Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Tapi kenapa? kamu tidak #


__ADS_3

Ananda masuk kedalam rumah dengan susah payah, tapi dia berhasil masuk sementara Agam, yang hendak mengikuti nya tidak bisa masuk kedalam karena pintu langsung terkunci.


"Yang aku mohon buka pintu nya, kita harus bicara, aku akan berusaha untuk mengembalikan keadaan mu agar kamu bisa berjalan kembali"ucap Agam.


Tidak ada jawaban dari dalam rumah tersebut, Ananda Aprilia kini tengah berada di dalam kamar nya memeluk foto kedua orang tua nya dan setelah lama menangis dia pun mencoba untuk naik ke atas ranjang nya dengan menggunakan kekuatan tangan nya dia mencoba menahan berat badan nya dan menjatuhkan diri ke kasur meskipun terasa sangat menyakitkan tapi sering dia paksakan karena tidak pernah ada yang membantu dirinya untuk bergerak, setelah memutuskan untuk pergi dari rumah bibinya karena wanita paruh baya itu selalu menyindir nya sebagai beban dan penyebab kematian kedua orang tua nya.


Agam sendiri masih menunggu di luar hingga saat seseorang datang hendak mengirim makanan untuk Ananda.


"Maaf mas apa? Ananda nya ada, saya ingin mengantarkan jatah makan malam nya untuk Ananda dari bibirnya"ucap pria yang kini berdiri di depan pintu masuk.


"Coba kamu panggil sendiri saya pun tidak diijinkan nya untuk masuk"Ujar Agam.


"Nanda, buka pintu nya aku mengantar kan makanan untuk mu"ucap pria itu


tidak ada sautan sama sekali"Mungkin dia sudah tidur siang ,mas titip makanan ini ya, nanti kalau dia buka pintu tolong sampaikan bahwa ini jatah makan terakhir nya di bulan ini karena uang Ananda tidak cukup"ujar pria itu.


"Apa maksudnya ini, bukan nya ini masih siang dan apa? maksud mu dengan jatah makan malam dan itu yang terakhir"ucap Agam .


"Begini mas, Nanda diberikan jatah makan satu kali untuk satu hari,itu karena uang peninggalan orang tuanya berada di tangan bibi nya sebagai jatah makan nya dan akan diberikan setiap jam segini"jelas pria itu.


"Bawa kembali makanan tersebut, lebih baik tidak usah memberikan jatah makan itu lagi karena saya yang akan mengurus dia"ucap Agam.


tidak lama setelah pria itu pergi Ananda membuka pintu, gadis itu terlihat celingukan mencari sesuatu saat dia akan kembali akhirnya wanita itu pun hendak menutup pintu tapi tangan kekar itu menahan pintu tersebut.


"Sayang kit harus bicara"ucap Agam yang langsung masuk kedalam.


"Tuan tolong pergi dari rumah ku, apa? kamu belum puas juga setelah melihat ku seperti ini, kenapa? keluarga mu tidak membunuh ku saja bersama dengan kedua orang tua ku"ucap Ananda yang membuat mata Agam melotot tajam.


"Jangan sembarangan April, keluarga ku tak akan sekejam itu, mereka memang tidak merestui hubungan kita, tapi keluarga ku bukan pembunuh"ucap Agam tegas.


"Jika kamu bisa membuktikan bahwa keluarga mu, tidak bersalah aku tidak ada masalah untuk pengorbanan ini, tapi nyatanya orang suruhan kedua orang tua mu, yang sudah membuat ku seperti ini, dan bukan tidak mungkin orang tua ku juga meninggal karena makanan yang mereka kirimkan atas nama ibu mu"ujar Ananda.


Agam sungguh tidak menyangka siapa yang melakukan semua itu, hingga tega mengatasnamakan ibunya.


"Sayang apa? kamu pikir jika ada yang ingin melakukan teror akan mengatasnamakan dirinya sendiri, itu tidak lah mungkin kecuali orang yang membuat ancaman"ucap Agam.


Ananda terdiam sejenak lalu ia teringat akan hal itu, dan benar apa? yang dikatakan oleh Agam, apa? pembunuh yang sesungguhnya akan membunuh akan mengatakan siapa? dirinya dan jika benar begitu mungkin polisi akan dengan sangat mudah menangkap nya, dan tidak perlu ada sidang yang panjang dan melelahkan mereka akan langsung menjatuhkan vonis.


Agam pun menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat lusuh dan tak terawat itu.


"Sayang apa? kamu mengingat sesuatu"ucap Agam.

__ADS_1


"Aku mengalami kecelakaan tepat saat ibu dan ayah ku meregang nyawa, setelah kiriman paket makanan yang mengatasnamakan nyonya Arinda, aku sendiri tidak ada di samping mereka saat itu, karena berada di rumah sakit, dan entah siapa yang membayar biaya rumah sakit tersebut, yang aku tau aku sudah berada di rumah ini tepat setelah pemakaman itu terjadi, dan aku hanya mendapatkan perawatan atas luka lecet yang ku derita tidak dengan luka dalam, seandainya saja saat itu aku tidak terlambat pulang mungkin aku masih bisa melihat kedua orang tua ku tapi Tuhan berkehendak lain, aku bahkan belum sadarkan diri saat itu"ucap nya panjang lebar.


"Sayang aku akan buktikan jika Mommy, tidak akan pernah Setega itu pada siapapun, dia hanya tidak setuju dengan hubungan kita karena aku sudah dijodohkan dengan nya, ayo ikut aku, kita akan segera berobat tapi sebelum itu kamu harus makan dulu, kita akan makan bersama, apa kamu bisa. mandi dan berganti pakaian sendiri, atau perlu bantuan ku"ucap Agam lembut.


"Aku bisa sendiri, tidak perlu bantuan, dan aku tidak butuh makanan dari siapapun, aku bisa mencarinya sendiri meskipun aku cacat"ucap gadis cantik itu.


"Sayang aku tak bermaksud untuk itu, aku tulus mencintai mu sepenuh jiwa ku, dan aku ingin melihat mu baik-baik saja, aku tidak akan memaksa mu lagi untuk menikah dengan ku, yang aku inginkan saat ini adalah aku ingin kau sembuh agar selalu baik-baik saja dan bisa menjaga diri mu sendiri, setidaknya sampai kamu benar-benar dapat jodoh yang terbaik"ucap Agam.


"Tidak perlu, aku sudah hancur se hancur-hancurnya , dan sudah aku putuskan untuk tetap menyendiri di sini, pergilah simpan saja uang mu itu untuk anak dan istri mu"ucap Agam yang langsung terbengong saat mendengar ucapan Ananda, bahwa dia sudah memiliki putra dari wanita itu.


"Tidak usah heran meskipun aku cacat aku masih bisa melihat info lengkap tentang semua orang yang ada di atas sana"ucap Ananda yang langsung memalingkan pandangannya.


"Sayang itu tidak benar"sangkal Agam.


"Aku tidak tau benar atau tidak nya semua itu, tapi yang jelas saat ini kalian sudah memiliki ikatan yang kuat"ucap Ananda.


"Aku tidak seperti yang kamu bayangkan sayang aku tak bisa melupakan semua tentang kita dan aku terus mencari keberadaan mu tapi sayang semua begitu sulit mungkin karena terlalu banyak orang yang menutupi semua itu, tapi yang jelas aku masih sangat mencintai mu"ucap Agam.


"Benarkah,,,, bahkan setelah hadir nya buah hati diantara kalian, bahkan setelah selama ini aku pergi, dan setelah melihat keadaan ku"


🌹💖💖💖🌹


Ananda terdiam tanpa berkata apa-apa lagi kemudian Agam, mendekat kan wajah nya hingga teramat dekat dan tak berjarak lagi cup,,satu kecupan mendarat di puncak kepala pujaan hati nya cinta sejati nya.


"Ayo bersiap aku tidak akan meminta mu untuk memaafkan ku, tapi aku akan meminta mu, untuk melanjutkan hidup dengan atau tanpa aku dengan kondisi mu yang sehat dan baik, setelah itu kamu bisa melanjutkan kuliah untuk mengejar cita-cita mu lagi, dan aku berharap kamu akan bahagia seterusnya"ucap Agam.


Ananda hanya bisa menitikkan air mata, disaat ini dia butuh seseorang untuk melewati ini semua, tapi Agam, hanya akan hadir untuk sementara dan setelah itu dia akan pergi untuk selamanya, lalu untuk siapa dia berjuang, untuk siapa? dia bertahan hidup gadis itu menggeleng.


"Pergilah, biarkan aku tetap seperti ini hingga ajal menjemput ku"ucap Ananda dan hendak pergi, tapi Agam menahan nya, dan menggenggam erat tangan nya.


"Aku mohon"ucap nya lirih.


"Aku tidak punya alasan untuk bertahan hidup, semua sudah pergi meninggalkan ku, jadi lebih baik aku begini sampai kematian menjemput ku"ucap gadis itu sambil tertunduk.


"Apa? aku tidak cukup untuk menjadi alasan untuk mu, dan apa? selama ini rasa itu tidak pernah ada di sini"ucap Agam sambil menunjuk kearah Ananda.


"Kau hanya datang untuk pergi lagi, jadi untuk apa? semua itu"ucap Ananda yang langsung pergi tanpa menghiraukan Agam yang terus mengikuti laju kursi roda tersebut.


"Aku akan selalu ada di sisimu untuk selamanya aku janji, dan kamu bisa pegang janjiku"ucap Agam.


pria itu pun langsung meminta Ananda untuk bersiap,jam makan siang sudah hampir terlupakan, sekarang hari telah sore, dan Agam pun sudah kelaparan, setelah Ananda mandi dan bersiap akhirnya mereka pun pergi menuju restaurant, sesampainya di sana Agam dengan setia mengambil kursi roda dan mengangkat tubuh Ananda, lalu mengembalikan dia ke kursi roda tersebut dan mendorong nya masuk ke dalam restaurant tersebut.

__ADS_1


sesampainya di dalam sana mereka menjadi pusat perhatian, karena pria gagah dan tampan itu dengan setia mendorong kursi roda dari gadis cacat tersebut meskipun kecantikan wajah nya tidak bisa tertutup.


"Sayang kamu mau duduk di kursi atau mau tetap di sini" tawar Agam.


"Aku disini saja, kamu pasti malu lihat semua orang memandang ke arah kita"ucap Ananda.


"Sayang aku tak malu dengan semua ini, justru aku ingin seluruh dunia tau bahwa apapun kondisi mu, aku Agam sangat mencintai Ananda Aprilia, wanita tercantik di sini di dalam hati ku"ucap Agam sambil mengelus puncak kepala gadis yang kini menatap nya sendu.


Andaikan saja, tidak ada penghalang di antara mereka mungkin mereka sudah bersama sejak dulu menjalani bahtera rumah tangga yang bahagia, tapi semua tidak semudah itu.


Agam sudah memesan makanan, dan kini dia tengah menyuapi Ananda dengan hidangan pembuka, wanita itu sesekali mencuri pandang ke arah pria yang selama ini selalu berjuang untuk nya, meskipun perjuangan nya tidak semua tidak semulus seperti apa?yang diharapkan.


andaikan saja waktu bisa berhenti saat ini juga Ananda, akan menjadi wanita paling berbahagia saat ini.


"Sayang jangan melamun, kamu lagi mikirin apa? heumm, jangan terlalu banyak pikiran oke, berdoalah agar semua nya lancar"ucap Agam.


Ananda hanya mengangguk pelan.


saat makanan itu sudah datang mereka pun kini makan dalam keheningan hanya suara-suara orang yang ada di sekitar mereka dan denting sendok dan garpu yang terdengar, Agam sesekali akan menyuap kan makanan pada Ananda, dan begitu juga Ananda, yang sudah mulai terbawa suasana.


gadis itu kini mulai menampakkan senyum, setelah hampir satu tahun lebih, hanya Air mata yang menjadi teman hidup nya.


setelah selesai makan mereka pun kembali ke tujuan awal yaitu menuju rumah sakit, Ananda dan Agam, langsung disambut oleh dokter, yang ternyata adalah kenalan Agam, lebih tepatnya teman kuliah nya saat di Jerman meskipun beda jurusan.


setelah sampai di dalam ruangan pemerisaan menyeluruh dan alangkah kagetnya dokter yang melihat hasil pemeriksaan dari Ananda, terdapat retakan yang cukup serius di tulang belakang Ananda, tidak hanya itu beberapa syaraf sudah jelas rusak dan jika terus dibiarkan seperti selama ini, akan sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian, tapi dokter begitu salut pada gadis itu bisa bertahan selama itu, meskipun kini tubuh Ananda sudah sangat kurus, dokter tersebut menyarankan agar Ananda di bawa ke rumah sakit yang berada di Jerman, disana sudah banyak kasus yang sama bisa terselamatkan dan kembali pulih, karena tidak hanya itu di bagian lain pun terdapat beberapa kerusakan.


Dan pria itu langsung memeluk dan menangis dalam diam, ternyata selama ini, Ananda sudah sangat menderita bukan hanya luka fisik maupun psikologis dia juga sudah kehilangan tempat nya berkeluh kesah.


Agam langsung menelpon seseorang untuk mengurus keberangkatan mereka ke negara tersebut, Ananda bahkan dilarang untuk duduk di kursi roda lagi saat ini dia diminta untuk berbaring lurus dan di rawat inap, sebelum dia pergi.


"Pulang lah, aku tau kamu meninggalkan pekerjaan mu saat ini, biar aku pulang saja ke rumah"ucap Ananda yang terus melihat ke arah Agam yang tengah berkutat dengan laptop nya karena ini sudah malam hari.


"Jangan pikirkan yang macam-macam, aku tidak akan pergi begitu saja sebelum memastikan kondisi mu baik-baik saja, karena selain perusahaan kamu adalah yang terpenting bagi ku, aku tidak akan jatuh miskin hanya karena tidak masuk kerja selama satu tahun, tapi aku akan menyesal jika kehilangan mu, seperti selama ini aku sangat,,, ah sudah lah tidak perlu dibahas karena kamu juga tidak akan pernah percaya jika aku mengatakan bahwa aku sangat menderita"ucap Agam.


"Aku tau kamu menderita karena istri mu tidak menyiapkan semua kebutuhan mu, iyakan hanya kebutuhan yang utama yang dia sediakan hingga kalian tetap bahagia hingga saat ini"ucap Ananda sambil tersenyum kecut.


"Tuh kan apa yang aku bilang, kamu tidak akan pernah percaya dengan semua itu, jadi tidak usah dibahas, tetap fokus pada kesembuhan mu, bagaimana apa masih terasa sakit"jawab Agam diakhiri sebuah pertanyaan.


"Aku percaya kamu pria yang baik, dan siapapun akan nyaman berada di sisi mu selain tampan kamu juga punya semuanya"ujar Ananda, yang sudah mulai banyak bicara seperti biasanya.


"Tapi kenapa?kamu tidak"

__ADS_1


__ADS_2