Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Amarah#


__ADS_3

"Apa? yang kamu Katakan!"teriak Agam.


"Aku mandul kak, aku tidak bisa memberikan mu keturunan, dan sekarang kamu bisa menikah dengan wanita lain, tapi tolong ceraikan aku dulu"ucap Ananda, yang langsung pergi.


"Nanda stop, bercanda dengan semua itu, semua itu bohong kan?"ujar Agam.


"Itu fakta nya, karena semua sudah direnggut saat kecelakaan itu terjadi, sudahlah sekarang aku sudah memberitahu mu, jadi tidak ada gunanya kamu menunggu ku agar cepat hamil"ucap nya.


"Sayang aku tak percaya,ayo kita periksa keadaan mu siapa? tahu kita bisa berobat, aku tidak mau menikah dengan wanita lain"ucap Agam.


"Semua sudah tidak berguna kak, jadi pergilah"ucap Ananda lirih yang kini masuk kedalam kamar kedua orang tua nya, Ananda menangis dalam diam, semua yang sudah terjadi biarlah terjadi, tidak ada lagi harapan untuk Ananda,agar bisa bertahan bersama dengan Agam.


sementara Agam, tidak tidur barang sekejap pun, dia tidak bisa terima kenyataan pahit ini, Ananda tidak mungkin mandul, dia sudah bermimpi akan memiliki anak dari wanita paling ia cintai, tapi apa? takdir berkata lain, keesokan paginya, Ananda sudah mandi saat ini dia menggunakan pakaian almarhum sang ibu, dia keluar dari dalam kamar tersebut, dan berjalan menuju kamar utama dimana Agam tengah termenung di sana.


"Boleh aku minta sesuatu, setelah kita berpisah, tolong jangan jual rumah ini, sebelum aku mampu untuk membelinya, aku tidak ingin rumah yang penuh kenangan ini jatuh ke tangan orang lain, dan mulai saat ini, aku akan kembali bekerja serabutan untuk membayar nya" ucap Ananda.


Nyesek banget rasanya Agam tidak bisa percaya bahwa istrinya sendiri sudah mulai mengasingkan diri.


"Apa? kamu benar-benar ingin pergi dari"ucap Agam.


"Aku sudah seharusnya pergi kak, sebelum kamu benar-benar memilih orang lain untuk menggantikan posisi ku, aku cukup tau diri"ucap Ananda yang kini berjalan kearah lain dan meraih koper besar yang sudah terisi penuh dengan pakaian dan surat berharga miliknya.


"Tau diri kamu bilang, apa? kamu tau siapa dirimu sebenarnya! apa kamu benar-benar tau dimana posisi mu saat ini"ucap Agam berteriak.


Amarah pria itu sudah tidak terbendung lagi, semua itu karena dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit dari ucapan Ananda yang seolah menjadikan dia seperti pria pengecut, yang akan mencari pengganti dirinya disaat wanita itu tidak mampu memberikan dia keturunan.


Ananda terus berjalan menyeret koper besar itu, dengan susah payah, dia sudah merogoh ponsel jadul miliknya dan hendak memesan kendaraan online, tapi tidak bisa karena Agam langsung membanting ponsel itu.


"Jangan coba-coba pergi dari ku, Ananda sekalipun aku menikah lagi, aku tidak akan pernah melepaskan mu"ucap Agam.


"Aku tidak mau menjadi wanita bodoh yang hanya akan dijadikan sebagai barang bekas yang lama-kelamaan akan tetap tersingkir kan, aku akan menggugat cerai"ucap Ananda.


"sampai kapanpun kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ku, Ananda, sekalipun kamu bayar seluruh dunia, aku tidak akan pernah memberikan mu kesempatan untuk itu"ucap Agam tegas.


"Aku siapa? jangan kan untuk membayar seluruh dunia ini, bahkan tempat tinggal pun, aku tak punya, tempat ku berteduh selama ini pun sudah tidak mungkin mau menampung ku lagi, tapi biarlah aku akan ikut kemana langkah kaki ini pergi"ucap Ananda, tapi Agam langsung memeluk nya dari belakang, pria itu tidak pernah ingin seperti ini Ananda adalah cinta pertama dan terakhir nya, tidak akan pernah biarkan dia pergi jauh.


"Lepaskan aku kak, biarkan aku pergi"ucap Ananda.


"Tidak akan"ucap Agam.


"Masih ada yang lain yang bisa membuat mu bahagia, dan jangan pernah lupa itu"ucap Ananda.


"Kamu yang seharusnya tidak lupa, bahwa tanpa adanya anak di sisi kita kita sudah bahagia"ucap Agam.


"Sudah tidak lagi kak, semua sudah berubah, kamu bahkan sering melupakan amarahmu, setiap kali kamu bahas soal itu"ucap Ananda.


"Dan itu sudah menunjukkan bahwa kamu tidak butuh aku, melainkan anak, jadi sudah lah akhiri saja semua nya, karena percuma saja dilanjutkan pun tidak akan ada gunanya, hanya akan ada rasa sakit diantara kita, dan jika kamu menikah lagi dengan wanita lain kamu akan lebih bahagia, selain punya pengganti ku, kamu juga akan dapat kan kebahagiaan lainnya"ucap Ananda lagi.


Tidak ada jawaban apapun lagi, dari pria tampan itu, yang ada hanya keheningan.


Ananda pun menoleh ternyata Agam tertidur dengan posisi memeluk dirinya sambil berdiri di belakang, ada rasa sakit yang teramat menjalar ke ulu hati, saat melihat wajah pria yang sangat ia cintai, yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.


Ananda mengusap rahang kokoh itu, sambil berkata"Tidur lah di kamar aku tau kamu lelah"ucap nya lembut.


"Bagaimana aku bisa tidur, saat cinta ku ingin meninggalkan ku sendiri"ujar pria itu.


"Aku akan menunggu sampai kakak bangun pergilah"ucap Ananda.


"Percuma saja jika setelah itu kamu tetap pergi"ucap Agam.


"Kak please jangan seperti ini"ucap Ananda.


"Aku harus bagaimana"ucap Agam.


"Bahagiakan lah kedua orang tua mu, menikah lah dengan pilihan nya nanti, setia lah pada nya, niscaya kamu akan bahagia dunia akhirat"ucap Ananda.


"Lalu kamu sendiri bagaimana, apa? kamu bisa menjamin bahwa kamu akan tetap setia pada ku"ujar Agam.


"Ya selama kamu ingin aku ada di sana, dan aku akan pergi setelah kamu tidak membutuhkan ku lagi"ucap Ananda.


"Bagaimana jika aku membutuhkan keduanya"ucap Agam lagi.


"Itu hak mu"ucap Ananda.

__ADS_1


pria itu malah dibuat jengah oleh wanita yang selama ini ia cintai, bagaimana bisa ada wanita seperti dia yang menginginkan suaminya untuk menikah lagi.


"Baiklah aku akan turuti apa mau mu, sekarang temani aku tidur aku ngantuk"ujar Agam.


"Baiklah"ucap Ananda yang langsung mengikuti langkah Agam.


sesampainya di dalam kamar, Agam pun berbaring dengan kepala berdenyut nyeri, tidak habis pikir, kenapa? ujian cinta diantara mereka selalu hadir setiap saat.


"Peluk aku"ucap Agam.


"Ya"ucap Ananda.


mereka pun tertidur pulas, hingga sore hari tiba saat Agam bangun dia sudah tidak ada di samping nya pria itu langsung bangkit tanpa aba-aba dia tidak perduli, harus pergi ke mana untuk mencari Ananda, sampai ke ujung dunia pun dia akan mencari nya.


"Kak, ini makan lah, aku minta maaf tadi mengambil uang mu untuk belanja sayuran"ucap Ananda yang saat ini berdiri di ambang pintu tepat di hadapan nya.


🌹💖💖💖🌹


"Apa? masih perlu ijin untuk menggunakan uang Suamimu"ucap Agam.


"Tentu saja, karena itu bukan milikku"ucap Ananda.


"Benarkah?"tanya Agam.


"Ya"ucap Ananda.


"Bawa kemari"ucap Agam dengan nada datar.


Ananda mendekat sambil menaruh nampan itu di meja.


"Aku tidak ingin makan sendiri, tolong suapi"ujar Agam.


"Baiklah"jawab Ananda.


"Apa? tidak ada jawaban lainnya selain ya dan baik, lama-lama aku bosan mendengar nya"ucap Agam.


"Kak, tidak baik, marah-marah di depan rejeki pamali"ucap Ananda.


"Lalu aku tunda amarahku buat nanti"ucap Agam.


Agam terus menikmati makan tersebut hingga habis, tanpa bertanya apa? istrinya sudah makan atau belum, sementara Ananda sendiri saat ini hanya makan roti yang ia beli dari warung untuk mengganjal perut nya yang lapar.


Agam lalu berkata"Kapan? kamu makan sayang"ucap Agam.


"Ah...i itu tadi itu aku makan diluar"ucap Ananda.


"Tunggu disini"ucap Agam yang langsung pergi ke luar, dia mengecek apa? yang Anda katakan itu benar atau tidak, karena Agam tau istrinya tidak akan gelagapan jika dia benar-benar sudah melakukan sesuatu.


Ananda lupa membuang bungkusan roti itu dan Agam melihat nya dia langsung mengepalkan tangannya.


"Ayo ikut"ucap Agam sambil menyeret langkah istrinya dengan terburu-buru,Agam meraih tas nya, dan pergi membawa istrinya ke mobil.


"Kak, mau kemana?"ucap Nanda.


"Aku tidak tau jika istri ku sudah pandai berbohong"ucap Agam sambil melajukan mobilnya menuju sebuah restaurant saat itu juga.


sesampainya di sana, Ananda hanya terdiam dia tau kesalahan apa? yang sudah dia perbuat saat ini.


Ananda langsung di tarik untuk turun melewati deretan mobil yang sudah berjajar di sana.


"Kak, aku sudah makan"ucap Ananda.


"Ananda, kamu kenapa? kenapa... selalu seperti ini keras kepala mu tak pernah mau hilang"ujar Agam.


Ananda hanya terdiam, Agam langsung memesan ruang VVIP di restaurant tersebut.


"Masuk "ujar Agam tidak bisa dibantah.


pria itu bahkan memesan makanan begitu banyak hingga Ananda membatalkan pesanan tersebut dan hanya meminta satu menu untuk satu porsi.


Agam hanya bisa menarik nafas panjang"bawakan apa? yang tadi saya pesan"ucap Agam.


"Kak"ujar Ananda protes.

__ADS_1


"Nanti saja protes nya"ucap Agam.


Hingga menu itu tiba, tidak ada obrolan diantara mereka, Ananda tetap diam membisu dan dia tidak ingin berdebat karena percuma saja.


"Setelah ini kita akan pulang ke Jakarta"ujar Agam.


"Kak, aku ingin di sini saja, lagipula kamu juga akan menikah bukan"ucap Ananda.


"Tidak ada pernikahan untuk yang kedua kalinya"ucap Agam tegas.


"Tapi aku mandul"ucap Ananda.


"Aku tidak peduli"ujar Agam yang langsung menyuapi istrinya makan, Ananda hanya terdiam setelah mendengar perkataan Agam.


Ananda hanya menatap ke arah lain setiap kali Agam, menyuapi dirinya.


"Setelah ini kita bisa pindah ke luar negeri, kita akan berobat di sana, aku yakin akan ada harapan untuk itu, jika yang kamu permasalahkan adalah anak"ujar Agam.


"Bukan aku yang mempermasalahkan tapi kedua orang tua mu, dan kamu kak"ucap Ananda.


"Kapan aku jadikan semua itu sebagai masalah tidak pernah bukan"ucap Ananda.


Ananda langsung terdiam, dia tidak akan pernah menang berdebat dengan Agam.


hingga mereka kembali dari restaurant, Ananda bahkan tidak membawa apa-apa, untuk pulang ke Jakarta karena dia sudah punya segalanya di sana, hanya dompet lusuh berisi KTP, karena ponsel jadulnya sudah rusak sementara surat-surat berharga miliknya masih di dalam koper tersebut.


Ananda ingin saat dia pergi nanti tidak perlu repot-repot membawa barang dengan koper besar itu.


sampai tiba di Jakarta, tepat tengah malam Agam langsung menggendong nya dari mobil karena wanita itu tertidur pulas.


sampai saat Agam membaringkan Ananda di atas ranjang mereka, pria itu pun langsung bergegas membersihkan diri dan keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan kimono tidur nya, dia tidak keramas karena sudah larut malam.


hingga keesokan paginya, wanita itu bangun pagi sekali, dia langsung menyiapkan semua keperluan Agam dan dirinya untuk pergi kuliah, setelah dua hari terakhir tidak masuk kuliah.


Ananda ingin melanjutkan kuliah nya yang tinggal beberapa semester lagi, untuk bisa lulus dan menjadi bidan, setidaknya dia bisa memiliki bekal untuk masa tua nya nanti, jika dia sudah memiliki uang sendiri, karena bukan tidak mungkin, saat berpisah dengan Agam, akan mendapatkan harta yang selama ini diatasnamakan dirinya.


karena jika tidak ada anak tidak ada harta warisan , jika pun ada mungkin hanya sebagai tanda terimakasih untuk jasanya karena sudah melayani suami nya.


Ananda tau disini bukan hanya tentang dia dan Agam tapi ada hal lain yang harus dia pikirkan yaitu keluarga besar Airlangga.


hingga selesai memasak, Ananda pun langsung bersiap untuk pergi kuliah, sementara suaminya sudah siap untuk turun kebawah.


"Kakak sarapan saja duluan ,aku mau siap-siap dulu hari ini ada jadwal pagi"ucap Ananda.


"Kita sarapan bersama dan aku yang akan mengantarkan mu kuliah dan saat pulang kamu akan di jemput sopir kantor"ucap Agam tegas.


pria itu pun kembali duduk di sofa.


"Kak, aku sedang banyak tugas, jadi pulang nya tidak tentu kapan, dan aku harus mencari buku"ucap Anada.


"Sopir yang akan mengantar mu untuk mencari buku"ucap Ananda.


"Ya tau"ujar Ananda yang langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajah karena sudah masak pasti wajah nya kena uap minyak, hingga selesai bersiap Agam masih tetap setia menunggu dirinya.


Agam berjalan dengan gagah nya diikuti oleh sang istri.


"Sayang kamu ingin tinggal di negara mana?"tanya Agam.


"Aku akan tinggal di kampung, tidak di negara lain"jawab Ananda.


"Bagaimana jika di Jepang"ucap Agam.


"Tidak ada negara manapun"ujar Ananda lagi.


"Sayang jangan keras kepala ini demi kebaikan mu, disana ada rumah sakit milik Daddy dan aku bisa membuat bekerja di sana"ucap Agam.


"Aku akan tinggal di kampung, terserah kakak mau ikut atau tidak"ujar Ananda lagi.


"Baiklah kita tetap di sini, tapi ingat jika ada masalah jangan pernah pergi dari ku"ucap Agam.


"Kampung titik"ucap Ananda.


"Aku akan menjual rumah itu jika kamu tetap ngotot ingin tinggal di sana"ujar Agam.

__ADS_1


"Silahkan aku bisa ngontrak atau kost tidak ada masalah"ujar nya.


"Honey please, jangan mendebat ku lagi, setelah ini hanya aku yang berhak memutuskan"ucap Agam tegas.


__ADS_2