
kini usia baby Arsen dan Arthur, sudah menginjak usia enam bulan, mereka sudah pintar telungkup dan berguling-guling dan berceloteh bahasa bayi.
Anada pun sudah mulai beraktifitas kembali, kini dia membuka praktik kebidanan nya di sebuah klinik, yang Agam bangun untuk istrinya itu, tidak hanya ruangan bersalin disana juga terdapat rumah pribadi untuk beristirahat disela aktifitas nya bersama dengan kedua putranya yang kini dijaga oleh kedua baby sitter.
Dan rejeki tidak pernah surut meskipun Ananda, bekerja di mana pun,pasien yang datang selalu membeludak, terkadang Boy dan asisten nya datang membantu sahabat nya yang sudah seperti saudara kandung itu.
Jika saja Ageng ada mungkin mereka masih bersama-sama melewati waktu bersama, saat ini.
Sementara suaminya saat ini sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri untuk satu bulan kedepan, mereka bertiga pun tidak pulang ke Mension, karena rasanya pasti sangat sepi.
sementara rumah pribadi Ananda yang ada di Merauke sampai saat ini, masih terawat dan tempat praktek nya pun di isi oleh dokter kenalan Ananda, dokter yang sangat baik seperti dirinya, hanya saja dia dokter laki-laki yang menghuni rumah itu.
Ananda akan menelpon jika ada pasien yang ingin bertemu atau berkonsentrasi pada nya di rumah tersebut.
Sementara saat ini disela istirahat nya,sang suami melakukan panggilan video padanya, Ananda pun langsung menerima panggilan tersebut.
📱"Sayang aku sangat mencintaimu dan sangat merindukan mu"Agam.
📱"Aku juga kak, kenapa? masih ada di kantor, sudah pukul berapa ini" Ananda.
📱"Baby, kamu lupa disini sudah pagi"ujar Agam.
📱"Heumm, aku lupa kak"ujar Ananda.
📱"Sayang ku, dimana kedua jagoan Daddy"Agam.
📱"Sebentar sayang aku baru selesai mandi dan sekarang mungkin mereka sudah tertidur pulas"Ananda.
📱"Sayang kangen"Agam.
📱"Sama Daddy"ujar Ananda.
📱"Mau pulang"Agam.
📱"Ya pulang saja kak, tidak ada yang melarang"Ananda.
📱"Beneran nih, terus kalo perusahaan milik sayangku ini rugi besar bagaimana?"Agam.
📱"Jangan terlalu dikejar target, takut nanti kamu kecewa jalan kan saja seperti biasanya, tidak perlu berlebihan, kita sudah bisa hidup jauh lebih cukup dari yang di bawah, saja sudah Alhamdulillah, jika rejeki tidak akan kemana, kalau mau pulang ya pulang saja"Ananda.
📱"Semua ini juga untuk masadepan kita dan anak cucu kita kelak sayang, jadi aku akan selalu berjuang untuk itu"ujar Agam.
📱"Kakak memang suami yang sangat bertanggung jawab, tapi ingat berikan hak mereka yang membutuhkan uluran tangan kita agar lebih berkah rejeki yang kita dapatkan, dan satu lagi kerja keras mu akan membuahkan hasil, untuk kehidupan kita yang kekal nanti"Ananda.
📱"Iya ibu ustadzah ku sayang, kamu semakin cantik saja Sayang, setelah berhijab, tidak sia-sia hidup ku selama ini karena memiliki dirimu"Agam.
📱"Tidak begitu juga kak, aku hanya ingin hidup lebih berbahagia lagi, dunia dan akhirat akan terkejar bersamaan, jadi seimbang"Ananda.
__ADS_1
📱"Insyaallah Sayang ku"Agam.
Percakapan pun berakhir, mereka selalu saling mengingatkan selama ini, setelah memutuskan untuk memperbaiki hidup, Ananda dan Agam sadar bahwa selama ini rumah tangga nya selalu didera masalah karena mereka tidak pernah tau kunci kehidupan yang sebenarnya, ada pada tuhan pemberi kehidupan.
Meskipun tidak sebaik orang terbaik di luaran sana tapi mereka selalu belajar untuk lebih baik.
Hari demi hari mereka pun lalui, dengan rumah tangga yang bahagia tidak ada lagi konflik dalam rumah tangga tidak ada lagi, saling melukai hati masing-masing.
Sementara itu,lama tidak terdengar berita tentang Agatha, yang berada di Jepang, diam-diam ternyata dia sudah menikah dan bahkan pindah agama.
Dia jatuh cinta pada pria yang berasal dari negara Hongkong beragama Buddha,paras yang tampan dan gagah berani,telah mampu membuat keyakinan nya goyah, Agatha Airlangga, telah keluar dari keyakinan kuat yang selama ini dia yakini, bukan berpindah keyakinan tapi menikah dengan beda agama itu sama saja berbuat dosa, karena agama sebelumnya mengatakan bahwa itu adalah sebagian dari zina, hingga akhirnya Agatha pun memutuskan untuk pindah keyakinan, dan merahasiakan semua itu dari keluarga maupun sahabat, karena memang Agatha adalah gadis yang tertutup sejak kecil dia tidak suka berteman dengan siapapun.
Agam sendiri tidak pernah tau itu, karena mereka saling berkabar sesekali dalam satu atau dua bulan, dengan alasan sibuk kerja bahkan Arinda sendiri seakan lupa, bahwa dia memiliki putri.
sudah dua tahun terakhir tidak kembali ke tanah air, Agatha kini sudah memiliki putri yang begitu cantik, perpaduan antara Agatha dan Ekin Cheng.
Ekin adalah pria yang baik dan santun, dia seorang dokter ahli bedah, yang bekerja di rumah sakit milik Agam, sementara Agatha yang seorang direktur utama rumah sakit tersebut.
Otomatis mereka akan sering bertemu karena Agatha juga setiap hari berada di sana, rumah sakit terbesar yang ada di kota xx itu semakin berkembang pesat, saat kehadiran Ekin, yang memang sangat ahli dan dicari oleh setiap pasien yang membutuhkan pertolongan dengan keahlian nya itu.
Awalnya Ekin menolak hubungan antara mereka, tapi Agatha berulang kali menyatakan cinta dan mengancam pria itu bahwa Agatha akan bunuh diri.
Hingga Ekin menyatakan bahwa dirinya akan menerima Agatha, jika wanita cantik yang berprofesi sama dengan nya itu, berpindah keyakinan mengikuti dirinya, dan mereka juga membuat surat perjanjian tertulis, jika suatu saat nanti mereka memiliki anak,maka mereka akan tetap memeluk agama sang Daddy, hingga karena cinta buta nya itu, akhirnya Agatha pun memutuskan untuk pindah agama meskipun hati kecil nya tidak pernah rela, tapi demi cinta dia akan mengorbankan segalanya, dia berpendidikan tinggi dan sangat cerdas tapi karena cinta dia rela menjadi wanita bodoh (Dumme Frau).
Agatha pun terlihat sangat bahagia, apalagi saat Ekin mulai bisa menerima dirinya, dalam pernikahan tersebut, tapi Agatha tidak tahu, bahwa Ekin memiliki anak dan istri lain diluar sana, Ekin hanya memanfaatkan Agatha, sebagai pegangan ditempat ia bekerja.
Agatha, jelas tidak keberatan dengan alasan tersebut, karena dirinya sudah bergelimang harta sejak kecil, dan untuk menghidupi anak dan dirinya tidak akan pernah menghabiskan uang bulanan yang ia hasilkan saat ini.
...🌹💖💖💖🌹...
Dua tahun sudah Agatha, melewati bahagia bersama dengan Ekin, meskipun terkadang hati kecil nya terasa ada yang mengganjal saat ini, Agatha tidak terlalu memikirkan hal itu, bahagia nya, semakin bertambah dengan kehadiran sikecil yang selalu ada bersama nya, disela waktu kerja nya.
Hingga suatu hari, saat mereka tidak berangkat bersama ke rumah sakit, Agatha tidak sengaja melihat suaminya turun bersama dengan seorang wanita yang tengah hamil tua, masuk ke sebuah rumah yang sangat mewah, sambil saling merangkul.
Semua itu sangat kebetulan karena jalanan yang mereka lalui memang satu arah, dan Agatha pun sering bolak-balik ke arah jalan tersebut.
Agatha menghentikan mobilnya, dia berjalan masuk melewati pintu pagar rumah yang terlihat sempit dari luar tapi ternyata rumah itu sangat megah.
Entah karena sengaja atau memang kebetulan, Agatha, pun langsung masuk kedalam rumah yang terlihat sepi itu dan mengendap-endap menuju sebuah ruangan yang mereka masuki yang tidak lain adalah kamar utama yang ada di lantai bawah, Agatha seketika shock melihat adegan 21+ yang tengah terjadi, antara suaminya dan wanita hamil itu, dengan keadaan pintu terbuka lebar, seakan terburu-buru bahkan baju mereka pun tidak ada yang terlepas.
Betapa hancur nya, hati Agatha hingga wanita itu berjalan sempoyongan untuk bisa keluar dari tempat tersebut dengan cucuran air mata, dia bahkan tidak sanggup melihat kedepan bruk... tubuh Agatha, ambruk di depan pintu kamar hingga membuat mereka kaget dan langsung menghentikan aksi nya.
Dan lebih kagetnya lagi Ekin, saat melihat siapa? yang pingsan di rumah tersebut, dia buru-buru bergerak merapihkan penampilan nya setelah itu pamit pada wanita yang bahkan belum sempat terpuaskan itu, karena Ekin buru-buru membawa Agatha keluar dari ruangan tersebut menuju mobil, dan mirisnya lagi putrinya tegah menjerit-jerit di dalam mobil, ternyata Agatha juga tidak menutup pintu mobil nya, Ekin langsung membawa istri dan anak nya, pulang ke rumah mereka, tepat nya gedung apartemen yang mewah itu, milik Agatha.
sesampainya di sana, Agatha masih belum sadarkan diri juga dia meminta bantuan petugas, yang kebetulan lewat untuk membawa putrinya, karena Agatha tertidur pulas di mobil, begitu alasan Ekin.
sesampainya di unit apartemen milik Agatha, Ekin pun menyadarkan Agatha, yang kini perlahan telah membuka mata, Agatha langsung meminta Ekin, pergi saat itu juga, dia minta cerai, meskipun Ekin menolak, tapi Agatha tidak mau mendengar nya, dia bahkan meminta sekuriti untuk mengusir suaminya itu.
__ADS_1
Ekin pun benar-benar frustasi, saat ini selain terancam dipecat dia juga akan kehilangan pekerjaan nya, dan tidak akan ada yang mau mempekerjakan nya.
Pria itu berusaha untuk tetap bertahan meskipun meskipun Agatha terus meneriaki dirinya untuk pergi, Agatha pun membereskan barang-barang miliknya dengan putri nya, untuk pergi meninggalkan negara tersebut.
Ekin berulang kali memohon agar Agatha tetap tinggal dan mau memaafkan dirinya, tapi Agatha tidak sudah terlanjur terluka saat ini, wanita itu membawa putrinya pergi.
Bersama dengan orang kepercayaan yang selama ini selalu ada untuk melindungi dirinya, meskipun mereka tidak berhak ikut campur dalam urusan pribadi Agatha.
Hingga akhirnya ia pun tiba di Bandara internasional negara tersebut, Agatha pun membawa Arashi, putri semata wayangnya yang kini anteng dengan mainan bayi yang ia mainkan.
Agatha terus menggendong putri nya bersama dengan nya, sementara koper nya sudah dibawa masuk kedalam jet pribadi nya, dia pun menaiki tangga itu, lalu menoleh, ke arah wanita belakang"Selamat tinggal " ujarnya lirih sambil berderai air mata,rasa sakit itu masih terus menusuk hati terdalam nya.
Agatha, mungkin menerima karma dari perbuatan nya sendiri, yang sudah meninggal kepercayaan yang selama ini dia anut, tapi apa? masih bisa dia kembali saat ini.
Sementara Ekin pun pergi meninggalkan apartemen membawa semua barang-barang milik nya, di kepalanya saat ini terus terngiang tangis pilu Agatha dan juga putri semata wayang mereka, entah takdir akan mempertemukan nya lagi atau tidak.
Pria itu pun tidak kembali pada istri muda nya, dia tidak ingin terus bertahan dengan wanita yang bahkan hanya menginginkan harta nya, saja selama ini, dan kini Ekin, sadar dia telah kehilangan permata berharga, karena mempertahankan batu kali yang selama ini ia jaga.
Ekin pun pulang ke tempat dimana dia dibesarkan, pria itu bahkan tidak lagi memikirkan pekerjaan nya, dia kembali ke kehidupan kelam nya, menjadi seorang mafia, yang diwariskan oleh kakek nya.
Sementara Agatha, sudah tiba di Indonesia, dia disambut tangis haru, oleh sang Mommy, karena putri nya telah kembali dengan selamat, Argha pun meminta orang kepercayaan nya, untuk kembali mengurus rumah sakit miliknya di sana.
Arashi, yang memiliki wajah Asia itu, terlihat begitu cantik dan menggemaskan, meskipun dia terlahir dari sebuah kompromi, antara Agatha dan Ekin.
Tapi mereka menerima anak cucunya itu dengan sangat baik.
Jika saja waktu bisa diputar kembali, mungkin Agatha, tidak akan pernah memaksakan kesalahan itu terjadi, tapi ini juga garis takdir yang harus ia jalani kini dia sudah memiliki putri cantik.
Ananda sendiri datang membawa kedua jagoan nya, yang kini benar-benar merajai keluarga besar itu, dan Agatha, sedikit terhibur dengan kedua keponakan nya yang begitu tampan dan sangat menggemaskan, yang kini terus di gendong oleh opa nya, Argha, sejak mereka lahir, Argha, adalah orang pertama yang menggendong mereka setelah Agam.
"Owh, bahagia nya opa bisa memiliki kalian semua, empat cucu ku dua putri dua putra semoga kalian semua selalu berbahagia"kata Argha.
"Tentu saja opa"ujar Arinda, yang kini ikut bergabung, sambil menggendong Arashi.
Sementara itu"Aku tidak ada yang gendong"ucap gadis kecil yang tak lain adalah putri Ardan.
"Sini uwa gendong sayang nya uwa"ujar Ananda.
Mereka pun berbincang hingga hampir sore, Ananda pun pamit membawa pulang ke dua putra nya, hingga tiba di Mension, dia terkejut melihat pria yang sangat ia cintai tengah berjalan menyambut mereka turun dari mobil.
"Daddy sudah kembali"ujar Ananda yang langsung menghambur memeluk suaminya itu, sementara kedua putranya malah tertawa geli, saat mereka berempat berpelukan.
"Aku sangat merindukan kalian mana tahan lama-lama jauh dari kalian, cinta ku"kata Agam.
"Heumm, Cemen ya kan Boy, Daddy kalah sama kita"ujar Ananda.
"Satu lawan tiga mana tahan, sedang satu lawan satu saja sudah tidak sanggup"ujar Agam bercanda.
__ADS_1
"Daddy, baru pulang juga sudah mesum"ucap Ananda, sambil mencubit pinggang Agam yang keras itu.