Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Malam#


__ADS_3

Setelah beberapa hari berada di Jerman akhirnya mereka kini sudah berada di Indonesia lagi, Refi sudah bersiap untuk berangkat bekerja pagi ini.


"Yang kamu dirumah saja biar asisten mu yang bekerja"ucap Refi yang tidak tega melihat istrinya kelelahan setelah permainan mereka semalam, sementara mereka baru tiba dari Jerman sore kemarin.


pria itu seakan tak pernah bosan dengan hal itu **** terkadang Dheandra, sering menolak keinginan Refi, karena jika sudah bermain pria itu benar-benar akan lupa waktu, stamina nya cukup kuat, maklum masih muda.


Dheandra hanya mengangguk pelan dengan mata terpejam dia bahkan tidak sanggup untuk sekedar bangkit berdiri apa lagi menyiapkan semua kebutuhan suami nya di pagi hari dia benar-benar dibuat lemas meskipun Dheandra juga menikmati permainan tersebut.


Refi, langsung mencium bibir istri nya sekilas setelah itu dia pun langsung berangkat sambil menjinjing tas kerja miliknya.


wanita bahkan tidak mengucapkan salam perpisahan seperti biasanya, dia masih terlelap di balik selimut dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun.


sementara itu di kediaman Andra, pria itu sudah resmi bercerai dengan istrinya, dan dia membawa putranya dalam pengasuhan nya.


bahkan Andra, tidak sedikit pun memberikan kesempatan kepada wanita itu untuk menuntut hak asuh anak, dan Gono gini, Andra hanya memberikan sebuah rumah yang dulu sempat ia berikan kepada kedua orang tua wanita itu yang ternyata palsu dan hanya bayaran, mereka ikut menikmati harta yang Andra berikan.


Andra, sibuk bekerja sambil mengurus putra nya, hasil pernikahan. jebakan itu yang kini diberi nama Andreas Wijaya, sesuai nama belakang nya.


sementara ketiga anak dari Dheandra diberi nama keluarga belakang ayah dan ibu nya.


Arinda Alexandria Wijaya


dan


Arina Alexandria Wijaya


juga


Gerald Alexander Wijaya.


Mereka bertiga tidak pernah merasakan kasih sayang Andra, sepenuhnya dulu Andra, terlalu fokus pada pekerjaan dan istri,atau wanita lain, sehingga Refi lah yang selalu menggantikan posisi Andra, karena Refi tidak bisa melihat mereka bersedih.


Andra sekarang mulai menyadari kesalahannya dimasa lalu, dia merindukan putra putri nya itu, tapi dia tidak lagi bisa sebebas dulu untuk bisa bertemu dengan mereka meskipun Refi, selalu memberikan dia kesempatan untuk dia bertemu dengan ketiga anak nya.


"Sayang Daddy sangat bersalah maafkan Daddy nak selama ini Daddy, tidak pernah menjadi Daddy yang baik untuk kalian bertiga"ucap Andra lirih, sambil melihat foto ketiga anak nya yang terpajang di dinding tepat depan meja kerja Andra.


foto Gerald, saat berada di gendongan nya, dan Arinda juga Arina yang baru berusia dua tahun saat itu sebelum perpisahan mereka, saat ini dia tidak memiliki foto terbaru dari anak nya yang sudah berusia enam tahun, dan sudah masuk taman kanak-kanak.


Arinda, bahkan tidak mengenalinya lagi, setiap kali dia bertemu anak itu hanya diam meski berkali-kali Andra selalu mencoba untuk bicara dengan nya.


kedua anak nya hanya mengangguk dan berkata ia, sebagai jawaban dari pertanyaan Andra, dan Andra tidak bisa menyalahkan siapapun, kecuali dirinya sendiri yang benar-benar menyadari kesalahannya sendiri.


"Daddy mau pipis"ucap Andreas yang kini berdiri di sofa.


"Baiklah sayang pipis ya"ucap Andra.


"Tidak usah pak,biar saya saja yang mengantar kan nya ke toilet"ucap Ririn, pengasuh baru nya.


"Baiklah, kamu pergi dengan suster ya, Daddy masih sibuk"ucap Andra.


Andreas hanya mengangguk patuh.


tidak terasa sudah hampir tiga bulan lamanya Andra berpisah dengan istrinya itu,kini Andreas pun sudah berusia empat tahun, bocah itu terlihat sangat tampan, karena Andra dan mantan istri nya memiliki paras yang bagus.


setiap weekend tiba Andreas akan dibawa jalan-jalan di taman bermain, seperti saat ini Andra, keluar mobil membawa putranya di ikuti oleh suster yang membawa tas kecil berisi kumpulan tuan mudanya itu.


Andra, berpapasan dengan Refi, yang juga tengah berada di sana di samping kiri dan kanan ada Arinda dan Arina.


"Kalian disini juga sayang"ucap Andra.


"Ya"ucap keduanya yang langsung mendongak menatap Refi.


"Salim pada Daddy kalian sayang"ucap Refi lembut.


Andra tersenyum pada kedua nya lalu mengelus puncak kepala keduanya bergantian setelah mereka bersalaman.


"Kalian main sama Daddy saja ya sayang nanti Daddy antar kalian pulang ke mommy"ucap Andra.


"Tidak kami mau pulang bersama dengan Ayah"ucap Arinda di susul oleh Arina yang mengangguk.


"Kakak tidak boleh begitu Daddy pasti kangen kalian"ucap Refi lembut.


"Tidak mau Ayah,mau pulang saja"ucap keduanya yang akan menangis.

__ADS_1


"Ok baiklah-baiklah, kita pulang"ucap Refi lembut.


"Sebaiknya Abang, sering-sering berkunjung ke rumah untuk mengajak mereka bermain atau sekedar basa-basi, karena tidak akan mudah bagi mereka jika langsung di harus kan untuk menerima keadaan, aku yakin pelan-pelan mereka akan bisa menerima Abang"ucap Refi, yang langsung pamit.


"Terimakasih"ucap Andra untuk pertama kalinya.


"Sama-sama"jawab Refi.


pria itu pun berlalu membawa kedua putrinya yang kini telah memanggil nya Ayah, seperti yang selalu Refi ucapkan selama ini tanpa pernah bosan dan akhirnya mereka pun menerima nya dengan baik.


setelah kepergian mereka bertiga Andra, membawa putranya untuk bermain di area permainan anak seusianya, Andra tidak ingin mengambil resiko.


Andra langsung ikut mengantri untuk membeli tiket sambil terus menggendong putra bungsu nya itu, hingga di depan loket pembayaran tiket tersebut, Andra langsung memberikan black card nya yang mengundang tanya dari orang yang berdiri di hadapan nya.


"Maaf tuan apa?... anda tidak baca ini di bayar dengan uang pas"ucap gadis berusia 24 tahun itu.


"Saya tidak pegang uang kes Nona"ucap Andra.


"Ambilah biar, saya yang bayar"ucap Hana.


Andra langsung mengambil nya dan dia pergi karena putranya sudah tidak sabar Andra meminta Ririn, untuk menunggui putra nya dia hendak mengambil uang di ATM.


setelah Ririn , menjaga putra nya akhirnya Andra pergi menuju mesin ATM, yang tak jauh dari tempat itu, dia mengambil uang lumayan banyak setelah itu menyimpan nya di dalam tas selempang milik nya, dia kembali berjalan ketempat loket karcis tadi dia menatap wajah wanita yang tadi memberikan tiket gratis .


"Maaf nona bisa ikut saya sebentar"ucap Andra.


"Maaf tuan saya sedang sibuk"ucap nya.


"Sebentar saja please"ucap Andra.


"Heummm"jawab Hana.


mereka pun akhirnya pergi sedikit menjauh dari tempat itu, kebetulan ada tempat yang sedikit sepi.


"Nona ini ambilah untuk mengganti uang yang tadi anda keluarkan untuk membeli tiket"ucap Andra tulus.


wanita itu bukan mengambil nya tapi dia malah tertawa pelan.


🌹💖💖💖🌹


"Maaf tuan saya sibuk lain kali kita bicara lagi jika ada waktu dan tuhan mempertemukan kita, dan ini uang tiket yang tadi jika anda benar-benar tidak bisa menerima bantuan dari orang lain"ucap Hana sambil tersenyum.


wanita itu langsung pergi meninggalkan Andra, sementara Andra tersenyum di jaman seperti ini masih ada wanita yang sangat baik dan jujur.


sampai akhirnya suara putra nya dan pengasuh nya, datang menghampiri nya.


"Jangan lari-lari bos Daddy takut kamu jatuh "ucap Andra, yang langsung menyambut kedatangan putranya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Daddy mau itu...."ujar Andreas.


"Baiklah sayang"jawab Andra yang langsung berjalan menuju tempat yang putra nya tunjukkan, yaitu permainan bola salju, tempat itu lumayan ramai jadi harus dijaga ketat.


Andra langsung membeli tiket setelah itu dia pun masuk bersama dengan Ririn dan putra nya.


"Ririn, kamu jaga sebelah sana saya disini"ucap Andra yang menunjukkan tempat untuk menjaga putra nya dari dua arah.


Andreas, terus membuat gumpalan bola salju dia melempar kan nya ke arah Andra dan Ririn, mereka berdua harus berakting kalah dengan lemparan bola salju dari Andreas,agar putra nya bisa senang dan terbukti Andreas, tertawa terbahak-bahak dan Andra ikut bahagia melihat putranya bahagia.


setelah puas bermain akhirnya Andra membawa Andreas ketempat istirahat sekaligus area restaurant, jadi mereka bisa sambil mengisi perut .


"Andreas lelah?..."tanya sang ayah.


"Iya Daddy, aku lelah mau bobo"ucap anak itu.


"Kita makan dulu ya, setelah itu kita pulang ok"ucap Andra lembut.


"Baiklah Daddy"jawab Andreas.


"Ririn, tolong pesankan makan yang biasa untuk Andreas dan juga saya"ucap Andra memerintah Ririn untuk memesan makanan kesukaan Andreas dan dirinya.


wanita itu langsung pergi menuju tempat pemesanan setelah beberapa menit akhirnya membawa nampan berisi makanan dibantu oleh pelayan yang ada di restoran cepat saji itu.


akhirnya menu yang Andra pesan sudah jadi, dia langsung mengambil sendok dan garpu menyuapi putra nya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Tuan makan saja biar tuan muda saya yang suapi"ucap nya.


"Tidak biar saya saja kamu pesan saja makan siang mu,agar kita segera kembali karena Andreas, sudah sangat ngantuk"ucap Andra yang juga menyiapkan makan siang nya sambil sesekali menyuapi putra nya itu.


"Pria ini begitu perhatian tapi aku heran kenapa dia sampai dua kali bercerai dengan wanita yang menjadi istri nya"gumam Ririn pelan sambil berjalan.


sementara itu di kediaman Refi di rumah peternakan mereka semua sedang bersantai sambil barbeque di area taman belakang yang luas dan indah itu, bersama kedua putrinya Refi dan Dheandra ada beberapa orang pelayan hilir mudik menyajikan beberapa makanan pembuka dan penutup sementara Refi tengah membakar berbagai seafood dan daging beserta para pelayan yang membantu nya.


setelah beberapa ada yang matang akhirnya Refi membawa nya di piring yang cukup besar itu dan langsung menyajikan nya pada sang istri, dan putri nya.


"Yang lihat deh aku bisa kan ngerjain ini"ucap Refi memperlihatkan hasil kerjaan nya.


"Iya Ayah aku tau ko"ucap Dheandra lembut.


Dheandra langsung bangkit dan duduk dari posisi semula yang tengah rebahan di sofa yang tersedia di sana lalu mengecup bibir Refi, sekilas.


"Sayang itu untuk upahnya"kata Dheandra.


"Ah... kurang dong sayang masa udah masak panas-panas cuma dikasih itu"ucap Refi yang kini mode mesum nya sedang on.


"Terus maunya??..."tanya Dheandra.


"Tiga ronde"jawab Refi.


"Owh ya ampun sayang"ucap Dheandra kaget'.


"Baiklah tapi suapi aku dulu biar aku rasakan dulu rasanya setelah itu aku akan putuskan iya atau tidak"ucap Dheandra.


"Tentu"ujar Refi lagi yang semangat karena dia yakin Dheandra akan sangat suka dengan hasil kerja nya.


setelah satu suapan pertama Dheandra pun tersenyum manis pada Refi"Eum... ini enak sekali yang"ujar Dheandra yang langsung mengambil alih piring tersebut.


Refi pun tersenyum "Arinda.... Arina sayang kemarilah"ucap Refi.


"Iya Ayah"jawab keduanya kompak sambil menyimpan gadget yang mereka mainkan.


Refi pun memberikan bagian piring mereka masing-masing yang sudah di isi oleh Refi untuk kedua putrinya itu dan menyimpan nya di meja.


"Makanlah sayang"ucap Refi.


"Iya Ayah"jawab keduanya kompak.


"Baiklah ayah temani mommy dulu kalian makan yang banyak jika kurang minta sama mereka"ucap Refi


mereka pun mengangguk patuh sambil menikmati makan yang Refi sajikan.


"Yang masih mau nambah?.."tanya Refi.


"Tidak mas udah kenyang,ini makan lah "ucap Dheandra sambil menyodorkan garpu berisi daging yang tadi Refi bakar.


"Makasih"ucap nya sambil menerima suapan dari istrinya itu.


Refi dan istri terus berbincang seputar urusan pribadi sambil saling menyuapi makanan, sementara para pelayan tengah menikmati makanan bersama para pekerja lainnya.


Refi masih santai bersama Dheandra, yang menikmati sinar rembulan malam sementara yang lain sudah pada tidur, posisi mereka kini tengah berada di balkon kamar nya yang full kaca tebal itu.


"Sayang kamu bahagia tidak?.... hidup bersama dengan ku"tanya Refi.


"Sayang apa hal itu perlu aku jawab"tanya balik Dheandra sambil menatap suaminya yang tampan alami khas Indonesia itu.


"Heummm.... kamu bisa utarakan semua nya, jika aku ada kekurangan kamu juga bisa langsung bicara pada ku"ucap Refi.


"Sayang kamu itu terlalu sempurna untukku, jadi tidak ada kekurangan apapun,ok dan tidak usah berpikiran negatif begitu"ucap Dheandra sambil mengecup bibir suaminya yang masih mendekap nya dari belakang.


"Terimakasih sayang jika kamu merasa begitu,aku akan selalu berusaha untuk membuat mu bahagia meski itu taruhan nya nyawaku"ucap Refi serius.


"Mas....aku tidak mau dengar lagi kamu bicara begitu aku ingin kita terus bersama menua bersama meskipun aku tidak bisa membuat mu bahagia dengan memberikan anak, kandung mu"ucap Dheandra.


"Tidak sayang jangan pikirkan soal itu aku sudah bahagia memiliki mereka"ucap Refi.


"Mas, seandainya mas ingin kita memiliki anak, mas boleh menikah lagi"ucap Dheandra.


"Tidak ada seperti itu, sayang berarti kamu tidak benar-benar mencintai ku, jika kamu menyuruh ku menikah lagi"ucap Refi marah.

__ADS_1


"Mas bukan begitu aku hanya ingin kamu bahagia"ucap Dheandra.


"Aku sudah bahagia memiliki kalian kurang apalagi,dengar ya sayang sampai kapan pun aku akan tetap bersama mu"


__ADS_2