tersebut kini sudah dikirim ke kampung Ageng dan dia pun mentransfer sejumlah uang yang Ageng tambahkan dulu, saat Ananda membeli rumah.


rumah itu, sudah ada yang beli dia masih rekan kerja nya di rumah sakit tapi dia seorang dokter, rencananya sore itu juga Ananda akan pindah ke apartemen yang masih satu gedung dengan Boy.


Boy pun baru dipindahkan ke ruang perawatan setelah semalam dia tersadar dari koma, pria itu terlihat sangat sedih ketika tau Ageng telah tiada, karena biar bagaimanapun dia adalah sahabat nya.


meskipun profesi Boy, adalah dokter spesialis kandungan, tapi Boy tidak pernah merasa sombong dengan itu, justru dia sering memberikan masukan pada kedua sahabatnya itu.


ada juga beberapa orang bilang bahwa Boy, cowok playboy, karena Boy, selalu dekat dengan kedua wanita cantik itu, tapi mereka tidak tau persahabatan diantara mereka begitu kuat.


setelah selesai pindah ke apartemen nya, Ananda pun pergi kerumah sakit untuk dinas malam, tapi ada satu hal yang membuat dia sakit saat akan melangkah masuk, kedalam ruangan tempat dia menyimpan barang-barang nya seperti biasa dia teringat sahabat nya, yang selalu mencair kan suasana saat mereka berdua ada di ruangan tersebut.


"Ageng, aku sendirian"ucap Ananda.


wanita itu pun berjalan menuju ruangan dimana Boy kini dirawat ada Bunda boy, di sana tengah membersihkan lengan pria itu.


"Bun, sebaiknya Bunda istirahat saja, karena Ananda saat ini ada di rumah sakit untuk bekerja Ananda akan menengok Dokter Boy, sesekali Bunda pasti sudah sangat lelah"ucap Ananda yang masuk sambil membawa paper bag untuk ibundanya Boy.


"Nanda"ujar Boy.


"Hi, jagoan cepat bangun dan segera pulih, aku tidak ada yang menemani dinas malam"ucap Ananda sambil menahan tangisnya.


"Maaf" lirih Boy.


"Semua sudah takdir Boy, jangan dijadikan beban"ucap Ananda.


"Andaikan saja saat itu aku tidak mabuk mungkin semua tidak akan terjadi, Ageng mengambil alih kemudi, disaat dia sendiri masih belajar menyetir mobil"ucap Boy.


"Yang sudah terjadi biarlah terjadi Boy, tapi ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada mu, bahwa selama ini Ageng, diam-diam mencintai mu"ucap Ananda.


"Dia sempat mengatakan itu, saat terakhir aku lihat dia mengeluarkan darah begitu banyak, dia mengungkapkan perasaan nya, saat hembusan nafas terakhirnya"ucap Boy, sambil mengepalkan tangannya, dia benar-benar menyesal andaikan saja dia tau bahwa Ageng mencintai nya mungkin dia akan memberikan kesempatan itu padanya, meskipun jujur Boy hanya menganggap dia sebagai saudara.


Ananda langsung menggenggam tangan Boy saat itu juga untuk saling menguatkan.bunda yang melihat hal itu pun turut bicara"Pertemuan dengan perpisahan itu beda tipis, jadi gunakan waktu kalian sebaik-baiknya, setidaknya diantara kalian pernah ada kenangan terindah yang pernah kalian lalui bersama"ujar Bunda.


"Bunda betul, kami bertiga selalu pergi bersama di setiap saat ada suka dan duka, dan kami bahagia "ujar Ananda.


"Aku pergi dulu, tapi jangan khawatir, sesekali akan menengok mu kesini, kamu bisa menghubungi ku Dokter, saat itu juga aku akan datang"ujar Ananda yang sudah bersiap untuk pergi.


"Ananda, pindah lah ke apartemen ku, disana masih ada kamar kosong"ucap Boy.


"Tidak Boy, tidak baik jika kita hanya tinggal berdua, jika dulu kita sering tidur bersama, itu karena kita bertiga, tapi sekarang orang lain akan berpikir yang tidak-tidak, tapi kamu tenang saja karena saat ini kita tetanggaan, kamu tidak usah pulang ke rumah lama, karena sudah dijual, dan uangnya sudah ku bagi dua dengan almarhum, dan barang almarhum sudah ku kirim semua ke rumah orang tua nya, dan sudah tiba dengan selamat begitu juga dengan uang nya, tapi aku kehabisan uang tabungan ku, untuk membeli apartemen, dan kamu akan repot memberiku makan, setiap hari sebagai tetangga baru"ujar Ananda sambil nyengir kuda.


"Ih dasar uang ku sudah kalian habiskan saat, itu jadi siap-siap saja kita ngemis di jalan"ucap Boy sambil nyengir kuda.


"Gak masalah mobil kamu kayak nya minta di jual"ucap Ananda.


"Wah parah nih, Bun ada teman macem lintah begini bisa-bisa anak mu ini kurus kering"ujar Boy.


Namun bukan nya marah tapi wanita itu, malah tertawa.


"Sudah aku pergi dulu, besok harus sudah sembuh aku minta bantuan untuk bereskan barang-barang ku"ujar Ananda.


"Dasar parah Lo ,dikira gue Hulk yang bisa langsung sembuh setelah bertempur"ujar Boy.


"Aku gak mau tau ya kan Bunda"ucap Ananda minta persetujuan.


Ibunda Boy pun tersenyum, seiring kepergian Anada.


hingga saat Ananda, selesai membantu beberapa ibu, yang melahirkan, Ananda pun merasa sangat laper saat itu jam menunjukkan pukul dua malam, dia terlebih dahulu menengok keadaan Boy, yang kini berada di ruang rawatnya.


terlihat Boy, sedang terlelap dan Bunda tidur di sofa, Ananda pun masuk dan membetulkan selimut keduanya.


"Nan, kamu belum istirahat"ujar Boy, yang terjaga.


"Baru selesai saat ini pasien lumayan banyak, mungkin karena kami hanya berempat, kurang dua personil lagi"ujar Ananda.


"Segera istirahat lah, jangan terlalu lelah bekerja, jaga pula kesehatan mu"ujar Boy.


Ananda pun mengangguk"Aku sudah sangat lelah tapi perut aku laper aku mau cari sesuatu yang bisa ganjal perut"ujar Ananda.

__ADS_1


"Sepertinya Bunda, menyimpan makanan di sana pilih lah buah untuk mengisi perut mu agar tidak terlalu merusak pencernaan"ujar Boy.


"Kamu benar Dok"ucap nya dia langsung meraih buah apel dan pir, lalu mencuci nya di wastafel dan mengeringkan itu dengan tisu.


wanita itu memakan nya begitu saja tanpa dikupas atau pun di potong.


setelah habis dia juga minum susu yang tersedia di sana.


"Baru juga pindah sudah menyusahkan hehehe"ujar Ananda.


"Tuh nyadar"ujar Boy, pria itu pun sudah mulai bisa bercanda.


"Ageng lihat lah pria yang kau cintai, saat ini dia begitu menyebalkan mungkin kepalanya terbentur sesuatu"ujar Ananda.


"Nan gak lucu,tau"ujar Boy, sambil pura-pura merajuk.


"adu duh dokter tampan merajuk"ujar Ananda.


Boy pun tersenyum"Aku tidur dulu"ujar Ananda, yang kini berjalan keluar.


"Hati-hati ada yang masuk ruangan"ujar Boy.


"Aku suntik mati jika ada"canda Ananda.


...🌹💖💖💖🌹...


Ananda pun, kembali ke ruangan Boy, untuk pamit pulang dulu, setelah selesai jam dinas pagi hari nya.


"Boy, aku pulang dulu, mau sekalian beres-beres nanti malam aku kesini temenin kamu, biar Bunda pulang dulu untuk istirahat"ucap Ananda.


"Tidak usah, aku tau kamu harus menghemat uang mu kan, sekarang pulang lah bersama dengan Bunda, aku ada suster yang akan membantuku berjaga di sini, istirahat lah di kamar ku, jika kamu belum selesai bersih-bersih di apartemen mu"ujar Boy.


"Ah siap pak bos, sepulang dari sini aku langsung tidur sama Bunda, iyakan Bunda"ucap Ananda.


"Ya, nak ayo, kita pulang"ujar Ananda.


setelah selesai bersiap kedua wanita yang paling berarti dalam kehidupan Boy, saat ini berjalan beriringan, Ananda terlihat begitu sayang pada Bunda nya.


Boy, hanya berandai-andai sambil kembali memejamkan mata nya.


sementara Ananda, wanita itu sudah sampai di apartemen nya, dia langsung membuka apartemen milik nya, tapi betapa terkejutnya ia saat melihat pria yang sudah mencurigai dirinya telah menyakiti putra nya itu sudah berada di sana sambil tumpang kaki.


"Apa yang kamu lakukan disini"ujar Ananda dingin.


"Aku merindukan istriku, apa? aku tidak boleh datang bukan kah perjanjian nya adalah kamu di ijinkan pergi tapi tidak untuk selamanya, bebas"ujar Agam.


"Aku sudah melayangkan surat gugatan perceraian kita, jadi kamu tidak perlu menemui ku lagi"bohong Ananda.


"Ananda!!"bentak Agam.


"Apa lagi, aku sudah lelah bersama mu"ujar Ananda.


"Aku tidak minta pendapat mu"ujar Agam.


"Kamu bisa penjarakan aku, jika kamu mau"ujar Ananda.


"Atas kesalahan apa"ujar Agam.


"Sudah melenyapkan putra mu"ujar Ananda.


"Aku minta maaf honey"


"Cukup! aku mungkin tak sempurna, seperti istri mu, tapi aku bukan monster yang sanggup menghilangkan bayi yang tak berdosa, jadi mulai sekarang jangan pernah mencari ku lagi"ujar Ananda yang langsung berjalan keluar hendak membuka pintu, tapi lengan nya ditarik dengan kuat oleh Agam hingga membentur dada bidang nya.


"Jangan coba-coba untuk pergi"ujar Agam yang kini memeluk nya erat.


"Lepas, aku sudah lelah"ujar Ananda.


Tapi bukan didengar oleh Agam pria itu langsung membawa istrinya itu kedalam kamar Ananda kaget karena semua sudah tertata rapi.

__ADS_1


"Tidur lah sayang kamu pasti lelah"ujar Agam.


Ananda hanya terdiam di tempat dan Agam langsung menyusul nya, pria itu terdiam sambil memeluk erat istrinya perlahan tapi pasti keduanya tertidur pulas.


Ananda terbangun saat jam makan siang, dia mencium harum masakan dan saat ia bangun ternyata suaminya itu sudah membawa nampan berisi dua piring makan siang dan susu juga ada air putih.


"Makanlah Sayang"ujar Agam.


"Aku mau main dulu"ujar Ananda.


"Nanti setelah makan"ujar Agam.


Ananda pun masuk kedalam kamar mandi dia membasuh muka dan merapihkan rambut nya.


"Setelah ini kita akan lihat rumah baru kita sayang tak jauh dari daerah sini"ujar nya.


"Aku tidak minat"jawab Ananda.


"Yang please jangan keras kepala, kamu berhak memiliki semuanya"ujar Agam.


"Aku sudah punya tempat tinggal meskipun tidak semewah milikmu, setidaknya aku tidak merepotkan orang lain"ujar Ananda.


"Yang! aku tidak pernah merasa repot, dan itu sudah seharusnya aku berikan"ujar Agam.


"Berikan saja padanya, bukan kah aku sudah merelakan mas kawin ku diambil oleh nya"ujar Ananda, yang kini membuat Agam terdiam.


"Sayang dia hanya sementara tinggal di sana dan itu perintah Mommy"ujar Agam.


"Heuuhh lucu sekali"ujar nya sambil menyimpan sendok yang hendak dia suap kan namun Ananda sudah tidak berselera sebelum menyantap nya, wanita itu pun pergi menuju balkon kamar nya.


"Yang aku minta maaf, ayo makan dulu jika tidak sekarang masih ada banyak waktu, lagipula masih ada renovasi di bagian tertentu"ujar Agam.


"Makanlah sendiri aku sudah tidak lapar"jawab Ananda.


Agam pun menghela nafas panjang, setelah itu dia mendekat lalu memeluk Ananda dari belakang.


Ananda pun hanya terdiam mendapatkan perlakuan seperti itu, dia memang cinta pada suaminya tapi semua itu terlalu menyakitkan untuk terus dijalani.


"Kak, untuk terakhir kalinya aku mohon lepaskan aku, kita tidak akan pernah bisa bahagia, meskipun terus bersama"ujar Ananda, tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Berapa banyak pun kamu meminta nya, aku tidak akan pernah melakukan itu"jawab Agam kemudian.


Pria itu langsung pergi meninggalkan Ananda yang kini berlinang air mata"Kamu egois kak, aku sudah sangat lelah"ujar nya.


Prang....


Agam melempar piring berisi makanan itu ke lantai, itu artinya dia sudah sangat murka, mendengar kata lelah, dari Ananda, padahal dia sendiri juga sudah sangat lelah untuk terus bersabar dari tekanan yang orang tuanya berikan, dia lebih memilih mati daripada harus kehilangan Ananda, istrinya itu.


Ananda terduduk di lantai balkon, dia bahkan sudah tidak punya keberanian untuk duduk berhadapan dengan pria yang kini menatap lekat ke arah nya.


hingga saat dia kembali masuk kedalam kamar nya Ananda langsung berjongkok di lantai dan memunguti pecahan piring dan gelas tadi meskipun Agam sudah berkali-kali meminta Ananda untuk berhenti hingga saat hampir selesai wanita itu memekik kecil karena tangan nya tergores Agam yang sedari tadi ikut berjongkok berusaha untuk menghentikan semua itu pun kini tengah meraih tangan Ananda dengan menyesap darah dari jari telunjuk nya.


"Aku sudah bilang hentikan tapi kamu itu ngeyel"ujar Agam.


"Lepas, tidak usah menolongku jika tidak ikhlas"ujar nya yang langsung masuk kedalam kamar mandi dia pun mengunci pintu kamar mandi tersebut dan menyalakan shower, dia langsung membersihkan diri hingga hampir sepuluh menit wanita cantik itu keluar menggunakan bathrobe.


"Kamu sudah mandi yang"ujar Agam.


"Aku harus kembali ke rumah sakit, temanku masih dirawat"ujar Ananda.


"Tidak bisa sayang kamu lebih pentingkan sahabat mu daripada aku"ucap Agam marah.


"Dia sahabat ku, yang selalu ada, disaat aku butuh"ujar Ananda.


"Aku suamimu yang, aku bisa mengabulkan semua keinginan mu"ujar Agam.


"Maka kabulkan apa? yang aku minta"ujar Ananda.


Agam pun langsung mencengkeram bahu istrinya itu, setelah itu Agam menarik Ananda dan mencium bibir wanita itu.

__ADS_1


lagi-lagi Agam, tidak bisa mengontrol emosi nya, wanita cantik itu bahkan tidak bisa meloloskan diri bahkan Agam, langsung menghimpit tubuh ramping wanita nya itu.


__ADS_2