Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Gerad#


__ADS_3

setelah Refi pulang ke rumah, pria itu langsung bergegas menuju kamar nya, dia ingin beristirahat sejenak tapi sesampainya di sana dia melihat istrinya tengah duduk melamun di tepi ranjang.


"Sayang kamu sedang apa?... heumm apa?... kamu baik-baik saja"tanya Refi.


"Sedikit pegal mas mungkin karena berbaring terus"jawab Dheandra.


"Sini biar aku pijat, mana?... yang pegel"ucap Refi pada istri nya itu.


"kaki ku yang sebelah kanan mas"ucap Dheandra.


Refi pun langsung melepaskan jas nya melonggarkan dasinya, pria itu berjalan mendekati Dheandra yang tengah mengubah posisi nya menjadi duduk sambil bersandar di kepala ranjang.


wanita itu langsung mendorong Refi, saat Refi mendekat padanya.


"Mas...kok bau parfum cewek sih , kamu selingkuh ya"ucap Dheandra to the points.


"Yang jangan bicara sembarangan... ucapan itu adalah do'a jadi kamu harus berhati-hati, bagaimana cara nya aku bisa selingkuh sementara aku diawasi duapuluh empat jam oleh anak buah mu"ucap Refi.


"Aku tidak mengawasi mu"ucap Dheandra yang langsung berubah serius.


"Terus orang-orang itu siapa heumm... tidak mungkin mereka terus mengawasi ku selama ini"ucap Refi.


"Tanya kak Randy saja"ucap Dheandra.


"Tidak mungkin kak, Rady tidak mungkin melakukan hal itu.


"Yasudah jika tidak pernah percaya"ucap Dheandra.


"Yang kamu juga tidak pernah percaya pada ku, kalau begitu besok aku selingkuh saja lagian istri ku tak pernah percaya pada cinta ku"ucap Refi yang langsung bangkit.


"Coba saja jika bisa, tapi akan aku pastikan jika itu terjadi mas bahkan tidak akan pernah bertemu dengan putra kita"ucap Dheandra.


"Tuh kan berani nya ngancam mulu, yang kamu itu harus nya percaya aku bukan dia dan laki-laki itu tidak semua sama, memangnya jika perempuan melakukan kesalahan yang sama mereka bisa disamakan semu, tidak kan kamu juga gak akan pernah mau di samakan dengan wanita negatif iya kan"ucap Refi.


mereka pun berdebat meskipun bukan perdebatan hebat, tapi setelah itu mereka kembali baik-baik saja, bahkan mereka pun selalu berhubungan intim, setelah berdebat untuk mendinginkan suasana.


waktu terus berlalu semenjak hari itu, semua keadaan semakin semakin membaik dan setelah dikaruniai satu orang putra Refi pun memutuskan untuk tidak lagi memiliki momongan karena dia tidak tega melihat istrinya kesakitan saat melahirkan.


Refi yang setia, selalu menemani sang istri bahkan saat melahirkan putra pertamanya dari nya, anak itu diberi nama Alexander Wijaya .


kebahagiaan semakin berlipat ganda ketika kedua kakak perempuan Alex memilih untuk kembali tinggal bersama dengan mereka sementara Gerald, masih betah di Jerman karena disana dia dilahirkan dan dibesarkan oleh Georgio, tidak hanya itu saat ini usia nya sudah 21 tahun


dia sudah lulus kuliah, sementara kedua adiknya sudah kelas tiga SMA.


dan sibungsu Alexander,kini berusia sepuluh tahun.


mereka adalah keluarga bahagia.


begitu pula dengan Andra yang akhirnya merelakan cinta nya pada Dheandra , harus berakhir kini dia sudah kembali dikaruniai seorang anak dari pernikahan ketiga nya bersama Amanda,gadis yang begitu mirip dengan Amanda Alexandria, istri pertama yang paling dia cintai dulu.


pertemuan mereka begitu singkat sama dengan saat bertemu dengan Refi, Amanda melakukan hal sama.


sementara putra nya Andreas kini sudah berusia tiga belas tahun, sudah kelas satu SMP.


mereka hidup damai,satu sama lain nya tidak ada konflik lagi di antara mereka.


kini anak mereka pun sudah pada besar jadi mereka harus jadi contoh yang baik untuk anak-anak mereka.


cerita menarik dari putra pertama Dheandra, pria yang kini sudah tumbuh dewasa itu, dikejar oleh anak SMA, hingga saat ini pria yang kini menjadi pendamping sang Daddy angkat,di perusahaan, dia sering lewat depan sekolahan karena itu memang jalan yang harus ia lalui saat akan ke kantor.


suatu hari, saat hujan lebat dia yang tidak pernah menggunakan supir,melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, saat tepat di depan gerbang sekolah, dia melihat seorang gadis yang tengah menangis ditengah guyuran hujan, dia berjongkok di depan gerbang yang sudah tutup itu.


Gerald yang jiwanya penolong seperti para pria yang memiliki hati Indonesia lainnya tempat kelahiran sang mommy, kepedulian nya begitu tinggi, dia menghentikan mobilnya dia juga meraih payung, sambil berjalan keluar.


Gerald, yang memiliki postur tubuh yang atletis, terlihat semakin tampan dan gagah, wajah nya perpaduan antara Andra dan Dheandra, dia begitu tampan mungkin karena kedua orang tua nya, yang juga sama-sama tampan dan cantik.


Gerald berjalan menghampiri gadis yang berpenampilan aneh seperti Bety laphea tersebut, dengan kacamata bulat dan tebal juga kawat gigi yang sangat terlihat, menonjol dari penampilan nya saat ini.


Gerald berbicara menggunakan bahasa Jerman, dia begitu Pasih mungkin karena sudah lama tinggal di sana.

__ADS_1


"Hi... kenapa?... kamu duduk di sini sendirian kamu kenapa?..."ucap Gerald.


gadis itu pun tidak menjawab nya Gerald langsung memberikan payung itu pada gadis yang kini berdiri di hadapan nya menatap ketampanan Gerald.


"Daddy ku tak menjemput ku, dan uang saku juga ponsel ku di ambil mereka"tunjuk gadis itu pada para remaja jalanan yang pergi menggunakan moge tersebut.


mereka memang sering berbuat ulah saat melihat wanita sedang sendirian.


"Ikutlah denganku aku akan mengantarmu"ucap Gerald lagi.


"Aku tidak mau, aku akan menunggu Daddy"ucap gadis kecil itu.


"Ayolah ini hujan deras, kamu bisa sakit aku bukan orang jahat kok, jika kamu tidak percaya ya terserah terus saja tunggu di sini sampai malam"ucap Gerald, karena ini memang sudah hampir petang.


gadis itu tidak punya kenalan, bahkan teman sekolahnya pun, selalu membuat dia menangis karena di bully karena penampilan nya, tapi ada salah seorang kakak kelas yang selalu menolong nya, namun pria itu kini sudah lulus.


hari itu ayah si gadis tidak datang.


setelah meyakinkan gadis tersebut akhirnya dia mau ikut pulang di antar oleh Gerald.


tapi sesampainya di sana, ada hal mengejutkan, bahkan saat si gadis masuk ke dalam penampakan, mengenaskan tampak di depan mata, Gerald yang hendak masuk mobil mendengar jeritan dari gadis tersebut, dia berlari ke dalam dimana suara itu berasal dan Gerald benar-benar kaget, melihat seorang pria tergeletak bersimbah darah.


Gerald. langsung memeluk wanita bernama Alice tersebut.


"Tunggu aku lapor polisi dulu jangan sentuh Daddy mu"ucap Gerald, yang menahan tubuh gadis itu yang kini meronta-ronta ingin memeluk Daddy nya yang sudah tidak bernyawa.


hingga polisi datang ke TKP, akhirnya mereka mengikuti polisi menuju kantor polisi untuk dimintai keterangan.


Gerald kini mengerti kenapa?... ayah Alice gadis belia yang baru dikenalnya itu, tidak datang untuk menjemput putri semata wayangnya itu, ternyata dia menjadi korban pembunuhan bersama dengan seorang pelayan wanita.


🌹💖💖💖🌹


semenjak hari itu, Gerald, tidak pernah bertemu lagi dengan gadis tersebut, ada yang bilang gadis itu bunuh diri, karena tidak sanggup hidup sendiri meskipun bergelimang harta,


ada juga yang bilang bahwa kini dia tinggal di sebuah panti asuhan, karena tidak ada lagi yang mengurus nya, bahkan perusahaan Tersebut pun bangkrut dan seluruh harta nya lenyap.


sementara harta nya, masih utuh bahkan semakin bertambah, tapi yang menjadi pertanyaan besar saat ini dimana Alice berada.


dua tahun berlalu, setelah itu Gerald, dikejutkan dengan seorang gadis yang saat itu menghentikan mobilnya.


Gerald pun terpaksa berhenti, meskipun di sana ada banyak peraturan yang tidak boleh di langgar.


Gerald, pun berhenti, dia kaget melihat penampilan wanita yang dulu pernah ia temui, tapi kali ini dengan wujud yang berbeda dia tidak lagi menggunakan kacamata tebal juga kawat gigi, dan senyum nya, tidak lagi terlihat mengerikan bahkan Gerald, menatap intens wajah cantik itu.


"Hi... Daddy, how are you"ucap gadis itu sambil masuk ke dalam mobil Gerald.


"Kabar ku baik, tapi apa??...aku tidak salah dengar"ucap Gerald.


"Tidak,,, mulai saat ini dan selamanya kau adalah sugar Daddy ku"ucap Alice.


"Alice, ini benar-benar kamu"ucap Gerald, sambil melirik sesekali karena dia tengah mengemudi.


"Ya...ini adalah penampilan ku yang sebenarnya, Daddy selalu meminta ku untuk menyamar"ucap Alice jujur.


"Sekarang kamu tinggal di mana?..."ucap Gerald.


"Di tempat mu"ucap Alice, dengan sengaja.


"Jangan ngaco aku dirumah orang tua ku"ucap Gerald.


"Aku ikut!"ucap Alice.


"Tidak lebih baik kamu katakan sekarang dimana?... tepat tinggal mu"ucap Gerald tegas.


"Ya baiklah-baiklah... aku tinggal di apartemen milik Daddy"ucap Alice, yang langsung menyebutkan nama apartemen dan juga alamat nya.


Gerald pun mengantar nya kesana, tapi sesampainya di sana Alice turun setelah mobil Gerald menjauh Alice pun kembali pergi dengan taksi, sambil memakai kembali kacamata itu dan kawat giginya lagi, saat Alice hendak naik taksi Gerald, yang kembali karena ingin bertanya di lantai mana dia tinggal akhirnya ia tau wanita itu berbohong Gerald diam-diam mengikuti mobil tersebut dan tampak sebuah perkampungan di pinggir kota tersebut Gerald melihat Alice turun dan memasuki perumahan sederhana.


deretan rumah itu semua terlihat sangat sederhana lebih mirip rumah petak meskipun berlantai dua, hingga malam tiba Gerald belum pergi dari sana dia ingin memastikan apa benar Alice tinggal di sana.

__ADS_1


sementara itu setelah pukul tujuh malam waktu Jerman, dia langsung turun dan menghampiri rumah tersebut dia mengetuk pintu karena tidak ada bel disana.


setelah beberapa kali ketukan akhirnya ada yang membuka pintu dan ternyata itu adalah Alice.


"Daddy kau disini!"pekik Alice kaget.


Gerald langsung nyelonong masuk begitu saja, dia ingin tau dengan siapa Alice tinggal.


"Kau tinggal disini?..."ucap Gerald.


"Heummm"jawab Alice.


"Kenapa?.. tadi kamu membohongi ku"ucap Gerald yang hanya ingin memastikan semua nya, dia bahkan berkeliling rumah sederhana itu dan terdapat foto-foto keluarga Alice, termasuk Alice, sendiri.


"Aku hanya tidak ingin kau terus mencari ku,aku takut kau akan dalam bahaya, karena orang yang membunuh Daddy ku masih berkeliaran hingga saat ini"ucap Alice jujur.


"Lalu bagaimana?... dengan dirimu" ucap Gerald.


"Aku sudah tidak perduli lagi dengan nyawaku, karena aku sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini"ucap Alice sendu.


"Siapa bilang,,,kau masih ada aku sebagai teman mu"ucap Gerald.


"Teman tidak akan menjamin akan ada selama dua puluh empat jam untuk kita, karena itu aku menolak berteman dengan siapapun, dan Daddy juga dibunuh oleh temannya sendiri, jadi aku tidak percaya dengan siapapun di dunia ini"ucap Alice, yang kini terlihat memalingkan wajahnya menghapus sudut mata nya.


"Baiklah jika itu keputusan mu,aku harap kamu akan baik-baik saja"ucap Gerald.


"Terimakasih...boleh aku minta sesuatu"ucap Alice.


"Apa?... katakanlah"ucap Gerald.


"Menginap lah disini untuk malam ini, karena kita sedang diawasi oleh seseorang, jika kamu menginap orang itu akan mengira kita hanya teman kencan dan sedang making love"ucap Alice yang tidak ragu berkata seperti itu.


"Baiklah"ucap Gerald setelah itu dia menghubungi Georgio dan mengabarkan bahwa ia tidak pulang karena sedang bersama sahabat nya.


beruntung pria itu tidak bertanya lebih jauh.


"Baiklah kau bisa menempati kamar ku Daddy, aku akan tidur di sofa ini"ucap Alice.


"Tidak kau yang dikamar aku disini saja"ucap Gerald.


"Lihat tubuh mu tidak akan nyaman disini,aku sudah dua tahun tinggal di tempat ini jadi aku sudah terbiasa dengan keadaan ini dan jika kau lapar buat makan malam aku ada roti coklat "ucap Alice.sambil berjalan menuju dapur mini.


"setiap hari makanan mu seperti ini"Ucap Gerald kaget.


"Ya... karena sekarang aku bukan anak orang kaya lagi, harta itu diambil alih oleh mantan istri Daddy"Ucap Alice menjelaskan.


"Lalu apa?.. pekerjaan mu selama ini"ucap Gerald.


"Aku bekerja di sebuah restaurant, kecil di pinggir kota dan hari ini adalah hari libur ku"ucap Alice, yang menyodorkan roti coklat tanpa gula tersebut jadi roti tawar dengan coklat asli rasanya mungkin sedikit pahit.


sementara itu Gerald hanya menatap nya dia sarapan di malam hari karena memang ini adalah menu sarapan pagi.


Gerald pun bukan nya mengambil itu tapi dia menarik Alice untuk pergi ke luar.


Gerald menutup pintu setelah itu dia langsung membawa Alice, kedalam mobil nya dan dia langsung tancap gas.


"Daddy... kamu mau mengajak ku kemana"ucap Alice.


"Apartemen ku, besok kita pikirkan cara terbaik nya"ucap Gerald.


"Tidak Daddy jangan lakukan itu, kita dalam bahaya, cepat kembali"ucap Alice.


Gerald menghentikan mobilnya sejenak, setelah itu dia langsung berkata"Baiklah kita hanya akan berbelanja kebutuhan bulanan mu"ucap Gerald.


Alice pun tersenyum, setidaknya dia bisa beralasan pada orang yang mengawasi nya nanti bahwa Gerald, adalah teman kencan nya sementara.


"Tapi biarkan aku melakukan ini"ucap Alice, pada Gerald, yang langsung bergelayut manja di lengan Gerald.


laki-laki itu hanya terdiam, dengan tingkah Alice yang sedikit berlebihan itu.

__ADS_1


__ADS_2