
Akhirnya Marco pun mengiyakan permohonan Desy, pria itu tidak mungkin memaksa kehendak nya pada wanita yang sangat ia cintai.
"Baiklah Sayang, aku akan sabar menunggu mu, ingat hubungi aku jika ada masalah apapun"ucap Marco sambil memberikan kecupan di puncak kepala Desy dan mengacak rambut nya.
"Kak, berantakan tau, rambut ku"kesal Desy sambil memonyongkan bibirnya.
"Des, aku rindu saat-saat seperti ini tetap lah bahagia" ucap Marco.
"Kakak juga, bilang pada kedua orang tua kakak, kalian boleh bertemu dengan kedua anak ku, tapi tidak untuk merebut nya, kita bisa membesarkan mereka secara bersama-sama, aku janji sepeser pun tidak akan meminta bantuan kepada mereka, aku dan kak Dony, masih mampu untuk menghidupi keduanya"ucap Desy.
"Aku yang akan ambil alih tanggung jawab itu setelah ini"ucap Marco tegas.
"Terserah kakak, saja asal jangan iblis itu"ucap Desy.
"Kamu tenang saja Maikel, akan segera menikah dengan wanita pilihan mommy, dan aku jamin itu"ucap Marco.
Mendengar rencana Tetang semua itu, tidak membuat Desy merasa sakit hati karena ditinggal menikah oleh pria yang sudah menodai nya, tidak seperti saat ditinggal pergi oleh Marco.
Marco pun memperhatikan Desy, tidak sedikit pun terlihat rasa sedih tapi yang terlihat cenderung benci dan marah.
"Itu mereka sudah keluar, ayo sekarang giliran Daddy nya yang masuk, untuk nengok mereka"ucap Marco.
"Kak, Desy memanggil Marco yang kini keluar lebih dulu dari mobil.
"Apa? sayang"ucap nya sambil tersenyum lembut.
"Sejak kapan ada ini di sini"tanya Desy saat melihat sebuah tato bertuliskan nama dirinya.
"Sejak aku sadar aku hampir mati karena kehilangan mu"ucap Marco.
"Kak,,," Desy menatap sendu pada Marco.
"Aku mencintaimu Des, melebihi apapun"ucap Marko.
"Terimakasih kak"ujar Desy.
"Kamu bisa lihat yang lebih indah suatu saat nanti"ucap Marco.
"Aku percaya pada kakak"ucap Desy.
Marco membantu Desy turun dari mobil nya.
Sementara itu rombongan Maikel dan keluarga sudah pergi lebih dulu, Marco dan Desy masuk kedalam rumah Desy, yang terlihat sangat sederhana tapi asri.
Desy, mempersilahkan Marco masuk kedalam rumah tersebut.
"Masuk lah kak, mereka ada di dalam"ucap Desy.
"Siapa? nama mereka"tanya Marco.
"Bintang dan langit"jawab Desy.
"Nama yang sangat bagus, sayang nama belakang nya harus nama ku"ucap Marco
"Alexander"tebak Desy.
Marco pun mengangguk, wanita itu tidak bisa menolak.
"Baiklah, tidak masalah"ucap Desy.
Marco yang tiba di kamar tersebut pun, dia langsung berbinar, melihat kedua bayi yang sangat mengesankan itu, dengan pipi gembul dan mereka tumbuh dengan baik.
"Sayang kalian begitu lucu, cantik dan tampan, ingin rasanya Daddy membawa kalian jalan-jalan agar semua orang tau jika Daddy memiliki kalian"ucap Marco, yang langsung memangku keduanya, dan mereka begitu terlihat nyaman, tidak seperti dengan orang yang baru mereka kenal.
"Langit dan bintang mau ikut Daddy jalan-jalan gak mungkin ke mall, kalian beli mainan yang kalian suka"ucap Marco.
"Mereka belum mengerti"ucap Dony, sambil tersenyum kearah kedua bayi kembar itu.
"Tapi setidaknya mereka pasti menyukai sesuatu hal"ucap Marco.
"Mereka lebih suka dengan ibunya"ujar Dony.
"Sudah pasti"ucap Marco.
__ADS_1
"Des,, bagaimana jika kita bawa mereka jalan-jalan sekaligus belanja keperluan mereka"ucap Marco.
"Memang nya, kakak tidak punya pekerjaan lain"tanya Desy.
"Tidak ada, aku bisa atasi itu kapan saja karena masih senggang"ujar Marco.
"Baiklah, kita ajak ibu dan kakak sekalian"ucap Desy.
"Ide bagus"jawab Marco.
"Aku ada kerja, malam ini sebaiknya kalian saja, aku mau tidur dulu"ucap Dony.
"Baiklah kak, yu Bu, siap-siap"ucap Marco.
"Tunggu sebentar ibu siapkan susu untuk mereka berdua"ucap ibu Arini.
"Mereka minum susu formula"ucap Marco.
"Sudah dua bulan ini, karena aku harus pergi ke luar kota, setiap kali ada panggilan"ucap Desy.
Marco pun terdiam, dengan semua kesulitan yang Desy alami pria itu merasa sangat bersalah.
"Tidak masalah kita bisa beli susu formula yang terbaik jika perlu kita konsultasi dengan dokter, anak"ucap Marco sambil tersenyum memberikan semangat.
"Duh seperti nya, kalian akan lupa sama ayah nih jika kalian ada Daddy setiap hari nya"ucap Dony.
"Apa? sih kak, jangan sedih kak, Marco hanya datang sesekali, yang lebih banyak waktu hanya kakak"ujar Desy.
"Heumm gitu ya, bagus lah biar aku tidak kesepian"ucap Dony.
"Cari istri, biar gak kesepian"ucap Desy.
"Buat apa? anak sudah ada dua, bukan kah orang menikah demi mendapatkan keturunan"jawab Dony.
"Tapi kakak, bukan hanya itu"ucap Desy.
"Sudah lah Des, kakak mu seperti nya sudah mati rasa, semua gara-gara ibu yang selalu menyusahkan nya"ucap sang ibu sedih wanita tua itu datang dari arah dapur, sambil membawa hand bag.
"Ayo ikut lah, siapa? tau ada jodoh"ucap Marco.
"Kau sendiri masih mengejar adikku, apa? tidak sama seperti ku yang jomblo ini"ujar Dony.
"Wanita yang aku cintai hanya adik mu, sementara dulu aku pernah menikah tapi tidak sedikit pun aku tertarik pada wanita itu"jawab Marco sambil menggendong bintang sementara langit bersama Desy diikuti oleh ibunya, sementara Dony, memang ingin istirahat untuk mengisi tenaga untuk bekerja lembur nanti malam.
mereka berlima sudah berada di dalam mobil, Desy duduk di jok penumpang samping kemudi, sementara ibunya di belakang bersama dengan bintang.
"Sayang, mall terbesar di sini atau kemana? ucap Marco.
"Terserah yang ngajak"ucap Desy.
Desy pun melirik ke belakang putri nya begitu antusias dia berceloteh, sementara langit hanya terdiam sambil sesekali melirik ke kanan dan kiri.
"Langit senang atau tidak jalan-jalan sama Daddy"ucap Marco yang fokus pada jalanan.
Bocah itu seakan tau namanya di panggil dia langsung melirik ke arah sumber suara.
Hanya butuh waktu tiga puluh menit, mereka pun kini sudah berada di basement mall tersebut, mereka pun berjalan lewat lift yang langsung mengarah masuk ke dalam mall tersebut.
sesampainya di sana Marco langsung mengajak mereka untuk membeli stroller buat bayi kembar agar Desy dan ibunya tidak perlu repot-repot untuk membawa mereka.
Marco sendiri yang langsung memilih, barang tersebut yang memiliki harga yang cukup fantastis, hanya untuk satu buah stroller, padahal Desy sudah melarang nya, dan meminta yang biasa saja, tapi Marco bilang ingin yang terbaik untuk kedua anak nya.
...🌹💖💖💖🌹...
Dua bulan berlalu sejak kedatangan mereka ke Surabaya, Marco tidak lagi menampakkan batang hidungnya, termasuk kedua orang tua nya, tapi mereka selalu mengirim uang dalam jumlah yang besar, untuk kebutuhan sehari-hari kedua cucunya.
Sementara Marco, dia sempat pamit untuk melakukan perjalanan bisnis, sebelum dia pergi, ke Amerika.
Desy sendiri masih bekerja, disela libur kuliah nya, tapi saat ini di rumah Desy sudah ada dua orang baby sitter, karena Marco tidak ingin, kedua anak nya merepotkan sang nenek yang sudah tua jika harus digendong langsung keduanya, dan agar calon mertuanya itu, lebih banyak beristirahat.
Saat ini Dony juga tengah berada di luar kota, dia tengah mengatasi masalah mesin pesawat terbang yang mengalami kerusakan dan sudah berganti mekanis hingga beberapa kali, tapi tidak kunjung selesai, ada saja kendala nya, itu adalah pesawat pribadi bukan pesawat Boeing.
Disana, seorang wanita pemilik jet pribadi tersebut datang untuk mengecek apa? yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Nona muda, seperti nya orang itu bisa diandalkan"ucap asisten Agatha, yang baru saja tiba di hanggar pesawat.
Agatha berjalan menghampiri Dony, yang kini tengah melakukan pengecekan.
Dony, melirik sekilas,mata mereka bertemu kala itu juga.
Deg...
Agatha dan Dony pun mematung di tempatnya, bagaimana tidak, Dony, adalah pria yang dulu pernah membuat Agatha menangis darah, karena cinta nya ditolak oleh Dony, yang tampan dan cerdas.
"Kak Dony" ujar Agatha lirih.
"Ya nona"jawab Dony sopan.
"Kamu hutang penjelasan terhadap ku kak, aku tidak mau tau selesaikan pekerjaan mu, setelah itu temui aku di hotel xx"ucap Agatha.
Agatha langsung pergi dengan tatapan sendu sementara Dony, menepuk jidat karena, dia tidak habis pikir bisa bertemu dengan wanita yang bahkan sudah tidak pernah ia ingat lagi.
Dony adalah pelajar yang sangat cerdas hingga akhirnya, dia dipindahkan langsung oleh pihak kampus ke kampus yang menjadi tempat Agatha, menuntut ilmu, sejak itu mereka saling bertemu bahkan Dony, yang memiliki paras tampan sering di eluh-eleuh kan oleh teman Agatha.
Agatha sendiri, saat itu, diam-diam tertarik pada pria yang sama, hingga pelan-pelan Agatha pun mendekat kepada Dony.
Dan Dony pun mulai dekat dengan Agatha, tapi Dony, hanya menganggap Agatha sebagai teman, tapi wanita itu tidak mau menyerah hingga suatu hari Dony, pun tertarik pada salah seorang wanita, pelayan kantin bernama Aina.
Dony, diam-diam sering mencuri-curi pandang terhadap Aina dan itu dia lakukan di depan Agatha, gadis itu bahkan sengaja menutupi pandangan Dony, Agatha dengan tubuh Agatha.
"Dony, kamu itu keterlaluan kenapa? melirik wanita lain saat sedang bersama ku, apa? aku kurang cantik untuk menjadi kekasih mu"ujar Agatha.
"Kamu itu begitu sempurna tapi aku tidak suka kesempurnaan, aku lebih suka kekurangan"ujar Dony asal.
"Baik lah, apa? yang harus aku kurangin"ujar Agatha yang tetap memaksa.
"Kurangilah sikap manja mu, dan satu lagi kurangi sifat mu yang terlalu mengejar cintaku, karena aku tidak pernah suka pada mu"ucap Dony yang beranjak pergi meninggalkan Agatha.
"Dony, kamu itu sungguh keterlaluan, aku kutuk kamu jadi pangeran kodok"ucap Agatha sambil menangis meraung-raung hingga semua orang melihat padanya, sementara Dony, hanya berlalu pergi begitu saja.
Hingga keesokan harinya nya, Agatha kembali mengejar Dony, Dony yang tampan tidak pernah bisa ia lupakan, meskipun harus kehilangan harga diri dihadapan orang banyak Agatha pun menyatakan cinta nya, hingga Dony, kembali pergi meninggalkan Agatha.
Agatha tidak jadi kuliah saat itu juga dia pergi tidak jadi kuliah wanita itu, kembali ke rumah hingga menangis meraung-raung dan membuat Argha marah besar karena putri nya pulang dalam keadaan menangis, saat itu Agam dan Ardan masih kuliah di Jerman.
Agatha pun meninggalkan Indonesia keesokan harinya karena, Argha mengirimnya untuk kuliah di Jepang.
Sejak saat itu hingga saat ini mereka tidak pernah bertemu lagi, Agatha maupun Dony, tidak pernah saling bertukar kabar, sampai saat ini mereka dipertemukan lagi.
"Dony sendiri saat ini bingung harus berbuat apa? dia sendiri tidak pernah punya hubungan apapun dengan Agatha, selain saling kenal saat mereka berada di kampus.
Agatha, kini terlihat sangat cantik meskipun sedari dulu dia memang sudah cantik, tapi Dony, tidak ingin membuat anak gadis orang sengsara karena kondisi keuangan Dony, yang tidak seberapa, itulah alasan kenapa? pria itu menolak untuk berhubungan dengan Agatha.
Perbedaan mereka ibarat langit dan bumi.
Sementara itu di rumah nya di Surabaya, Desy yang baru pulang kuliah, dia dikejutkan dengan kedatangan pria yang tidak lain adalah, ayah kandung dari bintang dan langit, pria itu terlihat baik-baik saja setelah sang kakak mengunci jiwa nya dengan kekuatan supranatural, mungkin karena dia sudah bertobat dan menyadari kesalahannya karena jika tidak pria itu akan tewas saat itu juga.
"Bu, aku pulang"ucap Desy yang tidak mempedulikan pria yang kini berada di depan rumah nya.
"Eh ibu kalian sudah pulang, bintang langit, Salim sama ibu"ucap Arini.
"Tadi hanya satu mata kuliah saja Bu"jawab Desy sambil mencium kedua anak nya yang kini tengah berada di stroller bersama dengan kedua susternya.
Desy pun meninggalkan mereka untuk membersihkan diri terlebih dahulu, saat itu Maikel masuk kedalam membawa beberapa hand bag, untuk kedua anak nya.
"Nak Marco sudah pulang"ujar sang ibu yang memang tidak bisa membedakan mana Marco dan mana Maikel.
Maikel hanya tersenyum kecil, lalu berkata"Boleh saya bertemu dengan kedua anak saya Bu"ucap nya sopan.
"Tentu saja nak, ayo masuk kapan? pulang"tanya Arini lagi.
"Belum lama"jawab Maikel, terlanjur dikira sebagai sang kakak, tapi gerakan canggung Maikel, membuat ibu Arini sedikit aneh.
Bahkan ketika Maikel, menggendong kedua anak nya itu, terlihat tetes air mata membasahi pipinya, pria itu pun memeluk kedua anak nya penuh cinta, meskipun keduanya hadir dengan cara yang salah.
Maikel, bahkan masih ingat kejadian itu terjadi tidak berlangsung lama, karena dirinya benar-benar diliputi nafsu, dan juga dendam.
"Maafkan Daddy ,sayang karena Daddy kalian lahir di posisi seperti ini, Daddy menyesal sungguh sangat menyesal, andaikan saja saat itu Daddy mengikuti kata hati Daddy untuk mencari ibu kalian dan meminta maaf mungkin semua tidak akan seperti ini"ujar Maikel.
__ADS_1