Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Tida kembali#


__ADS_3

"Tidak, Ananda, mereka baik-baik saja, sudah makan malam apa? belum"tanya Arinda.


"Belum, mom... tadi buru-buru kembali ke sini, ingat anak-anak takut bikin repot"ujar Ananda.


"Tidak repot kok, mommy baru selesai masak, mereka juga sedang main tadi dengan opah nya"ucap Arinda.


"Syukurlah jika begitu"ucap Ananda.


"Ada yang bisa Nanda, bantu?"tanya Ananda.


"Tidak usah, sudah selesai, kok, sebentar mommy, panggil dulu Daddy"ujar Arinda.


Arinda, pun berjalan meninggalkan Ananda, yang sedang menunggu mereka.


Sesampainya di kamar ternyata ketiganya sudah terlelap mungkin karena sudah sangat lelah, setelah seharian penuh bermain.


Sementara, itu Agam, masih berada didalam pesawat terbang dia berkali-kali melihat, wanita yang sangat ia cintai, Agam begitu merindukan wanita itu, padahal baru satu hari tak bertemu.


Sementara itu di Mension, anand, baru saja ingin berbaring setelah memindahkan kedua putranya ke, kamar Agam yang kini ia tempati.


Agam , tidak pernah merubah sedikit pun isi kamarnya, sekalipun, dia pernah menikah dengan kedua wanita lain, tapi Agam, tidak pernah membawa wanita itu kedalam kamar nya, hanya Ananda, yang ia perbolehkan masuk dan tidur disana.


Ananda, penasaran saat melihat, sebuah lukisan besar yang terbalik, dia langsung bergegas membalikkan lukisan tersebut, tapi apa yang terjadi, dia seolah sedang berada di dalam film, tiba-tiba dinding kokoh itu bergerak dan terbelah sendiri, hingga membentuk pintu rahasia terpanggang di hadapan.


Ananda, langsung masuk ke dalam, ruangan tersebut, dan betapa terharunya dia, saat melihat suaminya begitu mencintainya, dia mengoleksi foto-foto mereka, sejak pertama kali bertemu sampai saat tinggal di apartemen, sebagai sugar baby, ternyata Agam, diam-diam selalu mengabadikan momen kebersamaan nya, terutama saat mereka berciuman.


Hingga, saat dia menikah hampir, setiap suka duka, tergambar di sana ( My life is my wife) wanita itu menitikkan air mata, ternyata benar yang Agam, katakan selama ini ia tidak pernah main-main dia begitu serius, dan yakin, akan kekuatan hidup nya, adalah dirinya.


Ananda, adalah kekuatan terbesar nya bukan kelemahan, seperti yang orang-orang bayangkan, Ananda, sangat ingin memeluk erat Agam, saat ini tapi sayang suaminya itu sedang tidak berada di sana, mungkin satu bulan lagi.


Sementara itu di Surabaya, Agatha, yang sudah memiliki putra dari Dony, saat ini dia tengah menikmati momen menjadi istri dan ibu bagi kedua laki-laki beda generasi itu.


Dion, putra mereka berdua, begitu sangat menggemaskan, kini, usia nya sudah hampir satu tahun, Dony, sendiri seakan larut dalam kebahagiaan, saat dia kembali ke rumah dalam keadaan lemah, dan langsung bertemu dengan putra nya yang tampan, perpaduan Dony dan Agatha, rasa lelahnya langsung hilang saat itu juga, apalagi saat putra nya, minta di peluk seperti biasanya Dony, akan langsung mendekap putrinya itu.


"Dion, sayang ayah baru pulang dari luar kotor belum mandi"ucap Dony.


"Ayah Dion, kangen"ucap Agatha, sengaja berbicara menggantikan putranya bicara.

__ADS_1


Sementara Dony, tersenyum sambil mengecup pipi istrinya itu.


"Bunda, apa? kabar"ucap Dony.


"Baik ayah"jawab Agatha, sambil mengecup pipi, suaminya, meskipun Dony, masih belum mandi dan baru kembali dari luar.


"Bunda, sudah masak"ujar Dony, lagi.


"Sudah, yang ayo masuk, mandi dulu, setelah itu, kita makan bersama"ujar Agatha.


"Baiklah sayang, aku juga sudah laper"ujar Dony, yang langsung beranjak pergi menuju kamar nya, dan dia langsung pergi menuju kamar mandi.


Dony, langsung bersih-bersih badan, dan berpakaian, santai lalu dia kembali turun kebawah menuju meja makan.


"Sayang, sudah selesai"ujar Agatha.


"Sudah Yang.... Dion, mana?"tanya Dony,


"Tuh, lagi asik makan"jawab Agatha, sambil menuju ke arah ruang tv, terlihat Dion, tengah makan,di temani oleh asisten rumah tangga nya.


"Dion, lahap makan nya, ya"ujar Dony.


Mereka melanjutkan makan malam bersama, sampai selesai, mereka duduk di ruang keluarga.


"Mas, apa? mas ada waktu, aku sedang rindu dengan Arashi"ucap Agatha, yang merindukan putrinya.


"Tentu saja Sayang, sekalipun tidak ada mas, akan meluangkan nya, karena Arashi, juga putri kita"ucap Dony, sambil memeluk Agatha.


"Terimakasih mas"ucap Agatha, sambil tersenyum bahagia.


Kebahagiaan yang Agatha, dapat saat ini berkali-kali lipat, selain bisa hidup dengan cinta pertama nya, dan pria itu jauh lebih baik dari Ekin Cheng, suaminya yang dulu, Dony, lebih bertanggung jawab atas kehidupan dirinya dan putra putrinya, meskipun Dony, bukan seorang pengusaha sukses, dia hanya seorang montir.


sementara itu, di Amerika, saat baru tiba di hotel Agam, langsung menghubungi wanita yang sangat ia cintai itu, dia sudah tidak tahan menahan rindu.


"Hi... sayang mas, sudah sampai di hotel"ucap Agam.


"Syukurlah yang, aku pun sudah lega, ini baru mau masuk kerja, kedua jagoan kita juga sedang bermain, mobil-mobilan"ujar Ananda.

__ADS_1


"Heumm, aku ingin kembali Yang, jika saja dekat, gak kuat menahan rindu, rasanya sangat berat, benar kata Dilan, rindu itu berat"ujar Agam.


"Hehehe, kamu ada-ada saja yang"ujar Ananda yang terkekeh geli.


"Alah baru juga dua jam sudah lebay"ujar Adeline, menimpali.


"Heumm, gak merasakan"ujar Agam.


"Sudah biasa, sekarang saja mas, Brian, sedang berada di Amerika, gak lebay, kaya tuan Agam"ucap Adeline.


"Hati-hati punya simpanan"ucap Agam, menggoda.


"Tunggu balas, saja, gak usah kalah dengan laki-laki"ujar Adeline.


"Adeline, jangan kasih pengaruh buruk pada istri ku"ujar Agam.


"Bu bidan, dia akan lama, di Amerika, bukan jadi kita bisa cari berondong, lebih seru katanya"ujar Adeline, semakin memanas-manasi Agam.


"Tidak sayang, jangan lakukan itu, atau mereka akan habis ditangan ku!"teriak Agam.


"Hahaha, ngancem" Adeline, terkekeh geli, sambil ngeloyor pergi meninggalkan ananda, yang juga tengah terkekeh geli.


"Awas ya, kamu sayang, jika kamu dengar ucapan, Adeline, aku tidak akan pernah mengampuni mu"ujar Agam.


"Sepertinya seru mas"ujar Ananda, semakin menggoda Agam, suaminya yang buccin habis.


"Mas, nanti sambung lagi ya, aku harus bekerja dulu"ujar Ananda.


"Iya sayang hati-hati ya, sayang love you"ucap Agam.


"Love you too"jawab Ananda.


Sambungan telepon pun berakhir, Adeline, yang melihat itu, dia tersenyum pada Ananda.


"Beruntung nya, Bu Bidan, memiliki suami yang super buccin itu, karena tidak semua orang seberuntung ibu"ucap Adeline.


"Aku yakin, suamimu yang sekarang lebih buccin, dari yang dulu"ujar Ananda.

__ADS_1


"Hati ini terkadang merasa takut, tapi mas Brian, selalu berusaha meyakinkan"


__ADS_2