
Saat Refi, membuka mata, Refi melihat wajah cantik yang halus dan putih seputih susu, hingga hampir menampakkan urat-urat yang ada di sana,kini menghiasi pagi nya saat bangun tidur dan itu membuat Refi, lebih bahagia.
dikecupnya bibir seksi itu dengan ciuman yang sengaja di tekan lama"Morning kiss sayang week up "ucap Refi.
"Eum... morning ,bentar lagi aku masih ngantuk"ucap Dheandra.
"Heummm... sejak kapan istri ku ini malas begini"ucap Refi.
"Jangan tanya lagi aku masih ngantuk Fi"ucap Dheandra.
"Ya... baik'lah, aku ingin mandi dulu"ucap Refi, yang hendak bangkit.
"Fi... please temani aku sebentar lagi ya"ucap Dheandra manja.
"Ok... baik'lah sayang, tapi hanya lima menit Ok, setelah itu janji harus bangun "ucap Refi.
"Heummm"ucap Dheandra.
Refi pun akhirnya hanya bisa mengelus puncak kepala istrinya sambil sesekali menatap ke arah nya.
"Dhea, maafkan aku jika karena pernikahan ini kamu merasa terbebani, karena tidak seharusnya aku ada di antara kalian,aku akan memberimu kesempatan jika kalian memang masih ingin bersama"ucap Refi, lirih itu yang membuat Dhea, langsung terbangun, wanita bahkan meneteskan air mata.
"Apa?... kamu pikir ini adalah sebuah permainan"ucap Dheandra marah.
"Dhea...aku tidak bilang begitu tapi seandainya kamu masih ingin kembali dan kamu menyesali semua ini aku siap melepaskan mu untuk kembali pada nya"ucap Refi.
"Bukan aku, tapi kamu yang nyesel, karena sudah nikah dengan aku yang bahkan punya gangguan mental, dan parahnya lagi aku seorang janda anak tiga"ucap Dheandra, merasa dirinya sangat rendah.
"Hey sayang siapa yang bilang seperti itu, aku mencintaimu sepenuh hati ku, sejak dulu Dhea, dan kamu yang tidak pernah sadar akan hal itu, aku tidak berguna di mata mu, karena aku bahkan hanya"
"Hanya apa?... ucap Dheandra sambil menatap tajam.
"Sayang kita ko jadi ribut sih"ucap Refi.
"Tanya sendiri siapa yang mulai"ucap Dheandra, menatap kearah Refi.
"Iya sayang maaf aku yang salah"ucap Refi.
Dheandra langsung melepaskan baju piyama yang kini ia kenakan dia bangkit dan hendak berdiri hanya menggunakan dalaman saja tapi kemudian Refi menarik nya keatas pangkuan nya, Dheandra bisa pasrah.
"Kamu sengaja menggoda ku iya sayang?...."ucap Refi, sementara wanita itu hanya bersikap cuek saja.
"Yang, boleh kah"ucap Refi.
"Terserah kamu saja Fi"ucap Dheandra.
Refi langsung mencium bibir Dheandra, meskipun itu yang pertama baginya, Dheandra hampir kewalahan mengimbangi ciuman panas dari Refi, hingga akhirnya terjadi malam pertama mereka di pagi hari tepat nya pukul empat pagi.
Refi yang baru pertama kali memperagakan nya saat ini begitu menikmati itu, tidak sia-sia rupanya dia belajar beberapa hari terakhir sebelum menikah lewat video, dewasa.
Dheandra pun begitu menikmati barang baru sentuhan baru meskipun menurut orang lain akan beda rasanya.
mereka begitu larut dalam percintaan pertama nya di pagi hari.
Refi, bahkan berkali-kali melakukan itu dan Dheandra hanya bisa pasrah bagaimana pun Refi, adalah suaminya dan sudah seharusnya .
tepat pukul tujuh pagi Refi, sudah bangun dan membersihkan diri terlebih dahulu karena pagi ini dia akan ke kantor, bersama kedua putrinya.
setelah selesai memakai pakaian, Refi mendekat ke arah istrinya yang masih terlelap tidur, pagi ini mungkin karena Refi, terlalu bersemangat.
"Sayang bangun sudah pagi, sarapan bareng gak, anak-anak akan berangkat ke kantor bersama ku"ucap Refi.
"Heummm......aku masih lelah, siapa suruh ngelakuin itu pagi hari"ucap Dheandra lirih, sambil menutup wajahnya dengan selimut.
"Sayang mandi air hangat ya biar lelahnya hilang"ucap Refi lembut.
__ADS_1
"Aku cuti hari ini,aku sangat lelah, anak-anak biar dirumah saja bersama ku"ucap Dheandra.
"Heummm...baiklah sayang ku, istirahat lah biar nanti malam aku bantu mengerjakan pekerjaan nya"ucap Refi,lalu mengecup bibir Dheandra sedikit lebih lama, setelah itu kembali mengelus puncak kepala istrinya lalu pergi menuju garasi.
sebelum keluar rumah dia mencium kedua putrinya yang kini tengah disuapi makan oleh pelayan rumah.
"BI titip anak dan istri ku, siapkan makanan favorit nyonya,aku berangkat dulu"ucap Refi.
"Iya tuan"ucap BI Ijah.
Refi pun pergi menuju garasi, saat ini dia menggunakan mobil pribadi nya, dia ingin segera membeli rumah untuk mereka tinggali nantinya, karena Refi, tidak ingin terus menumpang di rumah istrinya.
sementara itu di suatu tempat Andra dan istri kini tengah berlibur, wanita itu kini merasa bahagia karena Andra, kembali perhatian pada nya, bahkan kini Andra, sudah tidak lagi memikirkan Dheandra lagi, mungkin itulah yang terbaik bagi keduanya meski cinta mereka tidak pernah hilang tapi, mereka harus belajar menerima pasangan nya masing-masing.
sesampainya di kantor Refi, langsung berkutat dengan pekerjaan nya, bahkan dia bisa melihat kejanggalan dalam berkas yang tengah ia kerjakan itu.
Refi pun memanggil manager keuangan untuk membahas tentang semua berkas tentang laporan keuangan.
setelah menunggu beberapa menit kemudian tibalah seorang wanita seusia nya, dia langsung masuk setelah Refi, meminta nya untuk masuk.
"Jelaskan kenapa laporan ini bisa berbeda-beda dengan catatan asli yang saya dapatkan"ucap Refi.
"T tuan.... mungkin device kami melakukan kesalahan karena kurang teliti biar kami perbaiki lagi"ucap nya.
"Lakukan, tapi ingat jika saya menemukan kecurangan dalam perusahaan ini, saya tidak akan pernah mengampuni siapapun, akan saya jebloskan ke dalam penjara"ucap Refi, tegas.
Pria itu,sangat lembut saat di rumah dan dihadapan anak istrinya tapi tidak saat dia bekerja.
sifat nya akan berubah seratus delapan puluh derajat, karena dia tidak ingin karyawan nya, berani berbuat curang.
Refi, pun mengecek semua nya, pergerakan saham dan beberapa berkas dua bulan lalu untuk melihat sejauh mana perusahaan ini berkembang di tangan kakak iparnya.
hingga sore hari tiba Refi,baru selesai dengan beberapa berkas, pantas saja Ayah nya begitu bahagia saat Refi, ingin mengambil perusahaan nya, ternyata perusahaan sedang mengalami masalah selama ini harta keluarga nya hampir terkuras habis untuk menutupi keuangan perusahaan yang ternyata banyak di korupsi oleh orang-orang tertentu.
jadwal kan rapat besok pagi dari setiap device.
setelah pukul lima sore Refi, pulang ke rumah,di perjalanan dia melihat seseorang yang dulu sempat menjadi teman dekat nya tengah duduk di halte bis, Refi yang baik hati tidak tega melihat wanita yang kini tengah duduk sendirian apalagi saat ini jalanan sepi dia takut wanita itu kenapa-kenapa jadi nya dia berhenti dan menawarkan tumpangan.
Refi melaju setelah dia membawa perempuan itu kedalam mobilnya, Refi, sungguh sangat malang kali ini, ternyata wanita itu tengah memiliki masalah pribadi, dia di usir oleh kedua orang tua nya karena kekasih nya tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.
🌹💖💖💖🌹
Setelah Refi, mengantar kan wanita itu ke sebuah rumah petak, untuk tempat dia tinggal sementara waktu Refi, langsung berlalu pergi menuju rumah istrinya saat ini.
waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, padahal tadi dia pulang kantor jam lima sore, Refi, sungguh merasa sangat bersalah karena telah telat pulang, dan sudah bisa dipastikan, bahwa dia tidak bisa bertemu dengan Arinda dan Arina, putri kecilnya.
"Aku pulang, sayang kamu dimana"ucap Refi.
"Tuan nyonya, ada di kamar atas dia baru saja kembali, seperti nya, nyonya sedang tidak baik-baik saja"ucap BI Ijah.
"Owh.... baik'lah nanti saya temui dia"ucap Refi yang langsung pergi ke kamar nya.
sesampainya di dalam kamar Refi langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk bergegas membersihkan diri, setelah itu dia langsung kembali ke dalam kamar dan masuk ke dalam walk-in closed, Refi langsung berpakaian dengan piyama milik nya setelah itu dia langsung bergegas menyisir rambut dan bercermin.
Refi, heran kenapa?... Dheandra tak kunjung menemuinya, dia pun langsung bergegas menuju kamar atas milik istrinya itu.
"Sayang kamu dimana?..."ucap Refi, sambil nyelonong masuk.
"Kenapa?... tidak tinggal saja di kontrakan itu agar kalian puas berduaan!"ucap Dheandra yang langsung menangis, wanita itu sedari tadi menahan kesal pada suaminya itu.
"Apa?.... tadi sayangku melihat ku mengantar kan dia"ucap Refi, bertanya.
"Iya bahkan aku melihat usapan lembut di punggung wanita cantik yang bahkan lebih muda dari ku"ucap Dheandra masih dengan Isak tangis nya.
"Sayang, aku tak main serong, jika kamu tidak percaya kamu bisa tanya langsung pada orang nya, bahkan saat ini dia tengah hamil muda, mana pernah aku nyentuh cewek, sampai segitunya, hanya baru pagi tadi juga ngerasa surga dunia,sama kamu"ucap Refi, sambil mencoba menggenggam tangan Dheandra tapi wanita itu masih sangat marah.
__ADS_1
"Pergi jangan dekat-dekat aku tidak percaya,baru pertama kali tapi mainnya jago"ucap Dheandra yang langsung membuat Refi, tertawa puas.
"Hahaha... sayang berarti aku hebat dong ya, bisa membuat mu puas"ucap Refi sambil mendekat ke arah Dheandra yang kini duduk di sofa.
"Pergi jangan mendekat semua pria, memang gak ada akhlak, maunya menang banyak tidak pernah setia"ucap Dheandra yang semakin tersulut emosi karena Refi, malah mentertawakan nya.
"Sayang tidak semua laki-laki seperti itu, buktinya aku"ucap Rafi, percaya diri.
tapi tidak segampang itu meyakinkan wanita itu, dia adalah perempuan yang sering dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai, pria yang telah memberikan dia tiga anak, tapi pria itu tidak pernah bisa berubah meskipun kebahagiaan mereka sudah terpenuhi.
"kamu dan di"ucapan Dheandra, terhenti saat Refi, langsung mencium bibir seksi wanita cantik itu.
"Dhea, aku harus, jujur sampai bagaimana lagi, sayang jika kamu tidak pernah percaya kita buktikan sekarang juga,ayo pergi ke sana"ucap Refi.
"Aku tidak mau,aku sudah melihat semuanya, kamu sama saja dengan nya"ucap Dheandra yang menangis semakin menjadi, Refi langsung memeluk nya,erat meskipun Dheandra mencoba untuk melepaskan diri.
"Sayang percayalah aku tidak akan pernah melakukan kesalahan seperti yang dia buat pada mu, aku janji, sampai kapan pun kamu boleh membuktikan itu, dan jika aku ingkar janji, aku akan menerima konsekuensinya, kamu tau aku tidak pernah ingin serius dengan mereka di luaran sana,itu karena aku hanya mencintai dirimu dan hanya kamu sejak awal, tapi aku rela dijadikan sahabat atau apapun asal kamu bahagia, aku benar-benar sayang kamu sayang"ucap Refi.
"Bener??...."ucap Dheandra sambil menatap kearah Refi yang kini menatap lekat wajah cantik itu.
"Tentu saja Sayang, coba kamu pikir, apa?... pernah aku main-main saat kamu berada di samping ku, selama ini"ucap Refi,satu kali lagi ingin meyakinkan.
"Tapi dulu Boston, bilang pusing gara-gara kamu sering mainin cewek jadi mereka banyak di datangi orang tua kekasih mu Fi"ucap Dheandra.
"Sayang, memangnya salah ku jika aku terlahir tampan dan sangat digemari oleh para gadis cantik, enggak kan aku tetap teguh pada prinsip ku, yaitu kamu, Dhe,kamu yang menjadi prinsip dan tujuan ku sayang"ucap Refi, yang kini tengah benar-benar serius, untuk memberikan penjelasan.
"Fi....aku hanya takut semua hal itu terulang lagi"ucap Dheandra lirih.
"Tidak akan, sayang jika perlu kamu boleh minta orang-orang mu, untuk mengikuti ku,24 jam jika perlu"ucap Refi.
"Janji gak akan macam-macam"ucap Refi.
"Janji sayang "ucap Refi, yang kemudian mengecup bibir indah itu.
Dheandra pun memeluk Refi erat dia meminta maaf kepada suaminya itu, karena telah cemburu buta.
dan Refi, hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Sayang, aku rindu anak-anak, apa mereka sudah tidur"ucap Refi.
Dheandra, langsung mematung dia tidak pernah mendengar hal itu dari, Andra meskipun dia adalah Ayah kandung nya, selama ini Andra, hanya sibuk dengan pekerjaan dan jika pun pulang ke rumah, dia hanya akan peduli pada Dheandra saja, tapi pada anak mereka, Andra, tidak terlalu dekat seperti Refi, sedari mereka lahir.
"Sayang, kenapa?... kamu diam sih, belum bisa maafin aku ya"ucap Refi, tapi Dheandra menggeleng.
"Anak-anak, sudah bobo mas"ucap Dheandra.
"Dhe... kamu ingat dia"ucap Refi, karena tidak biasa nya, wanita itu memanggil Refi seperti itu.
"Apa?..., aku salah jika aku memanggil kamu mas "ucap Dheandra, sambil menatap wajah Refi.
"Tidak sayang, hanya saja kupikir kamu sedang mengingat nya"ucap Refi.
"Mas, apa?...aku pernah panggil dia dengan sebutan mas,aku panggil dia Daddy, atau Abang"ucap Dheandra terhenti"apa pernah aku memanggil nya mas"ucap Dheandra lagi.
"Iya sayang maaf,aku salah faham, sayang turun yu, ke bawah aku laper, dan aku juga mau bicara sesuatu"ucap Refi.
"Ya ampun mas,aku kira kamu tadi sudah makan malam, ini udah telat loh "ucap Dheandra kaget.
"Bagaimana aku makan, sementara istri ku tak menemui ku, dan malah mengurung diri di kamar, aku tidak ingin itu sayang aku takut terjadi apa-apa pada mu"ucap Refi sambil merangkul pinggang Dheandra.
"Maafkan aku mas,aku salah"ucap Dheandra, yang merasa bersalah perempuan itu menunduk.
"Kamu tidak salah sayang seharusnya aku memberitahu mu, tadi sebelum menolong wanita itu"ucap Refi.
mereka pun tiba di meja makan.
__ADS_1