Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Menghindar#


__ADS_3

Andra mendekat lalu memeluk Dheandra, wanita itu seketika membulatkan matanya karena kaget dia tidak menyangka Andra, pria yang selama ini ia hindari kini dengan berani nya, tiba-tiba memeluk dirinya.


Dheandra langsung menghindari Andra,melepas kasar pelukan nya dan pergi membawa kedua putrinya.


Arinda, Arina Daddy kangen ucap Andra.


"Kami tidak punya Daddy, Om tampan jangan mengada-ada, mommy bilang Daddy sudah tiada"jawab Arinda dan Arina, saling rebutan bicara.


"Sayang mommy kalian bohong!"teriak Andra yang kini ditinggalkan begitu saja, Refi yang langsung mengambil alih Arinda, seperti biasa dia langsung berjalan mengekor di belakang Dheandra.


Dheandra, benar-benar merasa sangat benci dengan pertemuan ini tapi dia tidak bisa memprediksi bahwa dia akan bertemu dengan Andra saat ini.


Dheandra langsung panik ketika sampai di dalam mobil, Dheandra meminta Refi untuk memperketat penjagaan di mana pun, dia tau Andra akan berbuat nekad.


sementara kedua putrinya tengah ia beritahu kan bahwa yang mengaku sebagai Daddy nya tadi itu adalah penjahat Arinda dan Arina yang polos percaya begitu saja, Dheandra sengaja bicara seperti itu agar supaya putri nya, tidak mau diajak kemampuan termasuk Andra.


sesampainya di pekarangan rumah Dheandra langsung meminta asistennya untuk mengecek semua Cctv rumah nya.


Dheandra langsung menyerahkan kedua putrinya pada bibi asisten rumah nya, setelah itu dia langsung memeluk Refi,rasa takut nya, semakin besar dengan bukti bahwa ada orang-orang Andra,mengintai di area kompleks perumahan nya.


"Fi...hiks hiks hiks.. aku takut, aku tau bang Andra itu nekad orang nya, dia tidak peduli dengan siapapun yang menghalanginya akan dia lukai, aku harus bagaimana??...hiks hiks"ucap Dheandra yang terlihat sangat rapuh tidak biasanya.


"Hey... Dhe,gue disini gue siap lindungi kalian semua, biarpun gue harus mati, setidaknya aku sudah mencoba untuk melindungi kalian, dan jangan tunjukkan rasa takut , karena dia akan semakin merasa menang, aku tau kamu kuat, kamu bisa"ucap Refi yang mencoba menenangkan Dheandra, karena Refi, juga tau Andra, bukan orang yang bisa dianggap remeh.


Refi, masih menemani saudara angkat nya itu, dia tau Amanda, tidak sedang baik-baik saja saat ini yang dia jaga ,mental Dheandra yang gampang jatuh.


Refi, menyelimuti Dheandra, wanita itu tertidur pulas setelah Refi, memberikan dia obat tidur, Dheandra harus banyak istirahat, sementara setelah mengurus, Dheandra,kini giliran dia melihat si kembar yang saat ini tengah disuapi oleh asisten rumah tangga Dheandra.


"Dheandra, bagaimana aku bisa meninggalkan mu, jika kamu masih rapuh seperti ini, aku lebih baik tidak memiliki pasangan hidup, daripada melihat kalian hidup dalam ketegangan, hanya kalian keluarga ku, rumah ku tempat aku kembali tempat aku bernaung di kala susah dan senang ku"ucap Refi,lirih sambil memperhatikan semua rekaman Cctv, seluruh area rumah Dheandra, tidak terkecuali setiap kamar yang tadi nya sempat dimatikan kini kembali dihidupkan.


sementara itu di sebuah restoran, pria yang kini tengah,di hindari oleh Dheandra, tengah tersenyum licik, jika dia tidak bisa mendapatkan mereka kembali dengan cara halus maka cara kasar pun jadi.


"Aku terlalu mencintaimu Amanda Alexandria, tapi, kamu selalu berusaha melepaskan diri dari ku,maka jangan salahkan aku jika, mulai saat ini, aku berbuat kasar, sampai seberapa ketat pun penjagaan di sekitar mu, mereka semua bukan lawan yang sulit untuk ku"Gumam nya lirih.


Refi, berjaga hingga pagi lagi, matanya terlihat menghitam karena tidak tidur barang sebentar saja.


Dheandra sendiri saat ini sudah bersiap untuk pergi ke kantor, dengan kembali menyemangati diri nya, bahwa dia bisa melewati semua nya, saat ini.


Refi, bahkan sudah berada di meja, tersenyum memberikan semangat kepada Dheandra.


mereka pun menikmati sarapan pagi nya seperti biasanya, Dheandra, terlihat sudah kembali bersemangat setelah sarapan mereka langsung pergi seperti biasanya menuju kantor.


tanpa disadari di kanan kiri mobil mereka, anak buah Andra, terus mengikuti, mobil Dheandra, hingga ke jalanan yang sepi ternyata mereka pun, sudah menyiapkan kawanan nya, mencegah jalur yang sering Dheandra gunakan untuk menghindari kemacetan, dan anehnya lagi tidak ada kendaraan yang lalu lalang di sana.


sopir langsung menghentikan mobilnya, tiba-tiba dari arah belakang dua buah mobil lainnya datang , semua adalah anak buah Andra, karena anak buah Dheandra semua sudah di lumpuh kan.


Dheandra, langsung turun dari mobil dia yang kini berpenampilan formal terlihat sangat cantik dengan kacamata dan rambut yang hanya ikat sebagian.tak lupa perhiasan penunjang yang berharga miliaran tersebut terletak di gelang dan cincin juga anting-anting yang ia kenakan.


"Apa?...mau kalian ?.. ucap Dheandra santai , dia bahkan sudah memikirkan cara-cara untuk meloloskan diri dari orang-orang yang berniat jahat pada nya, seperti dulu.

__ADS_1


"Bos, ingin mengambil hak asuh ketiga anak nya"ucap salah satu anak buah Andra.


"Bilang pada bos, mu jika sudah tidak punya keberanian, sebaiknya jangan pakai celana pakai rok saja, apa dia tidak malu untuk menghadapi aku, harus melakukan cara licik seperti ini"ucap Dheandra sambil tersenyum mengejek.


"Jangan bicara sembarangan tentang bos kami Nona, atau Anda, akan menyesal"ucap pria yang memiliki tubuh kekar itu.


seperti nya, pria itu pemimpin pasukan bodyguard yang di bayar oleh Andra.


Dheandra, berdiri di tengah-tengah mereka saat Dheandra , merasa terancam dia langsung menyerang semua nya dengan brutal meskipun tidak menggunakan senjata, Dheandra, yang memiliki ilmu bela diri pun mampu menumbangkan beberapa orang sekaligus dengan tendangan memutar setelah itu dengan sigap, dia mengambil pistol dari kedua belah saku jas yang ia kenakan dia melumpuhkan orang-orang tersebut hanya beberapa detik masih dengan gerakan memutar alhasil tembakan bersarang di badan mereka tidak beraturan setidaknya dia bisa kabur dari mereka untuk saat ini, dia yang tidak menyangka wanita seperti Dheandra, mampu berbuat kejam seperti saat ini.


Refi langsung membuka pintu untuk Dheandra, sopir pun melajukan mobilnya, dengan memerintahkan sopir, untuk menabrak mereka yang menghalanginya jalan nya dengan sengaja, rupanya jiwa iblis wanita itu mulai bangkit dan jangan salah kan Dheandra, semua itu karena dia merasa telah di usik.


Andra, yang melihat itu, dia langsung geleng-geleng kepala, anak buah mereka, yang adalah seorang anak buah mafia,kalah dengan seorang perempuan yang tak lain adalah istri nya, dia tidak percaya bahwa kakak nya berhasil menguasai berbagai negara dengan anak buah yang tak berguna.


Andra pun langsung bergegas meninggalkan mereka dia hendak menyusul Dheandra.


"Sayang sampai aku matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu, aku sangat mencintaimu"Gumam nya lirih.


🌹💖💖💖🌹


Sesampainya di kantor, Dheandra langsung menggendong Arinda dan Arina kini bersama dengan Refi.


"Dhea tenang"ucap Refi, yang langsung menggandeng Dheandra.


satu tangan nya menggendong Arina, satunya lagi merangkul bahu Dheandra.


Dheandra hanya mengangguk pelan lalu masuk ke dalam lift setelah menempelkan sidik jari nya lift pun naik ke lantai teratas gedung dengan empat puluh lantai tersebut.


Dheandra baru akan mendaratkan bokong nya di kursi kebesaran nya , pintu ruangan tersebut langsung terbuka , mata Dheandra membulat saat melihat pria yang ia benci kini berada di hadapan nya.


"Bagaimana??... kau bisa masuk tuan Andra ucap Dheandra.


"Sayang kamu lupa, jika aku adalah suamimu dan orang yang pernah kamu berikan hak istimewa dulu, jadi bukan masalah jika aku masuk saat ini"ucap Andra lembut.


"Siapa??.. orang yang kau panggil sayang "ucap Dheandra ketus.


"Tentu saja itu kamu Amanda Alexandria"ucap Andra tegas.


"Kau sudah tidak waras rupanya, sejak kapan orang yang sudah resmi bercerai akan memanggil mantan nya dengan sebutan sayang, sebaiknya kau pergi sebelum aku menghabisi mu"ucap Dheandra.


"Silahkan saja itu lebih baik daripada, aku harus merasakan sakit karena sikap mu selama ini"ucap Andra.


"Aku bilang keluar!"ucap Dheandra yang kini sudah menodongkan pistol nya ke arah Arda.


"Ternyata kau benar-benar ingin mati"Dheandra sudah menarik pelatuk nya tapi Refi, tiba-tiba membuka pintu.


"jangan Dhe, jangan lakukan"ucap Refi.


"Kenapa??... dia selalu datang dan pergi sesuka hati, aku benci penghianat Fi aku benci "ucap Dheandra yang langsung menembak ke arah Andra.

__ADS_1


laki-laki itu bukan nya menghindar tapi dia malah menghadang peluruh tersebut.


seketika Andra, muntah darah.


"uhuk ...."


Dheandra hanya bisa melihat Andra yang kini terduduk bersimpuh sambil menahan sakit dan Refi, yang langsung merampas pistol dari tangan Dheandra.


sambil menelpon ambulans dengan cepat Refi memapah Andra.


"Bang Lo harus tetap sadar jangan tidur gue mohon jangan buat Dhea semakin sakit, karena Abang tidak tahu saat ini dia tidak sedang baik-baik saja, gara-gara Abang bahkan selama dua tahun ini jiwanya tertekan"ucap Refi, yang tahu apa yang terjadi, Andra hanya bisa berkata lirih.


"Jaga dia, jika aku tiada nanti, aku tidak menyesal jika hari ini aku harus mati ditangan nya sekalipun, aku sangat mencintai nya, mungkin kesalahan ku ini tidak bisa dia maafkan aku memang pria tidak tau di untung seharusnya aku tidak lagi-lagi terjebak dengan yang namanya wanita, aku seperti orang munafik, berkata mencintai nya tapi aku juga tidak bisa menjaga diri ku dari hawa nafsu ku, sampai kan permintaan maaf ku pada nya, katakan bahwa aku sangat mencintai nya...uhukk ..."kata terakhir Andra, sebelum dia akhirnya tidak sadarkan diri.


tembakan Dheandra, mengenai organ dalam sesampainya di rumah sakit Andra, langsung dilarikan ke ruang operasi, dan Refi, menghubungi asisten Andra, untuk menjaga nya setelah menyelesaikan semua administrasi hingga menandatangani persetujuan operasi, setelah itu dia kembali ke kantor.


sesampainya di kantor Refi, langsung keruangan Dheandra, dilihat nya Dheandra yang sangat kacau balau dia menangis meringkuk di sudut ruangan, sambil sesekali dia melirik ke sana kemari dia seperti sangat waspada, Refi langsung mengambil obat yang selalu ia konsumsi untuk penyakit paranoid nya itu.


dengan segelas air putih di tangan kiri dan ditangan kanan obat milik Dheandra.


"Dhea sayang tenang lah kamu aman, aku disini, akan selalu ada untuk mu ok, sekarang minum obat dulu ya, agar kamu bisa lebih baik"ucap Refi, sambil mendekat.


"Fi... dia mati, dia mati ditangan ku, kenapa?... aku membunuh nya, kenapa bukan plakor itu saja yang mati,hiks hiks aku akan kekantor polisi, aku akan menyerahkan diri, aku jahat hiks hiks hiks aku jahat"ucap Dheandra yang kini berontak.


"Tidak Dhe ini bukan salah mu kau tau bang Andra, dia tadi meminta maaf kepada mu, dia juga bilang sangat mencintaimu jadi tidak ada yang salah di sini"ucap Refi menenangkan.


"Tidak!... dia penghianat dia tidak pantas bilang seperti itu, dia pantas mati dia harus mati!!"Dheandra langsung berteriak histeris, Refi langsung memberikan dia obat meskipun Dheandra sempat menolak, tapi Refi berhasil membuat dia minum obat nya.


Dheandra masih menangis sesenggukan terus mengoceh, Refi masih memeluk nya menenangkan nya hingga tertidur pulas di pelukan Refi, seperti itu lah kasih sayang di antara mereka, mereka saling menjaga satu sama lain, dan kini Refi, yang harus punya kekuatan ekstra, karena ketiga wanita itu sangat membutuhkan dirinya.


setelah memastikan Dheandra tidur dia langsung memberikan kedua putrinya makan, karena sudah tiba waktunya makan siang, Refi memesan makanan untuk Dheandra juga saat nanti dia bangun.


setelah selesai makan bersama kedua putrinya, Refi, langsung berkutat dengan pekerjaan nya, sambil sesekali melirik dan menjawab pertanyaan ajaib yang mereka lontarkan pada Refi,disela bermain nya, beruntung pistol yang digunakan oleh Dheandra memiliki selongsong kedap suara jadi mereka tidak mendengar apa? yang terjadi tadi hingga mereka aman.


"Om tampan,tau gak ibunya shinderela itu siapa??..."ucap Arinda.


"Eum.. siapa ya ??..."Refi, malam memikirkan ibunya shinderela, seperti orang bodoh.


"Ha ha ha...Om tampan payah masa ibu shinderela saja tidak tahu"ucap mereka berdua sambil tertawa.


"Memang nya kalian tahu"ucap Refi balik bertanya sambil terus fokus pada laptop nya.


"Tidak tau makanya bertanya"sungguh jawaban mereka membuat Refi, sontak menepuk jidat.


"Kalian cari tahu saja sendiri di internet ok"ucap Refi.


Refi, terus sibuk dengan pekerjaan nya, hingga sore hari dia langsung bersiap untuk pulang bersama dengan ketiga nya, sebelum itu dia membangun kan Dheandra terlebih dahulu, Dheandra berhasil dibangun kan setelah itu Refi meminta nya untuk bersiap pulang ke rumah.


Dheandra hanya menurut mengikuti apa pun yang dikatakan oleh Refi, seperti anak kecil yang mendengar kan nasehat ayahnya.

__ADS_1


Dheandra pun sudah siap dia berjalan di gandeng oleh Refi,menuju lantai bawah bersyukur kedua putrinya itu sudah bisa mengerti mereka berjalan di depan Refi dan Dheandra.


hingga sampai di lobi, sopir sudah bersiap dan membuka pintu untuk nya,para karyawan yang masih ada di sana merasa sedikit heran apalagi saat melihat Dheandra bersikap seolah seperti anak kecil.


__ADS_2