
Saat ini Dheandra, tengah makan malam bersama dengan Randy dan Refi, mereka bertiga menikmati makan malam nya, sambil berbincang.
"Sayang, jika kamu lelah di sini kamu bisa kembali ke Jerman,biar Kakak, cari orang untuk mengatasi perusahaan di sini"ucap Randy.
"Tidak apa-apa, aku di sini saja, lagi pula ada Refi ada di sini"ucap Dheandra.
"Fi, sekarang tanggung jawab mu bertambah, aku titip mereka bertiga pada mu bahagia kan adik dan keponakan ku, jaga mereka"ucap Randy.
"Aku akan selalu berusaha bang"ucap nya, sambil melirik pada Dheandra, wanita yang kini terus menunduk, Dheandra sebenarnya malu dengan Refi, karena Refi, selama ini, selalu melihat nya bermesraan dengan Andra mantan suaminya itu.
"Abang pulang besok, semoga semua nya baik-baik saja"ucap Randy.
"Amiinn"ucap keduanya.
malam semakin larut, Randy pun sudah masuk ke dalam kamar nya, begitu juga Refi, yang kini berjalan menuju kamar nya.
"Fi kamu mau kemana?... ucap Dheandra yang melihat nya pergi menuju kamar nya.
"Aku mau tidur, kamu mau ikut , atau mau tidur di atas juga, boleh"ucap Refi, tidak ingin memaksakan keadaan.
"Fi, kita itu sudah menikah"ucap Dheandra mengingat kan.
"Aku tau Dhe, tapi aku tidak mungkin tidur bersama mu disana, biar bagaimanapun aku tidak akan pernah merasa nyaman"ucap Refi.
"Aku tau tapi, aku belum sempat memindahkan barang-barang ku"ucap Dheandra.
"Tidak usah kamu di atas saja, sampai aku bisa memberikan mu rumah yang nyaman"ucap Refi, sambil berbalik.
Dheandra langsung menunduk, dia memang belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan pahit, bahwa rumah tangga nya dengan Andra, benar-benar sudah berakhir dengan bukti pernikahan nya saat ini.
"Dhea....maaf, tapi jika kamu mau tidur bersama ku, kamu boleh ikut ke kamar ku"ucap Refi.
akhirnya Dheandra mengikuti langkah Refi, dan Refi pun merangkul pinggang istri nya itu.
"Maaf kan aku bukan nya aku egois, tapi aku tidak mungkin tidur di sana"ucap Refi.
Dheandra hanya mengangguk dan tersenyum meski canggung.
Refi langsung melepaskan t-shirt yang ia kenakan dan hanya menggunakan bokser seperti biasanya dia langsung masuk ke dalam selimut, sementara Dheandra kikuk saat melihat itu dia langsung menelan ludah nya melihat perut suspek milik suaminya itu.
"Fi aku belum ngantuk"ucap Dheandra.
"Kemarilah,aku akan membuat mu tertidur"ucap Refi.
"Tapi Fi, kamu tidak pakai baju"ucap Dheandra ragu.
"Kenapa?.... bukan nya suami istri wajar ya, jika seperti ini"ucap Refi.
"Eum...i iya sih tap tapi "Dheandra tak melanjutkan ucapannya, karena Refi membalas nya dengan senyum.
"Aku ngerti ko, kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan memaksa, untuk melakukan kewajiban mu jika kamu tidak siap"ucap Refi.
Dheandra langsung merasa bersalah, dia langsung berbaring di samping Refi, saat itu juga.
Refi, langsung memeluk dan mengelus puncak kepala Dheandra dengan sayang Dheandra pun membenamkan wajahnya di dada bidang Refi.
sampai beberapa menit kemudian Dheandra tertidur pulas di kecup nya puncak kepala istrinya itu, Refi, memang sempat memiliki hati pada Dheandra, tapi dia selalu menekan nya karena persahabatan mereka.
"Selamat tidur, Dhe mulai saat ini kita akan sama-sama menghadap masadepan bersama sikembar dan juga Gerald"ucap Refi lirih.
hingga keesokan paginya Refi dan Dheandra, masih saling berpelukan, sampai saat Arinda berteriak dengan Arina, yang selalu merecoki nya saat bangun tidur.
"Om... tampan bangun"ucap Arinda dan Arina, yang sudah masuk, karena memang Refi tidak pernah mengunci pintu kamar nya,itu semenjak mereka, bisa berjalan setiap pagi mereka akan membangunkan Refi, dan Refi, akan pura-pura tidur.
"mommy ko mommy bobo dengan om tampan sih "ucap Arina dan Arinda, kompak.
Dheandra, seketika itu langsung bangun dan gelagapan, tapi Refi langsung menjawab sambil merangkul pundak Dheandra.
"Mommy, sedang kurang enak badan jadi tidur bareng Om"ucap Refi.
"Gitu ya"ucap keduanya yang langsung naik ke atas ranjang dan meraba kening Dheandra.
__ADS_1
"Mommy tidak panas ko, Om tampan bohong ya"ucap keduanya.
"Tadi malam mommy beneran tidak enak badan ko"ucap Refi, berbohong karena dia sendiri tidak bisa menjelaskan semua itu pada batita usia empat tahun lebih itu.
"Mandi yah setelah itu giliran ku,aku main sama mereka dulu"ucap Refi, yang sudah menggunakan t-shirt nya, kembali.
Arinda dan Arina,kini tengah berolahraga pagi dengan Refi, bermain bola di halaman depan kamar Refi.
"Om tampan ayo kejar bola nya"ucap Arina.
"sebentar ayah Ambi minum dulu"ucap Refi, keceplosan.
"Om tampan, ko jadi ayah sih bukan nya Daddy Arinda, orang yang waktu itu"ucap Arinda.
Dheandra yang sudah kembali dia langsung mematung saat mendengar protes dari Arinda.
"Kamu benar sayang Om, hanya keceplosan salah bicara"ucap Refi, sambil tersenyum dan kemudian berbalik pergi menuju kedalam rumah berpapasan dengan Dheandra, tapi Refi tidak berhenti.
"Mereka hanya belum mengerti, jadi bersabarlah"ucap nya yang langsung membuat, Refi langsung menghentikan langkahnya.
"Aku tau tapi jika mereka tidak bisa menerima ku, sebagai ayah sambung nya pun tidak apa-apa, jangan kan mereka kamu juga aku bisa maklum"ucap Refi.
"Fi... bukan itu maksud ku"ujar Dheandra yang merasa sangat bersalah dan benar-benar tidak enak hati.
"Sudah lah Dhe, minta si bibi temani mereka sebentar ya, aku mau siap-siap pergi ke kantor"ucap Refi sambil terus berjalan .
Dheandra tak mau mendengarkan Refi, dia langsung mengikuti Refi, masuk ke dalam kamar nya.
"Fi, bukan itu maksud aku maaf"ucap Dheandra.
"Dhea, aku ngerti ko, jadi kamu tidak usah salah paham aku tidak marah lagian siapa yang akan marah "ucap Refi, yang berkata sambil terus berjalan.
Dheandra langsung memeluk Refi dari belakang"maafkan aku Fi maaf"ucap Dheandra lirih.
"Dhea tidak ada yang marah "Ucap Refi, yang sempat mematikan mematung dia kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Dheandra.
"Kita tidak ada jadwal ke kantor hari ini, kita hanya akan mengantar kak Randy ke bandara.
"Dhea, mulai saat ini aku punya tanggung jawab untuk menghidupi anak dan istri ku, jadi aku akan mengambil alih perusahaan ku"ucap Refi.
"Fi, aku tidak butuh uang banyak, yang aku butuhkan saat ini adalah pengertian mu dan satu lagi, tolong jangan melanggar janji mu pada mendiang bunda"ucap Dheandra.
"Saat itu, aku memang bersumpah untuk itu tapi Bunda sendiri tidak pernah menginginkan itu"ucap Refi.
🌹💖💖💖🌹
dan akhirnya setelah perdebatan itu, Refi benar-benar bersiap untuk pergi ke kantor nya yang selama ini di urus oleh kakak ipar nya.
Refi pergi setelah sarapan pagi bersama setelah itu dia pamit pada Randy, untuk mengawali hari baru nya, sebagai CEO, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor.
Refi, pulang ke kediaman nya terlebih dahulu, setelah menemui pria tua itu yang kini sudah mulai beristirahat dari segala aktifitas nya.
setelah obrolan yang cukup panjang akhirnya, Refi pun mulai masuk kantor hari itu mendadak di umumkan .
bahwa CEO, perusahaan R Grup, mulai saat ini adalah Refi.
Dheandra yang melihat pengumuman tersebut, dia tidak percaya Refi, akan senekadt itu .
"Fi maafkan aku"ucap Dheandra
tepat pukul satu dini hari, Refi,baru kembali dari kantor, dia sungguh sangat lelah tapi dia juga rindu dengan kedua gadis kecil itu.
Refi, berjalan menaiki tangga menuju ke lantai dua rumah Dheandra disana terdapat kamar anak mereka dan juga kamar pribadi Dheandra.
sesampainya di depan pintu kamar anak-anak nya dia langsung masuk dilihat nya, keduanya sudah tertidur pulas Refi membetulkan selimut nya lalu mencium pipi gembul keduanya.
"Om tampan rindu kalian"ucap nya lirih.
setelah itu Refi, pun keluar dari dalam kamar, dia menutup pintu kamar kedua gadis kecil itu, dan beberapa detik kemudian dia langsung melihat ke arah kamar Dheandra, yang terlihat masih menyala, Refi tidak masuk dia langsung kembali menuruni tangga setelah itu berjalan menuju kamar nya.
Refi langsung masuk dan sesaat kemudian dia melirik ke atas ranjang, dilihat nya istrinya kini sudah terlelap di ranjang milik nya itu.
__ADS_1
"Aku pikir kamu tidur di sana "ucap nya lirih.
setelah itu Refi, mendekat lalu mengecup kening Dheandra,sekilas setelah itu langsung melucuti pakaiannya nya, Refi masuk kedalam kamar mandi.
Refi langsung mandi dengan air hangat karena sudah larut malam, dan tidak lama dia sudah keluar, dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Refi, melihat istrinya sudah duduk di tepi ranjang.
"Fi kamu sudah pulang, kenapa?... tidak bangunin aku"ucap Dheandra.
"Dhe, kamu lagi tidur nyenyak jadi mana tega aku bangunin kamu"ucap Refi lembut sambil mendekat dia langsung mengecup puncak kepala istrinya.
"Bobo lagi ya aku mau ambil baju dulu sekalian mau mengeringkan rambut dulu"ucap Refi.
"Aku ambilkan baju nya, setelah itu kamu makan "ucap Dheandra.
"Tidak usah kamu bobo aja hari ini pasti sangat melelahkan bukan jagain mereka udah gitu bekerja pula, ayo istirahat saja,aku bisa makan sendiri"ucap Refi, lembut tapi Dhea tidak mau mendengar Refi, dia langsung bergegas menuju walk-in closed, lalu mengambil baju piyama Refi, dan langsung bergegas untuk menyiapkan makan buat Refi.
Refi hanya bisa pasrah menghadapi istrinya yang sedikit keras kepala.
setelah selesai mengeringkan rambut Refi langsung bergegas menyusul Dheandra, menuju meja makan.
"Dhea,aku bisa sendiri sayang kamu istirahat saja"ucap Refi, lembut.
Dheandra sempat mematung mendengar kata sayang dari Refi, setelah mereka menikah .
"Aku tidak apa-apa Fi ini sudah kewajiban ku"ujar Dheandra.
"Ya sudah terserah kamu saja yang,aku hanya tidak ingin membebani mu dengan peraturan kolot itu"ucap Refi.
"Tidak ko, ya sudah ayo makan dulu"Ucap Dheandra, sambil menyodorkan piring berisi makan malam Refi, yang sudah lewat.
"Gimana keadaan kantor "Ucap Refi,di sela makan nya.
"Makan lah dulu nanti kita bicara"ucap Dheandra.
suasana pun menjadi sangat hening, saat ini hanya terdengar bunyi garpu sendok dan piring bertautan.
setelah selesai makan,di temani oleh istrinya Refi langsung mengajak nya tidur lagi, karena Refi,tau Dheandra sudah sangat lelah entah pukul berapa dia kembali dari kantor.
yang jelas Refi,tau bahwa tidak mungkin meninggalkan pekerjaan nya sebelum selesai.
Refi berjalan sambil merangkul pinggang istri nya itu, mereka berdua berjalan menuju kamar nya.
"Sayang kamu pulang jam berapa??..."tanya Refi, membuka obrolan.
"Aku, tadi pulang pukul dua belas"ucap Dheandra.
"Owh, maaf tadi aku tidak sempat memberikan kabar"ucap Refi, merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Fi lagian kamu juga pasti sibuk"ucap Dheandra.
"Iya,sih maaf,aku belum sempat mengurus pekerjaan ku, dan surat pengunduran diri"ucap Refi.
"Tidak perlu Fi, Georgio membebaskan mu mau masuk atau tidak, itu karena kamu suamiku sekarang"ucap Dheandra.
"Tapi Dhe, peraturan tetap peraturan jangan sampai karyawan lain mengikuti jejak ku, dan melanggar peraturan"ucap Refi.
"Tidak mungkin, mana ada yang berani, karena konsekuensinya berat jika mereka melanggar kontrak kerja"ucap Dheandra.
"Ya sudah ayo tidur lagi, besok aku bawa putri kita ke kantor,aku sudah menyiapkan pengasuh yang handal untuk mereka berdua"ucap Refi.
"Fi, kamu pasti sangat sibuk jadi biarkan saja mereka bersama ku,di kantor"ucap Dheandra.
"Tidak , mereka akan menggangu konsentrasi mu, lebih baik mereka ikut dengan ku saja"jawab Refi.
Akhirnya Dheandra pun mengalah.
Refi pun berbaring di samping Dheandra, dan memeluk wanita itu seperti biasa, sambil mengelus puncak kepala nya setelah itu dia langsung tertidur, sementara Dheandra,kini masih menatap kearah pria tampan yang kini ada di hadapannya.
"Kenapa?... tidak sedari dulu saja,aku menjadi istri mu, dulu aku mengira ucapan mu hanya permainan belaka karena sifat mu yang konyol, dan kita sering bercanda tawa bersama, bahkan susah senang selalu kita lewati bersama, kenapa?...aku bahkan tidak pernah menyadari itu, bahwa kamu selalu ada untuk ku selama ini, maaf kan aku Fi,aku yang tidak peka, dan saat ini aku juga belum bisa membalas perasaan mu, jujur aku belum bisa melupakan nya,biar bagaimanapun dia adalah ayah dari ke tiga anak ku, aku begitu mencintai nya, tapi aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mu, semoga dengan berjalannya waktu aku bisa membalas cinta mu, dan semoga kamu tidak akan pernah mengkhianati ku seperti dia karena jika itu terjadi,aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti"Gumam Dheandra dalam hati.
__ADS_1
wanita itu langsung memeluk dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Refi, yang kini sudah mendengkur halus, pria itu sepertinya sangat kelelahan, saat ini di hari pertama nya menjadi CEO.
hingga mentari pagi menyapa dari celah gorden , Refi langsung menggeliat sambil membuka mata nya.