Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Positif#


__ADS_3

kebahagiaan mereka semakin besar setelah Dheandra memutuskan untuk bekerja di rumah saja sesekali hadir di kantor.


Dheandra pun punya banyak waktu untuk mengurus anak dan suaminya.


bahkan Refi, sudah bisa mengajak nya kemana pun, saat ini.


seperti sekarang Refi tengah meeting di temani oleh Dheandra dan asisten pribadi nya.


"Refi selalu memancarkan senyum pada Dheandra yang terlihat sangat cantik hari ini dengan T-shirt berwarna putih dan celana jins hitam panjang , dia masih seperti ABG, meskipun kini usia nya, sudah 30 tahun.


wanita itu menggunakan kacamata berwarna hitam, dan topi putih juga masker, bukan tanpa alasan, Dheandra malas keluar rumah tanpa itu,selain demi kesehatan, dia juga melindungi diri dari pandangan orang-orang yang selalu mengira bahwa dirinya seorang model papan atas.


wanita itu terlihat semakin cantik,selain kecantikan nya yang alami, sejak dulu kini dia selalu bermake-up meskipun makeup natural.


Dheandra pun dengan santainya menikmati minuman yang dihidangkan oleh pelayan .


sementara Refi masih sibuk dengan meeting nya di meja yang lain, kedua putrinya sedang sekolah saat ini.


Dheandra pun melirik ke arah suaminya dan Refi pun melakukan hal yang sama.


mereka berdua pun tersenyum, Refi begitu bahagia saat ini.


setelah selesai meeting Refi pun berpindah tempat menghampiri istrinya lalu mencium pipi istri nya tidak peduli sedang di hadapan banyak pengunjung restaurant tersebut.


"Yang sedang apa?... kenapa... tidak makan duluan pasti kamu laper"ucap Refi.


"Aku nunggu kamu mas"ucap Dheandra yang kini menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya sedikit bersandar untuk menunggu pesanan nya.


"Yang aku sangat bahagia kamu bisa menemani ku, disini andaikan saja semua bisa sedari dulu aku akan sangat bahagia"ucap Refi.


mereka pun pergi bersama setelah makan siang itu menuju sebuah tempat yang Refi ingin tunjukkan, hari ini dia ingin bernostalgia sekaligus berbisnis, Refi dan Dheandra, pergi ke kota dimana dulu mereka bertemu .


"Aku rindukan suasana disini, aku ingin kita terus berjalan beriringan seperti saat ini"ucap Dheandra.


tempat pertama yang mereka kunjungi saat ini adalah tempat milik ibu warteg mereka pun kembali membeli makanan paforit mereka disana, meski yang jualan sekarang bukan ibu itu, sekarang adalah anak nya yang laki-laki karena si ibu sudah tidak bisa kemana-mana lagi seperti dulu, mungkin faktor usia juga.


setelah itu dia langsung bergegas menuju ke sebuah tempat dimana terdapat bengkel yang dulu tempat mereka berdua bekerja.


Refi dan Dheandra pun masuk kedalam di sana dia menemui Toni dan Sindy... mereka sudah membuat janji sedari tadi.


"Boston... apa kabar?..."ucap Dheandra yang langsung memeluk Toni dan bergantian dengan Sindy.


"Wah... kedatangan sepasang pengusaha sukses nih gue"ucap Toni.


"Ah biasa aja lu bang"ucap Refi.


"Anak-anak dimana kak, gimana kabar Ayah"ucap Refi menanyakan kabar tentang ayah sambung nya yang sudah lama tidak ia temui, karena sekarang dia sudah menikah lagi, semenjak ibunya tiada waktu itu.


"Ayah Alhamdulillah masih sehat main dong kerumah fi, meskipun Ayah, sudah menikah tapi dia masih Ayah mu yang selalu menanyakan kabar mu"ucap sindy.


"Aku akan kesana nanti"ucap Refi.


"Yah aku akan bilang sama Ayah"ucap sindy.


"Oya bos... gimana mau kerja sama"ucap Refi.


"Aku tidak punya apa-apa yang bisa menjanjikan"ucap Toni, merendah.


"Kita akan sama-sama bekerja mulai dari nol lagi dan kali ini akan ada beberapa mobil keluaran terbaru yang akan di jual di sini"ucap Dheandra.


"Ya... baik'lah jika kalian ingin berinvestasi di sini, aku akan menerima nya dengan baik"ucap Toni.


"Gue kangen main kotor-kotoran nih"ucap Dheandra sambil berjalan mendekati mobil dan pegawai Toni, yang sedang kesulitan memperbaiki mesin Mobil tersebut.


"Yang kamu gak bawa baju ganti loh... jangan macem-macem"ucap Refi mengingatkan.


"Tidak apa-apa, kan kak Sindy ada"ucap Dheandra, sambil mengambil alih semua tugas dua orang itu.


Dheandra mengikat rambut nya lalu membuat cefol asal-asalan tapi itu semua menjadi pusat perhatian karena wanita itu yang sangat cantik memperlihatkan leher jenjang nya yang begitu mulus, dan seputih susu saat ini.


"Kalian jangan hanya berdiri saja, lihat seorang master bekerja dengan teliti"ucap Toni.

__ADS_1


"Benarkah Nona ini bisa"ucap salah satu nya.


Dheandra langsung mengambil sebuah tang untuk memotong saluran kabel yang salah dan melakukan hal yang sama pada mobil yang benar-benar mati saat itu juga dia menyambungkan kabel nya, dan dia juga melihat ada sebuah kesalahan di sana satu persatu wanita itu memperbaiki dengan sangat cekatan hingga bagian atas sudah selesai, dia langsung menggunakan alas yang biasa Dheandra gunakan untuk bisa keluar masuk bawa kolong mobil yang ada roda kecilnya.


"Yang kamu itu ngapain kotor tau baju kamu"ucap Refi yang kini berjongkok di samping mobil tersebut.


"Mas mereka seperti nya, tidak paham soal mesin semua yang mereka kerjakan salah"ucap Dheandra yang langsung membuat mereka semua melotot setengah tidak percaya.


"Iya tapi ada Abang yang akan memberitahu mereka"ucap Refi.


"Ini mobil keluaran terbaru kaya nya ada beberapa komponen yang beda letak dan pungsi nya gue juga gak terlalu ngerti tapi orang itu tetap bersikukuh ingin memperbaiki nya disini"ucap Toni.


"Ini mobil sudah modifikasi sebenarnya sudah keluar sangat lama hanya saja diganti dengan mesin baru sebagian nya, semacam dikawinkan gitu, dan ini sudah seperti mobil sport yang keluaran terbaru itu, memang nya siapa pemilik nya"ucap Dheandra.


"Mantan istri pertama mantan mu"ucap sindy.


"Owh.."ucap Dheandra.


"Jangan dendam Lo...awas saja kalau sampai di apa-apa kan tuh mobil "ucap Toni.


"Tenang saja bos... gak dendam ko paling juga gue buat nih mobil lolos rem... hahahaha"ujar Dheandra sambil tergelak.


"Sayang kalau sampai itu terjadi...itu artinya kamu belum move on loh"ucap Refi.


"Tidak masalah kan kerjain orang yang sudah berbuat kejam"ucap Dheandra lagi.


"Gak boleh sayang"ucap Refi.


Sindy yang melihat dan mendengar percakapan mereka pun senyum-senyum sendiri, tidak menyangka bahwa pria yang dulu, sering berbicara kasar satu sama lain kini mereka sudah seperti Romeo and Juliet.


"Selesai juga akhirnya"ujar Dheandra yang langsung keluar dari bawah kolong mobil tersebut.


"Secepat itu, anak buah gue, sudah berhari-hari memperbaiki mobil ini"ucap Toni, yang masih sangat kagum dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Lu coba aja sendiri"ucap Dheandra yakin, karena dia benar-benar sudah paham akan mesin mobil dari berbagai jenis, tidak sia-sia dia belajar selama ini.


"Yang kamu jadi kotor begini"ucap Refi yang mengusap noda oli dengan tisu basah yang sengaja ia pegang sedari tadi ia ambil di dalam mobil.


"Mas aku baik-baik saja ko... rasanya aku bahagia bisa melakukan semua ini lagi, sudah lama aku rindu main kotor-kotoran seperti saat ini"ucap Dheandra yang membuat pengunjung dan pegawai bengkel itu tercengang disaat para wanita kalangan atas tidak ingin berurusan dengan noda karena seribu alasan di sini seorang wanita cantik yang sangat sempurna itu malah rindu dengan bermain kotor-kotoran.


"Sentuhan ajaib Lo masih belaku, andaikan saja Lo tidak pernah pergi, mungkin gue sudah menjadi seorang miliarder"ucap Toni.


"Memang nya uang saku Lo sudah habis bos, sampai segitunya Lo... jika kurang minta suami gue... dia sudah jauh lebih sukses, dia bos peternakan"ucap Dheandra bercanda.


"Heummm.... sombong"ucap sindy.


akhirnya mereka pun tertawa terbahak-bahak


"Mas belikan aku baju "ucap Dheandra yang langsung mencium bibir Refi sekilas, dan kemudian Refi mengusap puncak kepala istrinya itu.


"Baiklah sayang tunggu disini Ok"ucap Refi sambil beranjak pergi dengan mobilnya.


"Owh ya ampun so sweet nya"ucap sindy


"Mas... belikan aku baju dong"ucap sindy uji coba pada suaminya.


"Tunggu saja uang bulanan mu"jawab Toni.


sontak semua orang tertawa terbahak-bahak, dan kini Sindy pura-pura cemberut .


"Jangan sedih gitu nanti setelah aku mandi kita jelajahi seluruh mall disini"ucap Dheandra menghibur.


"Belanja?..."ucap sindy penuh harap.


"Enggak... jelajah doang"ucap Dheandra sambil tertawa terbahak-bahak kemudian dia kembali berkata"Jelas belanja lah masa jelajah doang, malu dong dimana harga diri suami gue, seorang istri milyader hanya menjelajah mall yang benar saja"ucap Dheandra menyombongkan diri.


"Perasaan yang punya banyak uang itu Lo deh Dhea, kenapa?... sekarang suami Lo"ucap Toni.


"Gue udah pensiun dini kali bang, jadi uang gue gak sebanding dengan suami gue"ucap Dheandra meskipun Dheandra memiliki harta kekayaan di atas rata-rata selama ini tapi wanita itu tidak pernah pamer.


"Heummm...Lo pensiun seumur hidup pun uang Lo gak akan pernah habis dodol"ucap Toni.

__ADS_1


"Alhamdulillah lah ada kalo cuma uang saku mah "ucap nya lagi.


"Wah parah uang ratusan milyar dia bilang uang saku... gue kapan punya itu Abang"ucap Sindy.


"Kerja...."ucap Toni sambil pergi ke samping mobil yang masih menyala.


"Ah.... dia mah gitu dulu saja saat gue kerja dia mohon-mohon buat berhenti bekerja"ucap sindy.


"Sudah jangan sedih... tapi kalo suami gue kayak gitu ah gue te"ucapan Dheandra terhenti saat Refi sudah berada di sampingnya sialnya karena kebisingan mesin mobil yang ada di bengkel jadi dia tidak tau kedatangan suami tercinta nya.


"Te apa ?..."ujar Refi.


"Ya terima saja"ucap Dheandra beruntung dia pintar, jadi kata tendangan bisa di ubah jadi terima hahaha wanita memang pandai.


"Beneran itu tidak ada yang lain nya nih padahal mobil yang keluaran terbaru sudah di pesan loh... apa aku batalkan saja ya"ucap Refi.


"Batalin aja gak papa kok... hanya saja tidak ada jatah seperti nya untuk satu tahun kedepan"ucap Dheandra, yang langsung membuat Refi gelagapan, seperti pria kepergok melakukan perselingkuhan.


"Ya.... iya-iya deh mobilnya sudah di jalan aku hanya bercanda sayang ku...ya jangan marah ya"ucap Refi yang terus mengikuti langkah Dheandra dan Sindy.


"Itulah tipe pria takut istri....baru di ancam dengan jatah saja sudah ketakutan setengah mati, padahal dia banyak uang kan bisa jajan diluar"ujar Toni, yang langsung berjalan sementara kedua anak buah yang ada di dekat nya tidak bisa tertawa atau pun berkomentar, karena ada sesuatu di belakang Toni.


"Abang bilang apa?... barusan coba di ulangi"ucap sindy.


"Alah Mak... kayaknya celaka gue hari ini"ucap Toni, sambil nyengir kuda dan berbalik perlahan, seketika raut wajah nya berubah menjadi layu seperti rumput liar yang di cabut dengan akar nya.


"Sayang seperti nya tadi kamu salah dengar deh iyakan anak-anak"ucap Toni, minta dibela tapi sayang itu tidak dia dapat kan.


"Owh begitu ya, jadi selama ini uang belanja aku kamu kurangi gara-gara uangnya di pake jajan ya"ucap Sindy kesal.


"Tidak sayang Abang mana berani"ucap Toni.


"Heummm... begini lah kalo suami takut istri baru di gertak dikit aja udah kayak pria ketahuan berbuat dosa"ucap Refi sekenanya.


akhirnya dengan puas Refi, bisa membalikkan kata-kata Toni dan tertawa puas.


"Diam Lo... sialan gara-gara Lo gue ketiban sial"ucap Toni, sambil hendak memukul Refi meski hanya bercanda.


"Malam ini dan besoknya lagi, Abang Bobo di luar aku tidak mau tau"ucap Sindy yang pernah dibohongi oleh Toni, dulu saat Dheandra masih bekerja di sana.


"Heummm.... gak ada habisnya ucap Dheandra yang sudah terlihat sangat segar beruntung di mobil masih ada peralatan mandi jadi Dheandra tak perlu menggunakan sabun milik Sindy.


"Heummm yang mau tlaktir belanja udah siap nih"ucap sindy.


"Baiklah, bos Lo ikut kita kita bisa nongkrong cuci mata"ujar Dheandra.


"Enggak... gue disini saja.. gue takut kebablasan"ucap Toni... yang tau istrinya suka kalap jika berhubungan dengan shoping mall.


"Padahal gue mau tlaktir keduanya loh, tapi sepertinya uang gue aman"ucap Dheandra.


"Enak aja gue ikut"ucap Toni.


"Heummm... parah lu bos... udah kaya juga masih butuh gratisan "ucap Dheandra.


"Gak apa-apa kan nyoba uang Nyona miliader"ucap Toni.


"Ya udah yu keburu telat"ucap Dheandra.


mereka pun pergi meninggalkan bengkel menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, mereka berjalan beriringan sepasang-sepasang .


saat Dheandra, berhenti di depan store pakaian tiba-tiba perutnya terasa sangat mual dia langsung berlari mencari toilet.


"Sayang kamu kenapa?... ucap Refi yang kaget sekaligus khawatir akan keadaan istrinya saat ini, dia buru-buru mengejar Dheandra di ikuti oleh Sindy dan Toni dari belakang.


setibanya di toilet yang kebetulan kosong Dheandra langsung memuntahkan isi perut nya, hingga keluar cairan kuning yang terasa sangat pahit Refi terus memijit tengkuk Dheandra perlahan, hingga sindy datang memberikan air mineral.


"Sayang ini minum dulu wajah mu pucat sekali, kamu keracunan atau apa?... kita kerumah sakit dulu ya"ucap Refi.


"Tidak usah mas...aku mungkin hanya masuk angin minum yang asem-asem kaya nya enak"ucap Dheandra, sambil menyunggingkan senyum.


Refi pun sudah mulai berkurang rasa khawatirnya lalu dia pergi bersama mereka menuju tempat minuman dan yang Dheandra pilih itu adalah minuman yang seper asam.

__ADS_1


sontak Sindy, menyunggingkan senyumnya.


"Ah...ini sih alamat positif"


__ADS_2