
Satu tahun sudah pernikahan Agam dan Ananda, tapi wanita itu belum juga hamil, dan Agam tidak mempermasalahkan itu semua, wanita itu, mereka malah lebih enjoy.
"Kak, aku boleh liburan gak"ucap nya ragu.
"Dengan siapa? sayang"tanya Agam.
"Teman kuliah kak, acaranya di puncak, mereka mengadakan acara berkemah, dan aku harus ikut serta katanya"jawab Ananda.
"Heumm, lihat nanti saja ya"ujar Agam sedikit ragu.
"Heumm jika kakak tidak setuju ya sudah aku dirumah saja tidak apa-apa kok"ujar Ananda.
"Sayang bukan tidak setuju, aku hanya ingin lihat jadwal ku senggang atau tidak nya"ujar Agam.
"Ya aku tau Kakak, selalu sibuk jadi tidak perlu dibahas lagi, lagian mungkin itu gak terlalu penting juga"ujar Ananda.
"Hi...sayang jangan bilang begitu, kebahagiaan kamu jauh lebih penting, tapi disini juga masih ada yang harus dipikirkan"ucap Agam.
"Ya aku tau anak iya kan, begini saja jika dalam satu bulan kedepan aku tidak hamil juga kakak, boleh ce"ucapan Ananda langsung terhenti karena Agam, langsung membungkam bibir manis itu dengan tangan nya, dia tau apa? yang Ananda ingin ucap kan karena itu sudah sering terjadi, Agam akan mendapatkan jawaban itu, jika mereka membahas soal anak, meskipun awalnya sangat santai.
"Kakak, bisa lakukan apapun,satu bulan kedepannya"ulang Ananda lagi tanpa ekspresi.
wanita itu masih terlalu pandai menutupi kesedihan nya.
Ananda bukan tipe wanita manja, ataupun suka foya-foya, gadis itu cukup sederhana bahkan tidak pernah malu dengan penampilan seadanya meskipun bukan barang branded yang dia kenakan, tapi baju apapun cocok dia kenakan.
wanita itu pergi meninggalkan Agam yang kini menatap kepergian istri nya itu.
"Aku harus apa? jika kedua orang tua ku, selalu mendesak untuk segera miliki anak"ucap Agam lirih.
sementara itu bukan hanya Agam, Ananda bahkan sering di datangi oleh mertuanya untuk bertanya, apa? Ananda sudah hamil atau belum, bukan apa-apa, karena usia Arinda dan Argha, sudah tidak muda lagi, dia ingin segera menimang cucu dari putra pertama nya itu.
dan Arinda meminta Ananda, untuk mengihklas kan Agam, untuk memiliki istri kedua, jika dalam waktu satu tahun lagi Ananda tidak kunjung memiliki anak, jika dulu yang terjadi pada dirinya adalah sebuah kesalahan, tapi kali ini Ananda memang benar-benar tidak bisa memiliki anak, dia sudah melakukan pengecekan berulang-ulang.
kejadian buruk di masa lalu itu mengakibatkan rahimnya terganggu dan rusak meskipun tidak terlalu parah tapi mengakibatkan sulit untuk memiliki momongan, Ananda, sudah pasrah jika suatu saat nanti Agam meninggalkan nya, dia sudah siap dengan segala resiko nya.
hingga pagi menjelang keesokan harinya nya, Ananda bangun seperti biasanya dia mandi dan berpakaian rapi karena ada kuliah pagi saat ini tapi sebelum berangkat wanita itu akan menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya dan kebutuhan Agam.
setelah selesai menggunakan riasan dia pun pergi mengisi air kedalam bathtub dan setelah itu membangunkan Agam, yang entah pukul berapa suaminya itu tidur, Ananda bahkan tidak tau saking nyenyak nya dia tidur setelah menangis dalam diam.
kini wajah sembab itu dia sembunyikan di balik makeup, meskipun tidak semua nya tertutup karena bagian matanya terlihat sedikit bengkak.
"Kak, bangun Air nya sudah siap, aku sedang buru-buru untuk pergi kuliah, jadi kita ketemu di bawah sambil sarapan pagi, jika kakak tidak terlambat"ucap nya sambil pergi tanpa menunggu suaminya bangun, dan itu sudah sering kali Ananda lakukan untuk menghindari Agam, yang akan bertanya-tanya hingga akhirnya marah karena tak mendapat jawaban yang dia inginkan.
"Sayang kamu tidak bisa seperti ini, aku tau kamu menghindari ku, karena ini bukan yang pertama kali"ucap Agam.
"Aku menghindar untuk apa? kakak bisa cek jadwal ku hari ini, aku hari ini, aku turun"ucap Ananda yang langsung pergi ke lantai bawah.
"mau sampai kapan kamu begini, aku tau ini sulit, tapi aku tidak akan pernah biarkan kamu pergi"Gumam Agam.
*Hingga Agam selesai bersiap dengan pakaian kantor nya, dia sengaja tidak merapikan penampilan nya, dia ingin melihat kejujuran di mata istrinya.
Agam pun turun membawa dasi dan jas nya di tangan wanita itu tampak sudah menata makanan itu di meja makan, Agam terus memperhatikan gerak-gerik sang istri*.
"*Sayang bisa tolong pasangkan dasi ku"ucap Agam.
"Kak, aku sedang terburu-buru kakak bisa minta tolong kepada sekertaris kakak, atau asisten lainnya kan"ujar nya yang langsung meraih makanan tersebut dengan tangan agar Agam tidak meminta dia untuk memasang dasi nya.
"April, aku tidak mengijinkan mu pergi jika kamu seperti ini"ucap Agam yang sudah emosi.
__ADS_1
"Kak, aku sedang buru-buru ngerti gak sih, tapi baik lah "ujar Ananda yang baru memasukkan suapan pertama nya.
wanita itu langsung beranjak membawa piring tersebut ke arah dapur untuk di taruh, dan Agam, tau wanita itu tidak akan melanjutkan sarapan setelah itu, dia langsung pergi biasanya tapi kali ini tidak, dia kembali setelah mencuci tangan dan berjalan menghampiri Agam yang masih berdiri mematung*.
**Agam terus memperhatikan wajah sang istri yang tengah memasang dasi lalu merapihkan kemeja yang di kenakan oleh nya setelah itu jas nya setelah itu Ananda mengusap pundak suaminya.
"Aku sedang buru-buru mas" ucap Ananda yang langsung pergi**.
"Tunggu"ujar Agam.
"Ada apa lagi kak"ucap Ananda.
"Kapan? kamu mulai berubah seperti ini, sejak kapan kamu main pergi begitu saja tanpa pamit" ujar Agam.
"Owh, saking terburu-buru nya aku lupa"ujar Ananda yang kembali menghampiri Agam dan hendak meraih tangan suaminya itu, tapi semua cepat Agam menghindari.
Ananda pun langsung mendongak menatap lekat wajah suaminya.
"Mau sampai kapan kamu menghindari ku, aku suamimu"ucap Agam penuh penekanan.
"Aku tidak menghindar kak aku harus kuliah pagi ini, benar-benar sudah harus berangkat"ujar Ananda.
"Untuk apa? kuliah, kamu sudah sukses tanpa perlu bekerja keras, cukup duduk manis di rumah, sebagai nyonya Agam Airlangga"ujar Agam.
"Ya aku tau, tapi aku punya cita-cita, jika aku memang tidak pernah ditawarkan untuk memiliki anak, setidaknya aku bisa menolong mereka lahir ke dunia ini"ucap Ananda.
"Ananda!!"teriak Agam.
"Kenapa? kak, aku benar bukan, tidak perlu menunggu satu tahun ataupun satu bulan, hari ini pun kamu bisa mencari istri lain agar secepat memiliki anak"ucap Anada yang langsung berbalik.
"Berhenti Ananda, atau aku tidak akan pernah memaafkan mu"ucap Agam.
Agam pun langsung pergi meninggalkan rumah nya saat itu juga.
🌹💖💖💖🌹
Ananda pun tiba di kampus dia langsung masuk saat itu juga beruntung tidak terlambat.
Hingga jam perkuliahan berakhir, Ananda pun kembali ke rumah, dia kaget melihat semuanya berantakan, dia tau semua perbuatan Agam lagi-lagi Ananda tidak hanya bisa menangis.
sampai semua kembali rapi dan bersih, akhirnya Ananda pun membersihkan diri, wanita itu pun bersiap untuk memasak karena perutnya sudah keroncongan tapi tiba-tiba pintu terbuka, menampakkan asisten pribadi Agam datang untuk mengambil baju karena akan melakukan perjalanan bisnis,ujar pria itu, Ananda pun menyiapkan semua nya tanpa curiga.
tapi setelah itu Ananda pun berpesan bahwa dirinya akan pergi ke puncak bersama dengan teman-teman nya, dan itu langsung disampaikan oleh asisten pribadi nya pada Agam, pun langsung menelpon Ananda saat itu juga tapi sayang tidak di angkat dia pun langsung menghubungi asisten nya yang masih berada di depan pintu rumah tersebut.
"Ya tuan"jawab asisten nya.
"Berikan" perintah Agam.
Saat Ananda hendak memasukkan mie instan itu Agam sudah muncul di hadapan nya lewat layar ponsel asisten pribadi nya.
"Apa? yang kamu lakukan"ucap Agam.
"Tidak ada hanya sedang memasak"jawab Ananda.
"Jangan pernah makan-makanan itu lagi , sudah kubilang berkali-kali itu tidak baik untuk kesehatan"ujar Agam yang sempat melihat Ananda memegang mie instan tersebut.
"Aku suka ini, karena ini adalah makanan ku sejak dulu"ucap Ananda, dengan sengaja.
"Arka buang semua itu"ucap Agam tegas dan asisten nya langsung membuang nya ke wastafel, dengan pancinya saat itu juga.
__ADS_1
"Maafkan saya nona ini perintah"ucap Arka .
tiba-tiba saja Ananda pun membanting handphone tersebut hingga berhamburan di lantai, dan wanita itu langsung pergi meninggalkan Arka yang tengah kaget hingga mulutnya menganga karena baru saja dia beli setelah dua bulan lalu Agam melempar handphone nya yang dulu.
"Owh ya ampun, istri dan suami sama saja tidak punya hati"ujar Arka.
"Ananda pun langsung bergegas mengambil koper, dia memasukkan barang-barang pribadi nya dan segera pergi saat itu juga, Ananda ingin mencari ketenangan, dia sudah hampir meledak rasanya dan tidak mungkin lagi bertahan.
wanita itu pergi bukan nya ke puncak tapi menuju restaurant dimana sari berada dia ingin memberikan sesuatu sebelum dia pergi, sebuah bingkisan yang dia sediakan sebagai hadiah pernikahan wanita itu.
Ananda tidak sempat hadir di pesta pernikahan, Sari dan pemilik restoran tersebut, karena Agam melarang nya, biar bagaimanapun Sari terjebak dalam se kandal dengan bos nya itu.
setelah itu dia langsung bergegas pergi meninggalkan restaurant tersebut, menuju tempat kelahiran nya, soal kuliah dia sudah ambil online untuk beberapa Minggu kedepan, tidak akan ada masalah.
hingga saat Agam, tidak jadi pergi ke luar kota, karena dia tidak mengetahui keberadaan istrinya setelah asisten pribadi nya melapor dan bahkan sudah mengecek Cctv, Agam melihat istrinya pergi membawa koper keluar rumah dengan berjalan kaki.
Ananda pergi bahkan tidak membawa handphone.
semua barang berharga yang Agam berikan tidak satupun yang dia bawa.
Agam yang kini berada di rumah diapun mengecek semua itu, bukan karena takut istrinya membawa kabur barang-barang berharga nya, tapi karena dia tau jika Ananda pergi tak pernah membawa apapun, dia khawatir jika itu terjadi, dari mana istrinya makan karena tidak mungkin dia akan tahan dengan itu.
Agam pun terbelalak karena semua barang berharga nya tersusun rapi di laci nakas dompet masih utuh dengan beberapa kartu ATM yang ia berikan juga ponselnya serta perhiasan yang sempat ia pakai.
"Sayang kamu kemana"ujar nya menyesali keegoisan nya tadi pagi, karena telah menuntut penjelasan dari istrinya itu, bahkan Agam, sudah membuat Ananda terluka dengan menghancurkan isi meja makan yang terlihat berserakan di lantai, dari Cctv dia melihat istrinya sesekali mengusap wajah nya, Agam tau Ananda, sedang menangis hingga puncaknya saat Ananda, sudah tidak tahan lagi karena dirinya .
Agam teringat dengan rumah lama Ananda yang sudah lama tidak di kunjungi oleh nya, dia yakin wanita itu pergi ke sana, karena tidak mungkin pergi ke puncak saat keadaan nya, sedang tidak baik-baik saja.
sampai malam tiba, pria itu, baru sampai di depan garasi rumah itu, dia langsung turun dari mobil, dan masuk kedalam dengan kunci cadangan dan benar saja istrinya tengah meringkuk di, sofa sambil meringis kesakitan.
Agam langsung mengangkat tubuh istri nya itu dia membawa Ananda kedalam kamar utama, dan mendudukkan nya di tepi ranjang.
"Aku akan menghubungi dokter"ucap Agam lirih.
"Tidak perlu karena aku sudah minum obat"ujar Ananda berbohong.
"Aku ambil makanan dulu di mobil"ucap Agam, mereka jadi terlihat canggung Agam dengan rasa bersalah nya, sementara Ananda dengan posisi nya, yang mungkin sebentar lagi akan terganti dengan orang lain.
saat Agam, hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba"Permisi, apa? benar ini rumah Ananda"ujar seorang pria tampan.
"Iya benar, anda siapa?" ujar Agam.
"Saya calon suami nya"ucap pria itu, yang ternyata adalah orang suruhan Ananda agar Agam pergi meninggalkan nya, tidak peduli dia akan di hina serendah apapun yang pasti dia ingin pergi perlahan-lahan dari hidup Agam, biarpun pria itu membenci dirinya.
"Apa? kau sudah bosan hidup"ujar Agam yang langsung menarik kerah kemeja pria itu.
"Kenapa? memang nya, lepas jangan bermain kasar"ucap pria itu ingin melepaskan cengkraman tangan Agam yang begitu kuat.
"Saya adalah suami dari wanita yang kau sebut sebagai calon istri"ucap Agam tegas.
"Ada apa? ini ribut-ribut"ucap Ananda.
"Sayang dia menghalangi jalan ku"ucap pria itu.
"Lepas kak, dia Erwin, sahabat ku"ucap Ananda yang terdesak karena yang dia tau Agam, tidak akan pernah memberikan dia ampun.
"Jadi begini cara kalian, berhubungan dibelakang ku, kamu akan kesini untuk bertemu dengan dia, selamat Aprilia, selamat tapi kamu gagal membuat aku untuk pergi, karena sampai kapan pun aku tak akan pernah melepaskan mu, sampai mati pun"ucap Agam yang langsung menarik tangan Ananda dengan kasar dia langsung menyeretnya ke dalam kamar.
"Kamu ingin pergi dari ku, Ananda, kamu ingin pergi.... jawab!!"teriak Agam.
__ADS_1
"Tanpa aku pergi pun aku akan terganti dengan yang lain, jadi tidak perlu melakukan apapun"ucap Ananda yang langsung membuat Agam menatap nyala.