Gadis Tangguh Pujaan Ku

Gadis Tangguh Pujaan Ku
#Twins lahir#


__ADS_3

Setelah perdebatan demi perdebatan panjang itu terjadi, keduanya kembali berdamai kini Boy, pun membantu keseharian Ananda di sana menangani pasien, dan melakukan pengobatan gratis di setiap satu bulan sekali, tidak terasa waktu berputar begitu cepat jika dilewati dengan banyak kebahagiaan dalam hidup, meskipun kini Leo, sudah resmi diambil oleh keluarga kandung nya.


Tapi Ananda selalu berusaha untuk mengunjungi nya.


Kini Ananda, telah berada di Jakarta tepatnya di salah satu rumah sakit terbesar yang ada di sana, kontraksi hebat, yang membuat dia harus segera dilarikan ke rumah sakit, sebelum tanggal perkiraan lahir.


Agam pun terlihat panik karena melihat Ananda kesakitan, saat ini dan memanggil almarhum ayah dan ibunya.


"Bunda sakit aku sudah tidak kuat"ujar Ananda.


"Sayang kamu pasti bisa, kamu kuat aku ada disini"ujar Agam sambil menggenggam tangan istrinya dan sesekali mencium puncak kepala dan keningnya,sang istri.


Ananda berkeringat hebat dan terus meringis kesakitan, wanita itu pun sudah terlihat sangat lemah saat ini.


"Dokter lakukan apa saja, jangan sampai istri ku sampai kenapa-napa, jika tidak aku bisa meratakan rumah sakit ini dengan tanah"ujar Agam.


"Tenang tuan kondisi wanita yang akan melahirkan memang seperti itu, tapi jika tidak bisa sabar tuan bisa menunggu di luar"ujar dokter tersebut.


"Boy, dokter macam apa? yang kau rekomendasikan, aku tidak mau tau ganti dia sekarang juga"ujar Agam berteriak hampir saja mengamuk.


"Kak, tolong jangan berisik, ini sungguh sangat menyakitkan, sebaiknya kakak tunggu diluar saja"ujar Ananda.


"Tapi sayang, aku, tidak bisa melihat mu kesakitan seperti ini"ujar Agam.


"Lakukan operasi Caesar saja, sepertinya, kedua jagoan ku tak mau menyakiti ibunya lebih lama lagi"ujar Boy yang baru saja datang.


"Baiklah dok, dan Anda tuan sebaiknya anda urus surat persetujuan itu"ujar Boy.


"Baiklah tapi jangan biarkan istri ku kesakitan"ujar Agam.


"Owh ya ampun, dimana-mana juga orang yang akan melahirkan itu pastilah kesakitan"ujar Boy.


"Aku tidak mau tau"ujar Agam.


"Boy aku ingin melahirkan secara normal"ujar Ananda tegas.


"Baiklah itu memang lebih baik, tapi kamu harus kuat jangan mengeluh didepan robot penghancur beton ini"ujar Boy, mengejek Agam, yang terlihat tidak tenang.


"Bagaimana setuju, tunggu di luar, atau masih ngotot ingin melihat proses lahiran bayi mu"ujar Boy.


"Bukan kau yang menangani istri ku, aku tidak mau kau pegang-pegang dia"ujar Agam tegas.


"Lagipula siapa? yang akan menangani istri robot seperti mu, yang ada aku kena sasaran, karena otak kosleting mu itu"ujar Boy, sambil memberikan bimbingan pada dokter junior nya, tapi Boy tetap berada di sana, untuk membimbing mereka.


"Mau kau apakan istri ku"ujar Agam pada Boy yang kini membetulkan posisi Ananda di atas bed bersalin itu, tapi Boy tidak menggubris, karena Agam akan begitu cerewet saat semua yang berkaitan dengan sang istri.


"Kalau kau tidak bisa diam aku akan pastikan menyuntik bius pada mu, agar kau tidak melihat proses kelahiran putra mu"ujar Boy.


"Baiklah aku akan diam, tapi awas jika"


"Dokter, seperti nya bayi jagoan sudah tidak sabar ingin segera lahir"ujar Dokter Neta.


"Heumm good boy"ujar Boy sambil mengelus perut Ananda yang kini tengah mengeras menonjol seperti Alien yang ada di perut wanita dalam film.


Tiba-tiba saja tangan nya ditepis oleh Agam.


"Sudah kubilang jangan pegang-pegang"ujar Agam, sontak membuat boy kesal dia mengambil obat bius dan jarum suntik, tapi kemudian dokter perempuan yang didampingi Bidan dan dua orang perawat itu berkata.


"Dokter, sudah lengkap"ujar nya.


"Baiklah Nanda ,sayang sudah waktunya kamu berjuang lebih keras lagi ikuti instruksi nya seperti biasa Ok, tarik nafas, lalu keluarkan"Boy terus menuntun nya dari samping sambil melihat wajah Ananda, Sementara Agam, pun menggenggam tangan Anada yang mulai mengejan dengan teratur.


"Dokter, kepalanya sudah mulai kelihatan"ujar dokter Neta.


"Bagus Nanda, sayang ayo kamu tau bukan apa? yang harus kamu lakukan"ujar Boy.


Ananda pun mulai menarik nafas lalu ia mendorong kuat bayinya itu.


"Sedikit lagi"Ujar Dokter tersebut.


Ananda pun kembali mengejan kuat dan

__ADS_1


Oeeek......


Oeeek... tangis bayi terdengar begitu kencang Tangis baby A begitu nyaring setelah menjepit tali ari-ari dan memotong nya, baby A di taruh di dada Ananda bayi itu bergerak-gerak mencari susu ibu.


"Sayang putra kita"tangis Agam pun pecah dia menangis sesenggukan di puncak kepala istrinya.


"Satu lagi nan, ayo kamu bisa"ujar Boy, yang akhirnya mengambil alih baby A untuk di bersihkan, sementara Ananda kembali mengalami kontraksi, dan kembali mengejan tapi kali ini tidak seperti baby A, mungkin karena sudah ada jalan lahir.


Agam pun langsung memeluk istrinya itu setelah baby B keluar, dia masih menangis sesenggukan antara mimpi, setelah sekian lama menunggu, hampir lima tahun mereka menikah dengan pasang surut hubungan mereka.


"Baby Arsen dan Baby Arthur" ujar Agam.


"Heumm Daddy, apa? kau bahagia"ujar Ananda yang kini tengah dibersihkan dan di jahit di bagian yang ada robekan tersebut.


"Lebih bahagia sayang dan terimakasih berkat dirimu, dunia ini begitu penuh dengan kebahagiaan"ujar Agam.


pria itu menghujani istrinya dengan kecupan, Boy yang melihat itu, pun ikut terharu sambil terus memandangi kedua bayi kembar, yang benar-benar mirip dengan Daddy nya itu keduanya bak pinang dibelah dua, mungkin karena tuhan menunjukkan kebesaran nya.


Ananda pun selesai dibersihkan kini dia sudah dipindah ke bed pasien rawat inap, dan di bawa oleh para perawat bersama Agam yang kini mendorong boks bayi kembar menuju kamar rawat VVIP tersebut, dia tidak bisa dibantah, ingin membawa kedua putranya itu, bahkan diikuti beberapa orang bodyguard di belakang nya.


Sesampainya di kamar itu para bodyguard menjaga di depan pintu, mereka juga tidak membiarkan orang lain masuk, selain Boy, yang akan merawat istrinya setelah ini.


"Ananda bisa pulang nanti setelah enam jam, karena dia tidak punya kendala apapun, dan begitu juga dengan kedua keponakan ku"ujar Boy.


"Owh syukur lah, karena aku tidak mau ada orang lain masuk ke dalam kamar ini"ujar Agam.


Hingga akhirnya mereka pun pulang ke Mension, setelah memastikan ibu dan bayi sehat, dengan menggunakan mobil Alphard, Agam membawa ketiga dunia nya itu dengan sangat hati-hati, sampai di kawal.


Sesampainya di Mension, Agam dikejutkan dengan kedatangan kedua orang tua nya dan adiknya Ardan dan keluarga, semua membawa kado, untuk menyambut kelahiran dua orang pewaris tahta kerajaan bisnis nya.


...πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ...


Agam langsung membawa istrinya masuk dibantu oleh istri Ardan, sementara Argha dan Arinda menggendong kedua cucu yang selama ini sangat mereka idam-idamkan, tanpa rasa bersalah mereka berkunjung seolah tak terjadi apa-apa, Arinda bahkan berkali-kali mengucapkan selamat pada menantunya itu, yang lebih banyak diam saat ini.


Hingga kado termahal pun mereka berikan, tapi Agam, hanya bersikap cuek, berada saat sang adik memberikan pelukan pada nya, saat ini dia langsung membalas nya, dengan pelukan erat dan binar rindu itu terlihat sangat jelas Dimata keduanya.


"Baby Arsen sepertinya haus" ujar istri Ardan.


"Seperti nya sudah rejeki mereka"ujar Sahira istri Ardan.


Dia seorang dokter.


Arsen langsung menyusu pada ibunya, saat ini Ananda terlihat meringis kesakitan karena Arsen,menyusu dengan kuat dan itu membuat Agam mengelus puncak kepala istrinya agar kuat.


"Kak, dia begitu bersemangat sekali"ujar Ananda.


"Dia memang jagoan"ujar Agam.


Sementara Arthur, dia begitu kalem.


Ananda yang masih berada di atas ranjang saat ini sudah selesai menyusui Arsen, terus giliran Arthur, wanita itu seakan tak pernah lelah, demi kedua buah hatinya yang begitu tampan keduanya benar-benar mirip dengan Agam, Daddy nya.


hingga Agam membuat makanan khusus untuk ibu menyusui dibantu oleh ahli gizi yang sengaja dia datang kan.


Setiap hari Arinda akan selalu datang untuk menengok cucunya itu, meskipun Agam masih bersikap dingin, tapi wanita itu tidak pernah menyerah dia ingin menebus dosa dan kesalahannya.


Arinda menggendong kedua cucunya yang baru satu Minggu itu tapi sudah begitu montok mungkin karena putra nya, selalu memberikan gizi yang benar-benar bagus, selama ini.


Ananda pun begitu telaten merawat kedua buah hatinya, ALEA yang selalu tidak bisa jauh dari sisi kedua adiknya itu, saat ini bahkan sedang ngambek karena ingin menggendong kedua bayi tersebut.


Ananda pun berusaha membujuk ALEA, tapi gadis itu tidak mau mendengar hingga Agam pun turun tangan membujuk putri nya itu.


"Kamu bisa menggendong nya, tapi nanti setelah sebesar Leo"ujar Ananda.


"Aku mau nya sekarang"ujar ALEA.


"Baiklah tapi sambil di pegang Daddy"ujar Agam.


Akhirnya ALEA pun mengangguk.


Hari demi hari mereka lewati terus bersama-sama dengan penuh kebahagiaan saat ini sudah dua bulan usia Arsen dan Arthur, mereka semakin menggemaskan, Agam meminta seorang perancang busana untuk seluruh keluarga kecil nya itu, Agam ingin membuat foto keluarga, bernuansa prewedding.

__ADS_1


setelah setelah melakukan itu, Ananda pun ingin pulang ke kampung halaman nya di Bandung, dengan kedua putranya, karena ALEA kini diambil alih hak asuh nya oleh ibu kandung nya yang kini sudah menikah lagi.


wanita itu sudah sembuh dan tidak cacat sedikitpun setelah melewati berkali-kali operasi.


ALEA, ternyata juga bukan darah daging Agam, meskipun dia memiliki wajah yang begitu mirip dengan Agam, ternyata dia adalah anak pria yang selama ini memusuhi Ananda, yaitu paman nya sendiri, dia memiliki kemiripan dengan Agam, ternyata, setelah menikah dengan Agam, mereka berselingkuh di belakang Agam, karena pria itu tidak pernah menyentuh nya lagi, setelah malam pertama itu.


Jadi mereka benar-benar hanya memiliki dua putra, tidak ada lagi anak lainnya, kecuali Leo yang memang anak angkat Ananda, secara sah meskipun hak asuh nya diambil oleh keluarga kandung nya saat ini.


"Ananda pun berangkat berempat bersama kedua putra dan suaminya menuju rumah peninggalan kedua orang tua Ananda yang sudah direnovasi oleh Agam menjadi hunian yang nyaman.


Ananda begitu terlihat bahagia, dengan kedua baby yang kini berada di pangkuan nya, Ananda tidak menggunakan jasa baby sitter, dia ingin mengurus keduanya, berdua dengan sang suami yang selalu setia berada di samping mereka bertiga.


Agam, pun selalu bekerja dari rumah untuk menjaga kestabilan perusahaan mereka saat ini, sambil menyelam minum air,hot Daddy itu menjadi trending topik dimana-mana.


Apalagi setelah kedua putranya, dipublikasikan, kerajaan bisnis nya, semakin berjaya, meskipun Ananda tidak pernah mau mengikuti sesi wawancara dengan para pemburu berita dari media bisnis.


Agam bisa maklum karena istrinya itu, memang tidak suka pamer didepan umum, dia adalah wanita yang cukup sederhana meskipun dia adalah istri seorang pengusaha sukses dan Ananda sendiri pun memiliki aset kekayaan yang tidak sedikit dari hasil kerja keras nya selama ini.


"Kakak, anak-anak anteng ya disini mungkin dia memang betah di tempat yang sunyi"ujar Ananda.


"Dia seperti kamu sayang, tidak suka dengan keramaian"ucap Agam.


"Heumm benarkah"kata Ananda.


"Iya sayang ku"ujar Agam sambil mendekat.


"Kak, mereka bangun"ujar Ananda yang langsung menghindar dari Agam.


"Ah kau nakal sayang, awas saja nanti aku hukum"ujar Agam.


"Tidak akan bisa"ujar Ananda.


"Benarkah, lihat saja nanti, kamu akan berteriak minta ampun"ujar Agam.


"Ah... takut"ujar Ananda.


"Takut apa? bukan nya suka, hingga lupa waktu"ujar Agam.


"Itu sih kakak, suka tidur kelamaan, aku tidur nya hanya sebentar-sebentar, tidak lama mereka bangun"ujar Ananda, mengalihkan pembicaraan.


"Itu masih mending, sikecil yang bangun kalo aku yang bangun maka kamu akan berteriak minta ampun"ujar Agam.


"Sudah jangan bahas itu, sekarang bantu aku"ujar Ananda.


"Itu apa? dan bantu apa? sayang ku"tanya Agam.


"Bantu aku jaga putra kita, aku mau masak dulu"jawab Ananda.


Ananda pun beranjak ke dapur, meskipun disana sudah ada dua asisten rumah tangga yang menjaga rumah nya selama ini, atas perintah Agam.


Ananda mulai menyiapkan bahan makanan yang akan dia masak dibantu oleh asisten rumah nya.


Setelah selesai memasak dia menatanya di meja, saat itu Agam pun berjalan menghampiri istrinya dan memeluk nya dari belakang, Agam begitu merindukan istrinya itu, meskipun mereka selalu bersama selama ini.


"Kak malu tau ada mereka"ujar Ananda.


"Tidak masalah mereka juga punya pasangan, iyakan BI"ujar Agam.


"Iya tuan, tapi tidak pernah seperti itu tuan"ujar salah satu nya.


"Makanya suruh mereka seperti ini"ujar Agam bercanda.


"Yang ada dijawab sudah tua"ujar bibi yang satunya.


"Gak masalah sampai tua pun, kami akan tetap sama seperti ini”ujar Agam.


Mereka pun tersenyum bahagia.


Sementara Agam dan Ananda pun makan bersama dan anak mereka dijaga oleh kedua asisten rumah tangga nya itu.


Ananda pun selesai makan lalu minum.

__ADS_1


__ADS_2