Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Belajar dari kesalahan#


__ADS_3

"Kamu egois yang, aku memang salah, tapi harus kamu tau aku tidak pernah punya hati pada wanita lain selain kamu, aku sangat mencintaimu, meskipun itu, benar-benar terjadi semua karena kesalahan."ujar Mario, berteriak hingga, Desy, langsung membungkam bibir nya sendiri, karena tidak percaya, Mario, bahkan kembali membentak nya.


"Mas, aku minta pelan kan suara mu, putra mu sedang tidur, sebentar lagi dokter datang untuk mengobati luka mu"ucap Desy.


Wanita itu diam-diam menghubungi dokter, untuk mengobati luka, yang didapatkan dari emosi berlebihan itu.


"Sayang, aku tak tau lagi, harus menjelaskan apa? padamu, karena percuma saja aku jelaskan kamu tidak mau mengerti, bahkan kamu minta kita untuk bercerai dan itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah aku kabulkan"ujar Mario.


"Sudah, aku sudah memaafkan mu, sekarang kamu bisa tenang, dan turunlah luka mu, harus segera diobati"ucap Desy.


"Baiklah, aku tunggu kamu dibawah"ujar Mario.


Desy, langsung bergegas pergi menuju lantai bawah, setelah kedua putra nya di ambil alih oleh pengasuh, sementara dia akan pergi mengurus suaminya itu, Mario, sudah duduk dan kini tengah menatap kearah lain, terlihat dokter tengah mengobati luka di tangan nya.


Desy, duduk di samping Mario, dan pria itu langsung menggenggam tangan istrinya.


"Sabar sebentar lagi juga selesai"ucap Desy.


"Iya sayang"ucap Mario.


Desy, mengelus tangan Mario.


"Sayang maafkan aku"ucap Mario, sambil menatap sendu.


"Heumm"jawab Desy.


"Sudah selesai tuan, sebaiknya luka itu, tidak terkena air untuk beberapa hari, agar cepat sembuh"ujar dokter.


"Baik dokter, terimakasih"ujar Desy.


Desy, hendak berdiri untuk mengantar dokter hingga kedepan, tapi pria yang kini tengah menggenggam jemari tangan nya, tidak mengijinkan itu sama sekali.


Desy, hanya bisa mendengus pelan karena suaminya, masih suka bersikap posesif, sementara dirinya bisa bergabung bersama rekan bisnis nya yang para wanita cantik itu.


"Kak, kamu sebaiknya makan dulu, setelah itu langsung minum obat"ucap Desy.


Desy, langsung beranjak untuk, pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan siang untuk suaminya itu.


Setelah memasak makanan favorit Mario,dia langsung membawa masakan tersebut ke ruang keluarga karena saat ini Mario masih berada di sana.


Sampai Desy, duduk dan memangku nampan dengan piring berisi makanan favorit Mario, dan segelas air putih, Desy langsung menyuapi Mario, makan, satu persatu suapan itu mendarat di mulut Mario, hingga makanan itu tandas.


Sampai akhirnya Desy, membantu Mario, untuk meminum obat nya.


Setelah selesai, minum obat Mario, langsung di tuntun untuk pergi ke kamar nya oleh Desy, meskipun yang terluka itu adalah tangan nya saja.


Tapi Desy, justru memberikan perhatian lebih pada Mario, mungkin disini semua terjadi, karena kesalahan Mario, tapi Desy juga ikut andil, karena wanita itu juga tidak mengerti dengan dunia bisnis, yang tidak bisa diprediksi, mana kawan dan mana lawan.


Sementara Mario, juga korban, meskipun para bodyguard nya itu, bukan orang sembarangan tapi, diatas langit, masih ada langit, kata pepatah itu, menunjukan bahwa seberapa hebat nya dirinya, diluar sana masih ada yang lebih hebat dari dirinya.


Apes, bisa menimpa siapa saja, dan kapan saja, wanita ataupun pria, dia yang merupakan mahluk hidup pasti pernah merasakan hal yang sama.


Itu, adalah gambaran bagi Mario, saat ini.


"Sayang, temani aku"pinta Mario.


"Ya Baiklah sayang"kata Desy.


Sampai saat keempat anak nya, datang karena kangen dengan kedua orang tua mereka, para pengasuh membawa mereka berempat.


"Mommy"ucap Bintang dan Langit.


"Heumm, Sayang mommy"ujar Desy, pada bulan den bintang.


"Mommy, aku ingin jalan dengan Daddy, Maikel, bersama dengan Bintang"ucap langit.


"Sebentar ya, mommy, hubungi Daddy, kalian dulu"ujar Desy.


"Yang..."ucap Mario, yang lagi-lagi tidak mengijinkan Desy, menghubungi pria manapun.

__ADS_1


"Baiklah kakak saja yang menelpon"ujar Desy, yang memberikan sambungan telepon tersebut pada Mario.


"Maikel, Bintang dan Langit, ingin pergi jalan-jalan dengan mu"ucap Mario


"Desy, tidak sempat untuk kemanapun, kamu bisa suruh Alexa, untuk menjemput anak-anak"ucap Mario.


"Baiklah"ujarnya lagi, dan akhirnya sambungan telepon itupun terputus.


"Bagaimana kak, apa? Maikel, bisa"ucap Desy.


"Dia masih di kantor sayang, dia meminta mu untuk mengantar mereka, tapi aku bilang kamu sedang tidak bisa kemana-mana, maka dari itu aku minta Alexa, untuk menjemput anak-anak.


"Heumm, baik'lah, aku siapkan dulu mereka"ucap Desy.


"Baik lah sayang, tapi jangan lama, nanti sikecil dua ini rewel, aku susah menjaga keduanya, sekaligus"ujar Mario.


Heumm, ya sayang ku"ucap Desy.


Sampai semua siap, Desy mempersiapkan botol minum milik putra-putri nya dan baju untuk ganti, keduanya pun, sudah siap beserta masing-masing satu mainan favorit nya, meskipun pulang nya akan, membawa lebih banyak mainan.


Desy sudah membawa semua itu, dan membawa nya ke bawah,agar jika Alexa, datang, mereka sudah tinggal pergi.


Untuk sementara waktu mereka menunggu sambil bermain dengan pengasuh nya.


Desy, kembali ke dalam kamar nya, sesampainya di sana dia melihat Mario, yang tengah menggendong marvin, sementara Marco, berguling-guling menangis juga minta digendong oleh Daddy nya.


"Sayang sini, sama mommy, Daddy, gendong kakak dulu ya"ujar Desy.


Desy, pun membawa putra bungsu nya, kedalam dekapannya dan seketika itu Marco, terdiam, dan langsung anteng.


Sementara Marvin, malah nangis histeris, karena juga ingin di gendong mommy, nya.


"Sayang bagaimana? ini" tanya Marco.


"Berikan saja kemari"ujar Desy, yang hendak meraih putra nya.


"Mana, bisa Sayang"ujar Mario.


"Sayang, mereka berat"ucap Mario, tidak tega, karena berat mereka berdua sampai dua belas kilo.


Desy, tidak mengeluh wanita itu justru tersenyum.


"Beban hidup ku, lebih berat dari mereka"ucap Desy, sambil tersenyum.


"Sayang aku minta maaf"ucap Mario.


"Jangan ungkit, itu lagi aku sudah siap kok"ujar Desy.


"Siap, apa? yang jangan macam-macam"ujar Mario.


"Siap, dimadu jika suatu saat nanti wanita itu hamil anak mu"ucap Desy.


Mario, menatap tajam"Desy, sepertinya aku tidak benar-benar dimaafkan" ucap Mario.


"Tidak, kak, kamu jangan berpikir seperti itu, kamu juga harus berpikir kemungkinan lainnya, karena bukan tidak mungkin jika benih itu tumbuh di rahim nya"ujar Desy.


"Desy, cukup" ujar Mario.


pria itu langsung berbalik dan pergi, tidak menghiraukan panggilan Desy, sama sekali


"Haruskah aku tunjukkan bajingan mana, yang sudah menjebak ku, itu.


...🌹💖💖💖🌹...


Sementara itu di kediaman Agam, Ananda, saat ini tengah membujuk kedua putranya, yang merajuk, karena Agam, pergi untuk perjalanan bisnis, sementara mereka berdua ingin ikut, padahal mereka tidak mengerti, perjalanan bisnis itu, sungguh sangat jauh, dan harus naik pesawat terbang, selama satu hari satu malam,alias dua puluh empat jam bahkan lebih.


Tapi yang namanya, anak kecil yang masih polos tanpa dosa itu, tidak mengerti, saat kedua orang tua nya, bilang jika Daddy nya, pergi untuk sementara ke tempat yang jauh itu.


"Ayolah sayang, mommy akan kalian jalan-jalan oke, tapi tidak ikut dengan Daddy"ucap Ananda.

__ADS_1


"Tidak mommy, ingin ikut Daddy"ujar Arsen.


"Sayang, tempat nya, sangat jauh lewat daratan dan lautan luas, perjalanan nya, sangat lama, kamu pasti bosan jika berada di dalam pesawat"ujar Ananda.


"Sayang ikut, saja sekalian kita liburan"ucap Ananda.


"Heumm, tidak mas, lain kali saja, kita pergi bersama, sekarang kamu sedang sibuk-sibuknya"ucap Ananda.


Wanita itu pun menggendong salah satu putra nya, dibantu oleh Arinda, wanita paruh baya itu, kini sudah lebih dekat dengan Ananda, sementara dengan istri Ardan, kini Arinda, sedang renggang karena, masalah yang terjadi waktu itu, membuat putra tercintanya membenci dirinya.


Arinda, yang kala itu meminta, Ardan untuk menceraikan Ariel, karena wanita itu sudah membuat kegaduhan, hanya demi ayah angkatnya itu, mengakibatkan Ardan, marah.


Ardan, tidak menceraikan Ariel, tapi juga belum bisa, bersama dengan Ariel, karena ternyata wanita itu tengah hamil, anak pria, yang menjebak wanita itu, posisi Ardan, serba salah, tidak diceraikan tapi juga tidak bisa seutuhnya bersama dengan istrinya, dan jika diceraikan, dia masih cinta dan putri nya itu tidak mungkin harus menjadi korban perceraian.


Berapa kali Ardan, berpikir bahwa, dia harus terus bersama dengan Ariel, apapun yang terjadi, tapi saat suasana sepi, hatinya begitu sakit, Aril, berani memberikan mahkota yang selama ini ia jaga pada seseorang yang bukan muhrim.


Agam, mengecup kedua putranya dan juga istrinya, tidak lupa dia juga memeluk wanita cantik yang sudah tidak muda lagi, pelukan Agam begitu sangat lama, seiring do'a yang dipanjatkan oleh sang ibu, untuk keselamatan putra pertama nya itu.


"Hati-hati di jalan sayang, jangan sampai kamu teledor, dan ingat, kabari kami setelah tiba di sana"ucap Arinda.


"Iya mom"ucap Agam.


Dan akhirnya, pria tampan itu pergi bersama dengan asistennya, setelah memeluk dan mencium bibir istrinya itu, Ananda, menghujani kecupan di seluruh wajah suaminya, begitu juga Agam, pada dirinya.


Sampai akhirnya pria itu benar-benar pergi dan tak terlihat lagi.


"Nanda, mommy bawa pulang dulu saja kedua jagoan kita, disana, ada Daddy, mereka pasti anteng"ucap Arinda.


"Terserah mommy, saja paling nanti, setelah pulang dari rumah bersalin, aku langsung nyusul"ujar Ananda.


"Baiklah sayang"ucap Arinda.


Sekarang tidak pernah ada lagi kecanggungan dan perdebatan diantara mereka berdua.


Setelah kedua jagoan itu, ikut dengan Oma, mereka, akhirnya, Ananda, pergi ke rumah bersalin miliknya, dan saat ini tengah banyak pasien, Adeline, bahkan sudah mengeluh karena kepayahan, sebagai perawat,dia juga merangkap menjadi bidan, wanita itu tidak pernah mau berhenti bekerja, meskipun punya suami Milioner.


Brian pun, mengijinkan Adeline, bekerja, lagipula, dirinya juga sibuk di luar, mungkin dengan begitu, dia tidak membuat Adeline, bosan di rumah lagi pula wanita itu , akan pulang jika Brian, pulang cepat, dan soal Amara, gadis kecil itu, setelah bisa melihat, dia lebih giat belajar, bahkan seakan tak lelah terus menerus ikut kegiatan yang diadakan di sekolah.


Sementara brilian, sepulang kuliah dia akan berkunjung ke rumah bersalin, dan dia akan membawa, Amara, untuk bermain di tempat tersebut kebetulan ada ruang khusus untuk Arsen dan Arthur.


Brilian, bisa sambil makan buatan ibu sambung nya, Adeline, yang selalu membuatkan makan siang, jika sempat, tapi jika mereka datang sore hari di rumah bersalin hanya akan ada camilan.


Tapi brilian, sangat suka perhatian mamanya itu.


"Ada apa? masih pagi sudah mengeluh"tanya Ananda.


"Itu ibu bidan, pasien anda, sudah menjerit-jerit minta bayinya segera di keluarin"ucap Adeline.


"Kamu juga bisa, kenapa? harus menunggu saya"ucap Ananda, sambil nyengir kuda.


"Hehehe, begitu ya, apa? saya harus operasi jalan lahir nya, jika pembukaan nya, saja belum lengkap"ujar Adeline.


Adeline, minta dia jalan-jalan dulu di tempat biasanya, agar proses ya lancar.


"Ah bukan di sana tapi harusnya di kandang macan biar pas brojol minimal jika bukan ibunya, pasti anak nya, yang akan di terkam atau, bapaknya yang gak ada otak itu, yang dimakan lebih dulu"ujar Adeline, yang kini menggambarkan kekesalan yang teramat sangat.


Bukan dia tidak ingin menolong pelakor itu, tapi dia dibuat kesal karena, wanita itu terus mengucilkan profesi, Adeline, yang hanya seorang perawat, sementara wanita itu, adalah wanita karir, yang bahkan akan segera di pecat oleh Brian, jika saja Adeline, mengadu pada Brian, karena wanita itu sudah menghina profesi nya, dan mengucilkan diri nya.


"Owh pantesan yang punya kandang macan marah, orang yang melahirkan itu, adalah pelet macam"ujar Ananda.


"Bukan nya pelet itu makanan ikan lele"ucap Adeline.


"Apalah itu, dia memang pantas di sayang macam, hingga tidak disisakan, tapi apa? kita tidak terlalu kejam"ucap Ananda.


"Sepertinya ia sih, ah sudah lah, mending ibu bidan yang urus, agar ibu dan bayi selamat, aku ingin lihat wajahnya, apa? benar mirip Amara, atau mirip dengan ikan belut"ucap Adeline.


Wanita yang akan melahirkan itu adalah, wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga Adeline, bersama dengan Deri, bahkan sampai saat ini, Deri, tidak terlihat batang hidungnya sama, sekali, tapi bahkan sampai rumah bersalin akan tutup, wanita itu tidak kunjung menambah pembukaan, akhirnya, Ananda, mengirim dia ke rumah sakit milik suaminya, agar dilakukan operasi Caesar.


Sementara itu di kediaman Arinda, kedua cucunya tengah terlelap bersama dengan Argha, pria tua itu kini kelelahan setelah seharian bermain dengan cucunya yang super aktif itu, sementara Arinda, tengah memandu pelayan yang bertugas untuk memasak, buat menyiapkan makan malam kesukaan kedua jagoan Agam, yang sangat tampan seperti Agam, saat kecil dulu hingga sekarang.

__ADS_1


Ananda, yang baru datang di Mension, utama wanita itu langsung membersihkan diri di kamar suaminya, saat masih muda, dan kini masih milik Agam, setelah selesai bersih-bersih dia menemui mertuanya, bertanya apa? kedua putranya itu rewel atau tidak.


"Mom, aku pulang, apa? mereka rewel"


__ADS_2