Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Pulang kampung#


__ADS_3

"Kita akan menikah, tapi menikah siri"ucap Agam.


"Tidak, lebih baik tidak sama sekali, aku tidak ingin membuat kedua orang tua ku kecewa, jika tau hidup ku, ternyata harus jadi yang kedua"ucap Kamelia.


"Aku lapar"ucap nya dingin.


Kamelia pun langsung bergegas menuju meja makan mengambil piring dan mengisi nya dengan menu kesukaan Agam, pria itu selalu bisa menghentikan perdebatan.


Kamelia, tau Agam, sudah sangat lelah dan jika terus dipaksakan untuk terus berdebat pria itu bisa berubah menjadi monster yang mengerikan, dalam wujud yang tampan itu.


Kamelia pun ikut duduk meskipun dia tidak makan, dia pun langsung bergegas membuat minuman untuk Agam.


Agam pun menghabiskan makanan yang ada di piring nya, hingga habis tak tersisa, Kamelia memang pandai memasak, wanita itu saat ini tengah kuliah di jurusan Akademi kebidanan, wanita itu bercita-cita menjadi bidan.


Kamelia pun selesai membersihkan piring bekas Agam makan sementara pria itu tengah berada di dalam kamar nya mungkin saat ini tengah memeriksa email yang masuk.


Kamelia pun duduk di sofa depan tv dia menyalakan tv meskipun pikiran nya entah dimana, gadis itu sedang ingin melupakan kegundahan hati nya.


hingga seseorang merangkul bahunya mendekap erat Kamelia.


"Jangan banyak berpikir yang macam-macam sebaiknya kamu fokus dengan kuliah mu, setelah lulus nanti, aku akan menempatkan mu di salah satu rumah sakit"ucap Agam.


Kamelia pun menarik nafas panjang dan menghembuskan nya, setelah itu Agam mencium puncak kepala Kamelia.


hingga mereka tertidur pulas di kamar mereka hingga pagi tiba, Kamelia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri pagi ini dia ada jadwal kuliah pagi, dan lagi harus menyiapkan keperluan Agam, yang akan berangkat kekantor.


wanita itu sudah seperti istri bagi Agam, hanya saja mereka tidak pernah melakukan hubungan intim seperti pasangan sugar- sugar lainnya, Agam dan Kamelia hanya berkomitmen layaknya orang pacaran normal biasanya hanya pelukan pegangan tangan dan juga kecupan, yang mereka lakukan tidak lebih dari itu, karena keduanya ingin merasakan yang namanya bahagia setelah menikah.


hingga akhirnya, Kamelia selesai membersihkan diri, dia kembali mengisi air untuk Agam mandi dan setelah nya, Kamelia menyiapkan pakaian untuk Agam kerja, setelah itu dia membangunkan Agam.


"Kak, bangun sudah pagi"ucap nya lembut sambil mengelus dada bidang Agam, karena dengan begitu pria itu akan langsung terjaga.


"Morning kiss nya honey"ucap Agam, sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Tidak ada nanti saja setelah mandi aku sedang terburu-buru"ucap Kamelia tapi pria itu tidak mau kalah dia langsung menarik tangan Kamelia menahan tengkuk nya dan kecupan itu berhasil mendarat di bibir Kamelia.


"Sudah aku sedang buru-buru, sekarang kamu mandi dan segera turun untuk sarapan"ucap gadis itu yang langsung pergi meninggalkan Agam di dalam kamar nya, pria itu langsung bergegas menuju kamar mandi dan masuk kedalam bathtub, seperti biasa dia akan berendam sebentar sambil menyegarkan pikiran nya.


sementara Kamelia tengah membuat nasi goreng siput, kesukaan Agam, wanita itu tengah berkutat dengan peralatan masak nya.


akhirnya mereka pun sarapan bersama sambil mengobrol seperti biasanya.


"Aku besok libur satu Minggu, rencananya mau pulang kampung ibu sudah meminta ku pulang, mungkin sudah rindu dengan ku"ucap Kamelia.


"Baiklah, aku akan meminta sopir untuk mengantar mu pulang, tapi ingat hanya dua hari"ucap Agam, tegas.


"Kak, perjalanan nya jauh dan masa cuma dua hari sih aku kangen keluarga ku"ucap Kamelia.


"Aku lebih membutuhkan mu, beri mereka uang atau oleh-oleh nanti aku transfer uang nya ke kamu apa? uang bulanan mu masih cukup"ucap Agam sambil melirik ke arah Kamelia yang kini berubah muram.


"Kak, apa? kakak pikir semua bisa dibeli dengan uang dan hadiah, mereka juga keluarga ku, mereka merindukan aku, sama seperti Mommy dan Daddy mu"ucap Kamelia.


"Aku tau itu, tapi apa? aku salah jika aku juga membutuhkan mu"ucap Agam yang langsung membuat Kamelia terdiam.


"Tiga hari, tidak lebih dari itu"ucap Agam yang langsung berdiri meninggalkan Kamelia menuju meja di samping sofa hendak mengambil kunci mobil yang biasa ia letakkan di sana.


"Terimakasih aku janji, sepulang dari sana aku akan langsung mencari mu"ucap Kamelia.

__ADS_1


"Baik lah sayang, aku mau berangkat atau kamu mau berangkat bareng"tawar Agam.


"Aku bawa mobil sendiri"ucap Kamelia yang memang memiliki mobil pemberian Agam, dan beruntung di kampung dulu selalu diam-diam belajar menyetir mobil jadi dia langsung dibikin kan SIM oleh Agam.


"Baiklah, kemarilah, sebelum pulang kampung tunggu aku pulang kerja"ucap Agam.


"Tentu, terimakasih"ucap Mila sambil melepaskan pelukan mereka.


Agam akan datang tiga kali dalam seminggu, pria itu tidak ingin kehilangan waktu bersama dengan sugar baby nya itu.


sebenarnya Agam, memiliki kekasih, tapi kekasih nya akan ada di sana setiap dua bulan sekali karena dia adalah seorang model yang memiliki kesibukan lebih padat dari yang lain nya.


wanita itu bahkan sering keluar negeri, untuk melebarkan sayap nya di dunia modeling, dan semua itu tidak lepas dari peranan Agam.


tapi satu hal yang tidak pernah Agam, dapatkan adalah kenyamanan seperti saat bersama dengan Kamelia, gadis itu selalu bisa bersikap menjadi sosok yang Agam, ingin kan , Kamelia akan bersikap seperti ibunya bagi nya disaat dia sedang sakit, Kamelia juga akan menjadi teman saat dia butuh teman untuk mencurahkan isi hati nya dan Kamelia adalah tempat ia mencurahkan kasih sayang dan perhatian, tapi lagi-lagi mereka terhalang perbedaan, dan Argha menolak keras Agam berhubungan dengan wanita kalangan bawah.


Agam tidak tau kenapa? Argha menolak wanita kalangan bawah, sampai saat ini tidak pernah ia mendapatkan alasan yang jelas, untuk masalah itu.


sesampainya di kampus, Kamelia pun seperti biasanya mengikuti mata kuliah yang sudah dijadwalkan, gadis cerdas itu tidak pernah kesulitan untuk mengerti semua materi yang dia pelajari.


hingga saat jam kuliah itu berakhir Kamelia pun pulang ke apartemen nya untuk bersiap pergi malam itu juga menuju kampung, sesuai permintaan Agam dia akan pulang dengan sopir.


Kamelia pun mampir ke supermarket dia hendak membeli beberapa keperluan nya nanti di kampung termasuk beberapa camilan kesukaan nya, Kamelia tidak pernah bisa jauh dari semua camilan itu, tapi tubuhnya tetap langsing meskipun dia suka ngemil.


setelah selesai Kamelia pun membayar belanjaan nya, setelah itu dia kembali ke dalam mobilnya, tidak hanya itu dia juga mampir ke sebuah butik, untuk membeli baju buat oleh-oleh untuk keluarga nya.


🌹💖💖💖🌹


Sore hari pun tiba, Agam datang dengan membawa satu buah koper besar entah apa isinya.


"Honey kamu sudah siap"ucap Agam.


"Kakak bawa apa?" tanya Kamelia.


"Aku tidak tau isinya cocok untuk oleh-oleh atau tidak karena aku menyuruh asisten ku membeli itu, kamu cek saja isinya"ucap Agam sambil duduk di sofa.


Kamelia langsung membuka koper tersebut dan alangkah terkejutnya Kamelia saat melihat uang yang terisi penuh di bagian koper tersebut dan juga ada beberapa stelan baju gamis dan baju lainya untuk ayah dan juga kakak Kamelia juga dua pasang sandal dan dua pasang sepatu, dan satu set perhiasan, mungkin jika di total lebih dari satu M, plus uang yang hampir ratusan juta itu.


Mila menghentikan tangan nya, dia langsung menatap lekat wajah pria yang tengah menyeruput secangkir kopi yang telah dia berikan.


"Kak, kamu terlalu berlebih-lebihan, bagaimana cara nya aku bisa memberikan penjelasan terhadap keluarga ku ,nanti ok aku memang miskin tapi tidak seharusnya kamu melakukan itu, keluarga ku adalah pekerja keras, kami tidak pernah meminta-minta sekalipun menerima barang pemberian maka dia akan memastikan kehalalan barang tersebut, apa lagi ini, ini uang dan perhiasan yang tidak sedikit, aku bisa digantung jika mereka tahu bahwa aku sudah tinggal bersama dengan mu"ucap Kamelia panjang lebar.


"Sayang kamu itu kenapa sih bukan nya bersyukur dikasih hadiah oleh ku, ini malah ngambek gitu, aku kan sudah bilang aku tidak tau harus membeli oleh-oleh apa? jika kamu tidak setuju ya sudah buang saja semua itu, lagian juga sudah tanggung aku minta asisten ku ngambil uang"jawab Agam santai.


Kamelia menarik nafas panjang setelah itu dia langsung menghembuskan nya, lalu sedetik kemudian, wanita itu pun kembali berkata.


"Baiklah aku akan hanya mengambil baju dan sepatu sandal nya juga sementara uang dan perhiasan itu aku kembalikan padamu"ucap Kamelia sambil memisahkan semua nya, tidak ada satupun uang yang Kamelia bawa, hingga bunyi notifikasi pesan muncul di handphone Kamelia.


Agam mengirimkan uang dengan jumlah yang cukup besar satu setengah milyar.


"Kak, ucap Kamelia sambil menatap kearah Agam.


"Buka lah usaha di kampung agar semua nya menjadi lebih baik, dan simpan uang yang ada di koper untuk kebutuhan mu sehari-hari"ucap Agam tegas, Kamelia pun menghembuskan nafasnya .


"Tadinya aku ingin kakak ikut aku kesana tapi, semua itu tidak mungkin, kita tidak mungkin pergi berdua dengan mu, karena seluruh negeri juga tau kamu sudah memiliki dia"ucap Kamelia berkata dengan lirih.


"Mel, kamu jangan banyak mengeluh tentang itu, justru kamu lebih beruntung karena bisa sering bersama dengan ku, sementara kadang-kadang kami hanya bertemu setelah itu tidak tinggal bersama seperti kita"ucap Agam.

__ADS_1


"Heummm "ucap Kamelia yang langsung membereskan barang-barang tadi kedalam koper yang akan dia bawa.


"Aku berangkat dulu"ucap Kamelia yang langsung mengulurkan tangannya pada Agam, tapi pria itu hanya menatap lekat wajah yang terlihat murung itu.


"Aku tidak mau kamu pergi dalam keadaan seperti ini"ucap Agam yang kini menoleh ke arah lain.


"Kak, aku harus bagaimana"tanya Kamelia yang kini terduduk di samping Agam.


"Kamu tanyakan saja pada hati mu"ucap pria itu.


"Kak lihat aku"ucap Kamelia, tapi pria itu tetap membuang pandangannya ke arah lain.


"Baiklah aku pergi, dan tidak akan pernah kembali lagi"ucap Kamelia yang langsung bangkit tapi tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung karena Agam menarik tangan nya sedikit bertenaga dan bug... Kamelia jatuh di pangkuan Agam.


pria itu langsung m*****m bibir Kamelia dengan rakusnya bahkan memberikan gigitan kecil di ***** bawah nya hingga Kamelia, sempat memekik kesakitan, dan sedikit berdarah karena gigitan itu terlalu kuat.


setelah itu mereka saling tatap dan Agam memeluk erat Kamelia, "Hati-hati di jalan dan segeralah kembali" ucap nya lirih.


"Tentu"ucap gadis itu sambil menatap sendu.


Agam pun mengantar gadis itu dengan barang bawaan nya dibawah sopir sudah menunggu Kamelia akan berangkat bersama dengan sopir, hingga ke tempat tujuan.


"Hati-hati di jalan sayang , jangan lupa hubungi aku jika sudah sampai"ucap Agam.


"Kakak juga hati-hati jaga kesehatan jangan terlalu banyak bekerja, ingat jangan lupa makan"ucap Kamelia.


wanita itu pun pergi dengan sopir nya, sementara Agam menatap kepergian nya, sampai mobil itu tidak terlihat lagi, barulah dia kembali ke dalam mobil nya dia akan segera pergi ke Mension utama tempat dimana kedua orang tua nya berada, karena setelah dewasa mereka tidak tinggal bersama dengan kedua orang tua nya, hanya sesekali ia akan mengunjungi Arinda dan Argha.


sampai di sana ternyata Ardan datang juga bersama dengan seorang wanita yang ternyata adalah wanita yang selama ini menjadi sugar baby nya, tapi Ardan bisa dengan santai nya masuk kedalam.


hingga suara panggilan dari Argha dan Arinda terdengar dari ruang keluarga.


"Agam, kamu kesini juga nak,, kemarilah kita mengobrol dulu"ucap Arinda.


"Iya mom... sedang malas tidur di rumah sendirian"ucap Agam.


"Duduk lah kita bicara"ucap Arinda.


"Ya mom"jawab Agam.


Agam pun duduk di sofa berhadapan dengan keempat orang itu termasuk wanita itu.


"Agam , Ardan harus segera menikah, bagaimana jika kamu menikah lebih dulu, dan setelah itu barulah Ardan"ucap Arinda.


"Aku belum siap mom... lebih baik Ardan saja yang menikah paling duluan, lagipula aku belum menemukan wanita yang benar-benar cocok"ucap Agam.


"Kamu tidak perlu mencari wanita lain, dia sudah siap untuk menikah dengan mu"ucap Argha tegas.


"Tapi Daddy, aku"


"Tidak ada tapi-tapian, mulai saat ini tinggalkan wanita yang selalu memanfaatkan mu itu, atau Daddy akan menyingkirkan dia dengan tangan Daddy"ucap Argha tegas.


"Daddy dia tidak memanfaatkan ku, dia bekerja untuk ku, sebagai asisten pribadi ku, sudah sewajarnya jika aku memberikan upah"ucap Agam yang tidak terima Argha merendahkan Kamelia.


"Sayang sebaiknya kamu menurut, atau dia tidak akan lagi melanjutkan kuliahnya dimana pun"ucap Argha.


"Mom..."ucap Agam yang langsung terhenti karena Arinda mengangkat tangan meminta pria itu berhenti bicara.

__ADS_1


"Baiklah aku akan menikah tapi tolong biarkan dia tetap di sisiku"ucap Agam.


pria itu tidak bisa kehilangan Kamelia sampai kapan pun.


__ADS_2