
Hari sudah sore semua karyawan sudah bubar kecuali yang sedang lembur, mereka masih berada di sana sementara Agam, masih berkutat dengan pekerjaan nya, dan Ananda sudah pulang terlebih dahulu karena dia ingin menyiapkan makan malam untuk istrinya itu.
Ananda, pun kini tengah berkutat dengan peralatan masak nya, dia ingin memasak ayam goreng lengkuas dan tumis kangkung juga udang balado dan sambal goreng tidak lupa dengan lalapan, wanita itu sedang ingin makan masakan kampung, meskipun itu makanan belum tentu Agam suka.
Ananda langsung menghidangkan makanan tersebut hingga saat Agam datang bertepatan Ananda yang baru selesai menghidangkan menu makan malam nya di meja makan.
Ananda langsung menyambut nya, mengambil alih tas kerja milik Agam, dan mencium punggung tangan Agam begitu juga dengan Agam, yang mengecup kening istrinya.
"Mas sudah wangi, apa sudah mandi"ucap Anada.
"Tadi mas mandi di kantor sayang"ujar Agam.
"Heumm kenapa?"tanya Ananda.
"Mas, hanya tidak ingin merepotkan istri mas yang cantik ini"ucap Agam, sambil mencolek hidup mancung milik sang istri.
"Aku tidak pernah repot kok, kakak bisa minta ampun karena aku tidak punya kegiatan lain"ucap Ananda.
"Sayang Mommy bilang harus panggil mas meskipun kita bukan orang Jawa, itu panggilan yang mesra"ujar Agam.
"Aku lebih suka memanggil kakak, saja"ucap Ananda, yang membuat Agam, menggeleng kan kepala nya.
"Terserah kamu saja sayang asal kamu suka"ucap Agam.
"Terimakasih, kalau kakak, sudah mandi kita bisa langsung makan ya kan kak"ucap Ananda.
"Iya sayang ayo, aku cuci tangan dulu"ucap Agam.
"Wah... menunya banyak dan ini apa?sayang kok mirip salad gitu"ucap Agam .
"Ini memang bisa dibuat salad tapi ini lalapan, dan mungkin kakak tidak terlalu suka karena tidak pernah makan sambal langsung juga kan hanya rasa pedas dari masakan saja "ucap Ananda.
"Kamu benar, sayang tapi kamu aneh, saat ini seperti orang ngidam saja"ujar Agam yang ternyata pernah mengikuti keinginan orang mengidam.
"Entah lah mungkin aku hanya rindu saja"ujar Ananda.
"Ayo aku juga mau coba takut putra pertama ku nanti ngeces, kan gak lucu"ujar Agam.
"Kak, aku masih takut"ucap Ananda.
"Tidak perlu takut sayang semua akan baik-baik saja, bukan kah kuliah mu, juga berhubungan dengan itu"ujar Agam sambil menerima piring miliknya yang diisi dengan udang balado dan tumis kangkung, sementara Agam juga ikut mencolek sambal dengan, beberapa lalapan mentah dan awalnya ekspresi wajah nya membingungkan tapi lama-lama Agam tersenyum dan dia kembali mencolek sambal goreng yang Ananda buat lalu dipadukan dengan tumis kangkung dan nasi yang ada di piring nya, Agam terlihat sangat menikmati makan tersebut.
hingga sudah menambah jatah makan malam nya, yang tidak biasanya.
"Kak, tidak boleh berlebihan nanti kamu sakit perut gimana"ucap Ananda.
"Tidak sayang aku masih kuat kok, santai saja"ucap Agam.
keduanya sudah selesai makan, Ananda pun sudah mencuci piring bekas makan mereka berdua, Agam pun menemani sang istri.
sebisa mungkin jika tidak menggangu istrinya dia akan menemani Ananda sambil duduk anteng di pantry, sambil melihat Ananda beberes di area dapur.
Agam sebenarnya sudah ada pelayan yang akan mengerjakan tugas rumah nya itu tapi Ananda ingin yang berhubungan dengan suami dia yang mengerjakan tugas itu, sementara untuk kebersihan seluruh ruangan pelayan yang mengerjakan tugas itu.
setelah selesai dengan semua nya, mereka pun langsung bergegas menuju kamar utama milik mereka berdua.
mereka pun bersiap untuk beristirahat .
Anada dan Agam pun sudah berada di atas ranjang empuk tersebut dan saling memeluk.
Ananda pun terlelap di pelukan suaminya, Agam, yang lelah bekerja pun sudah tertidur pulas karena dengkuran halus nya sudah terdengar.
sementara itu di apartemen Ardan, pria itu kini tengah memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Rena, yang sudah menjadi kekasih dari sahabat nya, haruskah Ardan merebut Rena dengan paksa.
saat Ardan tengah melamun tiba-tiba Bruk......suara benda jatuh menimpa lantai, Ardan yang heran pun langsung bergegas mencari arah sumber suara.
"Maaf mas keganggu ya, saya jasa pembersih di apartemen ini"ucap seorang gadis yang kini menggunakan masker dan topi serba hitam tak terkecuali dengan seragam tersebut semua warna hitam.
"Sebentar kenapa, baru bersih-bersih di jam segini dan siapa? yang menyuruh mu masuk"tanya Ardan.
__ADS_1
"Tiba-tiba saja ada petugas yang pulang kampung dan saya harus mengerjakan tugas nya, tapi besok saya harus kuliah pagi jadi bersih-bersih di jam segini tidak masalah kan tuan"ujar nya.
"Buka masker mu"ucap Ardan.
"Maaf saya tuan saat ini sedang banyak orang sakit jadi saya tidak ingin tertular"ucap nya sambil berjalan mundur.
sementara Ardan terus berjalan mendekat pada wanita itu.
"Apa? yang tuan lakukan"ucap gadis itu.
"Buka atau aku laporkan kamu ke polisi karena sudah masuk kedalam tanpa izin"ucap Ardan.
"Jangan tuan saya benar-benar hanya office girl"ucap wanita itu.
"Aku bilang buka"ucap Ardan yang langsung menarik masker yang menutupi hampir sebagian wajahnya itu
Dan saat masker itu terbuka Ardan seketika membulatkan matanya karena ternyata yang akan menjadi tukang bersih-bersih itu sangat lah cantik, entah Dewi dari mana yang pasti Ardan sangat kagum dengan kecantikan wanita itu.
Ardan pun langsung duduk di sofa yang ada di ruangan apartemen milik nya itu hingga saat wanita itu membersihkan seluruh ruangan terakhir adalah ruang yang tengah ia duduki.
"Sudah selesai tuan saya permisi dulu"ucap wanita itu.
"Berapa? bayaran untuk pekerjaan mu ini"ucap Ardan.
"Lima juta untuk tiga unit tuan"ucap gadis itu.
"Aku bayar sepuluh juta perbulan, asal kamu mau jadi asisten pribadi ku untuk unit ini doang"ujar Ardan.
"Tapi saya masih kuliah tuan saya tidak bisa selamanya akan ada saat tuan butuh"ucap nya.
Tidak masalah yang penting tempat tinggal ku tetap rapi, setiap pagi ada sarapan pagi dan saat malam ada makan malam, kau akan tinggal di sini bersama dengan ku"ujar Ardan.
"Boleh saya minta waktu"ujar nya.
"Baiklah siapa? nama mu"tanya Ardan.
"Nama saya Ariel"ujar nya.
"Terimakasih atas tawaran nya tuan saya akan pikiran terlebih dahulu, karena saya juga masih memiliki pekerjaan paruh waktu lainnya"ujar wanita itu.
"Heumm baik lah, Lima puluh juta perbulan, jadi istri siri ku"ujar Ardan yang membuat gadis itu membelalakkan matanya tak percaya.
🌹💖💖💖🌹
Setelah berbincang hingga pagi dini hari wanita itu pun, setuju untuk jadi istri siri Ardan, karena keberuntungan ia dapat kan bahkan lebih untung, setidaknya dia tidak melakukan pernikahan kontrak, dan keuntungan lain nya adalah gadis itu bisa menghidupi keluarga nya, yang ada di daerah itu.
hingga ia pun pergi tepat pukul tiga gadis itu pun pulang ke kost nya.
beruntung di sana, tidak diterapkan peraturan apapun.
Ariel masuk kedalam rumah tersebut dan langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mandi karena sudah sangat gerah.
sampai saat pukul empat pagi dia baru berbaring dan tidur hingga pukul delapan pagi, alarm sudah berbunyi, Ariel pun bangkit dari tempat tidur nya dan bergegas untuk mandi padahal kuliah nya masih satu jam lagi tapi Ariel, tidak punya kendaraan sehingga dia harus naik bis yang tak jarang berdesakan dan kadang tidak kebagian tempat duduk atau bis meninggalkan nya begitu saja.
tapi saat ini saat dia tengah berada di halte bis tersebut, sebuah mobil mewah berhenti di hadapan nya, gadis itu cuek saja karena dia tidak tau itu siapa? tapi yang pasti seseorang turun dan berjalan ke arah nya.
"kamu sedang menunggu bis, ayo naik aku antar kamu ke kampus bukan kah ada kuliah pagi"ucap pria itu.
"Ah, iya tapi saya tidak ingin merepotkan anda"ujar Ariel.
"Calon suami mana pernah dibuat repot, ayo masuk bukan kah sebentar lagi kita akan menikah"ucap Ardan.
Ariel hanya tersenyum, setelah itu dia ikut setelah Ardan membuka pintu mobil nya untuk Ariel, gadis itu pun masuk dan duduk di jok penumpang samping kemudi.
"Aku tidak tau di kampus mana kamu kuliah jadi katakan lah"ucap Ardan.
"Di kampus xx"ucap gadis itu.
"Wah jauh juga tapi kenapa? tidak tinggal di sekitar kawasan kampus saja"ujar Ardan.
__ADS_1
"Aku bekerja di dekat sini, jadi terpaksa harus kejar-kejaran dengan waktu"ucap Ariel.
Ardan pun bertanya"Jurusan apa? jika aku boleh tau"ujar Ardan.
"Kedokteran, sebentar lagi aku lulus hanya tinggal tiga semester lagi, setelah itu akan mengikuti pertukaran pelajar ke Australia, jadi aku tidak tau apa? kamu bisa menunggu ku atau tidak"ucap Ariel.
"Kau sungguh hebat, tapi aku tidak bisa mengijinkan kamu pergi jauh dariku, jika kamu ingin melanjutkan kuliah pilih lah kampus dalam negeri, aku yang akan membayar biaya nya"ucap Ardan.
"Heumm, sayang dong beasiswa yang aku dapat dengan kerja keras ku ini"Ujar Ariel.
"Demi suamimu kamu tidak bisa melakukan itu"ucap Ardan.
"Ya Baiklah"ujar Ariel.
"Akhirnya Ardan tersenyum puas, karena wanita yang ada di samping nya itu adalah wanita penurut.
hingga tiba di kampus, Ardan langsung bergegas memarkirkan mobilnya, setelah itu dia pun berjalan mengitari mobil nya untuk membuka pintu mobil, setelah itu dia membuka pintu untuk Ariel, dan saat itu, Ardan pun mengulurkan tangannya untuk pegangan Ariel.
Diperlakukan seperti itu membuat Ariel merasa sangat dihargai, dia pun menatap lekat wajah tampan itu.
"Terimakasih"ujar Ariel .
"Heumm"ucap Ardan.
"Aku masuk dulu ya hati-hati di jalan, nanti malam aku akan bersih-bersih di unit lain tapi aku akan coba mampir jika sempat"ujar Ariel, gadis itu tidak pernah malu menjadi office girl, dia sungguh sangat mengagumkan karena tidak jarang pula wanita cantik yang memilih kehidupan serba instan.
tapi itu sepertinya tidak berlaku bagi wanita berhijab itu, dia bahkan sempat menolak untuk diajak menikah, entah mungkin karena terlalu jauh perbedaan diantara mereka, atau karena dia tidak suka pada Ardan, tapi karena Ardan memaksa dia pun akhirnya setuju toh pernikahan juga bukan sebuah dosa.
Ardan hanya menatap kepergian, wanita cantik itu, dia terlihat lebih cantik saat menggunakan makeup natural, seperti saat ini, tidak di makeup juga sudah sangat cantik apalagi di makeup, Ardan tersenyum sendiri, dan jika saat dia berada dia bekerja, dia akan menggunakan seragam kerja yang pas di badan, saat ini dia menggunakan pakaian yang longgar, dan sangat sopan meskipun bukan gamis.
Ardan sesekali tersenyum, jika wanita itu adalah Rena, itu dia mengatakan tidak akan segila ini, mengagumi keindahan ciptaan Tuhan paling sempurna.
Ardan menganggap Ariel, adalah mahluk tuhan yang paling sempurna.
hingga saat dia kembali dari kantor, masih agak siang sengaja melewati area kampus itu, padahal itu bukan arah kantor, Ardan lebih tepatnya ingin menjemput Ariel, untuk mencari kebaya untuk acara akad nikah nanti, yang akan digelar dua hari lagi.
Ariel berjalan menyusuri jalan hendak menuju halte tapi langkah nya terhenti saat Ardan memanggil Ariel.
"Sayang aku disini"ucap nya untuk pertama kalinya, dan itu berhasil membuat Ariel mematung di tempatnya, dan mahasiswi lain menatap kearah mereka.
"Ariel, itu siapa?"tanya Maya teman satu jurusan nya.
"Itu calon imam ku"ucap Ariel.
"Owh ya Allah, Ariel itu sih kebangetan ya kamu ko tidak pernah bilang jika sudah punya calon suami"ucap Maya.
"Aku juga tidak tau mungkin ini rencana Allah"ucap Ariel.
"Benar juga sih"ucap Maya.
"Sayang kamu lama banget sih aku sudah nunggu dari tadi loh"ucap Ardan.
"Bang Ardan nungguin aku"ucap Ariel.
"Ya sayang ayo aku mau ngajak kamu ke butik untuk cari kebaya"ujar Ardan.
Ariel pun pamit pada Maya"Aku duluan ya Maya hati-hati di jalan"ucap Ariel.
"Iya sama-sama"ucap Maya.
Ardan pun langsung membuka pintu mobil nya, untuk Ariel, seperti biasanya Ardan memperlakukan Ariel dengan begitu baik.
"Abang, tidak keberatan jika saat ijab qobul nanti, Ariel ingin Abah Ariel yang menjadi wali nikah nya"ucap Ariel.
"Sayang apapun itu, maaf sebelumnya bukan Abang ingin buru-buru nikah karena nafsu, tapi Abang ingin kita terhindar dari dosa"ujar Ardan tegas.
"Ariel tau Abang orang baik, tapi apa? keluarga besar Abang akan terima"ucap Ariel.
"Kalau soal itu, Abang minta maaf, Ariel jujur Abang belum bilang apapun pada kedua nya tapi yakinlah keluarga Abang tidak akan terima pernikahan siri jika mereka tau kita akan langsung menikah secara resmi , Abang hanya tidak ingin membebani mu, jika orang-orang tau gadis secantik kamu menikah dengan Abang"ucap Ardan
__ADS_1
"Aku tau aku tidak sepadan dengan anang kan "tanya Ariel.
"Tidak sayang bukan itu, biasanya anak muda seusia mu itu hobinya nongkrong bareng temen jadi takut kamu gengsi karena menikah dengan Abang yang lebih tua dua belas tahun dari mu"ucap Ardan jujur.