Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Agam cinta#


__ADS_3

Setelah keadaan Ananda mulai membaik, Agam pun kembali membawa gadis itu pulang ke apartemen nya, karena Amanda merasa tidak nyaman berada di Mension.


Ananda, pun mulai kembali nyaman meskipun mendapatkan kemarahan dari kedua orang tua nya, yang sudah dia hubungi bawah dia kembali berkuliah di Jakarta.


sementara Agam juga sudah kembali ke perusahaan, setelah berhari-hari mengurus Ananda Aprilia.


kini panggilan kesayangan Agam untuk Ananda adalah April, agar lebih mudah, karena Ananda sudah menjelaskan bahwa Kamelia adalah nama almarhum sang kakak yang kini sudah meninggal.


"April sayang tolong ambilkan dasi ku"ucap Agam.


"Tunggu kak, aku masih pakai baju"jawab April.


"Kamu hari ini sudah masuk kuliah apa? tangan mu sudah benar-benar membaik"ucap Agam.


"Sudah kak tidak usah khawatir"jawab April.


"Heumm baik lah"ucap Agam.


Agam pun duduk di sofa setelah merapihkan penampilan nya, setelah April keluar dari dalam walk-in closed, April membawakan dasi dan memasang dasi tersebut di leher kemeja yang Agam kenakan.


"Sayang aku mau kita menikah secepatnya"ucap Agam.


"Itu tidak mungkin kak, karena ayah dan ibu juga menolak hubungan kita, biarlah kita seperti ini saja terus bersama meskipun tidak ada ikatan atau apalah itu"ucap April.


"April masalah nya aku ingin memiliki mu sepenuh nya, aku mencintaimu dan aku adalah pria normal"ucap Agam tegas.


"Ya aku tau itu, tapi aku tidak bisa apa-apa, kakak punya istri untuk memuaskan h*s*a* Kakak"ucap April yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Agam.


"Coba kamu ulangi lagi"ucap Agam yang terus berjalan mendekat kan diri kearah gadis itu.


"Ayo coba kamu ulangi lagi"ucap Agam lagi.


"Aku harus segera menyiapkan sarapan"ucap April.


tapi tangan nya di tahan Agam pria itu menarik tengkuk April supaya menghadap kearah nya.


"Aku hanya ingin kamu bukan yang lain"ucap Agam.


"Agam kamu dimana"teriak sang Mommy yang kini datang mencari nya.


"Ikut aku sayang"ucap Agam, yang menarik tangan Agam.


"Aku disini Mommy ada apa?" ujar Agam


"Owh jadi ini wanita yang sudah membuat putra ku lupa dengan keluarga nya sendiri, dan lupa istri, Agam! kamu itu dikasih pelet apa? sama dia Mommy tidak mengerti"ucap Arinda yang kini terlihat benar-benar marah besar.


"Saya, tidak menggunakan pelet apapun Nyonya, aku tau aku salah, tapi putra Anda tidak pernah ingin melepaskan saya"ucap April.


"Sayang, jangan menjawab nya, biarkan aku saja yang menjelaskan nya"ucap Agam.

__ADS_1


" Mommy aku sudah katakan sedari awal jangan ikut campur dalam hubungan kami, dan aku menyetujui pernikahan itu karena aku sangat menyayangi nya, Agam cinta dia"ujar Agam lantang.


"Agam sejak dulu kamu tidak pernah melawan pada Mommy, tapi sekarang, kenapa? sekarang kamu jadi seperti ini heuhhhhh, firasat Mommy memang benar dialah yang membawa pengaruh buruk untuk mu, Mommy sudah putuskan mulai saat ini Amanda akan tinggal di sini bersama dengan mu, tidak ada penolakan, dan kamu harus tau bahwa untuk tinggal bersama dengan anak dan menantuku semua tidak gratis, mulai saat ini kamu harus menjadi babu di sini"ucap Arinda tidak punya hati.


seakan lenyap kebaikan hati wanita itu saat ini sejak kehilangan kedua orang tua nya, dia menjadi penguasa dalam keluarga nya.


"Saya bisa pergi sekarang juga nyonya, anda tidak perlu mengusir pun saya a"ucapan Aprilia terhenti saat tangan kekar itu menarik dirinya kedalam dekapannya.


"Mas kamu tidak bisa berlaku seperti itu donk mas, aku istri mu, dan kita akan terus bersama selamanya"ucap Amanda berani berbicara seperti itu karena merasa mendapat kan dukungan, tanpa tanpa sadar Air mata April meleleh deras gadis itu langsung pergi membawa tas punggung nya untuk pergi kuliah dan urusan tempat tinggal nanti dia akan urus.


baru sampai di depan pintu lift, tiba-tiba tangan nya ditarik oleh Agam.


"April, kamu itu kenapa? tidak bertahan di samping ku"ucap Agam.


"Untuk apa?... untuk mendengarkan hinaan dan cacian ia begitu kak, aku tau aku tidak pantas bersanding dengan mu, tapi tidak seharusnya ibumu menghinaku seperti itu, orang tua ku saja tidak pernah menghinaku atau caci maki aku, meskipun mereka akan menghukum ku saat aku melakukan kesalahan, aku memang miskin kak, tapi tidak untuk dihinakan, lebih baik aku pergi, aku titip barang-barang ku, setelah aku pulang kuliah aku akan"


"Tidak ada pergi setelah pulang kuliah, saat ini kita akan pergi kerumah kita"ucap Agam.


"Aku ada jadwal kuliah pagi ini, biarkan aku menjadi wanita yang, berguna meskipun jauh dari kata pantas untuk mu"ucap April yang langsung pergi meninggalkan Agam yang kini menatap kepergian nya.


"Mom.... aku mohon jangan merendahkan Aprilia, dia gadis yang baik dan selalu pintar menjaga diri, meskipun selama ini kami tinggal satu rumah, tapi dia bisa menjaga kehormatan nya, tidak seperti wanita lain yang dilihat sangat sempurna dari luar ternyata sudah tidak murni lagi, jika Mommy memandang rendah karena dia tinggal bersama Agam, itu semua karena Agam cinta padanya, Agam cinta Mom..."ucap Agam memohon.


"Tidak Agam Mommy tetap tidak setuju biar bagaimanapun dia tetap salah dan wanita tidak baik, jika kamu ingin dia aman biarkan dia pergi, tapi jika kamu tetap kekeuh ingin dia tinggal di sini, maka siap-siaplah untuk melihat wanita itu menderita karena, Mommy sendiri yang akan mengawasi kegiatan apa? saja yang akan dia lakukan di sini, dan mulai sekarang dia akan tinggal di gudang"ucap Arinda tegas, dia langsung meminta para bodyguard nya untuk membantu memindahkan barang-barang Aprilia ke gudang tapi Agam langsung menolak dia tidak ingin semua itu terjadi, Agam langsung minta mereka memindahkan barang-barang Aprilia ke mobilnya Agam akan menempatkan gadis itu di sebuah rumah sederhana yang akan dia beli tapi lagi-lagi Arinda melarang nya.


"Tidak ada rumah untuk dia Agam, sepeser pun Mommy tidak akan izinkan kamu untuk memberikan uang padanya"tegas Arinda.


"Tidak ada tapi-tapian"ujarnya tegas.


Agam pun mengacak rambut nya frustasi, dan kini barang-barang Aprilia sudah berada di luar pintu unit apartemen Agam, gadis itu langsung kembali saat dia mengetahui itu dari tetangga nya di apartemen tersebut.


Aprillia langsung di bantu oleh satpam menuju taksi yang tadi mengantarkan nya pergi, ini jauh lebih baik, pikir Aprilia yang mengusap derai air mata nya, sambil masuk kedalam mobil taksi tersebut.


🌹💖💖💖🌹


Agam sudah dua hari ini meminta anak buah nya mencari keberadaan April, tapi kali ini gadis itu kembali menghilang bahkan pihak kampus mengatakan bahwa Aprilia berhenti kuliah, saat ini.


Agam begitu terpukul dengan kejadian ini, dia kembali menjadi pria yang di penuhi dengan amarah lagi-lagi Aprilia menghilang dan kali ini dia benar-benar tidak ditemukan jejak nya.


hari yang Adam lalui terasa begitu menyiksa menyakitkan dan, semua rasa itu terjadi karena dirinya kehilangan wanita yang sangat ia cintai.


Agam tidak berdaya jika dihadapkan pada pilihan, memilih melawan sang Mommy, atau memilih Aprilia yang kini telah menghilang.


pria itu benar-benar menjadi pria dingin yang tidak punya hati, Agam bahkan akan menghabiskan waktu bersama wanita malam, hingga pagi tiba tak jarang dia membawa pulang wanita malam tersebut ke apartemen nya.


hingga hari berganti minggu, minggu berganti bulan, Agam kini sudah memiliki janin yang tumbuh di rahim Amanda yang entah benar anak nya atau bukan, yang pasti dia diakui sebagai ayah bayi tersebut oleh Amanda.


Ananda pun merasa menang karena saat ini tidak hanya dia di perhatikan tapi juga menerima kebaikan Agam.


Agam akan membawakan semua yang dia inginkan disela ngidam nya karena Agam tidak ingin disalahkan jika suatu hari bayi itu ngeces.

__ADS_1


kini semua sudah tahu bahwa Agam akan menjadi seorang ayah, dan keluarga mereka juga benar-benar keluarga yang bahagia.


sementara itu seseorang yang kini tengah duduk sambil menatap langit malam tanpa bintang, seorang gadis yang sudah satu tahun lebih duduk di kursi roda akibat kecelakaan tabrak lari tersebut hanya bisa meratapi nasibnya sambil menatap langit yang gelap, tidak ada lagi teman atau keluarga, kini dia benar-benar hidup sebatang kara, setelah seluruh keluarga nya ditemukan sudah tidak bernyawa akibat keracunan.


"Tuhan, kenapa? kau tidak memanggil ku bersama dengan mereka, aku sudah sangat berdosa pada mereka, aku tidak pernah mendengar kan mereka, Ayah ibu, aku minta maaf aku salah, tapi kenapa? kalian pergi dengan cara seperti ini"ucap gadis itu yang tidak lain adalah Ananda Aprilia.


gadis itu pun menggerakkan kursi roda yang selama ini dia gunakan dengan kedua tangan nya.


Tidak ada satupun kerabat yang datang untuk menjenguk atau pun memastikan bahwa dia sudah makan atau belum, dan apa? dia baik-baik saja atau tidak, April berjuang sendiri, benar-benar sendiri, dia bahkan mencari makan sendiri dengan membantu tetangga berjualan online, wanita itu mendapat kan penghasilan dari situ.


sementara untuk pengobatan kakinya yang lumpuh dia tidak melakukan hal itu, dia sudah pasrah, dengan cobaan hidup yang dia jalani saat ini.


hingga suatu hari, Sari yang pindah tugas kerja nya ke Jakarta, dia tengah sibuk melayani pengunjung yang datang ke restaurant tersebut, yang kini sudah semakin besar, tak sengaja dia melihat seseorang yang pernah ia temui dulu di kampung nya, pria yang sangat tampan menggunakan jas mahalnya sedang memesan makanan.


Sari langsung bergegas menghampiri pria itu.


"Maaf tuan, apa? benar nama anda tuan Agam"tanya Sari.


"Iya saya sendiri"ucap Agam sambil menatap lekat wajah wanita yang berseragam pelayan cafe tersebut, dan saat itu juga dia langsung teringat tentang semua nya.


"Kau disini"ucap Agam.


"Iya tuan sudah hampir lima bulan saya disini"ucap Sari.


"Apa? sahabat mu Nanda, pernah memberikan mu kabar, apa? dia pernah pulang kampung" rentetan pertanyaan itu tanpa jeda.


"Rupanya tuan masih mengingat teman ku yang malang itu, dia selama ini tinggal di kampung, sudah hampir satu tahun berlalu, dia menghuni kursi roda, dan kedua orang tua nya meninggal karena keracunan, aku juga sebenarnya tidak tega untuk tinggal jauh dari nya tapi semua karena tuntutan pekerjaan"ucap Sari yang menatap pria yang kini mematung mendengar perkataan sari


tapi beberapa detik kemudian"Dengan siapa? dia tinggal"ucap Agam yang sudah tidak kuat menahan bahagia bercampur duka itu.


"Dia hidup sebatang kara, dan tidak ada sanak saudara yang merawat nya, karena mereka menyalahkan Nanda, untuk Kematian kedua orang tua nya"jawab Sari, seketika itu juga Agam langsung membayar pesanannya tanpa menyentuhnya terlebih dahulu, saat ini hanya ada rasa sakit yang teramat sangat mendengar kemalangan yang menimpa sang pujaan hati.


Agam tiba di apartemen nya dia mengambil handphone dan juga beberapa barang penting nya tidak peduli sang istri terus bertanya akan pergi kemana dia saat ini, tapi pria itu tidak pernah peduli, dia bahkan membawa koper berisi pakaian milik nya laptop nya dan beberapa barang berharga miliknya, lalu berkata"Aku ada perjalanan bisnis mendadak"ucap pria itu lalu pergi membawa dua koper miliknya.


sesampai di mobil dia langsung memasukkan semua itu, dan tancap gas, hingga tiga jam perjalanan sudah dilewati nya, pria itu pun tiba di depan rumah yang dulu pernah dia kunjungi rumah tersebut terlihat sangat sepi tidak tampak asri seperti dulu kini bunga-bunga itu pun sudah banyak yang mati dan tidak terawat.


Agam pun mengetuk pintu rumah tersebut tapi tidak kunjung dibuka, hingga seseorang datang dari arah belakang.


"Maaf untuk apa? anda datang kemari"suara itu langsung membuat Agam langsung menoleh.


Terlihat seseorang yang sangat ia cintai dan sayangi, kini terduduk di kursi roda, penampilan nya bahkan jauh dari kata layak dengan menggunakan kaos polos berwarna coklat dan rok yang menutupi kaki nya berwarna hitam, bahkan rambut nya sudah tak terawat seperti dulu lagi, penampilan Ananda berbalik delapan puluh derajat.


Dengan derai air mata, Agam langsung menghampiri Ananda Aprilia dan langsung memeluk nya dengan tangis pilu dia sungguh sangat menyesal karena telah mengikuti perkataan sang Mommy dulu hingga dia kehilangan wanita terbaik dalam hidup nya.


"Tolong lapas tuan tubuh saya bau dan banyak kuman, anda tidak perlu mengasihi saya seperti ini, saya tidak butuh simpati dari siapapun"ucap Ananda


"Sayang maafkan aku hiks hiks hiks, tolong maafkan aku, jika saja waktu itu aku tidak membiarkan mu pergi mungkin tidak akan jadi seperti ini"Agam seorang pemimpin perusahaan dan organisasi dunia bawah kini menangis pilu dihadapan wanita yang sangat ia cintai.


"Andaikan saja kata maaf itu akan mengembalikan kedua orang tua ku, mungkin aku aku akan dengan senang hati untuk memaafkan mu, meskipun aku harus tetap lumpuh seperti saat ini, tapi sayang semua tidak ada gunanya lagi, jadi kembali lah"

__ADS_1


__ADS_2