
Agam dan Ardan kini tengah berada di mobil mereka sudah di jemput oleh sopir untuk pergi ke rumah sakit setelah pulang dari sekolah mereka, kedua putra Arinda itu begitu bahagia saat mendengar kabar bahwa ibunya sudah melahirkan adik cantik nya itu .
mereka pun sudah membawa kado untuk adiknya yang sengaja mereka beli jauh-jauh hari untuk adiknya tersebut tanpa sepengetahuan kedua orang tua nya.
hingga tiba di rumah sakit, keduanya dibantu oleh asisten pribadi Daddy nya membawa sebuah stroller baby yang dibungkus sangat cantik berwarna pink itu.
sesampainya di ruangan teratas gedung rumah sakit yang lebih mirip bangunan hotel itu kini mereka langsung masuk kedalam lalu berteriak "Adik cantik welcome to in the world"ucap keduanya Argha pun langsung memeluk keduanya.
"Selamat ya kalian berdua sudah menjadi kakak Daddy semakin sayang kalian semua, juga Mommy yang sangat cantik"ucap Argha .
sementara Arinda menangis karena terharu saat melihat kedua kakak nya yang memberikan kado untuk kelahiran sang adik, dan mereka begitu antusias ingin menggendong adiknya itu, sementara Arinda masih meringis kesakitan karena dia mencoba untuk bergerak .
Argha langsung menghampiri istrinya itu.
"Sayang kamu kenapa?" ucap Argha.
"Sakit mas bisa kasih obat agar tidak sakit gak aku gak mau sakit kaya gini" ucap Arinda.
"Sayang semua pasti seperti itu yang sabar ya bentar aku suntikan obat ke cairan infus kamu bisa istirahat ok"ucap Argha, dia tau istrinya yang manja itu sedang kesakitan, karena baru saja beberapa jam keluar dari ruang operasi, saat ini.
seluruh keluarga telah berada di perjalanan menuju rumah sakit, Dheandra tersenyum bahagia saat melihat putri pertama nya itu kini sudah menjadi ibu untuk kedua kalinya, dengan tiga anak yang cantik dan tampan.
wanita yang sudah berusia lima puluh tahun lebih itu kini semakin bahagia karena telah mendapatkan begitu banyak cucu nya Arina tiga cucu Arinda tiga Gerald juga tiga dan kini bayi kembar Alexander yang belum lahir ada dua orang, total ada dua belas dengan putra pertama Gerald yang telah meninggal dunia.
bahkan Dheandra semakin memperluas rumah peternakan milik nya itu untuk mereka setiap kali ingin berlibur.
"Mas, terimakasih sudah menemani ku, sejak dulu hingga saat ini meskipun perjalanan hidup ku tak mudah hingga bisa seperti saat ini dengan ke sebelas cucu kita nanti aku berharap di beri usia panjang hingga cucu kita tumbuh dewasa"ucap Dheandra pada Refi yang kini mendekapnya erat dan berkali-kali memberikan kecupan hangat pada istri nya itu.
"Aku jauh lebih bahagia bisa mendampingi kamu hingga akhir hayat nanti cinta ku, semoga semua nya akan baik-baik saja"ucap Refi.
sementara Andreas saat ini telah dikejutkan oleh seorang wanita yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang, wanita itu tidak ingin melepaskan Andreas karena sudah beberapa tahun ini gadis itu mencari pria yang pernah menjadi penolong nya, kini gadis tuan Adam Gultom itu sudah menjelma menjadi gadis yang berpenampilan elegan.
"Tuan Andreas apa? anda tidak mengenali ku aku Astrid gadis yang kamu tolong saat di lift dulu"ucap gadis itu .
"Kau Astrid, heumm bagaimana kabar mu dan Daddy mu"ucap Andreas ber basa-basi.
"Aku baik, sangat baik kak, Andreas sendiri bagaimana"ucap Astrid.
"Aku baik kenalkan ini calon istri ku"ucap Andreas yang langsung memperkenalkan gadis bernama Karisa itu.
"Apa? benarkah"ucap Astrid kaget wanita itu tidak tahu bahwa pria yang sangat ia cintai selama beberapa tahun ini sudah memiliki calon istri Ana langsung mundur dan hampir saja terjatuh, tapi asisten Andreas langsung menangkap nya, dihadapan Andreas mereka seakan berpelukan, ada sedikit rasa kesal yang kini dia rasakan, Andreas langsung pergi begitu saja.
sementara itu Astrid juga pergi ke lain arah.
Andreas mengepalkan tangannya, karena wanita tadi adalah wanita yang selalu mengganggu pikiran nya.
Astrid pergi ke area butir sementara Andreas masuk ke dalam ruang meeting bersama dengan calon suaminya itu.
Astrid memilih barang yang sebenarnya dia tidak suka, saat ini tapi dia membeli beberapa untuk para sahabat nya yang ada di kos tempat dia main di sana,ana kembali dari Singapura dan memutuskan untuk mengurus perusahaan milik ayahnya, saat ini meskipun tuan Adam tidak melepas putri nya untuk mengurus bisnis yang lebih besar tuan Adam masih memiliki putra laki-laki dari istri pertama nya yang tidak pernah Astrid ketahui.
Adam ingin putri semata wayangnya itu hidup bebas tanpa memikirkan perusahaan yang begitu besar itu, Adam juga menempatkan putri nya itu di perusahaan cabang dan masih banyak diawasi oleh orang kepercayaan Adam, agar putri nya tidak merasa terbebani.
📱"Hey kalian cepat ke mall xx aku traktir "ucap Astrid yang langsung menutup telepon nya.
__ADS_1
Astrid duduk di kursi yang tersedia di dekat area bermain anak, wanita itu menunggu di area bermain.
Astrid. terus memainkan ponsel nya dia mengabadikan momen orang pacaran yang lewat di area itu.
"Kemana sih mereka lama sekali kenapa? tidak cari karpet Aladin biar cepat sampai"ucap Ana seperti anak kecil yang sudah tidak sabar menunggu teman nya untuk bermain.
tidak lama segerombolan anak muda mudi berjalan ke arahnya.
"Mommy ucap mereka ada yang memeluk mencium punggung tangan yang membuat Astrid auto kesal.
"Kalian dari mana saja pasti naik bis ya heuhhhhh jiwa' miskin kalian masih menggelora di ajak kerja di perusahaan Bokap gue juga pada menolak, sudah ah jangan peluk-peluk nanti kecantikan aku meleleh"ucap Astrid.
"Masih kangen Mommy"ucap semua nya.
"Ih najis tau gak kapan gue kawin sama bokap kalian ayo jalan kalian boleh belanja sesuka hati kalian"ucap Astrid.
"Serius!"ucap semua nya berteriak, tapi sebelum itu aku ada tantangan untuk kalian"ucap Astrid yang kini menjadi sorotan mata orang yang hadir di sana karena banyak anak remaja yang berkumpul di area itu seakan sedang ada acara.
"Apa tantangan-tantangan nya" ucap mereka serius.
" Lompat dari atas mall ini"ucap Astrid
"Tidak!"ucap mereka berteriak.
"Masing-masing dua juta perorang kalian harus dapat barang yang kalian inginkan dalam waktu sepuluh menit"ucap Astrd sambil berjalan menuju store baju.
Astrid duduk di kursi sambil melihat waktu di ponsel tersebut dua puluh orang remaja itu berlarian dan berhamburan mencari baju dan sepatu yang dia inginkan sambil menghitung berapa jumlah belanjaan yang mereka sukai.
"Waktu kalian habis sekarang kumpul kan semua nya di kasir"ucap Astrid yang langsung menghampiri mereka yang tengah berbaris di antara mereka .
🌹💖💖💖🌹
Setelah selesai membayar barang belanjaan yang ternyata lebih dari empat puluh juta tersebut Ana, berada di depan berjalan menuju bioskop yang berada di lantai lima
Astrid membooking tepat tersebut bahkan film yang di putar juga film kesukaan mereka semua, Andreas yang berada di sana di antara antrian itu sengaja menyelinap masuk barisan mereka dengan celoteh Astrid mereka disuruh berhitung dimulai dari dirinya tapi setelah berkali-kali mereka berhitung ternyata ada dua puluh dua dan akhirnya ana menoleh ke belakang dia memberikan kode pada semua anak buahnya untuk berhitung sambil menyilang tubuh mereka tapi saat berada di posisi Andreas laki-laki itu tetap berdiri tegak.
"Kalian tidak bisa membooking tempat ini, tanpa seizin ku, atau kalian akan diusir dari area mall ini"ucap Andreas tegas.
"Ah ya sudah kita tidak jadi menonton saja yu pergi"ucap Ana, Andreas membiarkan mereka pergi dari tempat tersebut meskipun uang yang mereka tawarkan tidak sedikit untuk beberapa jam kedepan karena ada prosedur yang harus di ikuti, jika ada yang menyewa bioskop itu tidak bisa dadakan.
tidak lama Andreas kembali diberitahu oleh asisten nya, karena area permainan di sabotase oleh wanita yang bernama ana.
Andreas, langsung pergi menuju tempat tersebut, sebagai pemilik mall tersebut dia wajib memberi kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengunjung mall tersebut tapi gadis itu dengan sesuka hati mengacaukan semuanya.
Andreas melihat ke arah gadis itu yang kini tengah berjingkrak ria di tempat tersebut, banyak sekali Pengunjung yang menunggu giliran tapi tidak diberi kesempatan oleh mereka.
Andreas langsung membawa Ana ke tempat yang sunyi.
"Astrid Ayunda Gultom, kamu bukan gadis bocah kemarin sore , jadi berhenti berbuat onar sebelum aku menghukum mu, ucap Andreas.
"Aku suka di sini bersama mereka apa? ada larangan nya"ucap Astrid bertanya, sambil mengernyitkan dahi nya.
"Baiklah Astrid aku hanya ingin memberikan mu peringatan jika kamu masih berbuat onar aku akan menghukum mu"ucap Andreas.
__ADS_1
"Baiklah aku akan membawa anak-anak ku pergi"ucap Astrid.
"Kamu bukan ibu mereka berhenti bersikap seperti itu"ucap Andreas kesal.
"Tapi mereka itu anak-anak ku tanya sama mereka siapa Mommy dari mereka, aku hanya sedang mencari Daddy mereka"ucap Astrid, tingkah nya sungguh sangat menggemaskan telapak tangan.
Andreas langsung pergi dan dia tidak ingin lagi berlama lama di dekat Astrid bisa-bisa dia ikutan ngawur seperti wanita itu, biarlah nanti Andreas berbicara serius saat dia datang ke rumah nya.
Astrid pun pergi meninggalkan mall tersebut sendirian dan mereka pergi dengan menggunakan bus.
hingga tiba di rumah Astrid meneteskan air mata, Astrid benar-benar tidak bisa membuang perasaan itu dari hati nya.
hingga dia pergi untuk berendam di bathtub, wanita itu ingin melupakan semua nya.
namun tidak juga kunjung pergi, Andreas selalu ada dalam pikiran nya, hingga dia langsung pergi meninggalkan rumah setelah berpakaian rapi, dia pergi bersama dua puluh anak asuhnya menuju ke sebuah alun-alun kota yang selalu menjadi tempat berkumpulnya para anak muda di malam hari, yang selalu ramai
Astrid berjalan memimpin mereka, ada yang membawa gitar ada juga yang membawa bola basket karena banyak area permainan anak muda di sana bahkan ada panggung yang selalu mereka gunakan untuk menampilkan bakat bermain musik atau lainnya.
sementara Astrid mengajak mereka main basket dan tanpa menggunakan seragam Astrid hanya menggunakan hotpants dan t-shirt kegedean, yang menutupi paha atas nya .
Gadis itu bermain dengan sangat cepat dia bisa memasukkan bola kedalam ring yang tinggi itu.
tubuh nya yang memiliki tinggi 168 cm itu sangat seksi dengan skill yang mumpuni.
Astrid mengikat rambut nya dicefol asal hingga memperlihatkan leher jenjang nya yang begitu mulus putih seputih susu itu, hingga semua orang yang hadir menonton basket yang bukan pertandingan itu fokus nya tertuju pada Astrid.
"Mommy, Mommy .... Mommy teriak mereka teman-teman Bocil Astrid, hingga wanita itu melompat tinggi dan memasukkan bola tersebut kedalam ring basket.
saat berhasil Astrid langsung berlari memeluk teman cowok nya yang ikut bermain dengan nya, ada kebahagiaan tersendiri bagi nya saat ini dia sedikit bisa melupakan semua itu.
"Mommy disana ada pertandingan balap mobil mau ikut gak"tanya salah satu di antara mereka.
"Boleh juga jawab Astrid yang langsung pergi meninggalkan lapangan.
suasananya semakin ramai orang-orang berkumpul dengan mobil sport nya, Astrid langsung meminta asistennya untuk membawa mobil sport keluaran terbaru yang ia miliki saat itu juga, dia mendaftar pada penyelenggara acara.
tidak sampai tiga puluh menit mobil itu telah sampai di sana, itu adalah arena balap liar, tapi dipastikan aman karena tidak ada orang yang berani lewat tempat itu, karena mereka selalu melakukan balapan liar.
"Mommy, Mommy mommy" teriak dua puluh
Andreas yang diajak kekasih nya untuk main ke alun-alun tersebut dia langsung menghentikan mobilnya karena melihat anak-anak yang tadi berada di mall meneriaki Mommy, pada mobil sport keluaran terbaru yang ada di antara mobil lainnya, dan Andreas melihat sekilas Astrid yang mengemudi mobil tersebut hingga hingga akhirnya mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi bersama dengan mobil lainnya.
mereka terus berteriak memanggil Astrid, saat mobil itu memimpin di putaran pertama, hingga kedua dan ketiga jelas saja Astrid menang dan mobil nya di kerubuti orang-orang karena mobil itu adalah mobil juara hingga Astrid berdiri di samping nya mendapatkan banyak ucapan selamat, dan tidak lupa uang yang ia dapatkan dari taruhan balap mobil tersebut.
Andreas bukan senang tapi dia kesal dengan keberanian Astrid menantang bahaya atau maut.
setelah uang dua ratus juta itu ada di tangan nya, dia langsung bergegas memberikan semua itu pada dua puluh orang tersebut.
"Bagi-bagi uang itu, jangan sampai tidak adil aku pulang lebih dulu gerah sudah ingin mandi"ucap Astrid tanpa sayang dengan uang sebanyak itu, mungkin itulah kenapa? ikatan di antara mereka begitu kuat mereka seperti pasukan khusus yang berjumlah dua puluh orang.
Andreas tanpa sadar meninggalkan kekasihnya di sana, yang tengah membeli camilan buah segar, sementara Andreas mengikuti Astrid, hingga dia tiba di rumah mewah nya, pintu gerbang terbuka secara otomatis
"Astrid!"teriak Andreas yang sedari tadi ikut masuk kedalam.
__ADS_1