Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Batal menikah#


__ADS_3

Alexander pun mengantar Mila, pulang ke rumah nya, yang cukup nyaman meskipun terlihat sederhana, wanita itu berpamitan pada Alexander, tapi Alexander menahan pergelangan tangan nya itu.


"Tunggu jangan pergi dulu aku belum selesai"ucapan Alexander sambil menahan tangan Mila dia itu tidak rela jika Mila harus menikah dengan orang lain.


Alexander merasa tidak setuju hingga pria itu terus melakukan banyak alasan untuk menahan Mila, terus bersamanya kali ini dia ingin membawa Mila kembali ke kediamannya namun karena lagi-lagi Mila ingin segera turun dan karena Mila tetap akan mengikuti apapun yang orang tuanya inginkan akhirnya Alexander membiarkan nya, untuk masuk.


"Alexander ma maksud aku pak Alex aku pamit dulu terimakasih untuk belanjaan nya"ucap Mila.


"Tunggu, Mila, apa? kamu bisa pikiran lagi, secara matang-matang karena tidak mungkin kamu menikah dengan bandot tua yang sama sekali bukan pria yang sangat kau cinta"ucap Alexander.


pria itu terus menatap Mila, yang hanya menunduk dan terdiam, sementara Alexander menghubungi ibunya saat itu juga.


📱"Ada apa? Alexander kesayangan ku"ucap Dheandra sambil tersenyum manis.


📱" Mommy, tolong segera datang lamar kan wanita cantik ini untuk Alex, mommy please, jika mommy tidak mau Alexander tidak mau mengurus perusahaan ayah, dan Alex, akan minggat"ucap Alexander, sambil pura-pura menangis.


📱"Oh my God, Alexander Wijaya, sejak kapan putra ku yang tampan berbuat sesuka hati begini, melamar pria itu tidak segampang yang kamu bayangkan"ucap Dheandra sambil tersenyum .


📱"Mommy ini darurat Alexander tidak bercanda, dia akan segera menikah dengan bandot tua jika tidak Alexander lamar, iyakan sayang"ucap Alex yang kaget saat melihat Mila, sudah tidak ada di samping nya, lagi.


📱"Tuh kan kamu bohong, wanita nya tidak ada, sudah ya mommy mau menemani ayah lagi "ucap Dheandra.


📱"Tidak mommy, aku mohon jangan ditutup baik'lah Alex, bunuh diri saja"ucap Alexander.


📱" Ya sudah jangan menangis begitu, mommy datang"ucap Dheandra yang langsung bergegas menuju tempat kerja suaminya.


sementara Alexander langsung keluar dari dalam mobil dia menerobos masuk ke dalam rumah Mila, yang sama sekali tidak bisa masuk mobil, Alexander memarkirkan mobil nya di tanah kosong, setelah Mila, menunjukkan tempat nya, setelah selesai dia langsung mengikuti langkah Mila, dirumah tersebut saat ini tengah sibuk mempersiapkan acara untuk nanti malam, dan itu artinya dua jam lagi acara nya dimulai, Alexander duduk bersama bapak nya Mila.


mereka mengobrol dengan santai, setelah Mila memberitahu bahwa Alexander adalah bos nya di tempat kerja, tapi wanita itu tidak kunjung menemui nya lagi, mungkin karena sedang dipersiapkan untuk acara itu.


ibunya Mila, terlihat sangat sibuk dia langsung bergegas menyalami Alexander yang sedari tadi celingukan mencari keberadaan Mila.


"Mila, Sedang luluran nak, Alex, maaf rumah kami keadaan nya, memang seperti ini, tidak ada AC, hanya ada kipas angin"ucap nya, sambil menyodorkan kopi hitam pada Alexander, yang bahkan tidak pernah mencoba minuman seperti itu.


Alexander hanya akan minum susu, makan salad, dan jika pun ada makanan berat yang masuk adalah steak daging dan udang kukus saus madu dan juga sayur dan buah, sebagai pendamping nya, karena Alexander, anak bungsu pasangan konglomerat dia selalu menjadi pusat perhatian sang mommy, jika masalah makanan yang masuk ke dalam perut nya.


sementara di kediaman Dheandra dia langsung meminta orang untuk menyiapkan helikopter untuk pergi saat itu juga dengan sang suami untuk melamar seorang gadis yang tadi sempat diperlihatkan pada nya


Dheandra memang tidak pernah bisa menolak keinginan putra nya itu, apalagi tadi Alexander mengancam akan bunuh diri jika gadis itu dinikahi oleh orang lain.


pria yang baru tumbuh dewasa itu, sudah memiliki kekasih tanpa sepengetahuan nya, pantas saja Alexander yang super polos itu, bertanya bagaimana cara membuat anak hingga dia langsung menggetok kepala anak bungsu nya itu.


"Apa? putra kita serius, sayang anak itu jangan kan pacaran dekat dengan wanita saja tidak pernah sejauh penglihatan orang-orang yang menjaga putra kita, dan hanya ada satu wanita saat dia kuliah yang katanya selalu mengatakan itu, sebagai Tante ganjen, tapi entah lah, Alexander malah ilfil melihat nya"ucap Refi.


"Aku juga tidak tau sayang yang aku tau wanita itu cantik tadi dia sedang bersama dengan nya, dan saat ini pun dia tengah bersama dengan kedua orang tua nya, menunggu kita"jawab Dheandra.

__ADS_1


mereka sudah tiba di halaman Mension milik mereka dan helikopter tersebut mendarat mulus di halaman Mension yang luas itu, Dheandra dan Refi, langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh asisten Refi dan juga barang seserahan untuk acara lamaran yang diadakan dadakan dan Arina yang menyiapkan itu semua, Gerald istri dan putrinya nya juga ada di sana sudah bersiap tancap gas, harus mengurus adik kesayangannya itu.


semua orang sudah berangkat dengan iring-iringan mobil sport mewah tersebut, menjadi pusat perhatian, pasalnya jalur yang mereka gunakan adalah jalur khusus, dan semua orang yang ada di jalan mengira bahwa yang lewat adalah keluarga Mentri atau pejabat lainnya, padahal itu adalah keluarga Dheandra hanya saja kini Arinda tidak ikut bersama mereka setelah kepergian nya ke Jepang satu minggu lalu.


Alexander semakin gundah gulana ketika seseorang yang merupakan calon suami dari Mila, yang ternyata adalah seorang rentenir tua, sudah duduk menunggu penghulu yang akan menikahkan mereka, Alexander langsung bergegas masuk ke dalam kamar Mila, tanpa ijin karena dia sudah tidak sabar jika benar-benar kedua orang tua nya tidak datang dia akan membawa wanita yang kini tampak tengah menangis itu, kabur dari rumah nya.


"Mila, sudah lah, setidaknya kamu turuti saja apa? yang menjadi keinginan ayah mu, agar kita bisa hidup damai ibu yakin kamu akan menjadi istri yang paling disayangi"ucap ibunya.


"Tidak Bu, Mila takut, dia pria gila Bu, Mila mohon, Mila akan pinjam uang pada bos Mila, agar pernikahan ini segera dibatalkan bu"ucap Mila.


"Maaf kan ibu nak ibu tidak berdaya"ucap ibunya Mila.


sementara itu Alexander langsung berkata" Berapa jumlah hutang kalian Mila, biar aku yang akan membayar lunas semua nya"ucap Alexander tegas, tidak ada lagi Alexander yang manja dan merengek seperti tadi.


"Dua ratus lima puluh juta rupiah, Alex, tapi aku tidak punya uang sebanyak itu"ucap Mila.


"Itu masalah gampang, Sekarang juga ikut aku pergi"ucap Alexander yang hendak membawa Mila, pergi tapi ibu nya langsung menghalangi jalan mereka.


"Tidak nak, lebih baik kita kehilangan putri kecil kami, daripada harus dipermalukan seumur hidup kami"ucap wanita paruh baya itu, yang langsung menarik tangan Mila.


hingga suara gaduh di luar pun terdengar, Alexander dan kedua wanita itu langsung berjalan keluar dari kamar tersebut.


🌹💖💖💖🌹


"Mommy, teriak Alexander yang langsung memeluk wanita cantik yang baru membuat ibu-ibu satu kampung geger karena melihat kedatangan wanita cantik dan juga para pria tampan yang diikuti oleh anak-anak kecil yang tampan dan cantik sungguh menggemaskan, mobil mereka terparkir di depan pagar rumah warga yang kini menggunjing kan kedatangan mereka.


keluarga mempelai pria tidak terima dengan kata-kata itu, karena calon mempelai wanita disini hanya ada satu yaitu Mila.


"Mila ibu bapak, perkenalkan ini mommy dan Daddy ku, dan mereka berempat adalah kakak ku dan yang ketiga itu adalah keponakan ku, sebenarnya masih ada empat orang lagi yang tidak bisa hadir kak, Arinda dan suaminya dan dua keponakan ku"ucap Alexander.


"Begini bapak dan ibu , maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melar putri anda, saat ini juga, tapi sepertinya sedang ada acara pernikahan juga, lalu yang mana calon istri mu Alexander putra Wijaya"ucap Dheandra, yang langsung merangkul pundak putranya, mereka masih berdiri di teras rumah.


"Dia mom, Mila, si Tante ganjen yang telah berhasil meluluhkan hati Alexander putra mu ini"ucap Alexander, yang memang sangat manja, sementara keempat kakak dan kakak iparnya itu, menahan tawa.


"Enak saja tidak bisa dia calon istri ku, yang sudah aku beli dengan sangat mahal"ucap pria itu, yang langsung menarik tangan Mila dari genggaman tangan ibunya.


"Anda kira, dia barang apa? bisa anda beli sesuka hati, berapa anda beli gadis cantik ini"ucap Dheandra tegas.


"Dua ratus lima puluh juta"ucap nya, sarkasme.


"Jika seperti itu, Ambi mobil yang kamu inginkan di luar itu, harga nya hanya lima puluh miliar rupiah, jika kamu ingin dan segera pergi dari rumah ini"ucap Dheandra tapi pria itu terlalu menjunjung harga diri tinggi, meskipun dia sempat terbelalak dengan mendengarkan harga mobil yang cukup fantastis tersebut.


"Tidak harga diri saya lebih mahal dari itu, lebih baik kembalikan uang yang telah kalian pinjaman berikut bunga nya semua lima ratus juta"ucap pria tua itu.


"Apa-apaan ini hutang kami tidak sampai segitu, bukan kah hanya butuh dua ratus lima puluh juta"ucap ayah dari Mila, pria itu terlihat menyesal dan sangat malu.

__ADS_1


"Sudah tidak usah banyak berdebat, kita akan melunasi nya sekarang juga"ujar Refi, yang baru membuka suara setelah sedari tadi terdiam.


akhirnya Refi mengeluarkan sejumlah cek, karena rentenir tua itu, tidak memiliki M- Banking.


"Sekarang hutang kalian lunas, ternyata kalian pandai mencari mangsa"ucap pria itu yang langsung menepuk bahu Alexander yang terlihat menahan amarahnya.


"Kalian, sudah selesai melihat pertunjukan ini bukan sekarang silahkan semua nya pergi, dan untuk Anda tuan saya janji akan segera melunasi hutang saya, secepatnya"ucap Mila, tapi Alexander langsung menahan tangan Mila.


"Hey Tante ganjen, setelah membuat kedua orang tua ku, datang malam-malam hanya dengan perjalanan dua jam dengan helikopter, apa bisa seenaknya pergi begitu saja, sekarang kau haru bertanggung jawab terhadap keluarga ku, sekarang juga jadilah tunangan ku"ucap Alexander.


"Hey anak nakal, bukan begitu caranya melamar calon istri mu"ucap Dheandra yang hampir saja menjewer telinga Alexander dihadapan orang banyak.


"Silahkan tuan dan nyonya, duduk dulu maaf jika suasana nya, kurang nyaman ucap wanita itu sambil mempersiapkan mereka duduk di ruang tamu, sementara Alexander duduk di samping sang mommy di kursi yang hanya pas duduki oleh keluarga mereka pun akhirnya yang lain duduk lesehan di atas permadani bersama meraih motif batik tersebut.


"Maksud kedatangan kami kemari saat ini adalah ingin melamar putri Bapak, untuk putra kami, Alexander putra Wijaya, seperti yang anda tau sedari tadi dia sudah meminta kami datang untuk melamarnya"ucap Dheandra.


"Saya mohon maaf jika kedatangan keluarga kami membuat keributan dan menggagalkan pernikahan putri anda dengan orang kaya dikampung ini, saya sekeluarga berharap anda, akan menerima lamaran kami "ucap Refi, yang menimpali.


"Terimakasih atas kedatangan anda, sekeluarga, kami selaku orang tua hanya bisa memasrahkan pada putri kami, soal bersedia atau tidak nya"ucap pak Hasan.


"Bagaimana nak Mila, apa kamu bersedia untuk menjadi calon istri dari putra kami"ucap Refi lagi.


Tidak ada kata jawaban yang keluar dari bibir Mila, saat ini yang ada ketegangan yang Alex rasakan.


tapi sedetik kemudian dia langsung mengangguk pelan.


hingga membuat Alexander hampir berjingkrak, tapi Dheandra langsung menarik putra bungsu nya itu, yang selalu berlebihan jika mengekspresikan rasa bahagia nya.


Alexander pun tersenyum manis, sementara sang mommy meminta asisten nya membawa barang seserahan yang bisa dihitung dengan jari, tapi nilai nya cukup fantastis, wanita itu bahkan selalu ingin yang terbaik untuk putra dan putri nya, seperti saat ini.


keluarga besar Mila, dibuat terbengong saat melihat lima set perhiasan berlian dan juga beberapa, barang branded sepatu tas, dan juga dua set gaun termahal.


meskipun Mila, sudah sangat cantik dengan kebaya khusus pertunangan yang saat itu Alexander pilihkan, karena pihak pengantin pria yang gagal itu tidak mau semakin rugi dengan acara pernikahan mereka.


sementara itu kedua kakak Alexander tepat nya kakak ipar dan kakak nya, kompak mencubit perut suaminya itu, karena, mereka ingin dilamar ulang, meskipun keduanya sudah lebih lama hidup berumah tangga dan lebih dari berkecukupan tersebut, tapi pria kedua pria itu tidak melamar seperti yang dilakukan oleh Alexander karena mereka lebih suka diam-diam menikah siri terlebih dahulu.


"Mommy, lihat gara-gara mommy melamar Mila, untuk Alexander, Celsi marah karena dia juga ingin hal yang sama"ucap Gerald yang disambut oleh gelak tawa dari semua orang.


"Iya nih mom... apa tidak kasihan dengan kami"ucap Bruno.


"Jika kalian ingin yang seperti ini, kalian harus menikah ulang mau tapi tidak dengan pasangan kalian, gampang bukan.


"Ih mommy, mana boleh"ucap Arina dan Celsi.


"Ya sudah jangan berpikir yang macam-macam, karena semua itu salah kalian, siapa? suruh kalian nikah diam-diam"ucap Arinda, yang langsung membuat mereka kembali tertawa.

__ADS_1


"Heuh...alamat tidak dapat dukungan"ucap keempat nya, sambil tertawa.


__ADS_2